Titip Doa

Pada bulan Dzulhijjah saudara kita dari umat Islam banyak yang berada di Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Sebagai rukun Islam yang kelima, ibadah haji wajib hukumnya bagi yang mampu. Sedangkan bagi yang ada kelebihan rizki tetapi tidak berangkat haji disunnahkan untuk memotong hewan kurban dan dagingnya kemudian dibagi-bagikan.

Mereka yang berangkat ke tanah suci Mekkah sebelumnya memang sudah mempersiapkan diri, terutama menyangkut ongkos perjalanan serta akomodasi ibadah haji dll. Ada yang menabung terlebih dahulu selama beberapa tahun. Setelah uangnya terkumpul baru bisa melaksanakannya. Ada juga yang memanfaatkan sebagian pesangon ketika pensiun dari pekerjaannya. Yang paling beruntung ialah mereka yang ongkos hajinya ada yang membiayai.

Rizki dari Allah memang tidak memandang jabatan, status sosial, kedudukan maupun tingkat ekonomi. Jika Allah menghendaki, orang yang sehari-harinya serba kekurangan pun bisa menunaikan ibadah haji. Ongkosnya bisa datang dari mana saja tanpa bisa diduga, misalnya dari instansi atau lembaga tempat seseorang bekerja atau atas kemurahan hati seorang hamba Allah yang rela membiayai dengan ikhlas. Namun yang paling umum ialah dengan cara menabung. Itu semua menjadi kehendak Allah yang mengundang hamba-hambaNya bertandang sebagai tamu.

Hidayah yang datang kepada seseorang tak selalu sama. Di satu sisi, kita melihat banyak orang yang mampu secara moral dan material tapi belum merasa terpanggil untuk menunaikan ibadah haji alias belum ada niat. Sedangkan pada sisi yang lain mereka yang tak mampu justru memiliki niat yang sangat besar untuk melaksanakannya. Hanya karena terganjal oleh biaya saja membuat seseorang belum bisa berangkat.

Sementara kita memandang bahwa kemampuan dalam melaksanakan ibadah haji itu semata-mata hanya dilihat dari segi biayanya. Sebenarnya jika dirunut lebih jauh,  mampu dalam arti mencakup berbagai hal termasuk kesehatan, fisik maupun psikis.

Faktor biaya sudah jelas sangat berpengaruh atas keberangkatan seseorang ke tanah suci. Sedangkan kesehatan sedikit banyak juga berpotensi membatalkan keberangkatan menunaikan haji. Maka dari itu perlu ada keterangan dari pihak berwenang mengenai kesehatan seseorang sehingga ia layak berangkat haji sebagai persyaratan tertentu. Sudah banyak kita dengar calon haji yang batal berangkat karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan setelah dilakukan pemeriksaan.

Secara psikis, calon haji juga dituntut mampu membuang rasa enggan untuk meninggalkan keluarga. Terlebih lagi bagi yang sudah mempunyai anak masih kecil. Ada yang tidak tega meninggalkan anaknya selama beberapa waktu lamanya. Demikian pula yang memiliki orang tua sudah berusia lanjut dan butuh perawatan serta perhatian ekstra, perlu memantapkan hati terlebih dahulu sebelum meninggalkan mereka.

Mereka yang keyakinan dan niatnya sudah mantap ingin menunaikan ibadah haji pastilah akan berusaha mengatasi itu semua. Niat sudah ada, biaya telah cukup, kesehatan mendukung dan ia rela meninggalkan keluarganya sementara waktu serta berbagai faktor lainnya rasanya tak ada alasan lagi menunda untuk keberangkatan. Hanya Allah yang akhirnya menjadi penentu jadi atau tidaknya.

Keberangkatan calon haji dimanapun ia berasal tentu akan dilepas dengan penuh keharuan oleh keluarga, teman, tetangga, bahkan orang-orang sekampung. Sebelum keberangkatan saja para tamu sudah berdatangan untuk silaturrahmi, apalagi nanti setelah pulang dari Mekkah tentu lebih banyak lagi.

Selain untuk bersilaturahmi, diantara sekian banyak tamu ada yang sekedar titip oleh-oleh dari Mekkah. Apakah hanya sekedar foto tempat-tempat tertentu di Mekkah, makanan dan kue-kue maupun berbagai macam souvenir seperti tasbih, sorban, sajadah, kopiah dll. Zam-zam merupakan oleh-oleh yang sering disuguhkan ketika orang berkunjung ke tempat siapa pun yang baru saja pulang menunaikan ibadah haji.

Satu yang tak dapat dikesampingkan ialah banyak orang titip doa kepada mereka yang hendak menunaikan ibadah haji, terutama ketika berada di tempat-tempat yang dianggap mustajab untuk berdoa, salah satunya adalah di Raudhah. Siapapun yang berdoa di tempat tersebut, insya Allah doanya dikabulkan.

Saya tak dapat membayangkan apa yang akan diucapkan oleh Pak atau Bu Haji misalkan orang yang titip doa kepadanya banyaknya mencapai lebih dari 50 orang. Padahal permintaannya berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. Kira-kira ia akan mendoakan satu persatu sesuai nama dan permintaan (kalau ini pasti ada contekannya nih!) atau borongan ya?

Anda yang punya pengalaman haji dalam hal ini, ayo cerita dong…

About these ads

13 comments on “Titip Doa

  1. Wah jadi yg pertamax nih. Buat yg lagi menunaikan ibadah haji, selamat ya. Karena aku bukan muslim, aku senengnya jadi pembaca yg baik saja ….

    — —
    *makasih banyak telah turut menyimak cerita saya mbak…

  2. semoga saya berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji dalam kondisi sehat dan masih muda serta bugar agar dapat lebih optimal dalam beribadah. amiiiinn….

    — —
    *Semoga Allah mengabulkannya….

  3. Alhamdulillah saya sudah diberi karunia Allah untuk pergi haji. Raudhah memang tempat yang mustajab untuk berdoa, dan selalu menjadi tujuan orang yang datang ke Masjid Nabawi. Tapi tempat itu sempit, dan tidak terus menerus dibuka (hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu). Maka orang (terutama wanita) yang akan kesana harus berebut.

    Jika kita pergi haji dan mendapat titipan doa, sebaiknya dicatat siapa saja yang minta didoakan, agar tidak lupa. Karena kalau kita sudah berjanji akan mendoakan seseorang di Tanah Suci, maka janji itu harus benar-benar ditunaikan.

    — —
    *Sangat beruntung mereka yang mendapat kesempatan berdoa di Raudhah. Demikian juga saudara-saudara yang titip untuk didoakan, semoga Allah mengabulkannya.

  4. hmm..kalo nitip2 doa gitu apa gag memberatkan orang yang mau khusyu beribadah yah?

    — —
    *tentunya kalau yang dititipi ikhlas tak masalah mbak…

  5. daku ju9a menitipkan doa pada sahabatQ yan9 sedan9 beribadah haji disanah..
    semo9a di hijabah,amien…

    — —
    *Insya Allah dikabulkan olehNya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s