Tiang Penyangga

Umumnya setiap bangunan mempunyai tiang yang fungsinya sebagai penyangga. Pada bangunan jaman dahulu akan selalu dipasang tiang sebagai penyangganya. Kita lihat saja bangunan kraton, Joglo Jawa dan bangunan kuno lainnya, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Dapat kita lihat, tiang berdiri untuk menyangga yang di sebagian daerah lain dapat berfungsi sebagai pondasi.

Bangunan lama biasanya bertiang kayu besar atau tiang kayu kecil. Ada bangunan yang tiangnya dibuat menggunakan kayu pohon – biasanya kayu jati – yang utuh sehingga tampak terlihat kokoh. Bangunan modern ada yang masih memperlihatkan tiang penyangganya yang terbuat dari beton sehingga terkesan artistik dan klasik.

Meski tidak semua bangunan ada tiangnya, namun hampir semua bangunan dibuat menggunakan tiang penyangga. Pada bangunan modern, tiang memang tidak selalu tampak terlihat. Tiang bangunan dalam hal ini sudah digantikan dengan beton cor yang menjadi satu dengan tembok. Demikian pula pondasinya dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyangga dinding bangunan.

Istana negara merupakan salah satu contoh bangunan bertiang. Kita dapat melihat tiangnya dari luar pagar istana. Demikian pula gedung putih di Amerika Serikat,t iangnya nampak sekali dapat disaksikan dari luar. Kalau kita berkunjung ke Keraton Yogyakarta, di pagelarannya akan kita jumpai sejumlah tiang untuk menyangga pagelaran tersebut. Belum lagi yang di bangunan utamanya.

Tiang yang sering disebut juga pilar, atau orang Jawa sering menyebutnya dengan “cagak” ternyata tak hanya dipergunakan sebagai penyangga bangunan saja. Kapal-kapal tempo dulu juga mempergunakan tiang untuk mengembangkan layarnya. Tanpa tiang, maka layar tak akan terkembang sehingga kapal pun tak akan bisa berlayar dengan baik. Lain dengan kapal api atau kapal bermesin yang sudah memakai bahan bakar untuk menjalankannya.

Selain itu semua, tiang pun banyak berdiri di sepanjang jalan baik di kota ataupun di desa. Tiang listrik, tiang telepon, tiang lampu, tiang rambu lalu lintas sampai “tiang sae” atau yang “mboten sae” (Jawa, sae = baik) dapat kita jumpai hampir dimanapun kita berada. Tiang banyak bertebaran di mana saja dan rata-rata terbuat dari besi fungsinya sebagai penyangga seperti kabel PLN atau telkom.

Dalam sebuah hadits, sholat dikatakan sebagai tiangnya agama. Sedang dalam kehidupan keluarga ibu adalah tiangnya rumah tangga. Lalu dalam kehidupan bernegara ada ungkapan yang mengatakan bahwa wanita adalah tiang negara. Maka tiang menjadi sangat penting bukan saja sebagai penyangga sebuah bangunan maupun kapal layar, apalagi kabel listrik atau kabel telepon. Lebih dari itu tiang memiliki peran yang tidak bisa diabaikan dalam kehidupan beragama, berkeluarga dan bernegara.

Kalau tiangnya lemah atau ambruk maka sesuatu yang disangganya juga akan runtuh. Bahkan manusia pun mempunyai tiang yang khas dan unik untuk menyangga sesuatu yang dimilikinya. Misalnya saja kepala, tiangnya bukanlah leher atau tengkuk. Tiang penyangga kepala adalah mata.

Bayangkan kalau mata sudah lelah, capai dan mengantuk pasti akan berpengaruh pada kepala. Saat mengantuk pasti kepala akan terasa berat. Orang yang sedang terkantuk-kantuk pasti kepalanya akan tertunduk sampai jatuh, secara pelan-pelan atau mendadak. Pada saat orang tertidur, badannya pun tak akan mungkin tegak lagi.

Hal itu dapat kita lihat pada saat orang sedang jumatan mendengarkan khutbah. Banyak yang terkantuk-kantuk hingga jatuh tertidur. Juga pada sidang umum MPR, banyak yang tertidur karena tiang penyangganya lemah. Kalau mata sudah tak mau lagi diajak melek, kepala pun akan segera pasrah dan ambruk.

