Impor Kondom Bekas

Beberapa tahun lalu impor sampah ke dalam negeri menuai kecaman berbagai pihak, karena dikhawatirkan sampah di Indonesia akan semakin menumpuk dan membawa dampak buruk. Sampah menggunung hasil dari produk sendiri saja sudah sukar dikendalikan, masih ditambah lagi dengan sampah impor. Tentu saja banyak pihak yang merasa berang dengan hal ini, terutama aktivis lingkungan dan mereka yang berkaitan langsung dengan urusan kebersihan lingkungan.

Belum lama ini, kita dikejutkan kembali dengan munculnya pemberitaan impor kondom bekas dari Jerman dan Vietnam. Kondom yang berbahan lateks itu sedianya akan digunakan sebagai bahan dasar perlengkapan sehari-hari seperti ikat rambut dan yang lainnya. Kondom-kondom bekas itu nantinya didaur ulang lebih dahulu sebelum digunakan menjadi produk akhir.

Kontainer yang memuat kondom bekas sebenarnya tercatat berisi kondom yang sudah kadaluarsa yang masih tersegel dalam kemasan. Namun entah mengapa, di dalam kontainer ditemukan pula kondom-kondom bekas yang bukan produk kadaluarsa, bahkan jumlahnya lebih banyak. Sebuah peti kemas yang isinya penuh dengan tumpukan kondom berserakan sebagaimana layaknya kondom yang sudah dipakai. Ngeri juga kan membayangkannya?

Sebagai orang awam, mungkin kita menduga bahwa kondom bekas yang diimpor itu memang kondom bekas pakai. Artinya semuanya adalah barang kotor yang sudah pernah dipakai manusia. Petugas yang memperlihatkannya di televisi pun tidak serta merta mengambilnya dengan tangan, namun menggunakan tongkat. Jijik juga kali ya…! Ini nampak jelas sekali melalui kamera televisi. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa kondom impor kondisinya memang sudah tidak bersih lagi.

Jika benar demikian, betapa mengerikannya. Negeri kita dijadikan tempat pembuangan produk bekas pakai. Dan produk itu sangat berhubungan dengan dunia memalukan di hadapan publik. Apa jadinya negeri kita ini dalam pandangan orang mancanegara sana. Negeri yang subur makmur hanya dijadikan tempat pembuangan sampah kotor dan menjijikkan.

Barangkali hal inilah yang membuat berbagai pihak menjadi gerah dan berang. Mereka khawatir kalau kondom-kondom bekas tersebut membawa dampak yang tidak sehat bagi lingkungan. Apalagi jika kondom bekas dipakai orang, bukan mustahil membawa bibit penyakit tertentu. Padahal semua orang tahu, kondom dipakai untuk apa dan apa yang tersisa dari kondom yang sudah dipakai.

Kita tidak tahu secara pasti, apakah kondom bekas yang diimpor masih dalam kondisi baru dan bersih, ataukah itu kondom yang sudah dipakai lalu dibersihkan (kurang kerjaan banget kalau gitu ya!), atau malah benar-benar merupakan barang yang sudah pernah dipakai orang. Di televisi sih kelihatannya masih bersih. Jelasnya, negeri kita dari waktu ke waktu semakin menjadi tong sampah bagi negara lain. Sebagai tempat pembuangan produk yang sudah tidak berguna dari tempat asalnya.

Bisa jadi, tak hanya Indonesia saja yang sudah mengimpor barang-barang bekas semacam ini. Mungkin saja, ada negara lain yang melakukan hal sama yaitu mengimpor barang-barang apkiran untuk keperluan tertentu. Akan tetapi pengalaman telah menunjukkan bahwa ada pihak-pihak tertentu di negara kita yang masih mau menerima barang semacam itu. Bahkan kemudian menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan sejumlah pihak tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat dan dampak sosialnya di dunia internasional.

Bagaimana rasanya kalau kita tahu bahwa perlengkapan yang kita gunakan ternyata terbuat dari kondom bekas? Saya yakin, tak seorangpun mau memakai produk yang dibuat dari kondom bekas tanpa mengetahui kondisi yang sebenarnya.

8 thoughts on “Impor Kondom Bekas

  1. ngeri euy. jg2 karet gelang yg kita pakai berbahandasar kondom bekas itu. duh, kok ada ya yg tega2nya bisnis ginian demi diri sendiri & orang lain terserah aja.

  2. owh walah ! sekalian aja bahan dasarnya dari SANDAL BEKAS mas ! wkwkw

    — — —
    *ya, peluang emas bagi pengusaha dengan bahan dari sandal bekas

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s