Pusiiing… Pusiing…!!!

Kata tersebut sering diucapkan oleh Peggy Melati Sukma dalam sinetron Gerhana yang pernah diputar di televisi beberapa waktu yang lalu. Tapi siapa sangka bahwa pusing itu sendiri ternyata bisa berkaitan dengan suatu penyakit, bisa juga tidak. Orang beranggapan bahwa pusing tergolong sebagai penyakit ringan yang keluhannya dirasakan di kepala.

 

Entah, kriteria apa yang menyebabkan orang mengatakan itu sebagai penyakit ringan. Padahal penyakit yang tergolong hampir sama dengan pusing banyak macamnya. Diantaranya adalah flu, batuk, sakit perut, sakit kepala, mual, demam, masuk angin hingga diare. Apalagi sekarang ini, saat cuaca tidak menentu dampak dari adanya pemanasan global. Orang lebih sering terserang penyakit dengan gejala yang demikian.

 

Mungkin karena penyakit-penyakit di atas dianggap tidak terlalu serius dalam mengganggu aktivitas kerja, lantas itu dikatakan sebagai sakit ringan. Kalaupun orang terserang sakit semacam itu, biasanya dalam 2 atau 3 hari bisa sembuh, atau paling lama satu minggu. Beda dengan sakit paru-paru, kanker, tipus, lever, ginjal dll yang memerlukan penanganan rumit hingga melibatkan dokter yang ahli di bidangnya.

 

Penyakit ringan sebenarnya bukanlah istilah yang tepat untuk menyebutkan golongan flu, batuk, sakit kepala dan sebagainya tadi. Terkadang orang yang terserang sakit semacam itu bisa dikatakan berat kalau ia sudah tak mampu beraktivitas. Bahkan menurut dokter, perlu beristirahat selama beberapa hari. Jika sudah demikian bukankah sudah tidak ringan lagi rasanya?

 

Bayangkan saja, ketika kita terserang pusing, sakit kepala, batuk, flu dan yang semacamnya itu, apa yang kita lakukan?. Tentu harus beristirahat dan mengurangi aktivitas bukan?. Bila perlu, minum obat yang bisa didapat di toko atau apotik terdekat. Paling lama satu minggu, tubuh akan terasa pulih dan sehat kembali. Bisa jadi karena merasa belum perlu melibatkan dokter dan cukup meminum obat bebas saja, berbagai penyakit tadi dikatakan sebagai penyakit ringan.

 

Banyak pertimbangan melatarbelakangi orang dalam mengkonsumsi obat bebas di pasaran. Bisa berdasarkan pengalaman sendiri, bisa pula disebabkan oleh kata orang, kata ini, kata itu dan sebagainya. Namun yang paling besar adalah karena pengaruh iklan yang ada di media televisi.

 

Dalam dunia kedokteran, kategori penyakit ringan ditujukan untuk jenis penyakit yang memiliki tingkatan tertentu parah atau tidaknya. Contohnya seperti kanker dan diabetes, kedua penyakit ini memiliki tingkatan parah dengan level yang berbeda. Dimulai dari level nol hingga level berat yang sering disebut dengan stadium. Stadium satu pada kanker bisa jadi dianggap sebagai penyakit dalam taraf masih ringan dibanding dengan kanker stadium empat. Sayatan operasi dengan laser akan dianggap lebih ringan daripada operasi dengan pisau bedah.

 

Sakitnya Pak Harto ketika beberapa waktu sebelum meninggal misalnya. Meskipun bukan jenis kanker atau diabetes, kita menganggap sakitnya itu sudah berat atau parah, karena  melibatkan tim medis lebih dari satu orang dan peralatan pendukung lain untuk kesehatannya. Beda sekali kalau kita melihat Pak Harto sakitnya hanya flu, batuk atau demam. Anggapan orang pasti akan sama, bahwa itu bukan penyakit berat sehingga tuntutan untuk mengadili Pak Harto pun dapat merebak.

