HALAMAN PUTIH

Media Informasi Dan Berbagi Cerita

Hukuman Mati 13 Agustus 2008

Filed under: Politik dan pemerintahan — Muhammad Mufti @ 19:31

Akhir-akhir ini soal hukuman mati ramai diperbincangkan masyarakat. Terakhir adalah eksekusi mati terhadap Rio Martil dalam kasus pembunuhan sadis terhadap Jeje Suraji dan sejumlah orang korbannya dengan menghujamkan martil di kepalanya. Berikutnya yang masih menunggu giliran untuk dieksekusi mati diantaranya adalah Imam Samudra dan Amrozy dan beberapa narapidana lain dengan kasus berbeda.

Hukuman mati memang masih memunculkan pro dan kontra. Terlepas dari melanggar HAM atau tidak, selain di Indonesia hukuman mati ternyata banyak diterapkan pula di beberapa negara seperti Malaysia, Cina, negara di kawasan Timur Tengah, negara di Eropa bahkan Amerika pun menerapkan hukuman mati, hanya eksekusinya saja yang mungkin berbeda. Misalnya Indonesia yang mengeksekusi dengan tembakan, Malaysia dengan tiang gantungan dan beberapa negara lainnya mengeksekusi dengan cara dipancung. Sedangkan di Amerika dilakukan dengan strum di kursi listrik atau dengan cara disuntik mati.

Kebanyakan yang dijatuhi hukuman mati di Indonesia adalah pelaku pembunuhan, narkoba dan pengeboman. Khusus narkoba, paling banyak berasal dari warga Negara asing. Untuk kasus korupsi, rasanya belum ada pelaku tindak korupsi yang dijatuhi hukuman mati meskipun terbukti melakukan korupsi dalam jumlah yang besar. Paling mendekam dalam bui selama 20 tahun atau kurang dari itu, atau maksimal hukuman seumur hidup.

Hukuman mati sebenarnya dimaksudkan agar timbul efek jera bagi siapa saja yang ingin berbuat kejahatan. Namun dalam kenyataannya eksekusi hukuman masih memakan waktu panjang. Di samping persidangan dan berbagai prosedurnya yang berbelit-belit itu, pelaku kejahatan dihadapkan pada suatu kenyataan akan ketidakpastian kapan eksekusi akan dilaksanakan.

Seorang Rio Martil saja yang telah divonis mati tanggal 14 Mei 2001 mesti menunggu selama 7 tahun baru dieksekusi. Itu pun telah mengajukan banding maupun upaya hukum lainnya agar memperoleh keringanan hukuman. Padahal ada terpidana lain yang masih menunggu lebih lama sampai eksekusi benar-benar dilakukan.

Sisi menariknya dari hukuman mati ini adalah mampu membuat terpidana mendadak alim dan rajin beribadah. Terlebih saat mendekati kapan eksekusi dilakukan, pasti akan terlihat terpidana makin intensif dan khusyu’ dalam ibadah. Amalan apapun pasti dilakukan misalnya saja sholat, baca Qur’an, berdoa dan berbagai kebaikan lain menjelang saat kematiannya.

Jauh hari sebelum vonis mati dijatuhkan, mungkin intensitas ibadah seperti itu tidak terlihat karena masih ada upaya hukum yang dilakukan sampai keringanan hukuman berhasil didapat. Misalkan keringanan hukuman dapat diperoleh entah dengan grasi atau remisi presiden menjadi hukuman seumur hidup, bisa jadi tidak akan seserius itu aktivitas ibadahnya.

Lepas dari itu, siapa pun akan langsung sadar dan rajin ibadah dengan intensitas yang lebih tinggi plus khusyu serta menjiwai ketika mengetahui kapan waktu kematiannya akan tiba. Spontan, taubat dengan sebenar-benarnya taubat, menjalankan ibadah tidak hanya yang wajib saja, di samping itu amalan-amalan yang membawa kebaikan pasti akan dikerjakan dan tak akan pernah jauh-jauh dari Tuhan.

Boleh dikata apapun agamanya, apabila seseorang telah mengetahui saat-saat kapan ajal datang menjemput, ia akan jauh dari berbuat jahat serta amalan yang tidak baik. Kesenangan duniawi pasti akan ia tinggalkan karena itu sudah tak berarti lagi, seperti yang sering kita dengar dan saksikan pada seorang terpidana hukuman mati.

Di saat-saat yang demikian itu, seseorang pasti menolak apabila ditawarkan padanya apa yang menjadi kesenangannya misalnya shabu-shabu atau jenis narkoba dan hal negatif lainnya meskipun diberikan secara gratis. Pilihannya hanya satu taubat, mohon ampun atas segala dosa, ibadah dengan rajin dan khusyu’, itu saja. Bagi koruptor, barangkali uang hasil korupsinya selama ini akan langsung dikembalikan semua kepada negara dengan kesadaran dan tanpa tekanan.

About these ads
 

9 Responses to “Hukuman Mati”

  1. Anang Says:

    hukuman mati itu tergantung dari produk hukum yg membuatnya.. kalau hukumnya adil ya ga akan jd polemik. nulis ttg ini ah nanti

    *hukum bisa dipermainkan orang berduit

  2. Edi Psw Says:

    Saya pernah nonton tayangan televisi, yang mengatakan bahwa hukuman mati akan ditiadakan karena melanggar ham. Tapi kalau menurut saya sendiri, saya tidak setuju ditiadakannya hukuman mati.

    *orang yang membunuh juga melanggar HAM

  3. Endang Says:

    gak tega sih……..tp kalo yg kyk teroris itu, kan udah jadi mindset dia, kalo gak dihukum mati, bahaya banget………

    *seperti bom waktu

  4. Eucalyptus Says:

    Dalam hukum Islam sebenarnya diatur kalau nyawa dibayar dengan nyawa. jadi kalau kita berpijak pada hukum Islam sebenarnya hukuman mati itulah yang paling adil buat para pembunuh….

    *ya, harusnya memang begitu

  5. zee Says:

    Klo menurut gw, gpp klo pemutusan hukuman mati itu makan waktu lama. Biar si terhukum tambah stress nunggu2 kapan ya gilirannya, kapan ya saatnya tiba, jd dia semakin bs ngerasain akibat perbuatan dia. Biarin ajah.

    *endingnya mati karena stress tanpa eksekusi

  6. Elys Welt Says:

    sebenarnya siapa yang berhak mengakhiri hidup seseorang ?

    *yang jelas bukan manusia, tapi akhir hidup seseorang bisa terjadi dengan sebab yang berbeda.

  7. kenny Says:

    ke’ nya keenakan malah klo dihukum mati dihukum seumur hidup aja ya

    *dengan fasilitas standar bagi para pembunuh

  8. ngatini Says:

    emang sih agak kasian ngeliat tampang2 mereka dihukum mati,,makanya jangan nunggu mereka pasang tampang melas dan muka tobat dulu hukuman matinya..
    trus buat koruptor, kalo gak bisa ganti uang korupsinya, baru dihukum mati..

    *eksekusi ketika tampang masih terlihat garang

  9. uwiuw Says:

    iya…makanya kadang sy ngak ngerti mengapa hukuman mati harus dihapuskan. mungkin terlihat kejam dan brutal, tapi manusia pada dasarnya manusia yg sama. Dia bisa baik pada manusia lain dan bisa juga dalam sekejap mencabut nyawa orang lain.

    *kalau kebangeten kejahatannya, hukuman mati why not??


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s