HALAMAN PUTIH

Media Informasi Dan Berbagi Cerita

Sayangilah Ibumu Setiap Waktu 20 Desember 2012

Beberapa waktu yang lalu saya menerima email dari seorang teman. Intinya ia ingin mengingatkan bahwa tanggal 22 Desember adalah hari ibu. Isi email tersebut mungkin sudah pernah diposting dan diantara pembaca semua pun barangkali sudah pernah membacanya. Tapi tak mengapa, posting ini pun hanya sekedar mengingatkan saja akan kasih ibu kepada kita yang tak terhingga sepanjang masa.

Ini adalah sebuah cerita mengenai nilai kasih ibu kepada seorang anak sekaligus kisah nilai cinta seorang anak kepada ibunya. Suatu kebetulan seorang anak mendapati ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Di pandanginya sang ibu dan sebentar kemudian dia mengulurkan tangan yang memegang sehelai kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu segera membersihkan tangan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak. Sejurus kemudian si ibu asyik membacanya kertas yang diberikan si anak.

Apakah yang ditulis si anak di dalam sehelai kertas itu?

Dalam sehelai kertas itu si ibu mendapati daftar yang dibuat anaknya yang antara lain isinya begini :

Upahku membantu ibu :

  • membantu pergi ke warung/belanja Rp. 20.000
  • menjaga adik Rp. 20.000
  • membuang sampah Rp. 5.000
  • membereskan tempat tidur Rp10.000
  • menyiram bunga Rp. 15.000
  • menyapu halaman Rp. 15.000

Total upah yang harus dibayar Rp. 85.000

Selesai membaca daftar yang dibuat si anak, si ibu pun tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Lalu si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama tersebut dan disodorkan kepada si anak. Ternyata si ibu juga memberikan daftar seperti yang dibuat si anak yang isinya adalah :

  • ongkos mengandungmu selama 9 bulan GRATIS
  • ongkos melahirkanmu GRATIS
  • ongkos menyusuimu waktu masih bayi GRATIS
  • ongkos bangun malam karena menjagamu GRATIS
  • ongkos air mata yang menetes karenamu GRATIS
  • ongkos khawatir selalu memikirkan keadaanmu GRATIS
  • ongkos makan minum, pakaian dan keperluanmu GRATIS

Jumlah keseluruhan nilai kasihku GRATIS

Begitu kertas disodorkan langsung dibaca si anak. Sejenak si anak termenung dan air mata si anak berlinang setelah membaca tulisan yang dibuat ibunya. Si anak menatap wajah ibunya memeluknya dan berkata : “Saya Sayang Ibu”. Terakhir si anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan daftar yang ditulisnya pada kertas tadi dengan huruf balok “TELAH DIBAYAR”.

Untuk kita renungkan :

Dari kisah tadi kita memperoleh makna yang dalam bahwa kasih ibu kepada anaknya tak bisa dinilai dengan apapun juga.

Diantara kita, mungkin banyak yang tidak sabar saat menghadapi orang tua yang sudah lanjut dan renta dimakan usia. Padahal pengorbanan mereka untuk mengasuh dan merawat kita sejak masih bayi hingga dewasa, bahkan bisa menjadi orang sukses tiada terkira. Tak dapat dinilai dengan apapun jua. Kesabaran mereka dalam menghadapi perilaku anak yang terkadang nakal dan bengal pun tak perlu diragukan lagi.

Kasih sayang orang tua tulus untuk anak-anaknya. Apa pun mereka lakukan demi kebaikan kita di masa mendatang. Khususnya ibu, ia rela membawa beban berat di perutnya saat masih mengandung kemudian mempertaruhkan nyawa saat melahirkan. Ia rela terbangun dari tidur lelapnya hanya karena mengganti popok yang basah karena kita ngompol. Ia pun mau tidak tidur karena tangisan kita yang lapar lalu memberikan ASI-nya. Dan ketika kita sakit, ibu juga yang begadang hingga semalaman karena harus menunggui anaknya tanpa menghiraukan letih dan lelah.

Lalu, saat ibunda berada di usia senja dengan tubuh renta dan lemah, mengapa kita menjadi tidak sabar melayaninya sebagaimana yang pernah mereka lakukan dulu kepada kita? Bahkan terkadang kata-kata tak sedap dan bentakan pun muncul dari mulut kita karena kerewelan orang tua.

Jangan lupakan peran ibu terhadap kita. Karena ibu menyayangi dan mengasihi kita jauh dari pamrih apapun jua. Biarpun sudah tua renta dan pikun, tidak sepantasnya kita memisahkan beliau dari sisi kehidupan kita. Apalagi sekedar dititipkan di panti jompo karena kita tidak ingin repot dan hanya untuk menghindari kerewelannya.

