Zona 80

Anda yang pernah melewati era tahun 80-an pasti tahu bahwa stasiun televisi yang mengudara di negara kita waktu itu cuma stasiun milik pemerintah alias TVRI. Stasiun milik swasta masih belum ada hingga tahun 1989 sehingga satu-satunya siaran televisi yang bisa kita nikmati hanyalah TVRI.

Acara yang disajikan TVRI belum beragam seperti sekarang ini. Meskipun sederhana jika dibandingkan dengan jaman sekarang, ternyata acara TVRI pun banyak yang digemari masyarakat. Di samping itu, artis-artisnya juga mendapat sambutan dan simpati hangat dari masyarakat Indonesia

Kita masih ingat, film paling lama yang ditayangkan TVRI adalah The Little House On The Prairie yang dibintangi oleh Michael London. Sejenis film drama kehidupan sebuah keluarga kecil yang hidup di sebuah lembah perbukitan dan padang rumput. Entah sampai berapa lama film tersebut diputar dan kapan berakhirnya saya sudah lupa.

Ada lagi produk lokal yang sempat mendapat sambutan baik dari masyarakat. Sejenis film atau drama juga yang masa tayangnya cukup lama, misalnya Rumah Masa Depan, Serumpun Bambu, drama seri Losmen, drama seri Pondokan di samping film-film lepas dari luar negeri. Acara khusus film Indonesia pun waktu itu masih bertajuk film cerita akhir pekan yang diputar setiap malam Minggu dan film cerita minggu siang. Banyak artis film layar lebar yang filmnya diputar TVRI menghiasi televisi kita.

Film boneka si Unyil termasuk cukup lama juga nampang di TVRI setiap Hari Minggu pagi. Ada lagi, film kartun Si Huma buatan dalam negeri mewarnai dunia hiburan televisi anak-anak Indonesia. Kemudian belajar menggambar dengan tajuk “Mari Menggambar Bersama Pak Tino Sidin”, masih ingat kan?

Selain film, kuis yang diprakarsai oleh Ani Sumadi seperti Ragam Pesona dan Siapa Dia juga sempat ngetren, serta cerdas cermat mulai tingkat SD hingga SLTA. Acara olah raga Dari Gelanggang Ke Gelanggang dan Monitor Olahraga menjadi sajian acara olahraga. Masih ingat kan reporter olahraga yang kondang di era 80-an? Ya, Mac Sopacua dan Sambas.

Siaran berita hingga sekarang masih tidak jauh berbeda, hanya namanya saja yang berganti kecuali Dunia Dalam Berita. Dulu ada Warta Berita, Berita Nusantara, Berita Nasional, Dunia Dalam Berita dan Berita Terakhir. Sekarang namanya sudah berubah menjadi berita siang, berita sore dan berita malam.

Hiburan musik yang sangat ngetop cuma ada beberapa antara lain Aneka Ria Safari dengan pembawa acaranya Sri Maryati yang sekarang sudah almarhumah, Selekta Pop. Kamera Ria dan Album Minggu Kita. Selain itu, acara musik lainnya di luar acara yang telah disebutkan tadi semisal wajah baru, telerama dan seriosa kurang begitu populer.

Artis-artis musik serta pencipta lagu yang albumnya hits pun turut mempopulerkan tayangan-tayangan yang disajikan TVRI. Sebut saja Obbie Messakh (Kisah Kasih Di Sekolah), Endang S. Taurina (Dia Yang Kucari), Ratih Purwasih (Antara Benci Dan Rindu), Tommy J. Pisa (Di Sini Di Batas Kota Ini), Ade Putra (Anak Desa), Mukhlas Ade Putra (Tebak-tebak Buah Manggis), Ria Resty Fauzy (Cintaku Sampai Ke Ethiopia), Jamal Mirdad (Jamilah, Siti Zulaikha), Meriam Bellina (Biarlah Hanya Di Dalam Mimpi), Nia Daniaty (Gelas-gelas Kaca), Dian Piesesha (Bara Api Senyummu, Tak Ingin Sendiri), Ramona Purba (Terlena), Gombloh (Kugadaikan Cintaku, Apel) serta lainnya merupakan artis penyanyi yang namanya meroket via TVRI.

