Super Sibuk

Sibuk, hal yang biasa dilakukan oleh hampir setiap orang. Segala aktivitas apa pun bentuknya pasti ada saatnya dimana orang menjadi sangat sibuk. Bisa pada jam tertentu, hari tertentu, bulan tertentu atau waktu-waktu yang tak pernah diperkirakan sebelumnya. Terkadang, kesibukan dapat terjadi pula hampir di sepanjang hari.

Kesibukan yang terjadi pada setiap orang sangat berbeda tingkatannya, tergantung dari status dan profesi masing-masing. Entah itu dalam bidang pekerjaan, pendidikan, pelayanan maupun bidang lainnya. Pelajar dan mahasiswa misalnya, ada saatnya perhatian mereka benar-benar terfokus untuk menghadapi ujian. Sementara para guru dan dosen sibuk mempersiapkan soal ujian dan koreksi penilaian setelah ujian selesai.

Di bidang lain seperti bidang keuangan dan perbankan demikian juga. Menjelang gajian atau pada akhir bulan menjadi sangat sibuk mempersiapkan gaji dan hal lain terkait dengan keuangan, termasuk laporan-laporan yang mesti dikerjakan, apalagi di akhir tahun. Kesibukan semacam ini tak jauh berbeda dengan pekerjaan kantoran lainnya. Ada jam-jam sibuk yang membuat orang harus berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya.

Di luar pekerjaan kantor, profesi lain sama sibuknya. Kaum petani dan sejenisnya yang bekerja di luar ruangan memiliki kesibukan pada saat-saat tertentu. Mereka harus mengolah tanah, bertanam benih kemudian memeliharanya  sampai masa panen tiba agar memperoleh hasil terbaik. Kesibukan mereka memang tidak setiap waktu difokuskan untuk turun ke lahan pertanian, namun ada kalanya, waktu senggang mereka pergunakan untuk mencari penghasilan lain selain bertani.

Melihat kenyataan yang ada, kita dapat membedakan bagaimana tingkat kesibukan orang lain dengan berbagai macam profesinya itu. Ada yang masih senggang, biasa, sibuk, sangat sibuk dan super sibuk. Tentunya hal ini berdasarkan hal-hal yang sering kita jumpai dalam kehidupan masyarakat, terutama yang erat kaitannya dengan pekerjaan dan profesi yang melekat pada diri seseorang.

Banyak profesi atau bidang pekerjaaan yang aktivitasnya tak hanya berada di satu tempat dan di dalam ruangan. Mereka yang berkerja sebagai marketing, sales, surveyor, pelaut dan pekerjaaan lapangan lainnya justru mobilitasnya begitu tinggi sebab posisinya tidak menentu. Ia bisa berada di berbagai tempat dalam satu hari kerja. Ada yang harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu kota ke kota lainnya.

Tak sedikit pula yang berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya. Dalam hal ini dosen, tentor, trainer termasuk yang dikategorikan demikian, karena diantara mereka ada yang mesti menempuh jarak cukup jauh untuk mengajar, bahkan levelnya sampai lintas negara.

Orang dengan intensitas kesibukan sangat tinggi alias super sibuk, mungkin akan merasa bahwa waktu 24 jam sehari masih kurang untuk menunaikan pekerjaannya. Ia merasa dikejar-kejar waktu sampai melupakan waktu makan dan istirahat karena tuntutan pekerjaannya. Jika sudah demikian, fisik dan pikiran seringkali juga perasaan menjadi korban. Akibatnya bisa ditebak, orang akhirnya lelah, letih, loyo, sakit bahkan stress. Paling parah mungkin masuk rumah sakit, opname hingga mengalami depresi mental.

Fisik yang lelah, barangkali akan segera pulih hanya dengan makan dan istirahat yang cukup. Namun lelah pikiran membutuhkan waktu lama untuk memulihkannya. Apalagi kalau tingkat stress dalam pekerjaan cukup tinggi. Orang memerlukan relaksasi untuk mengendurkan ketegangan-ketegangannya dengan berbagai cara seperti pijat, spa, sauna, rekreasi, olahraga hingga harus melupakan sejenak segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan.

Kesibukan yang menjadi rutinitas harian bisa membuat kita jenuh dan bosan. Kesibukan dalam pekerjaan sudah pasti sangat menyita waktu, tenaga dan pikiran. Orang selalu disibukkan dengan pekerjaan bertumpuk yang datang setiap hari, Jika tidak bisa segera diatasi akan menjadi masalah tersendiri yang lambat laun menggerogoti kesehatan.