Kasih ibu tulus tak terhingga yang tiada berharap balasan dari anak-anaknya. Maka sayangilah ibumu khususnya dan orang tuamu pada umumnya.

Selagi mereka masih ada, kesempatan berbakti dan membalas kebaikan orang tua masih sangat terbuka. Kita akan merasa menyesal dan pasti sangat kehilangan tatkala mereka sudah pergi selamanya dan tidak lagi berada di tengah-tengah kehidupan kita.

 

Kapankah Hari Ayah? 21 Desember 2009

Kita semua pasti ingat bahwa tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu. Sebuah hari yang istimewa bagi para ibu. Itu bersumber pada Kongres Perempuan I di Yogyakarta pada tanggal 22 Desember 1928. Kongres tersebut merupakan tonggak penyatuan perempuan Indonesia pertama dari 30 organisasi perempuan tingkat lokal maupun nasional.

Saking istimewanya peran ibu sampai-sampai Rasulullah SAW sendiri menyebut “ibumu” sebanyak tiga kali ketika ditanya oleh seorang sahabat mengenai siapa yang harus dihormati dan baru kemudian “ayahmu” jawaban setelah itu. Surga berada di bawah telapak kaki ibu, demikian satu pepatah mengatakan yang juga mengisyaratkan betapa istimewanya seorang ibu.

Anda yang berstatus sebagai ibu patut bangga dan bersyukur karena ada peringatan hari ibu setiap tahunnya. Tanggal tersebut resmi ditetapkan sebagai hari peringatan dengan lingkup nasional. Bagaimana Bu? Dan konon katanya pada tanggal 22 Desember tersebut sang ibu benar-benar dimanjakan. Ibu tidak memasak, tidak mencuci dll. Semua pekerjaan rutin digantikan oleh ayah dan anak-anak. Pokoknya hari itu khusus untuk memanjakan ibu agar bisa santai dan istirahat meski hanya satu hari saja.

Di samping hari ibu ada juga diperingati setiap tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional. Tak beda dengan hari ibu, hari tersebut khusus untuk memanjakan anak terutama yang masih berusia sekolah atau balita. Biasanya sekolah-sekolah TK, play group ramai menggelar peringatan hari anak dengan berbagai acara. Acara yang dikemas dengan berbagai unsur pendidikan dan hiburan memang ditujukan hanya untuk anak-anak. Intinya adalah memanjakan dan menyenangkan anak.

Peran anak pun dianggap sedemikian penting, mengingat anak adalah harapan orang tua. Anak adalah generasi penerus yang dianggap sebagai pemimpin masa depan. Di pundak anak yang akhirnya berkembang menjadi dewasa inilah masa depan bangsa dan negara diharapkan dapat mencapai masa kejayaannya. Tentunya yang dimaksud adalah anak yang dididik dan dibina secara benar. Bukan anak yang terjerumus ke dalam jurang kegelapan yang malah menjadi beban negara di masa mendatang.

Jika ada hari ibu dan hari anak, lalu kapankah hari ayah?

Selama ini belum pernah terdengar ada peringatan hari ayah di negara kita Di belahan dunia lain barangkali memang sudah ada. Tapi, tak satu pun literatur yang menyebut tentang hari ayah di negeri ini. Nah, apakah peran ayah tak begitu penting dalam keluarga Indonesia? Atau karena begitu pentingnya sehingga orang lupa menetapkan tanggal sebagai peringatan hari ayah. secara nasional. Sampai saat ini belum ada tanggapan yang pasti mengenai masalah itu.

Saya rasa bukan masalah penting atau tidak penting mengenai peran ibu, anak atau ayah dalam keluarga. Semua mempunyai peranan masing-masing dan peran itu tak mungkin digantikan. Sosok ibu tak bisa menggantikan sosok ayah bagi anaknya, demikian pula sebaliknya. Yang terpenting adalah bagaimana menghayati peran masing-masing itu agar dapat diwujudkan dalam keluarga yaitu dalam wujud kasih sayang dan cinta.

Jadi adakah hari ayah?

Sepanjang 365 hari dikurangi satu untuk hari ibu dan satu untuk hari anak itulah sebagai hari ayah. Sebab sepanjang itu pula ayah dilayani dan dimanjakan sesuai perannya dalam keluarga yang mengayomi dan melindungi anggota keluarganya, walau tidak satu pun tanggal tertentu yang dikhususkan sebagai hari ayah.