Mantan RI 1 Itu Telah Pergi

Pak Harto wafat, Minggu, 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Indonesia dinyatakan berkabung selama 7 hari paska meninggalnya Pak Harto. Kiranya itu tidak berlebihan, karena sebagai presiden kedua Republik Indonesia sudah sepantasnya penghormatan diberikan kepada beliau. Terlepas dari kesalahan ataupun status Pak Harto di mata hakum, pada kenyataannya negeri ini memang pernah berada di bawah kepemimpinannya.

 

Saya tidak akan mengulas mengenai sisi negatif dari mantan RI 1 ini. Rasanya sudah banyak orang yang membahasnya, baik dari segi hukum maupun dari sisi kemanusiaan, terkait dengan pelanggaran HAM.

 

Pak Harto memang termasuk orang kuat di Asia, bahkan di dunia. Pengalamannya dalam memimpin negeri ini rasanya sudah tak perlu diragukan lagi. Dengan latar belakang kehidupan dari keluarga petani dan karir di militer yang cukup dalam, Pak Harto memimpin Indonesia.

 

Kita alami bersama bagaimana semasa kepemimpinan beliau, Indonesia terbilang sukses dalam pertanian. Bahkan sempat mampu ber-swasembada beras, yang akhirnya memperoleh penghargaan dari badan dunia FAO. Dapat kita rasakan, waktu itu Indonesia cukup disegani oleh internasional dalam hal ketahanan pangan. Di samping itu, harga kebutuhan pokok di dalam negeri sangat terjangkau oleh daya beli masyarakat kelas bawah. Dan nilai tukar rupiah terhadap dollar boleh dibilang cukup tinggi.

 

Swasembada beras yang pernah dilakukan Indonesia ini ternyata mampu diekspor tanpa takut kekurangan produksi. Dan Trilogi pembangunan yang diprogramkan Pak Harto dinilai sukses, meskipun waktu itu pihak yang berbeda pendapat mengenai hal ini juga tidak sedikit. Sebuah sukses luar biasa dalam dua dasawarsa kepemimpinan Pak Harto. Prestasi yang mungkin sulit dicapai di jaman seperti sekarang ini.

 

Dalam kemiliteran pun, Pak Harto tergolong hebat. Karir militer terus menanjak dengan cepat hingga beliau memimpin RI. Begitu pula pada masa pemerintahannya, sistem persenjataan yang dimiliki Indonesia tergolong kuat. Tentunya ini dimaksudkan untuk menjaga keutuhan wilayah Nusantara. Tak hanya senjata, TNI pun mendapat perhatian yang cukup lumayan sehingga punya peranan penting di dunia internasional. Pasukan Garuda yang berkali-kali dikirim melalui PBB, Indonesia aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

 

Keutuhan wilayah Nusantara pun relative stabil pada masa kepemimpinan Pak Harto. Jarang kita dengar ada pihak asing yang mencoba mengusik keamanan negara kita. Isu Timor-timur pun tak mencuat ke permukaan selama puluhan tahun. Bahkan Malaysia tak berani-beraninya membuat persoalan, mengklaim sesuatu yang bukan miliknya. Demikian pula dengan Australia yang getol mempersoalkan Timor-timur, seperti tak mampu berkata apa-apa.

 

Harus kita akui bahwa senioritas Pak Harto cukup berpengaruh terhadap dunia. Pengalamannya selama puluhan tahun, baik dalam berperang maupun dalam memimpin negara cukup menjadi bahan pertimbangan bagi siapa saja yang mencoba mengusik RI waktu itu.

 

Di bidang olahraga pun demikian, Indonesia tak terkalahkan dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara atau SEA Games. Hampir dapat dipastikan, setiap penyelenggaraan SEA Games, Indonesia selalun menduduki peringkat pertama dalam pengumpulan medali. Meskipun di tingkat yang lebih tinggi, prestasi olahraga kita masih belum mampu berbicara banyak, namun setidaknya di Asia Tenggara telah menjadi superior.

 

Satu lagi hal yang prestisius selama kepemimpinan Pak Harto. Kekuatan diplomasi yang dimiliki Indonesia lumayan hebat. Di tingkat internasional, Indonesia yang mengandalkan diplomasi hampir selalu bisa menyelesaikan perundingan yang tentunya menguntungkan Indonesia namun juga tidak merugikan pihak lain.