Bukan hanya kepala saja yang ada penyangganya. Kaum lelaki juga punya, namanya “pilar tunggal” yang dapat berdiri kokoh kalau fungsinya maksimal. Coba kalau pilarnya lemah atau letoy, pasti fungsinya berkurang bahkan mungkin tidak bisa digunakan. Jika sudah demikian, maka banyak yang memanfaatkan obat-obatan untuk mengambalikan lagi fungsi tiangnya. Selain itu, melakukan servis pilar tunggal ke ahlinya sehingga “pilar tunggal menyangga langit” dapat berdiri tegak lagi. Sayangnya, sekarang Mak Erot sudah tiada lagi.

Tiang atau pilar atau yang orang Jawa bilang “cagak” ini ternyata juga dimiliki oleh kaum perempuan. Tapi jaman sekarang fungsi cagaknya sudah berkurang karena pengaruh modernisasi. Jaman dulu sering dipakai oleh para abdi dalem perempuan yang memakai kemben (kain jarik).  Kemben merupakan selembar kain yang secara keseluruhan menutupi dada dan membiarkan pundak terbuka.

Kemben sebagai busana tradisional yang biasa digunakan oleh abdi dalem perempuan ini pun perlu dikasih cagak agar tidak melorot. Biasanya kain dililitkan atau digulung lalu berakhir (dislempitkan) di daerah dada perempuan, pas di tengahnya. Seperti kaum perempuan yang mandi pakai kain  itu lho…

Nah, sekarang Anda sudah tahu yang mana “cagak kemben” atau “pilar tunggal menyangga langit”…???

Angka Berapa Di Urutan Keenam???

Mungkin tulisan ini sudah pernah diposting pada blog lain dan Anda pun pernah pula mengetahuinya. Namun saya ingin juga membaginya kepada rekan-rekan blogger, khususnya yang belum pernah tahu sama sekali akan hal ini.

Ide postingan ini saya dapat dari sebuah email yang dikirimkan seorang teman. Sepertinya email ini terus diforward dan berjalan berantai dari waktu ke waktu hingga akhirnya sampai ke saya. Kalau melihat dari daftar orang-orang yang ada dalam file terlampir, rasanya ini sudah berjalan sedemikian jauh dari berbagai latar belakang orang sampai diterima oleh orang Indonesia.

Ini bukanlah sebuah teka-teki atau kuis berhadiah, tapi hanyalah satu permainan dalam sebuah deret angka. Enam deret angka, yang apabila Anda berhasil temukan angka keenamnya, maka Anda dapat membuka file terlampir. Angka terakhir sekaligus merupakan password untuk membuka file yang berbasis excel itu.

Dalam file tersebut terdapat daftar nama-nama orang yang sudah berhasil menemukan angka keenam dari deret angka yang akan saya tuliskan. Nah, kalau Anda berhasil menemukan angka keenamnya, download filenya dari sini, lalu masukkan angkanya sebagai password.

Inilah deretan angka yang dimaksud : 1, 2, 6, 42, 1806, ….???

Untuk lebih jelasnya saya kutipkan saja emailnya di bawah ini :

Urs neither …

>>> “Neil Tilbee” 16-Apr-09 20:09:07 >>>

Hey Friend, I didn’t see your name in the list of the successful!

When you have nothing to do,

Find the 6th number in the sequence

1, 2, 6, 42, 1806, ?????

Only this number can open the attached document.

If you manage to open the file, enter your name, save and pass on.

Apparently only people within an IQ of over 120, manage to complete

This.

Have fun!

Ross P

Menurut saya sih tidak susah-susah amat, karena kenyataannya nama saya pun telah tertera di sana. Saya ada dalam daftar urutan nomor 270. Kini giliran Anda memasukkan nama Anda ke dalam urutan daftar orang-orang sukses berikutnya dalam permainan ini.

Dalam email tertulis “hanya orang-orang yang IQ-nya lebih dari 120 yang akan berhasil melengkapi enam deret angka tersebut” (Ah, katanya sih…!!)

Kalau file berhasil terbuka, silahkan tulis nama Anda di dalamnya lalu kirim lagi ke email rekan-rekan Anda, atau upload file yang sudah tertera nama Anda tadi dan jadikan postingan pada blog. Asyik khan…

Silahkan coba, kalau belum berhasil ya coba sampai berhasil.

