HALAMAN PUTIH

Media Informasi Dan Berbagi Cerita

Kerokan 22 Maret 2011

Anda pernah kerokan?

Siapa yang tak kenal kerokan? Mungkin hampir semua orang pernah melakukannya. Apalagi saat cuaca ekstrim melanda seperti sekarang ini. Banyak orang mengeluh tak enak badan, meriang, masuk angin dan berbagai gejala yang tidak nyaman lainnya. Hal itu dirasakan sangat mengganggu aktivitas dan kesehatan pada umumnya. Jalan yang paling mudah dan murah adalah dengan kerokan.

Kerokan atau sering juga disebut dengan “kerikan” ialah menggosok-gosok punggung, dada atau bagian tubuh lainnya dengan uang logam yang dibasahi dengan minyak kelapa, balsem, minyak angin, minyak kayu putih dan sejenisnya. Dalam kehidupan sehari-hari cara ini sudah banyak dikenal masyarakat. Kerokan dianggap sebagai salah satu cara penyembuhan yang sangat efektif. Bagi yang terbiasa kerokan merupakan suatu hal yang nyaman dan nikmat, namun bagi yang tak biasa melakukannya kerokan akan terasa sakit dan menyakitkan.

Saat orang sedang menderita sakit, masuk angin, sakit perut, sakit kepala, meriang, tidak enak badan dan sebagainya kerokan biasanya menjadi pilihan utama karena sifatnya yang sederhana dan tak membutuhkan biaya mahal. Bahan-bahannya pun sudah tersedia di sekitar kita. Banyak orang merasa segar dan kesehatannya berangsur pulih dengan melakukan kerokan. Tak jarang setelah kerokan orang minta sekaligus dipijit-pijit sambil meratakan atau membersihkan minyak yang dipakai untuk kerokan tadi.

Memang kerokan menimbulkan sensasi tersendiri bagi yang terbiasa melakukannya. Meskipun demikian jarang yang mengetahui bagaimana cara kerja kerokan itu , mengapa sampai menimbulkan rasa nyaman dan dan nikmat yang akhirnya menyembuhkan rasa tidak enak di badan.

Biasanya ketika kita sedang tidak enak badan, katakanlah masuk angin begitu, sebenarnya disebabkan karena terjadi gangguan pada pernapasan atau sesuatu yang tidak beres pada tubuh kita. Bisa pula disebabkan oleh gas bertumpuk di dalam usus dan tak bisa dikeluarkan yang masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh tubuh. Itu membuat pembuluh darah setempat membengkak, aliran darah dan penyaluran lendir bertambah banyak sehingga menyelimuti jaringan di paru-paru dan sekitar jaringan yang terganggu. Akibatnya fungsi pernapasan tidak beres dan tubuh kekurangan zat asam tetapi sebaliknya malah kelebihan zat asam arang.

Ketika itulah orang lantas minta dikerok. Kerokan itu akan “menipiskan” kulit dan mendekatkan pembuluh-pembuluh darah kecil dengan udara di permukaan tubuh sedangkan pori-pori tubuh membuka lebar. Maka kekurangan zat asam dapat dipenuhi, kelebihan zat asam arang dapat dibuang melalui permukaan kulit yang dikerok. Dengan kata lain kerokan dapat membuat tubuh bernapas melalui tempat-tempat yang dikerok, yang tampak berwarna merah atau merah menghitam sebagai tanda bahwa pertukaran udara berhasil.

Sensasi nyaman dan nikmat yang dirasakan terjadi karena adanya zat endorfin di otak yang dialirkan ke seluruh tubuh. Zat ini memang mempunyai efek nyaman bagi tubuh yang mampu menghilangkan rasa sakit akibat kulit dikerok dengan uang logam. Karena rasa sakit itulah yang merangsang otak untuk mengeluarkan zat kimia ini sehingga rasa sakit berubah menjadi rasa nyaman dan nikmat. Selanjutnya orang akan merasa enteng dan merasakan kesegaran tubuhnya.

Namun demikian ada juga sisi negatif dari kerokan yaitu kulit akan menjadi tipis, dan kerokan membuat orang menjadi ketagihan. Apabila terlalu sering dilakukan maka tubuh akan kebal sehingga penyakit ringan yang bisa sembuh dengan cara ini menjadi susah sembuhnya. Akibat lainnya kulit bisa jadi lecet pada bekas kerokannya.

Jika Anda tak terbiasa kerokan sebaiknya tak usah mencobanya. Apalagi kalau kulit Anda sensitive, bisa-bisa terjadi iritasi. Tetapi bagi Anda yang sudah biasa, kerokan memang huenaak tenaaaan…….!