Musik dangdut demikian pula, soneta yang dimotori Rhoma Irama yang paling beken sebagai grup dangdut, sedangkan penyanyi solo semacam Rita Sugiarto, Elvi Sukaesih dan entah siapa lagi saya tidak begitu memperhatikan karena waktu itu saya kurang suka dangdut. Penyanyi anak-anak pun tak ketinggalan. Walaupun dapat dihitung dengan jari, tapi mereka juga sempat meramaikan dunia hiburan televisi.

Grup lawak masih sedikit mewarnai era 80. Misalnya saja Jayakarta Grup, Tom Tam Grup, dan Srimulat. Acara komedi yang paling lama ditayangkan TVRI dan menjadi acara tetap pada Hari Minggu siang adalah Ria Jenaka.

Semua acara di TVRI nyaris tanpa iklan, karena siaran iklan ada jam tayangnya tersendiri yang disiarkan dua kali. Masing-masing siaran dengan durasi satu jam dan waktu itu sangat dikenal dengan nama “Mana Suka Siaran Niaga” sehingga selama 1 jam ke depan kita hanya disuguhi iklan-iklan belaka. Enaknya, seluruh acara yang ditayangkan TVRI dapat kita saksikan secara utuh tanpa diselingi iklan, walaupun termasuk acara prime time.

Di Era itu juga, band-band belum menjamur seperti sekarang ini. Kalaupun ada paling Bill & Brod-nya Ari Wibowo yang ngetop lewat Madu Dan Racun, Singkong Dan Keju. Lalu Ada Jakarta Rhytm Section-nya Fariz RM. Para artis musik lebih didominasi oleh panyanyi solo atau paling banyak kwartet.

Kini para artis di era 80-an sudah tak banyak lagi yang bisa kita saksikan di layar televisi. Entah sudah pensiun dan mengundurkan diri dari dunianya karena usia atau karena tergusur oleh para pendatang baru yang bermunculan dengan usia yang jauh di bawahnya. Yang jelas, setiap orang memiliki jaman keemasan dan penggemarnya masing-masing. Bukan masalah pensiun atau tergusur oleh pendatang baru.

Masih banyak lagi yang tak bisa ditulis di sini. Tapi bila Anda termasuk penggemar musik, artis atau segala sesuatu yang berbau 80-an, kita masih bisa mengobati kerinduan dan bernostalgia dengan hal-hal tersebut Semua masih bisa kita saksikan di televisi meskipun dengan waktu terbatas melalui Zona 80 yang disiarkan oleh Metro TV setiap hari Minggu pukul 22.00 WIB, dibawakan oleh Sys NS dan Ida Arimurti.

Zona 80 menyajikan segala sesuatu yang pernah diputar dan ngetop di era tahun 80-an dan semua yang berkaitan dengannya. Sebagaimana slogan yang diusung oleh acara ini yaitu “Zona 80, Masih Ada”.

25 thoughts on “Zona 80

  1. Romantisme 80 an lagi muncul yaa.. kadang masa lalu bikin rindu ya..🙂 salam kenal..

    ——
    *lumayanlah sekedar mengobati kerinduan, salam kenal juga.

  2. aku ndak bisa nonton mas dr sini …
    btw, dapat award mas, diambil di blogku ya, suwun

    ——
    *makasih untuk award-nya mbak

  3. waaah…kita iitu memang seneng bgt ya bernostalgia….semua jadi terasa asik dan indah, padahal waktu dulu ngalaminnya ya kyk sekarang aja, suka protes atau apa….hahahah

    ——
    *semua hanya tinggal kenangan

  4. Semua ada plus minusnya…dulu kalau cerita acara TV, semua bisa nyambung, lha yang ditonton sama.
    Lha kalau sekarang? Selain stasiun TV di Indonesia banyak, juga bisa nonton TV luar negeri pake parabola, atau TV kabel. Jadi cara bicaranya juga lain…yang didiskusikan adalah jenis film atau program acaranya.

