Berpacu Melawan Satwa

Dalam pesta olahraga yang diselenggarakan berbagai belahan dunia sering terjadi rekor baru yang mematahkan rekor sebelumnya. Di dalam negeri, Pekan Olahraga Nasional atau PON merupakan puncak perjuangan bagi atlet nasional dalam berlaga. Selangkah di atasnya, ada SEA Games bagi negara-negara Asia Tenggara, kemudian meluas ke Asian Games untuk level Asia dan Olimpiade untuk tingkat dunia.

Pesta olahraga tersebut mempertemukan seluruh kekuatan para atlet dari berbagai negara. Tak jarang rekor-rekor yang terjadi masih tercatat atas nama pemegang rekor sebelumnya. Namun sering pula di arena itu tertoreh rekor baru dengan atlet baru sebagai pemegang rekornya.

Manusia yang begitu hebat dalam berlaga, adu cepat, adu kuat ternyata belum mampu mengungguli kemampuan para binatang. Meskipun manusia mampu mengendalikan binatang untuk dijadikan pembantu yang dapat meringankan pekerjaan, namun dengan penampilan yang apa adanya, binatang memiliki keunggulan yang spektakuler dibanding manusia.

Mari kita ambil beberapa contoh sebagai perbandingan!

Dalam kecepatan berlari, manusia hanya mampu melesat dengan kecepatan yang kurang dari 50 km per jam untuk lari jarak pendek, bahkan manusia tercepat pemegang rekor pun tak mampu melampauinya. Beda dengan binatang, rubah merah mampu melesat dengan kecepatan 64 km per jam. Ini juga belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kecepatan cheetah yang mampu mencapai angka 96,5601 km per jam.

Kemudian di cabang loncat tinggi dan lompat jauh, makhluk jenis kanguru merah telah membuktikan sebagai atlet yang handal dengan meloncati tumpukan kayu setinggi 3,048 m dan mampu meloncat sejauh 12,8016 m . Manusia tercatat memiliki kemampuan melompat tak lebih dari 10 m.

Yang lebih mengagumkan adalah si kutu, bahkan yang bukan jenis kutu loncat. Kalau manusia untuk meloncat lebih tinggi meski memakai galah sebagai sarana bantuan. Tetapi kutu mampu meloncat ke udara setinggi 15,24 cm dan sejauh 0,6096 m sekali loncat. Jika dilakukan perbandingan antara tinggi loncatan dengan bobotnya, maka ekuivalen dengan sekali loncatan manusia sejauh 38,6242 m.

Sementara itu dalam cabang angkat berat manusia mampu mengangkat beban sebesar 464,9322 kg, sedangkan gorilla mampu mengangkat beban 816,4663 kg. Manusia pemegang rekor dunia pun rasanya tak akan mampu mengungguli kekuatan mengangkat beban seberat itu.

Di cabang terbang, manusia belum ada yang mampu mengungguli prestasi burung. Bandingkan kecepatan tukik burung elang yang mampu menukik dengan kecepatan 362,1024 km per jam dengan manusia dalam terjun bebas. Penerjun paling hebat hanya bisa mencapai kecepatan luncur 297 km per jam.

Begitu juga untuk soal menyelam, ikan paus dengan badannya yang besar dapat menyelam sampai kedalaman 1.127,76 m di bawah permukaan laut. Manusia, tanpa peralatan yang memadai tak mungkin bisa bertahan dengan tekanan air di kedalaman lebih dari 701,04 m. Jika tetap memaksanya juga berarti ada niat untuk bunuh diri.

Untuk kecepatan berenang, manusia masih jauh tertinggal dari para satwa. Dengan kecepatan berenang 8,5295 km per jam saja manusia sudah kehabisan tenaga untuk melawan penguin, makhluk yang bukan ikan itu. Penguin mampu berenang dengan kecepatan 35,4056 km per jam. Pada bangsa ikan, ikan gergaji mampu menggeber kemampuannya hingga 109,4354 km per jam.

Meskipun demikian manusia masih unggul dalam hal meluncur di atas es. Anjing laut hanya mampu meluncur dengan kecepatan 18,9903 km per jam, sedangkan manusia bisa mencapai 49,2459 km per jam saat mengitari arena ski es sejauh 450 m. Ini dilakukan oleh Pavel Pegov dari US pada tahun 1981. Tetapi dalam ber-ski manusia memakai peralatan pendukung untuk membantu prestasinya, sedangkan anjing laut hanya mengandalkan anggota tubuhnya saja.

Itu semua baru yang di bidang olahraga saja. Dalam kemampuan seks, konon manusia juga masih kalah jauh dibanding binatang. Lihat saja singa, ia mampu melakukan hubungan seks dengan lawan mainnya sebanyak 16 kali dalam sehari, sedangkan babi hutan mampu merasakan kenikmatan orgasme selama 30 menit, tanpa obat kuat lagi. Huebattt to…!!!

Manusia…!!!???

12 thoughts on “Berpacu Melawan Satwa

  1. horeeee aku komen pertama!!!🙂
    baru mampir neh ke rumah barunya lho, masih putih aja🙂

    *Makasih banyak, iya masih putih dong biar gampang dicorat-coretnya.

  2. He he, seru juga ya hewan bisa dipertandingkan kaya gt.
    BTW makasih ucapanselamatnya. Amin deh

    *apalagi jika ada beneran semacam olimpiade antara manusia dengan hewan, pasti seru banget.

  3. ikan gergaji mampu menggeber kemampuannya hingga 109,4354 km per jam.! kalah dong motor bebekku!

    Klo orang kuat di ibaratkan singa! ah nggak papa!
    tp klo di ibaratkan babi ah nggak ah

    *dah mencoba berlaga ama ikan gergaji to mas??

  4. jelas masih hebat manusia dong, wong masih bisa ngukur kekuatan sampai seberapa kuat harus dikeluarkan :d

    *kuatnya gak asal-asalan ya bang…

  5. tapi manusia punya akal budi yg harusnya bisa membuatnya lebih tinggi kedudukannya dari hewan…….*serius amat……pelajaran PMP*

    *Karena akal budi itulah maka manusia dijadikan khalifah dimuka bumi ini

  6. Bikin aja kombinasi satwa-satwa itu menjadi satu makhluk tiruan…ntar bisa jadi tentara di bumi…dan ada alien yang nyerang bumi…hehehe…jadi film deh…ntar kt bisa saingin Hollywood utk bikin film…

    *Apa gak menggusur manusia nih nantinya??

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s