HALAMAN PUTIH

Media Informasi Dan Berbagi Cerita

Sayangilah Ibumu 17 Desember 2009

Fernando,  sebut saja begitu, boleh dibilang sudah jadi orang besar. Di usianya yang mendekati kepala lima itu ia menjabat sebagai vice president sebuah perusahaan multinasional ternama yang bermarkas di kota besar. Di rumahnya yang megah di kawasan elite, Fernando hidup bahagia bersama istri dan ketiga anaknya.

Suatu kali Fernando merasa sangat rindu kepada ibunya yang tinggal sendiri di kampung halaman, hanya ditemani seorang pembantu rumah tangga. Ketika rasa rindu sudah tiada tertahankan lagi, ia pun pulang ke kampung untuk menemui ibunda tercinta.

Singkat kata, sampailah ia di hadapan sang ibu. Melihat anak kesayangannya muncul, sang ibu tak bisa menahan haru. Cukup lama sekali keduanya tidak bertemu sejak Fernando jadi orang sukses. Mereka pun saling menumpahkan rasa rindu. Mereka duduk di teras sambil menikmati kue dan minum teh. Ketika mereka sedang asyik berbincang, terdengarlah suara seekor burung gagak yang bertengger di dahan pohon depan rumah memecah suasana.

Sang ibu pun bertanya, “Apa itu Nak?”

“Burung gagak, Bu!” kata Fernando.

Burung itu masih berkoak lagi.

”Apa itu, Nak?” ibunya bertanya lagi.

”Burung gagak, Bu!” jawab Fernando lagi.

Si gagak masih terus berkoak.

”Apa itu, Nak?” kembali ibunya bertanya.“Burung gagak!’ jawab Fernando dengan volume dan nada suara lebih keras.

“Apa itu, Nak?” tanya ibunya lagi untuk kesekian kali.

“Buuu, itu burung gagak!” jawab Fernando dengan setengah membentak

Burung gagak berpindah dahan untuk berpijak dan masih tetap berkoak.

“Apa itu, Nak?” tanya ibunya dengan nada tenang seperti sebelumnya.

“Apa ibu tak mendengar atau sudah tuli? Sudah berapa kali kubilang itu burung gagak!!!” Bentak Fernando dengan nada marah.

Lalu si ibu masuk ke dalam rumah. Sebentar kemudian ia keluar lagi menemui Fernando sambil membawa sebuah buku harian yang sudah terlihat lusuh dan kumal. Dibukanya buku harian tersebut, lalu diserahkannya kepada Fernando untuk dibaca.

Bunyi catatan ibu yang dibaca Fernando tersebut begini : “Ketika Fernando berusia empat tahun, aku mengajaknya berjalan-jalan. Lalu terdengar suara burung gagak. Ia pun bertanya kepadaku, “ Apa itu, Bu?”, dan kujawab, “Burung gagak, Nak!” Ia mengajukan pertanyaan yang sama sebanyak 40 kali, dan kujawab dengan sabar sebanyak 40 kali pula.” *** (sumber : lentera)

=== === === === ===

Catatan Penulis :

Diantara kita, mungkin banyak yang tidak sabar saat menghadapi orang tua yang sudah lanjut dan renta dimakan usia. Padahal pengorbanan mereka untuk mengasuh dan merawat kita sejak masih bayi hingga dewasa, bahkan bisa menjadi orang sukses tiada terkira. Tak dapat dinilai dengan apapun jua. Kesabaran mereka dalam menghadapi perilaku anak yang terkadang nakal dan bengal pun tak perlu diragukan lagi.

Kasih sayang orang tua tulus untuk anak-anaknya. Apa pun mereka lakukan demi kebaikan kita di masa mendatang. Khususnya ibu, ia rela membawa beban berat di perutnya saat masih mengandung kemudian mempertaruhkan nyawa saat melahirkan. Ia rela terbangun dari tidur lelapnya hanya karena mengganti popok yang basah karena kita ngompol. Ia pun mau tidak tidur karena tangisan kita yang lapar lalu memberikan ASI-nya. Dan ketika kita sakit, ibu juga yang begadang hingga semalaman karena harus menunggui anaknya tanpa menghiraukan letih dan lelah.