    Tapi saya malah jarang nonton….hanya sesekali…

    ——
    *dan sekarang, acara sinetron hampir selalu ada di setiap stasiun televisi lokal

  5. Ada lagi sinetron remaja yang cukup top kala itu…ACI…Aku cinta Indonesia…dengan 3 tokoh utamanya…Amir….Cici dan Ito

    ——
    *A bisa Amir, C bisa Cici, I bisa Ito. Tapi ACI Aku Cinta Indonesia

  6. uuugh… jadi kangen…
    tapi aQ gag nerasain tahun ’89 nya…
    lha wong 88 aja baru lahir… hhe…

    salam kenal ya…

    ——
    *berarti sekarang eranya Changcuters dong, salam kenal…

  7. lengkap banget neh! tahun-tahun itu emang hanya TVRI yg ada mau ga mau ya di tontonlah….
    baru thn 90’an parabola sampe ke daerah lumayan tuh bisa liat TV lain selain TVRI🙂

    ——
    *tak perlu pake decoder lagi

  8. Wah, pengamat TVRI to Mas? Kok masih ingat semua, sampai rinci begitu. Saya dulu nonton juga semua acara TVRI, tapi baru ingat sekarang ya sesudah baca di artikel Mas Mufti.
    Little House on The Prairie itu termasuk film favorit saya. Saya juga punya novelnya, kalau tidak salah ada 6 jilid. Novelnya lebih menarik dari pada filmnya (biasa lah begitu …)

    ——
    *karena 80-an itu lagi jaya2nya TVRI dan tak ada hiburan lainnya, jadi banyak yang masih bisa saya ingat acara2nya.

  9. Acara “berpacu dalam melodi” dan “gita remaja” itu masuk jaman taon 80-an ya? salam kenal


    *mestinya masuk 90-an pak, hanya saja rilis acaranya sekitar tahun 89. Salam kenal pak…

  10. Mas, gimana dapetin kumpulan lagu ramona purba selain” terlena”

    — — —
    *minta bantuan mbah Google, pasti ada deh…

  11. tampilin jg dong tmbg2 dr negeri jiran sprti search,may dll…..

    — — —
    *kapan2 ditampilin, tunggu konfirmasinya aja…

  12. TVRI tolong dong di putar kembali klip2 thn 80 kita kan kangen soalx dulu tuh kita masih kecil jadi blm smpat nonton acara tsb…moga di kabulin ya TVRI …

    — — —
    *TVRI dah rutin menampilkannya di acara “ALBUM KENANGAN” jam 11 malam, tapi harinya saya lupa.

  13. reuniiiiiiiii…….jadul oh jadul….yang selalu manis tuk dikenang… indah banget deh era tersebut

    — — —
    *benar sekali, sangat indah untuk dikenang

  14. yg bikin aq suka terus terang hostnya , mb ida arimurti awet ayu tenan , apa rahasianya koq tetep fresh ………?

    — — —
    *barangkali karena sering tersenyum jadi kelihatan awet muda…

  15. ah 80an memang bener bener mengesankan,aku paling suka little house on the prairie,laura di kepang dua,kakaknya marie,rambutnya di ikat ke belakang,nelly oleson yang judes,rambutnya kiwil kiwil,pake pita kecil di atas kuping,adik laura namanya chesie,laura & marie kl mau tidur pake tutup kepala yang senada dengan bajunya.
    kalau unyil punya teman perempuan yang anaknya kalem dan baik,namanya tini,rambutnya lurus pake poni,kl meilan pasti banyak yang tau.cimot tau gak?cimot adiknya cuplis yang paling besar,cuplis punya adik 4.
    kalau ucrit bawaanya kaya anak perempuan,padahal ucrit anak laki laki,kadang di ledekin teman2nya karena sering main ama anak perempuan.

  16. Oke.. menarik juga ulasannya ini yg saya cari-cari siip untuk pencerahan. Bila Anda mau cari hiburan menyanyi nee aku beri rekomendasi tempat karaoke yang sangat murah.Salam Sukses.

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s