Perlukah Bayi Menangis?

Ketika pertama kali lahir ke dunia, umumnya seorang bayi akan menangis. Terlebih lagi pada bulan-bulan pertama setelah kelahirannya. Hal itu akan terus berlanjut sampai beberapa bulan lamanya dan menjadi suatu hal yang wajar. Bayangkan saja, jika bayi yang dilahirkan tidak menangis. Dapat dipastikan dokter atau bidan akan berusaha dengan berbagai upaya agar si bayi bisa menangis. Entah dengan cara dijungkirkan, dicubit, bahkan sampai disuntik segala.


Bayi yang lahir dalam keadaan menangis merupakan pertanda bayi itu sehat. Jika sampai tidak menangis hingga beberapa waktu lamanya, mungkin ada kelainan yang dapat dianggap serius. Bahkan mungkin lebih parah lagi, bayi sudah meninggal dunia.


Bayi bisa menghabiskan waktu sampai beberapa puluh menit hanya untuk menangis pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan. Pada saat haus, gerah, atau merasa terusik ketenangannya bayi akan menangis dan merengek-rengek minta ditenangkan. Orang tua mestinya tanggap dengan keadaan yang demikian. Meskipun tangis bayi bermanfaat bagi dirinya, namun tidak selayaknya bayi dibiarkan menangis terus menerus.


Aktivitas utama bayi memang menangis di samping menetek pada ibunya. Pada saat menangis, lengan, kaki dan anggota tubuh lainnya akan ikut bergerak-gerak. Demikian pula dengan paru-paru dan otot-otot menjadi lebih berkembang. Tangisan bayi merupakan olahraga dan latihan tersendiri.


Tangis juga menambah selera makan, karena untuk menangis perlu energi. Sama halnya dengan gerakan-gerakan tubuh yang lain. Berkurangnya energi menyebabkan lapar sehingga berpengaruh terhadap selera makan. Dengan bertambahnya selera makan maka akan bertambah pula porsi yang dibutuhkan. Keadaan ini menyediakan kondisi tersendiri bagi tidur lelap si bayi.


Seorang bayi memerlukan satu sampai dua kali sehari untuk memenuhi tuntutannya. Bahkan lebih dari itu, saat bayi masih merasa lapar ia akan terus menangis meskipun baru saja disusui. Bayi yang menangis hampir sepanjang hari selama 24 jam dapat saja menjadi indikasi bahwa ia sedang merasa mules, nyeri atau tidak enak badan. Oleh karena itu perlu mendapat perhatian tersendiri.


Sebab-sebab lainnya mengapa bayi menangis kemungkinan popoknya basah (mengompol), keget, suasana yang tidak nyaman atau karena penerangan dalam kamar yang terlalu menyilaukan. Semua itu perlu diperhatikan. Ada orang tua yang tidak peduli dengan keadaan yang dialami bayinya. Anggapan yang sering dikira orang ialah lapar. Spontan bayi langsung disusui tanpa melihat kondisi lain yang menyertai tangisan bayi.


Bayi yang sudah kenyang namun tetap disusui akan membuat bayi muntah (gumoh). Kebiasaan para ibu rumah tangga bila ingin menyelesaikan pekerjaan di rumah tanpa terganggu oleh bayinya dengan cara si bayi ditidurkan tengkurap. Sedangkan kalau ingin bayinya bangun maka ditidurkan terlentang. Ini dilakukan semata-mata untuk mengatur agar bayi dapat bangun pada jam-jam tertentu yang diinginkan ketika ibu sudah menyelesaikan semua pekerjaan di rumah.


Walau aktivitas bayi memang lebih sering menangis, namun ia memerlukan kehadiran seorang ibu untuk mengendalikan kebiasaan hidupnya. Kebiasaan makan, tidur, pipis, eek, bermain termasuk menangis tentunya. Terkadang ada saat dimana bayi menangis dengan ributnya karena suatu hal. Dalam hal ini bayi perlu ditenangkan dengan cara mengangkat dan mendekap bayi dalam pelukan. Tak perlu khawatir jika dalam pelukan bayi masih tetap menangis. Setidaknya bayi akan merasa tenang dan tenteram daripada hanya dibiarkan begitu saja sampai tangisan bayi berhenti sendiri.


