Konsep Andragogi Dalam Belajar

23 Januari 2012 pukul 17:54 | Ditulis dalam Akademika, Informasi & Peng. Umum | 19 Komentar
Kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Andaragogi sebagai konsep dalam belajar mahasiswa sebenarnya sudah lama dikenal oleh masyarakat, terutama di kalangan perguruan tinggi. Andragogi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “aner” yang berarti orang dewasa, dan “agogos” yang berarti memimpin.

Publikasi Malcolm Knowles, lewat bukunya The Adult Leaner adalah model andragogi sebagai teori belajar yang tepat untuk orang dewasa.

Empat konsepsi pokok andragogi yang tertuang dalam buku tersebut antara lain :

  1. Perubahan dalam konsep diri (self concept), yaitu seseorang tumbuh dan matang konsep dirinya bergerak dari ketergantungan total menuju ke pengarahan diri alias mandiri.
  2. Peranan pengalaman, individu tumbuh matang dan mengumpulkan banyak pengalaman, dalam hal ini menyebabkan dirinya menjadi sumber belajar yang kaya dan pada waktu yang sama memberikan dasar yang luas untuk belajar sesuatu yang baru.
  3. Kesiapan belajar, tiap individu menjadi matang maka belajar kurang ditentukan oleh paksaan akademik dan perkembangan biologiknya, tetapi lebih ditentukan oleh tuntutan tugas perkembangan untuk peranan sosialnya.
  4. Orientasi belajar, orang dewasa berkecenderungan memiliki orientasi belajar yang berpusat pada pemecahan problem-problem kehidupan (problem centered orientation).

Langkah-langkah agar menjadi mahasiswa yang berkualitas dapat dilakukan dengan mengetahui informasi lebih awal, adanya kesadaran waktu, pergaulan dan kegiatan (sosialisasi) dan pendewasaan berpikir. Oleh karena itulah setiap kampus perguruan tinggi punya peran masing-masing dalam membentuk mahasiswanya baik melalui kegiatan, pergaulan maupun pembelajaran-pembelajaran yang tidak diperoleh di dalam kelas. Lebih bersifat ke arah pengembangan diri daripada pengembangan akademis.

Sebagai mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus pemimpin bangsa, maka dalam setiap aktivitas akademik maupun non akademik tetap mengutamakan rasa tanggung jawab baik belajar dan kreativitasnya.

Ciri-ciri belajar :

- mudah menangkap dan mamahami pelajaran
– mudah mengingat dan mengingatkan
– memiliki perbendaharaan kata yang bervariasi
– penalaran dan pola pikir yang tajam
– daya konsentrasi yang baik
– berpengalaman luas
– senang membaca
– mampu mengungkapkan pikiran secara lisan atau tertulis
– mampu mengamati dengan jelas terhadap setiap perubahan
– rasa ingin tahu yang tinggi
– mampu mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis, menguji gagasan, mencapai kesimpulan

Ciri-ciri bertanggung jawab :

- tekun menghadapi tugas dengan tuntas
– ulet, pantang menyerah dan putus asa
– mampu berprestasi mandiri
– selalu ingin mendalami pengetahuan
– berusaha berprestasi lebih baik
– senang dan rajin belajar
– menghadapi masalah dengan kedewasaan
– cepat bosan dengan tugas rutin
– mampu mempertahankan pendapat
– menunda kepuasan sesaat untuk mencapai tujuan lebih baik di kemudian hari

Ciri-ciri kreatif :

- memiliki rasa ingin tahu yang dalam
– sering mengajukan pertanyaan yang berbobot
– banyak memberi gagasan positif
– mampu berpendapat secara spontan
– menonjol dalam satu bidang studi
– sulit dipengaruhi oleh pendapat orang lain
– mempunyai rasa humor
– mempunyai daya imajinasi
– mempunyai ide-ide cemerlang dan bermanfaat bagi orang banyak
– mampu mengajukan pikiran, gagasan, dan pendapat yang berbeda dengan orang lain

Untuk menjadi mahasiswa yang sukses secara akademis ada beberapa jurus yang dapat dipergunakan dalam kaitannya dengan konsep andragogi seperti yang telah dipaparkan di atas. Jurus-jurus tersebut diantaranya adalah :

