Amanat Rakyat

Menjadi wakil rakyat berarti menduduki jabatan terhormat, sebab hanya mereka yang telah terpilih oleh rakyat untuk menjadi wakil yang bisa disebut wakil rakyat. Seorang wakil rakyat perlu selalu menjaga kewibawaan dirinya sehingga ia bisa tetap menjadi orang yang dipercaya oleh rakyat Ia dituntut untuk memberikan teladan yang baik, selalu membela dan mengutamakan kepentingan rakyat. Apa yang diamanahkan rakyat kepadanya benar-benar harus diperjuangkan.

Apabila seorang wakil rakyat hanya dapat memberikan janji-janji saja sedangkan kenyataannya janji tersebut tidak pernah terlaksana, tentu akan memudarkan kepercayaan rakyat. Lebih-lebih jika ia hanya mencari ketenaran dan keuntungan pribadi atas nama rakyat.

Rakyat menaruh kepercayaan penuh supaya nasib mereka diperjuangkan oleh wakilnya melalui DPR. Kepercayaan ini tak boleh diabaikan begitu saja. Jika sampai terjadi, hal ini merupakan suatu perbuatan yang jelas mengecewakan harapan rakyat. Ini berarti sama artinya telah menyia-nyiakan amanat yang diberikan. Padahal amanat rakyat harus disampaikan supaya apa yang menjadi kehendak dan keinginan mereka bisa terlaksana.

Walau bagaimanapub beratnya amanat yang dibebankan, namun sebagai wakil rakyat yang baik haruslah tetap memperjuangkannya untuk kesejahteraan. Firman Allah telah memerintahkan kepada para pengemban amanat agar mereka menyampaikannya.

“Sesungguhnya Allah SWT menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada orang yang berhak menerimanya….” (QS. An Nisa : 58)

Banyak orang yang mengaku sebagai wakil rakyat, namun kenyataannya mereka tidak bisa memegang amanat yang dipercayakan kepadanya. Bahkan tak jarang ada yang hanya mengejar materi semata-mata untuk mendatangkan keuntungan diri sendiri dan lupa -atau memang sengaja melupakan- dalam memperjuangkan nasib rakyat. Sehingga sering kita dengar suara rakyat tak didengarkan dan mentok begitu saja. Ini jelas amat mengecewakan harapan mereka, padahal Allah memperingatkan.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan rasul dan janganlah pula kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”. (QS. Al Anfaal : 27).

Sebagai wakil rakyat tidak seharusnya mengkhianati amanat yang telah dipercayakan. Mereka seharusnya mencari masukan dari seluruh lapisan masyarakat serta memperhatikan keadaan dan kondisi masyarakat dari berbagai aspeknya. Dengan demikian dalam setiap permusyawaratan, ia tidak hanya menyampaikan pendapat pribadi atau golongan saja. Tidak hanya datang, duduk, dengar, diam lalu dapat duit. Akan tetapi tugasnya benar-benar menyampaikan suara-suara yang berasal dari rakyat. Wakil-wakil rakyat yang seperti inilah yang betul-betul memperhatikan dan memperjuangkan suara rakyat yang mempercayainya.

Wakil rakyat seharusnya merakyat. Bukankah mereka yang duduk di kursi dewan itu adalah wakil rakyat, bukan wakil partai atau wakil golongan yang lain?