Ketenangan sangat penting dalam meredam tangisan bayi yang keras dan kencang. Bayi yang tangisannya ribut akan semakin menjadi-jadi apabila seorang ibu tidak berlaku tenang. Perasaan terburu-buru, resah dan gelisah dari seorang ibu akan turut mempengaruhi kondisi bayi. Ibu akan lebih tenang jika cukup tidur dan santai. Demikian pula bayi, ketenangan ibu akan memberikan rasa tenang juga pada diri bayi.


Kadangkala kita merasa gemes karena bayi tidak menangis dan kita ingin melihatnya menangis. Tak ayal lagi, bayi seringkali dicubit, digoda dengan berbagai cara supaya menangis. Sebaliknya, karena tangis bayi tidak mau reda cubitan dan kata-kata kesal juga sering terlontar sehingga bayi bukanya diam, malah tangisnya menjadi semakin keras dan kencang.


Jadi, perlukah bayi menangis?

Iklan

21 thoughts on “Perlukah Bayi Menangis?

  1. Smoga kelak saya bisa menjadi orang tua yang baik bagi bayi-bayi yang keluar dari rahim istri saya 😀

    *dah punya gambaran nih, pengen punya istri eh salah bayi berapa…

  2. perlu dong mas…….asal nangisnya di saat yg tepat * bodonya yg komen, …lha bayi mana bisa tau kapan perlu dan kapan nggak*

  3. perlu gak perlu si bayi pasti nangis, halah, ngawur yah… secara si bayi blom bisa ngeblog, eh, ngomong ya basa komunikasinya nangislah. betulkah?

    *jadi perlukah bayi ngeblog?? nah, lho…!!???

  4. kalo bayi manusia ya pastinya nangis, tapi kalo bayi kuda baru lahir langsung belajar jalan. kalo ga bisa jalan repot sangat hidupnya.

    *bayi ikan paus langsung berenang

  5. lho njenengan dukun bayi tho mas ? 😀 *ngelirik jawaban komentar ke Ndoro Seten*

    *begitulah mbak, kalo lagi becanda hi… hi…

  6. ngekek baca komen2 nya….

    loooh kang….njenengan dukun urut bayi…..?

    he he he…bayi nangis pas lahir tuh karena menyesal ninggalin rahim ibunya yg cozy……..dan harus lahir kedunia yg penuh polusi

    komen ngawur

    *he…he… ketik reg spasi dukun (halah tambah ngawur nih)

  7. komunikasi bayi kan ya nangis itu jadi menurutku perlu ya, asal gak colic aja…..bisa2 ortunya yg nangis 😀

    *kalo bayinya ngomong malah bikin kaget

  8. sangat perlu…karena waktu di rahim kan bernafas tuh, pas keluar saking happynya bisa bernafas dia nangis…gituu bukan????hehehehe

    *terharu karena pertama kali bernapas pakai hidung

  9. hei, kemarin sy baru aja nonton film domenter soal penelitian bagaimana cara bayi komunikasi. penelitiannya bagus banget. Si bayi sampe sampe dikerubungi aat alat aneh yg canggih untuk meneliti bagaimana otaknya bekrja. pokoknya keren banget 🙂

    *iya ya mas, kemajuan iptek dah melibatkan bayi untuk penelitian

  10. Waktu LAHIR anda menangis orang2 tersenyum riang.
    Buatlah..
    Waktu MATI anda tersenyum orang lain menangis….
    Jangan sampe’……
    Waktu MATI anda menangis orang lain tersenyum sinis…
    Ini jarene eyang bethoro.

    *jangan sampe…

  11. kalo bayi nangis terus jangan lupa bacakan doa. Kan bayi lebih peka inderanya..

    — — —
    *ya, itu akan lebih baik

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s