HALAMAN PUTIH

Media Informasi Dan Berbagi Cerita

Ampunan Allah 12 September 2008

Filed under: Mutiara Kehidupan — Muhammad Mufti @ 20:40

Manusia hidup di dunia ini tidak pernah luput dari yang namanya dosa dan kesalahan. Sekalipun kita telah berusaha semaksimal mungkin menjaga diri agar tidak terjerumus kepada perbuatan yang mendatangkan dosa, namun kadangkala kita tergelincir juga. Dosa yang kecil namun kalau semakin bertumpuk akan menjadi terakumulasi pula akhirnya. Apalagi kalau kita menambah dengan melakukan dosa besar pasti akan terus menggunung.

Kesalahan kecil yang tidak kita sadari bisa jadi menambah daftar dosa-dosa kita. Kalau kita tidak segera meminta ampun kepada Allah tentu dosa-dosa yang terakumulasi itu tak akan pernah berkurang. Istighfar adalah jalan yang paling mudah kita lakukan dalam rangka mohon ampun kepada Allah tatkala kita menyadari telah melakukan suatu dosa. Bahkan kita dianjurkan untuk selalu beristighfar setiap waktu.

Nabi Muhammad SAW saja selalu beristighfar kepada Allah dalam sehari bisa lebih dari 70 kali bahkan 100 kali (Al Hadits), padahal beliau termasuk kategori manusia yang ma’sum (terjaga dari dosa). Kita sebagai manusia biasa seharusnya beristighfar lebih dari itu, karena dosa-dosa yang kita lakukan pasti banyak dan beragam. Ada yang kecil, ada yang besar. Ada yang disadari, ada pula yang tanpa kita sadari.

Dalam hal ini, mestinya kita mawas diri dan mau melihat ke dalam. Sebab dosa dan kesalahan kita tak hanya kepada Allah semata. Kesalahan terhadap sesama manusia dan lingkungan sekitar kita pun bisa jadi menambah panjang daftar dosa kita.

Istighfar sendiri dapat kita lakukan setiap waktu dan setiap saat. Di sela-sela kesibukan kerja atau saat senggang, istighfar selalu bisa kita lakukan. Istighfar yang sudah merasuk dalam diri seseorang akan membuat orang tersebut terbiasa mengucapkannya. Bisa jadi ucapan istighfar justru menjadi dzikir harian yang sudah mendarah daging.

Dalam firman-Nya disebutkan : “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) dari keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat”. (QS. Hud : 3)

Istighfar selain sebagai sarana memohon ampunan Allah, juga menunjukkan kapasitas diri kita sebagai makhluk yang lemah. Dalam istighfar juga terdapat unsur pengakuan bahwa Allah Yang Berkuasa, Maha Besar dan Maha Pengampun. Allah mengampuni dosa siapapun yang dikehendakiNya, meski dosa-dosa tersebut sebanyak buih di lautan atau sebesar gunung.

Allah adalah Maha Penerima Taubat dan Maha Pengampun. Selama nyawa masih dikandung badan, selama itu pula Allah akan mengampuni manusia jika manusia itu memohon ampunan kepadaNya. Istighfar atau permohonan ampun mestinya datang dari diri sendiri, dengan kesadaran diri bukan karena paksaan atau ikut-ikutan. Hendaknya itu menjadi kebutuhan manusia bukan menjadi kebutuhan Allah. Allah tidak akan rugi atau berkurang kebesaranNya hanya karena manusia tidak mau memohon ampun.

Dalam sholat lima waktu, permohonan ampun pasti kita ucapkan dengan membaca doa iftitah di rakaat pertama. Demikian pula di dalam sikap shalat lainnya, ada permohonan ampun yang kita ucapkan. Itu belum yang shalat sunnat, dzikir sesudah sholat maupun permohonan ampun yang kita panjatkan secara khusus. Jika kita konsisten dengan itu, insya Allah akan gugurlah dosa-dosa yang pernah kita lakukan.