  1. Keteraturan, kiatnya adalah dengan membuat catatan ringkas, rapi dan jelas agar belajar menjadi mudah. Berpikir dan bekerja teratur sehingga dapat mengerti dan meguasai ilmu yang didapat.
  2. Disiplin belajar, dalam ini perlu ditanamkan niat yang kuat, serta keteguhan hati dan tekad untuk membiasakan diri dalam belajar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Membiasakan disiplin bisa menjadi proses pembentukan watak dan pribadi yag baik.
  3. Konsentrasi dan manajeman waktu yang baik, yaitu memusatkan pikiran tentang pokok suatu masalah yang dihadapi, termasuk ketika menghadapi ujian maupun dalam menyelesaikan tugas-tugas. Selain itu konsen pula dalam mengembangkan minat, memperluas cakrawala serta sosialisasi dalam berbagai macam aktivitas dengan mengelola waktu yang tersedia.
  4. Memanfaatkan perpustakaan sebagai pendukung dalam belajar, seperti kita ketahui bersama bahwa perpustakaan adalah pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan yang tidak dapat dikesampingkan keberadaannya terutama dalam dunia pendidikan. Ada sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa perpustakaan adalah jantungnya pendidikan, dan perpustakaan dapat dijadikan sebagai tolak ukur kemajuan peradaban suatu bangsa.

Tak hanya mahasiswa di lingkup perguruan tinggi saja yang dapat menerapkan konsep andragogi dalam belajar, namun para pelajar dan masyarakat pada umumnya pun dapat menerapkan konsep tersebut sebagai bentuk kemandirian.

19 Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. Nice share… Ilmu baru buat saya. Jika konsep ini mulai dilatih sejak usia dasar, pasti akan menghasilkan generasi” tangguh

    Salam saya,

  2. terimakasih sudah berbagi

  3. wow post keren…
    ohya, ”andragogi” artinya apa sob?

    — — —
    *andragogi artinya kurang lebih mengarahkan diri untuk belajar secara mandiri

  4. :D

  5. bener pak, itu ga selamanya untuk para mahasiswa,,
    masyarakat umum seperti saya pun bisa menerapkannya untuk kehidupan sehari-hari.
    trimakasih pak sharingnya

  6. posting yang menarik untuk menambah pengetahuan..

  7. Belajar itu nggak mesti jadi siswa ya.. siapa saja dan dimana saja bisa belajar… :-)

  8. Nggak cuma mahasiswa sih, ibu rumah tangga juga masih harus banyak belajar :D

  9. Sesuatu yang bermanfaat ini buat pribadi saya :)

  10. postingan yang benar2 sangat bermanfaat ini, makasih banyak ya mas….
    jadi belajar lagi neh…. [ya harus dong..., hehehe]

  11. aku sbg ibu RT harus juga ikut belajar nih

  12. mahasiswa yg berkualitas dan berkuantitas jga klu bsa :)

    nitip bro
    YANG BARU YANG BARU, CEKIBROT !!! :)
    http://fauzanmars.wordpress.com/2012/01/27/idm-6-08-build-8-full-download-update-terbaru-idm-2012/

  13. kalo materinya sama, apa dibedain juga ngajarin anak kecil sama ngajarin orang dewasa-nya ya…

    — — —
    *tentu disesuaikan dengan kondisi masing2 bang, kerena sebenarnya konsep ini diarahkan terutama pada orang dewasa

  14. postingan bagus sob…..

  15. Konsep pembelajaran memang harus dibedakan antara anak-anak dengan orang dewasa donk. Tapi kadangkala apabila andragogi diterapkan secara total pada orang dewasa kurang dapat diterima juga.

  16. Sebuah langkah yang sangat berguna untuk mentransfer ilmu untuk orang desawa, maksudnya gurunya dewasa dan muridnya juga dewasa. Bagaimana apabila gurunya anak-anak akan tetapi muridnya dewasa. Apakah dapat diterapka andragogi semacam itu?salam

  17. Belajar untuk mandiri… ya mahasiswa memang harus mandiri…begitu juga kita semua

  18. semoga saya dapat jadi orang yang berguna bagi masyarakat…

  19. thanx udah share infonya yaaa…:) bagus infonya…salam kenal slalu


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya.