HALAMAN PUTIH

Media Informasi Dan Berbagi Cerita

Perang 28 Juli 2011

Perang merupakan bencana besar yang terjadi di muka bumi ini. Dampaknya sudah pasti, kehancuran terjadi dan umat manusia mengalami penderitaan berkepanjangan. Dimanapun dan kapanpun terjadi perang, untuk memulihkan kondisi seperti sebelumnya sangat sulit dilakukan. Perlu waktu yang panjang dan biaya yang besar.

Perang sudah dilakukan manusia sudah sejak beberapa abad yang lalu. Dan nama tokoh-tokohnya pun banyak yang menghiasi cerita-cerita sejarah. Di buku sejarah, ensiklopedia, surat kabar dan buku-buku lain banyak nama tokoh disebutkan di situ terkait dengan peperangan yang pernah dilakukannya.

Jaman Nabi Muhammad SAW, perang melawan kaum kafir Quraisy sering dilakukan. Bahkan sepeninggal Rasulullah pun masih terjadi perang diantara pengikut-pengikutnya. Baik perang melawan kaum kafir yang dekat dengan wilayah kekhalifahan maupun perang dengan wilayah yang jauh letaknya. Perang antara kaum muslimin dengan Romawi pun pernah dilakukan. Padahal letak Romawi sangat jauh dari negeri Arab. Waktu itu kendaraan yang digunakan hanya kuda, onta atau gajah.

Perang juga banyak berkecamuk di daratan Eropa. Napoleon Bonaparte merupakan tokoh perang dari Perancis yang termasyhur saat itu. Kemenangan demi kemenangan selalu diraihnya saat menaklukkan musuh-musuh. Selain dari Perancis, tokoh sekaliber Adolf Hittler juga merupakan sosok yang ditakuti oleh lawan. Pengaruhnya pada tentara yang dipimpinnya sangat kuat. Tujuan utama tokoh Nazi ini membasmi kaum Yahudi dari muka bumi. Tentara Nazinya memang sangat kuat dan dahsyat membuat lawan takluk. Meski akhirnya Nazi kalah, namun nama Hittler tetap tercatat sebagai tokoh yang menggemparkan.

Perang Dunia ke-2 tercatat sebagai perang yang paling menimbulkan penderitaan bagi umat manusia setelah dijatuhkannya bom atom oleh Amerika di kota Hiroshima dan Nagasaki. Akibatnya banyak yang mengalami cacat seumur hidup akibat radiasi. Di samping ribuan orang tewas seketika. Hal ini menyebabkan Jepang langsung menyerah tanpa syarat kepada sekutu.

Di Indonesia, sudah sejak ribuan tahun silam perang selalu terjadi. Pada masa kerajaan-kerajaan Hindu berkuasa ataupun kerajaan Budha seperti Sriwijaya kita sudah mendengar betapa kuat angkatan perang yang dimiliki oleh kerajaan. Tujuan utama untuk memperluas wilayah kerajaan. Bahkan perang saudara yang terjadi di Majapahit justru menghancurkan kerajaan itu sendiri dari kebesaran yang telah melekat sejak masa pemerintahan Raden Wijaya.

Pada masa kerajaan Islam, perang dilakukan untuk mengusir penjajah kolonial dari bumi Indonesia. Negeri kita dijajah selama 350 tahun dan selama itu pula perjuangan melawan penjajah dilakukan tiada henti. Berbagai wilayah di Indonesia memiliki tokoh-tokoh perjuangan tersendiri. Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, Pattimura, Teuku Umar, Teuku Cik Ditiro dan pahlawan perjuangan yang lain adalah tokoh-tokoh daerah. Mereka pemimpin perjuangan dalam mengusir penjajah.

Perang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia juga berkecamuk setelah proklamasi 17 Agustus 1945. Demikian pula perang melawan pemberontak di berbagai daerah di Indonesia yang merongrong pemerintahan. Semua pemberontak yang melawan pemerintah berhasil digagalkan.

Memasuki bulan Ramadhan, kaum muslimin pun melakukan perang, perang yang sudah ada di depan mata. Perang melawan hawa nafsu dengan datangnya bulan suci Ramadhan. Perang yang disebut-sebut Nabi Muhammad SAW sebagai perang yang lebih besar daripada Perang Badar. Di bulan Ramadhan kaum muslimin berpuasa menunaikan perintah Allah sebagai jalan untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan. Insya Allah dengan melakukan puasa Ramadhan, kita akan kembali kepada fitrah.

Di bulan Ramadhan ini pula segala amal kebaikan dan ibadah akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat  sampai 700 kali lipat serta dosa-dosa  diampuni oleh Allah SWT. Tegakkan diri, kuatkan hati dengan niat suci untuk berperang melawan hawa nafsu.

Mari kita persiapkan diri lahir dan batin. Mensucikan seluruh jiwa dan raga  menyambut datangnya Bulan Ramadhan dan mengisi bulan Ramadhan, bulan yang sangat mulia di sisi Allah SWT.