Lalu, saat ibunda berada di usia senja dengan tubuh renta dan lemah, mengapa kita menjadi tidak sabar melayaninya sebagaimana yang pernah mereka lakukan dulu kepada kita? Bahkan terkadang kata-kata tak sedap dan bentakan pun muncul dari mulut kita karena kerewelan orang tua.

Selagi mereka masih ada, kesempatan berbakti dan membalas kebaikan orang tua masih sangat terbuka. Kita akan merasa menyesal dan pasti sangat kehilangan tatkala mereka sudah pergi selamanya dan tidak lagi berada di tengah-tengah kehidupan kita.


SELAMAT TAHUN BARU 1431 H

DAN

SELAMAT MEMPERINGATI HARI IBU

About these ads
 

32 Responses to “Sayangilah Ibumu”

  1. alamendah Says:

    (maaf) izin mengucapkan selamat tahun baru hijriyah 1 Muharam 1431 H.
    Semoga rohmat Allah semakin melingkupi kita.

    *Maaf agak keluar tema

    Salam,
    Alamendah

    — — —
    *Amiiin… thank’s mas alamendah

  2. Dangstars Says:

    Burung gagak bu
    Burung gagak bu
    burung gagak bu
    cape juga ampe 40 kali :P :P :P

    — — —

  3. Dangstars Says:

    Selamat Tahun baru Islam
    Semoga kita diberikan ampunan oleh Allah SWT :P
    Mohon maaf bila setahun kebelakang ada komentar yang kurang berkenan di hati :P
    Salam
    Dadang S

    — — —
    **he.. he.. memang capek bang! semoga kita diberikan kesabaran dan ampunanNya

  4. Siti Fatimah Ahmad Says:

    Assalaamu’alaikum

    SAHABAT
    Walau…
    Langkah tak bertemu
    Tangan tak berjabat (perempuan sahaja ya)
    Ucapan tak terdengar
    Izinkan hati ini memohon maaf
    Atas segala…..
    Sikap dan lisan yang tak terjaga
    Janji yang terkota
    Hati yang kerap berprasangka (insya Allah tiada)
    Sepanjang setahun perkenalan kita
    Selama persahabatan kita terjalin di dunia maya
    Terima kasih atas kasih sayang dalam ukhuwwah yang dicerna
    Semoga kita selalu di dalam perlindungan-Nya

    SELAMAT MENYAMBUT MA’AL HIJRAH 1431
    Salam Awal Muharam dan salam manis dari saya di Bangi, Selangor, MALAYSIA.

    SITI FATIMAH AHMAD

    — — —
    *Amiin, Yaa Rabbal ‘alamiin. Terima kasih banyak Bu Fatimah…

  5. sobatsehat Says:

    yang saya pahami dan saya pegang teguh adalah surga dibawah telapak kaki bu. dulu ………….jaman dulu ( heheheh ) saya termasuk anak bandel……..tapi sekarang ibu lah yang paling berharga buat saya. thanks mengingatkan mas

    — — —
    *sama dong pak, kayaknya saya tergolong anak bandel juga dulu…

  6. postingan yang snagat bijak dan blue menyukainya
    salam hangat selalu

    — — —
    *makasih banyak om, semoga bermanfaat

  7. embun777 Says:

    kesabaran seorang Ibu..kepada anaknya..
    tak pernah bisa diukur dengan apapun..
    panjang dan panjang sekali .. tiada ujung nya.

    — — —
    *itulah pengorbanan dan kesabaran ibu kita tiada ternilai

  8. embun777 Says:

    Selamat menyambut Awal Muharram 1431 H.