Download filenya di sini, kemudian pilih download now (unduh sekarang).

Yang Unik Dari Capres-Cawapres 2009

Kita sudah mengetahui bersama siapa pasangan capres-cawapres yang akan berlaga di pemilu pemilihan presiden pada bulan Juli mendatang. Media televisi pun sudah menayangkan berita soal pendaftaran semua pasangan. Berbagai tanggapan dilontarkan kepada semua pasangan oleh masyarakat dari golongan rakyat jelata hingga kaum elit politik. Ada tanggapan positif, tanggapan miring hingga kritik tajam pun terlontar pula.

Tetapi semua itu sudah tidak berarti lagi, karena pasangan yang akan maju dalam pemilihan nanti tetaplah itu juga orangnya. Ketiga pasangan capres-cawapres akhirnya dikenal dengan inisial sebutannya masing-masing dengan tujuan memudahkan masyarakat mengenalnya.

Kalau diperhatikan dengan seksama, ketiga pasangan yang ada ternyata mempunyai keunikan yang bisa kita temukan. Entah di sengaja atau tidak, keunikan itu justru menjadi sebuah ciri khas seluruh pasangan capres-cawapres. Ada yang menunjukkan sisi positif, ada pula yang memperlihat sisi berlawanan antara pasangan yang satu dengan pasangan lainnya. Ada persamaan, ada pula perbedaannya. Mari kita lihat satu persatu.

1. Ketiga pasangan SBY-Boediono atau SBY Berbudi, JK-Win, Mega-Pro merupakan inisial yang sudah dikenal oleh masyarakat. Dari inisial ini saja kita sudah melihat satu keunikan karena dua pasangan inisialnya mirip dengan merk sepeda motor terkenal. Tapi jika inisial tersebut diteruskan tentu akan menjadi sebuah pertanyaan SBY-Berbudi, berbudi apa? Berbudi baik atau buruk. Kemudian Mega-Pro, pro siapa? Pro rakyat, pro asing, pro kalangan elit atau bagaimana? Demikian sejumlah komentar dilontarkan.

2. Memang satu diantara ketiga pasangan merupakan pasangan paling cantik. Dua pasangan tidak secantik pasangan Mega-Pro. Untuk membuktikan kecantikan itu, perlu pula dilihat bagaimana program, visi dan misinya. Apakah berpihak kepada rakyat atau sebaliknya. Dan yang lebih penting lagi ia bisa diterima oleh rakyat sehingga benar-benar dapat mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat. Itu baru benar-benar cantik.

3. Pasangan Mega-Pro merupakan pasangan yang agak nyleneh. Prabowo sering dikaitkan dengan pelanggaran HAM saat ia menjadi pejabat militer di era orde baru. Jika pasangan ini kemudian yang akan menduduki posisi pemimpin RI tentu akan menyulitkan PDIP untuk mengusut berbagai hal tentang pelanggaran HAM di masa lalu.

4. JK-Win merupakan orang yang pernah tergabung dalam Golkar. Kalau di era orde baru, militer dipaksa untuk mendukung Golkar – meski akhirnya posisi militer netral – maka kedua tokoh ini sekarang bergabung dengan bendera yang berbeda. Dulu sama-sama anak buah Pak Harto yang masih berada di posisi Dewan Penasihat Golkar.

5. Jika nanti pasangan Mega-Pro yang menang maka tidak akan ada ibu negara karena presidennya perempuan. Sedangkan Prabowo juga tak memiliki pasangan alias sendirian. Jadi nanti tak akan ada sebutan Bapak Presiden dan Ibu Wakil Presiden. Kira-kira akan menangkah kedua pasangan ini?

6. Keunikan lainnya, komposisi semua pasangan capres-cawapres terdiri dari militer – sipil atau sipil – militer. Yang eks pejabat militer dulunya sama-sama pernah menjadi orang dekat Pak Harto.

7. Seluruh capres dari ketiga pasangan usianya sudah berkepala enam. SBY 60 tahun, Mega 62 tahun, JK 67 tahun. Kalau ditambah dengan cawapresnya hanya Prabowo yang usianya masih di bawah 60 yaitu 58 tahun. Boediono sudah 66 tahun dan Wiranto 62 tahun. Jadi siapa yang bakal memimpin Indonesia semuanya sudah berusia 60 tahun atau lebih.

