HALAMAN PUTIH

Media Informasi Dan Berbagi Cerita

Qurban Di Tempat Kami 6 November 2011

Idul Adha merupakan hari raya terbesar yang dirayakan oleh umat Islam yang jatuh pada bulan Zulhijjah. Pada bulan ini pula, umat Islam dari berbagai penjuru dunia berbondong-bondong mendatangi tanah suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Mereka yang mampu dan merasa terpanggil pasti tidak akan melewatkan kesempatan yang datangnya setahun sekali.

Sayang rasanya, jika ibadah yang sangat agung ini dilewatkan begitu saja. Padahal banyak yang memiliki niat sangat kuat, namun masih terkendala oleh biaya. Memang, ibadah haji hanya untuk yang mampu saja. Bukan hanya mampu dari segi ongkos saja, tetapi adanya niat, kemampuan fisik dan psikis juga tetap diperhitungkan. Tak sedikit orang yang memiliki harta lebih dari cukup, sedangkan niat masih belum muncul. Bahkan ada yang sudah mendaftarkan diri, tinggal berangkat tapi kondisi kesehatan menurun dan akhirnya malah tidak jadi berangkat.

Masalah biaya hanyalah salah satu faktor saja dari kemampuan seseorang dalam menunaikan ibadah haji. Yang paling utama adalah panggilan suci dari Allah yang merasuk ke dalam sanubarinya sehingga muncul niat yang sangat kuat. Tentu saja ini diiringi dengan tindakan nyata seperti menabung misalnya, atau gigih dalam usaha demi memperoleh semua yang diperlukan.

Selain ibadah haji, ada ibadah lain yang tidak kalah agung yaitu qurban. Qurban merupakan bentuk kecintaan seorang hamba kepada Khaliqnya. Perintah Allah yang tercantum dalam Surat Al Kautsar ini, juga diperuntukkan bagi mereka yang mampu dari segi materi. Biasanya qurban berupa hewan lembu, kambing, unta, juga kerbau. Daging hewan qurban yang sudah disembelih inilah nantinya yang dibagi-bagikan kepada mereka yang membutuhkannya.

Kalau dilihat lebih jauh, ada hikmah yang bisa dipetik saat kita melaksanakan ibadah qurban. Qurban, tak hanya terkait dengan Sang Khaliq dan pelaku qurban itu sendiri (shohibul qurban). Dalam lingkup lebih luas, ibadah qurban melibatkan seluruh umat. Mengapa demikian? Karena sebagian dari daging qurban tersebut juga dinikmati oleh masyarakat luas. Hak shohibul qurban hanya sepertiganya saja.

Pada saat pelaksanaan rangkaian penyembelihan qurban, banyak pihak yang terlibat. Biasanya penyelenggaraan dilakukan secara gotong royong. Mulai persiapan, saat qurban disembelih, penimbangan, pembersihan, daging dipotong kecil-kecil kemudian dibagikan kepada masyarakat. Semua melibatkan masyarakat itu sendiri, sehingga akan terlihat kerukunan dan kebersamaan mereka. Begitu pula dengan mereka yang fakir miskin dan seluruh masyarakat tak terkecuali, semua memperoleh bagian dan bisa menikmati daging bersama keluarga.

Tahun ini, di di tempat kami memotong qurban sebanyak 18 ekor lembu. Jumlah yang cukup banyak untuk wilayah yang hanya dua RW dan terdiri dari tujuh RT., sedangkan untuk kambing ada 14 ekor.

Sebagaimana umumnya, penyelenggaraan ditangani oleh masyarakat setempat. Hanya pengulitan saja yang menyewa ahlinya (jagal). Acara dimulai pada pukul 07.30 WIB dan pukul 12.00 WIB target penyembelihan dan pengulitan hewan selesai seperti tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan penimbangan sampai proses mengemas daging ke kantong plastik diperkirakan selesai jam dua hingga tiga sore.

Masyarakat umum bisa mengambil bagian daging qurban selepas waktu Ashar.Parashohibul qurban sudah dilayani sejak jam 1 siang, haknya diantarkan sampai ke rumah oleh petugas khusus. Kaum lelaki dan perempuan, dari yang tua hingga pemuda dan pemudi serta remaja masjid turut terlibat dalam acara ini. Kurang lebih 100 orang dikerahkan untuk menyelesaikan tugas sampai daging qurban habis dibagikan.  Daging qurban juga dikirim ke tempat-tempat yang jauh dan membutuhkan. Permintaan daging yang masuk ke tempat kami melalui surat lebih dari 250 surat permohonan.

Selain kegiatan penyembelihan hewan qurban di kampug sendiri, kami juga mengadakan bakti sosial pada hari senin, tanggal 7 Nopember 2011. Dua ekor lembu dikirim untuk bakti sosial dan disembelih di lokasi tempat bakti sosial dilaksanakan. Jadi jumlah total lembu sebenarnya ada 20 ekor. Bakti sosial kali ini mengambil tempat di wilayah Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul.

Acara itu juga merupakan kesempatan emas bagi para pemuda yang ingin belajar bagaimana menyembelih sampai menguliti hewan secara baik dan benar. Ke depan jika para kader ini mampu melaksanakannya sebagus dan secepat jagal professional, maka kebutuhan tenaga semacam ini sudah bisa diatasi.

Satu yang sangat menyenangkan dan mengharukan adalah paling tidak, setahun sekali orang akan menikmati daging secara gratis. Yang qurban bahagia karena bisa berqurban, yang tidak qurban pun senang karena bisa menikmati dagingnya. Suasana dan pemandangan seperti inilah yang setiap tahun bisa kita saksikan di berbagai tempat secara bersamaan. Tak jarang sikap hewan qurban yang bandel sampai mengamuk pun bisa kita saksikan pada saat itu.