    Mohon dimaafkan segala kesalahan..dan komentar yg tak berkenan.
    Marilah kita sambut Tahun yg baru dengan hati yang penuh dengan rasa Syukur.

    Salam.

    — — —
    *sama2, insya Allah. Amiin…

  9. alisnaik Says:

    selamat pagi

    terkadang ada ibu yang gak sabaran juga.
    tapi memang lebih banyak ibu yang baik ;)

    terima kasih dan mohon maaf :o

    — — —
    *kita berharap semua ibu baik terhadap anak2nya

  10. Wong Jalur Says:

    “Allahummaghfir lana dznunuubanaa wadzunuuba waalidainaa warhamhumaa kamaa rabbayaana shigaaraa”

    — — —
    *Amiiin… Amiiin… Amiiin.. Yaa Rabbal ‘alamiin

  11. jimmy Says:

    kita memang suka lupa sama jasa orang lain..

    — — —
    *jangan lupakan jasa orang tua kita

  12. Anang Says:

    Selamat Tahun baru juga pak

    — — —
    *makasih man Anang, sama2 kita jalani tahun 1431 H dengan syukur padaNya

  13. Ruang Hati Says:

    Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim, di awal tahun baru hijriyah 1 Muharam 1431H ini hamba bulatkan tekad untuk bisa kembali kepada jalan yang Engkau Rahmati, yang penuh hidayahMu, dan yang Engkau Ridhoi.
    Maafkan bila di tahun lalu seringkali buat kesalahan, kita songsong tahun depan dengan penuh harapan dan semangat
    Wassalam
    ruanghati.com

    — — —
    *Semoga harapan dan kebaikan terwujud bagi kita dan bagi seluruh isi dunia.

  14. dedekusn Says:

    Ibu wajib disayangi, dihormati, dll.

    Selamat Tahun Baru 1431 Hijriah
    Maaf lahir batin,
    Semoga amal ibadah kita ditahun ini akan semakin baik, semakin mening­kat dan men­dapat ridho Allah SWT.
    Insya Allah kebahagiaan dan kesejahteraan selalu ada dalam diri kita. Amin

    — — —
    *Amiin… Mari kita sayangi ibu kita masing2

  15. mbah gendeng Says:

    selamat tahun baru hijriyah ya bos……………….

    — — —
    *selamat tahun baru Hijriyah juga mbah…

  16. tukangpoto Says:

    Kasih ibu sepanjang jalan,mas terus menerus sampai tutup usia. Balaslah jasa mereka ..

    — — —
    *selagi ibu masih ada itulah kesempatan kita untuk membalas jasanya dengan perbuatan

  17. NURA Says:

    salam sobat
    ya,,siip setuju banget,,sayangilah ibu,,seperti ibu menyayangi kita.
    karena ibu yang melahirkan kita.
    karena syurga ada ditelapak kaki ibu.

    trims atas doanya ya,,,
    selamat tahun baru 1431 H.

    — — —
    *sama2 mbak, kita tak boleh melupakan ibu dimanapun kita berada

  18. mamah aline Says:

    ujian kesabaran bagi anak, orang tua bisa sabar menghadapi anak sewaktu kecil namun anak belum tentu dalam kadar sabar yag sama menghadapi orang tua yang berusia renta. rata-rata begitu ya…

    — — —
    *saya lihat memang begitu, maka kita perlu bersabar menghadapi orang tua kita sendiri.

  19. cah ndeso Says:

    Salam silaturahim dari Lereng Muria
    Cah Ndeso ingin mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1431 H

    Semoga kita tetap semangat untuk ngeBlog, tetap memperkuat tali silaturahim dan juga tak lupa untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Alloh SWT dengan menjalankan syariat-Nya

    Amiieenn

    — — —
    *makasih banyak, Insya Allah!