8. Kalau melihat dari bulan kelahiran masing-masing tokoh maka akan didapatkan bulan yang berurutan. Mega lahir bulan Januari, Boediono bulan Februari. Wiranto bulan April sedangkan JK lahir bulan Mei. Kemudian SBY lahir September, Prabowo bulan Oktober. Yang benar-benar berpasangan hanya JK-Win.

9. Kecuali Boediono yang bukan orang partai. Semua tokoh mempunyai jabatan dalam partainya masing-masing sebagai Ketua Dewan Penasihat dan Ketua Umum. JK, Wiranto dan Megawati adalah ketua umum partainya. SBY dan Prabowo merupakan ketua dewan penasihat partainya.

10. Kandidat cawapres merupakan pejabat pemerintah pada masanya. Wiranto pernah menjadi panglima TNI, Prabowo pernah menjadi Pangkostrad, lalu Boediono pernah menjabat sebagai menteri keuangan terakhir sebagai Gubernur Bank Indonesia.

11. Nama-nama seluruh kandidat cawapres adalah berakhiran “O”, Boediono – Wiranto – Prabowo Subiyanto. Kalau SBY – Boediono, keduanya berakhiran “no” sehingga ada guyonan politik pasangan ini NO-NO.

12. Kandidat capres berpengalaman menjadi calon presiden di pemilu 2004 kecuali JK, ia hanya berpengalaman sebagai cawapresnya SBY waktu itu. Justru pasangan JK ini yang dulu punya pengalaman sebagai capres bersama-sama dengan SBY dan Megawati.

13. Untuk kandidat capres hanya JK satu-satunya yang belum pernah menjadi presiden. Tapi kalau pengalaman menjadi wakil presiden RI hanya Megawati dan JK, SBY belum pernah. Bingung gak tuh…

14. SBY adalah satu-satunya kandidat capres yang berkoalisi dengan Blogger karena slogan yang diusungnya sama yakni “LANJUTKAN”. Kalau tidak percaya klik saja link yang ini kemudian lihat di pojok kanan paling bawah. Nah, sama kan…

Rambutan Dan Jenis Rambutnya

RambutanAnda tahu rambutan?

Benar, rambutan adalah salah satu jenis buah yang sering kita jumpai. Kalau sedang musimnya, buah yang satu ini mudah didapatkan. Tak jarang,  di pekarangan pun buah rambutan banyak ditanam orang. Rambutan, buah yang berambut. Kata orang bukan merupakan buah langka atau buah yang mahal harganya.

Itu mengenai sedikit tentang rambutan. Tetapi, posting ini tidak mengulas tentang rambutan. Karena rambutan buah yang berambut, maka rambut sebagai kaitan dalam tulisan ini yang akan saya bahas.

Siapa pun pasti memiliki rambut. Entah pria, wanita, orang tua, anak-anak bahkan bayi juga memiliki rambut. Tumbuhan, juga ada yang punya rambut. Jagung merupakan salah satu jenis tumbuhan yang berambut. Demikian pula binatang, rambut yang dimilikinya sering disebut dengan bulu, kecuali binatang yang mempunyai rambut sangat banyak. Misalnya kuda dan singa jantan, rambut yang ada padanya tidak disebut bulu tapi surai.

Akan halnya manusia, semua memiliki rambut, jenisnya pun bermacam-macam. Ada yang panjang, pendek, keriting, lurus dan berombak. Orang, kalau rambutnya dicukur habis pastilah akan disebut gundul. Gundul berarti tidak punya rambut. Tetapi ada orang yang tak berambut yang bukan gundul. Itulah botak, karena rambutnya rontok dan sudah tak bisa tumbuh lagi.

Tahukah Anda? Ternyata rambut yang ada pada diri kita memiliki bermacam-macam sebutan.

Di mulai dari bagian paling atas, di kepala. Rambut sering diistilahkan sebagai mahkota. Adanya rambut di kepala yang bisa dibentuk dengan berbagai model akan membuat orang terlihat lebih menarik. Terutama para wanita dalam berhias, hal utama yang diperhatikan adalah rambutnya.