Dosa akan menyebabkan noda di hati. Lama-lama hati menjadi keruh bahkan bisa tertutup dan mati jika dosa-dosa itu semakin bertumpuk dan tidak segera dimintakan ampunan kepadaNya. Hati yang mati akan mengurangi dorongan untuk berbuat kebaikan dan ajakan untuk berbuat batil menjadi menguat. Kalau ini sudah terjadi, nurani manusia tidak akan pernah bisa tersentuh lagi. Ia bisa berbuat apa saja demi memuaskan nafsunya.

Marilah, kita bersegera memohon ampunan Allah atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Istighfar dan sholat memiliki hikmah tersendiri untuk membersihkan diri dari dosa. Ampunan Allah luas, seluas langit dan bumi, oleh karena itu tak ada alasan lagi bagi kita untuk menunda-nundanya. Manusia yang dosanya sudah diampuni hatinya akan merasa tenang. Selain itu akan merasakan ketenangan dalam menjalani hidup.

Allah mengundang kita untuk berbondong-bondong datang kepadaNya. Di bulan Ramadhan ini, Allah sedang “open house” dengan mengobral pahala, ampunan serta grasi pembebasan diri dari api neraka. Khususnya di bulan Ramadhan sepuluh hari yang kedua, ampunan Allah terbuka seluas-luasnya. Siapapun yang memohon ampunan niscaya akan diampuniNya sejauh itu bukan dosa syirik. Kesempatan yang sangat baik ini tentu saja sayang sekali jika disia-siakan.

Bukankah kita sangat berharap agar Allah mengampuni dosa-dosa kita?

About these ads
 

15 Responses to “Ampunan Allah”

  1. ranids Says:

    waaah komen pertama neh… renungan yang indah…. amiiiiiin… amin amin, semoga ampunan Allah slalu untuk kita semua ya…

  2. Anang Says:

    amin. semoga ampunan Allah selalu utk kita

  3. nasori Says:

    setiap helaan nafas kita semoga ampunan Allah juga turut didalamnya…amien

  4. Eucalyptus Says:

    Moga dosa2 kita senantiasa diamupni oleh Allah SWT… pencerahan yang bagus nih…

  5. tuteh Says:

    Amin…. semoga Allah SWT selalu mau memaafkan kesalahan dan dosa kita. Kesalahan/dosa yang kita tau itu bakal bikin Allah marah, tapi teteup aja dilakukan meski dah minta ampun berkali2 :( sigh… manusia… ya kita… hehehe…

  6. Duh Gusti Alloh Kang Murbeng DUmadi, mugi panjenengan kerso paring ampunan dosa-dosa kulo kalian Kang Mufti puniko, Ugi Panjenengan kerso paring dalan padang kagem kulo lan Kang Mufti kangge gesang ing alam donya puniko, amiiinnn…Ayo Kang diamini…wes tak dongake kuwi….

  7. edratna Says:

    Semoga dosa-dosa kita mendapat ampunan dari Allah swt.

  8. tutinonka Says:

    Ada kalanya (atau malah sering) kita sholat karena kuwajiban saja, melakukan gerakan dan membaca doa karena hafal saja, tetapi hati dan pikiran tidak benar-benar menghadap kepadaNya. Alangkah ruginya jika sholat kita masih seperti itu ya? Semoga kita bisa menjalankan sholat dengan lebih khusuk. Amin.

  9. maya Says:

    hmmmm…….makasih bahan renunangannya ya mas…

  10. zee Says:

    hmmm…. jd sadar, selama ini masih suka sholat hanya krn kewajiban saja, bkn krn kebutuhan…

  11. mbah suro Says:

    Semoga puasa kita tidak sekedar menahan haus dan lapar, tetapi lebih kepada pengendalian diri secara total agar kita dijauhkan dari dosa. Amin….

  12. Mufti AM Says:

    For All : Amiin, Amiin, Yaa Rabbal ‘Alamiin. Makasih atas semua komennya

  13. subhan Says:

    SUBHANALLAH… pencerahan bos.thanks

    — — —
    *sama-sama mas…

  14. cool Says:

    Kalo Allah SWT Maha Pengampun…kenapa kita tak bisa mengampuni sesama kita ?

    — — —
    *Rasulullah pun bisa memaafkan orang yang telah menyakitinya

  15. A.Jahid SP Says:

    Yaa Rabb…. Semoga segala kekhilafan dan kealfaan kami Engkau ampuni. Amin Yaarobbal’alamin.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s