  20. KangUsup Says:

    hem
    tak terasa airmata meleleh

    hikz hikz hikz

    ingat ibu

    met tahun baru juga

    ini kunjungan balasan

    makasih

    salma kenal

    halaman putih berlatar hijau
    :-)

    — — —]
    *jadi turut terharu nih.

  21. nurhayadi Says:

    Mungkin saya pertama kali berkunjung ke blog ini. Salam kenal. artikel yang membuat saya jadi ingat ibu di nun jauh di sana. thanks artikelnya, see you in my blog.

    — — —
    *sama2, mudah2an tak bosan main kemari demikian pula sebaliknya.

  22. andi Says:

    yup harus itu, kasih ibu sepanjang masa
    selamat tahun baru 1431H
    salam,

    — — —
    *kasih anak… sepanjang galah???

  23. nahdhi Says:

    Fernando saya jadi inget salah satu lagu berbahasa Latin (kok malah gak nyambung ya).

    — — —
    *Fernando, lagu tempo dulu yang sering diputar ibu saya. Kasetnya masih ada…

  24. waw…. hebat-hebat….jadi rindu mama di flores NTT.
    mama terimakasih..
    great posting
    salam kenal
    buleh tukaran link?
    nice to read

    — — —
    *link-nya dah saya pasang mas

  25. agnes sekar Says:

    Selamat malam Halaman Putih, postingannya sangat bermakna, satu hal yang dapat saya petik diatas adalah : Jangan menolak didikan, Orang yang menolak didikan akan terperosok kedalam lubang kebodohan. Alloh memakai segala hal untuk menegur kita dan mengajarkan tentang kerendahan hati. Setiap orang bisa dipakai Tuhan untuk menegur kita, bahkan anak-anak kita, orang yang lebih muda dari kita karena itu milikilah sifat rendah hati. Terima kasih postingan yang bagus, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

    — — —
    *benar sekali Bu, kita mesti bersyukur karena telah dikaruniai ibu yang sabar merawat sejak lahir. Kalau orang tua kita diberi umur panjang mestinya kita juga mampu berlaku sabar terhadap mereka mengingat kasih sayang yang telah mereka berikan terhadap diri kita.

  26. tary bailah Says:

    ibu orang yang berarti banget buat aku, hiksz jadi sedih kalo inget ibu….mengharu biru

    — — —
    *tentu akan lebih berarti kalau kita tidak melupakannya namun memperhatikan dan menyayanginya.

  27. kapan posting lagi nich…
    ditunggu lho

    — — —
    *dah kok…

  28. zee Says:

    Hmm…. apa mungkin Ibu-nya cuma mo ngetes anaknya saja dengan bertanya terus-menerus? Menghadapi anak kecil dan orang dewasa tentu tdk sama ya. Dgn bertambahnya usia dan banyaknya masalah yg dihadapi, seorang anak yg sudah dewasa tdk bisa lagi sepolos dulu, sehingga kadang terpaan hidup membuatnya berubah. Semoga kita tidak begitu sama ibu kita…

    — — —
    *terkadang orang tua ada yang ngetes anak2nya dengan apa yang telah mereka lakukan untuk mengetahui seberapa jauh anak menuruti dan memperhatikan serta sabar terhadap orang tua.

  29. treante Says:

    jadi inget mesti nulis artikel soal hari ibu ;)

    — — —
    *nah, pas banget tuh momennya

  30. Selamat pagi…selamat berhari senin,hehehe
    tukaran link?

    — — —
    *udah kan????

  31. Sejak punya anak, kisah2 serupa di atas makin sering ditemuin. Ketika berkorban untuk anak, jadi keinget gimana ortu pun berkorban serupa atau lebih padaku dulu. Gak capek ngeladenin kerewelanku saat kecil, gak capek ngegendong, dsb.

    Tulisan tentang ibu selalu menggugah hati.

    — — —
    *kesabaran anak terbatas dibanding orang tua nya

  32. Ruang Hati Says:

    aku sayang ibuku

    — — —
    *jangan lupakan ibu.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s