Tak sedikit orang yang merasa perlu menyesuaikan rambut dengan busana yang dikenakannya. Kalau perlu rambut palsu pun (wig) digunakan agar dandanan tidak mudah rusak bila terkena angin atau keringat. Begitu pula dengan sanggul atau konde, sering dipakai ketika ada acara-acara resmi. Misalnya saja pada acara wisuda, kaum wanitanya sebagian besar memakai sanggul.

Dari kepala, turun sedikit di situ ada alis. Alis merupakan rambut yang tumbuh di atas mata. Alis ini pun kadang perlu diatur sedemikian rupa sehingga orang terlihat lebih menawan. Dan bentuk alis juga bermacam-macam, tak jarang perias pengantin merasa perlu mengurangi sedikit alis dari sang pengantin agar menjadi lebih pantas.

Agak ke bawah lagi terdapat bulu mata. Ya, rambut yang tumbuh di mata dinamakan bulu mata, bukan rambut mata. Fungsinya selain mempercantik diri, bulu mata ini juga akan menahan keringat, debu dan kotoran halus lainnya yang akan masuk ke dalam mata. Bulu mata, merupakan salah satu rambut yang tumbuh pada diri kita.

Sedikit ke samping, di situ ada jambang atau brewok. Jenis ini merupakan terusan dari rambut di kepala yang tumbuh memanjang sampai ke pipi. Ada yang menyebutnya godek, kalau tumbuhnya tidak lebat. Orang yang kondang dengan sebutan Pak Brewok, pastilah brewok yang dimilikinya demikian lebat.

Di dalam hidung, ada bulu hidung yang berfungsi menyaring kotoran agar tidak ikut terhirup sampai ke paru-paru. Kotoran yang nyangkut di bulu hidung ini, kondang dinamakan upil. Orang yang senangnya ngupil mungkin lebih tepat kalau dipanggil “upilator” he… he… he…

Kemudian di bawah hidung, tepat di atas bibir orang menyebut rambut  yang tumbuh sebagai kumis. Kumis atau misai hanya khusus lelaki punya. Kalau wanita iri biarkan saja, rasanya ngeri deh kalau wanita punya kumis. Kumis ini pula yang mambuat kaum wanita merasa geli, bahkan sampai terpingkal-pingkal dibuatnya. Benar khan? Hayo ngaku saja…

Di bawah bibir, kita mengenal jenggot atau janggut. Kaum muslimin di timur tengah banyak yang memelihara jenggot. Sunnah nabi, demikian mereka mengatakan. Memang, bagi kaum laki-laki, memelihara jenggot adalah sunnah. Dalam sebuah hadits pun ada disebutkan tentang hal ini. Tapi jangan samakan orang yang berjenggot ini dengan kambing. Kambing memang memiliki jenggot, tapi itu sudah kodratnya begitu. Kalau orang, tak semua berjenggot dan mau memelihara jenggot.

Satu lagi tepat di bawah bibir bagian bawah dan di atas jenggot, ada satu jenis rambut tumbuh di situ. Entah apa namanya, yang jelas bukan dikatakan kumis, bukan pula jenggot. Ada yang menyebutnya “takujeng” alias Tak Kumis Tak Jenggot. Anda tahu apa nama aslinya???

Beralih lagi ke bawahnya. Tepat di bawah pangkal lengan, ada ketiak. Nah, di tempat itu tumbuh apa yang dinamakan dengan bulu ketiak. Orang Betawi bilang itu bulu ketek. Dari sinilah lantas muncul istilah “burket” dan bau badan ditengarai berasal dri tempat tersebut. Jarang orang mau memelihara bulu ketek, sekali tumbuh pasti akan langsung dicukur habis. Apalagi model peragawati atau mereka yang ikut kontes miss-missan dan putri-putrian itu. Saya yakin tak ada seorangpun yang  bulu keteknya bertengger di ketiaknya.