 

Hukum laut internasional merupakan salah satu hasil kekuatan diplomasi yang berhasil dirundingkan. Waktu itu konferensinya di Jenewa tahun 1982. Dan usulan tim diplomasi Indonesia mengenai batas wilayah laut sebuah negara mendapat dukungan negara-negara yang sama dengan Indonesia yaitu negara kepulauan, terutama Jepang. Kita masih ingat, Pak Mochtar Kusumaatmaja dan Ali Alatas adalah dua diantara ahli diplomatik yang pernah kita miliki.

 

Mungkin masih banyak lagi segudang prestasi yang pernah diraih oleh Pak Harto. Semuanya itu menunjukkan bahwa Pak Harto memang sukses dalam memimpin kita selama kurun waktu 30 tahun lebih, meski pada akhirnya kepemimpinannya tumbang juga dilanda demonstrasi secara besar-besaran.

 

Kini Pak Harto sudah tiada, kita hanya bisa menyaksikan prosesi upacara pemakaman melalui layer kaca. Namun wafatnya Sang Jenderal Besar ini malah membawa berkah tersendiri bagi beberapa pihak. Misalnya hotel-hotel yang ada di Solo, kamarnya habis dipesan oleh para tamu yang akan melayat langsung ke makam. Kemudian pedagang bunga, yang jauh-jauh hari sudah menyiapkan stoknya juga habis diborong untuk ditaburkan di makam. Pesawat Garuda pun beberapa diantaranya dicarter untuk penerbangan rombongan keluarga dan para pelayat dari Jakarta.

 

Pedagang kecil juga menuai rejeki. Mereka berjualan diantara massa yang memenuhi jalan, menunggu rombongan datang ke Astana Giribangun menjajakan dagangannya yang berupa air kemasan, makanan kecil dan sebagainya.

 

Pak Harto, meninggalnya beliau masih menyisakan kontroversi yang tak kunjung terselesaikan. Di satu sisi, Pak Harto memiliki peran besar dalam mempertahankan kemerdekaan dan membangun negeri ini sekaligus membawa Indonesia menjadi negara yang disegani.. Namun di sisi lain, Pak Harto juga dihujat dan menjadi terdakwa dalam kasus penyelewengan uang negara untuk memperkaya diri.

 

Kasus-kasus seputar Pak Harto biarlah diselesailkan oleh pihak yang berwenang. Toh, semuanya sudah ada yang menangani. Sebagai orang biasa, kita juga tak mampu berbuat apa-apa dalam hal ini. Yang kita tahu ialah bahwa Pak Harto adalah orang yang pernah memimpin negeri ini selama 32 tahun di kursi RI 1.

6 thoughts on “Mantan RI 1 Itu Telah Pergi

  1. Begitulah yg namanya Orang Besar itu…..Musuh dan Kekasih, baginya adalah seperti 2 mata koin yg akan selalu melekat bersisian.

    Saya cinta pak Harto, dengan segala sifat kemanusiaannya…….

  2. Bagaimanapun beliau adalah seorang bapak bangsa ini. Seorang yang pernah menjadi bapak dan mengurusi anaknya yang bernama Indonesia… Indonesia sebagai seorang anak yang berbakti sudah seharusnya menghormati dan mendoakan bapaknya yang telah tiada.. Urusan kesalahan sang bapak yang pernah diperbuat sudah pasti Sang Maha Segala yang juga Sang Maha Adil itu akan menjadi hakim sesungguhnya kelak di hari penghitungan amal… Semua kejujuran akan terkuak dan terbuka lebar disana kelak. Marilah kita jauhkan diri dari yang namanya fitnah. Kalau tidak punya cukup bukti yang kuat, janganlah sok ikut-ikutan berteriak lantang, karena itu adalah jalan menuju sebuah fitnah. Karena bagaimanapun juga fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.

  3. Semakin besar nama seseorang, semakin besar pula goyangan yg ingin menjatuhkannya.
    Sy percaya Pak Harto tdk pernah berniat kotor membawa negerinya ke keterpurukan. Kekhilafan & kesalahan adalah biasa bg manusia.
    Semoga beliau diberi ketenangan di alam sana… Amin.

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s