 

Penyakit ringan yang sering disebut-sebut masyarakat secara umum tidak lebih ialah penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa bantuan obat-obatan, tanpa melibatkan dokter atau rumah sakit. Hanya dengan istirahat yang cukup diimbangi dengan makanan bergizi sudah dapat meningkatkan daya tahan atau antibodi tubuh menuju kesembuhan. Seperti yang saya telah saya sebutkan, berlangsungnya kesembuhan sekitar 3 hari atau paling lama satu minggu.

 

Celakanya sekarang, khusus istilah pusing sudah mengalami pergeseran makna secara drastis. Pusing bukan lagi diartikan sebagai suatu gejala penyakit. Namun pusing lebih sering diartikan sebagai suatu akibat dari masalah atau persoalan-persoalan belum tuntas  yang membebani manusia. Gejala-gejala yang muncul adalah adanya ketegangan-ketegangan dalam hidup, kelelahan pikiran, capek, stress hingga depresi oleh berbagai macam sebab.

 

Nah, untuk hal-hal seperti inilah orang lantas mengatakan bahwa dirinya sedang pusing. Jangan salah, kalau pusing yang satu ini sebenarnya tidak dirasakan di kepala. Pusingnya lebih cenderung menguasai diri dan emosi semata. Obat-obatan pun rasanya tak akan mampu mengatasi pusing jenis ini sebelum penyebab sebenarnya diatasi.

 

Jadi, janganlah heran kalau jaman sekarang sering kita temui orang yang mengeluh sedang pusing. Pusing sudah mengalahkan kepopuleran sakit kepala yang umum dirasakan oleh masyarakat. Kata pusing sudah lebih identik dengan keadaan tertentu disaat manusia dalam kondisi banyak pekerjaan atau sedang dilanda masalah, termasuk Anda yang punya anak kecil atau orang tua yang sudah pikun.

 

Alamak, pusiiing… pusiing…!!!

Iklan

12 thoughts on “Pusiiing… Pusiing…!!!

  1. ada ga yg gara2 pusing trus mati.. kekeke. hush!

    *ada, berita koran pernah memuat seorang kakek yang pusing gara2 sakit tak sembuh2 lantas nekat bunuh diri.

  2. lha ki, malah jik tetep nggowo2 pak Harto barang, diprimpeni kapok kowe kang wkakaka… *gojeg lho, dudu aku..*

    *lho kuwalik iku, nek ora digowo2 malah mrimpeni je kang…

  3. nah klo pusingnya karena emosi tapi trus diobatin sama obat-obat sakit kepala yg ada di pasaran ngefek gag mas?

    @ mas anang : kayanya ada, gara2 pusing trus jatoh dari lantai 30

    *seharusnya faktor emosi yang distabilkan sehingga pusingnya hilang

  4. iya ya…..wong soal emosi kok bilangnya ya pusing juga ya…saking bingungnya kali yaaa….
    sekarang jg lagi pusing….pengen tiduran soalnya..hehehe

    *tahun pelajaran baru juga banyak yang pusing cari sekolahan buat anaknya

  5. hehehehe..
    saya juga kalo ngomelin anak2 suka bilang ..
    “pusing deh Bunda sama kelakuan kalian”

    sebenernya sebel kali ya kata yg tepat…
    tau ah..pusiiiinggg

    *Nah, betul khan…

  6. penyakit apa aja ! baik yang ringan sekalipun kalo daya tahun tubuh kita menurun pasti gampang terkena penyakit! yang pertama harus dilakukan adalah dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima

    *itu yang terpenting

  7. wah..saya juga sering pusing mas..ngurusi kantor..terus menjalar jadi sakit kepala…komplikasi ya jadinya…hehehe

    *berarti perlu istirahat atau relaksasi dong

  8. suamiku kalau lagi pusing seringnya minta di olesi keningnya sama minyak kayu putih 😀

    *pasti sambil dipijitin juga khan…

  9. wah….klo masuk blog ini dari blog ku…selalu menthok…ndak bisa
    kenapa yah?
    mosok harus ngelumpati anang dulu baru bisa…..piye to??

    komen ga nyambung blas

    *barangkali url-nya gak pas nih…

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s