Di dada banyak orang yang mempunyai bulu dada, kecuali wanita. Lelaki India atau barat dalam film-film itu sering terlihat memamerkan dadanya yang berbulu lebat. Pria yang dadanya berbulu lebat, biasanya berbadan besar dan tegap. Apa ini melambangkan pria macho? Bagaimana mereka yang dadanya halus bersih? Ah, entahlah…

Di kaki dan tangan pun ditumbuhi bulu-bulu. Kalau yang ini, tak hanya pria saja yang punya, wanita juga ada yang kaki dan tangannya ditumbuhi bulu. Hanya saja tingkat kelebatannya berbeda. Pada wanita, kebanyakan yang tumbuh adalah bulu-bulu halus. Pria dengan bulu lebat di kaki dan tangannya rasanya wajar-wajar saja. Berbeda dengan wanita, bulu lebat yang tumbuh di sana mungkin akan terkesan sangar dan menakutkan.

Terakhir, yang ada diantara dua paha. Bukan disebut bulu, bukan juga rambut.  Ada sebutan namanya sendiri. Apa namanya ya?  Wah, tak sampai hati nih untuk menulisnya. Ya sudahlah… tak usah dibahas.  Pasti kita semua juga sudah pada tahu kok.

Yang jelas, siapapun yang suka rambutan, ya silahkan saja nikmati buah yang berambut itu. Kebetulan saya juga suka, tapi sayangnya sekarang lagi tidak musim.

Senyum Sejenak

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat kiriman email dari seorang teman Email humor yang menggelitik, kocak, unik bahkan boleh dibilang ada kesan vulgar di dalamnya Barangkali rekan-rekan pembaca ada yang sudah pernah membaca dan mengetahuinya baik melalui email, blog atau media lain. Tapi tak mengapa, meskipun demikian saya yakin ada sejumlah rekan lain yang belum pernah membacanya.

Dengan sedikit penyesuaian sana sini, isi email tersebut saya terbitkan di HALAMAN PUTIH.

=

logo21Alkisah ada tiga perempuan bersaudara, sebut saja mereka Vira, Voni, dan Veni yang dinikahkan secara berbarengan oleh orang tuanya. Acara berbulan madu setelah pernikahan dilakukan secara bersamaan pula. Hanya tempat atau lokasinya saja yang berbeda. Kalau Vira pergi ke Pulau Batam, Voni pergi Ke Kepulauan Seribu dan Veni si bungsu pergi ke Pulau Bali .

Namanya saja orang tua yang sayang sama anaknya, selama berbulan madu kedua orang tua mereka itu minta dikirimi kabar tentang segala hal yang terjadi selama mereka berada di tempat masing-masing. Tapi agar berita yang dikirim singkat dan tidak terlalu vulgar, mereka menggunakan kode sandi yang diambil dari slogan promosi iklan. Supaya praktis dan murah, berita dikirim lewat SMS.

Tiga hari setelah kepergian ketiga puteri mereka berbulan madu, diterimalah sebuah SMS pertama dari Vira di Pulau Batam. Isi beritanya cukup sederhana : “STANDARD CHARTERED”. Setelah membaca berita tersebut mereka mencari iklan Standard Chartered di koran dan terbacalah tulisan besar berbunyi : “BESAR, KUAT dan BERSAHABAT!” .

Tersenyumlah kedua orang tua mereka membaca berita dari Vira. Hari keempat datang SMS kedua yang berasal dari Voni di Kepulauan Seribu. Isi beritanya juga cukup singkat yaitu : “NESCAFE”. Setelah membaca SMS tersebut, dengan tergesa-gesa kedua orang tua mencari koran dan membaca iklan NESCAFE yang slogannya berbunyi : “NIKMATNYA SAMPAI TETES TERAKHIR”.

Maka kedua orang tua itu pun tersenyum bangga dan bahagia sambil sedikit haha… hihi… ketika meluapkan kegembiraannya.

Hari kelima ditunggu tidak ada berita atau SMS yang datang. Hari keenam begitu pula, tidak ada sebuah SMS pun yang masuk. Hari ke 7 pun demikian, tidak ada kabar dari anak bungsu mereka si Veni yang sedang berbulan madu di Bali.

Pada hari kedelapan akhirnya kedua orang tua menerima SMS juga dari Veni yang berada di Bali dan isi beritanya cukup singkat, “CATHAY PASIFIC”. Segera kedua orang tua tersebut mencari iklan penerbangan Cathay Pasific yang ada di koran, dan di situ dijumpai iklan penerbangan dengan tulisan besar dan jelas : “7 KALI SEMINGGU, 3 KALI SEHARI, 5 JAM NON-STOP”.

Nah, lho…!!!???