Meskipun demikian, ada juga orang yang mampu mengelola waktu dan pekerjaannya sehingga kesibukan yang bagaimanapun tetap membuat dirinya tetap tenang dan terkendali. Antisipasi yang dilakukannya tak sampai membuat kondisi tubuhnya menurun atau sakit. Paling-paling ia hanya mengorbankan aktivitas rutin yang sering ia lakukan di luar pekerjaannya saja.

Kesibukan juga kerap menjadi sandungan bagi seorang blogger. Profesi dan pekerjaan yang melekat pada diri seorang blogger di dunia nyata terkadang juga membuat ia tak sempat ngeblog.  Berbagai cara dilakukannya agar dirinya sempat ngeblog meskipun sejenak. Kadang mencuri-curi waktu di sela-sela kesibukannya bekerja.

Seorang blogger yang benar-benar super sibuk memang harus mengorbankan aktivitasnya ngeblog. Kecuali mereka mampu mengatasi dan mengelola waktu-waktu sibuknya sehingga masih menyempatkan diri posting, komen, kunjungan ke blog tetangga, cari kenalan baru, atau hanya sekedar baca-baca saja.

Aktivitas ngeblog tak akan pernah mereka tinggalkan begitu saja kecuali memang ada pertimbangan lain. Termasuk saya tentunya, saat pekerjaan tak bisa ditinggalkan, mungkin saya tidak sempat ngeblog, posting atau kasih komen. Kalaupun sempat, yang saya utamakan adalah posting. Sedangkan komen dan kunjungan ke para tetangga blog tetap diusahakan. Akan tetapi, tidak semua blog tetangga sempat saya kunjungi tentunya.

Nah, bagaimana dengan Anda…???

18 thoughts on “Super Sibuk

  1. nuwun sewu, mas…..buat saya sekarang sudah tidak terlalu ingin lagi untuk menjalin pertemanan baru…yg ada hanya mempertahankan teman yg ada dan baik. Jadi untuk melakukan kunjungan balik tuh gak ada beban. Memang sih, semuanya tidak hrs jadi beban. kebetulan saya orang yg kalo sdh ‘kenal’ ya ingin terus menghormati dan mengunjungi balik dgn tulus. sdgkan ngeblog, mau atau tidak terasa bebannya disitu. pengennya nulis thoook….ah, bingung ya mas…sudahlah…

    ——
    *tidak setiap orang memiliki pandangan yang sama dalam hal ini ya mbak. Tapi memang betul kok, mempertahankan lebih sulit daripada menjalin hubungan baru. Jika pertemanan itu sudah terjalin dengan baik, rasanya sangat disayangkan kalau terputus begitu saja.

  2. Iyah… kesibukan itu begitu banyak. Dan teteup yah yang namanya posting ituh diingat cumaaaaaa kalo mo blogwalking ke blog tetangga rasanya agak2 terhalang waktu heheheeh😀 cuman pastinya aku bikin 1 jadwal khusus untuk blogwalking dari pagi ampe sore😀 hihihihi ;)) termasuk menjarah blog2 baru yang selama ini belom pernah dikunjungi *cie* hehehe…

    ——
    *keterbatasan waktu memang sering sering menjadi alasan utama banyak blogger tak sempat BW, terutama menjarah blog2 yang belum pernah dikunjungi seperti yang mbak tuteh katakan itu.

  3. Ngeblog jika sempet aja…yang sulit justru blogwalking dan ada etika moral meninggalkan komentar terutama bagi blogger yang telah memberikan komentar di blogku. Karena untuk meninggalkan komentar mesti baca dulu, kalau bidang kompetensi tak sama jadi susah.

    Setelah menulis potingan kemarin, akhirnya saya mengambil kesimpulan, agar tak kelelahan, kembali pada niat blog semula yaitu untuk berbagi…jadi seperti kata mas Iman Brotoseno, yang penting justru membuat tulisan yang diharapkan dapat bermanfaat. Karena bagi saya, lebih mudah membuat tulisan daripada memberi komentar…asalkan waktunya ada.

    ——
    *Posting merupakan hal yang paling mudah dilakukan meskipun kita hanya memiliki sedikit waktu. Sedangkan untuk hal lainnya mungkin sudah terkendala oleh waktu. Namun yang jelas, jika suatu hubungan sudah terbangun, pasti ada saja yang tetap membuka blog kita untuk sekedar menengok dan komen jika ada postingan baru.

  4. wahh kalo aku si kadang sibuk kadang ngga….soal ngeblog sibuk gag sibuk kalo bisa teteup ngeblog. halah😀

    ——
    *he… he… ngeblog jangan sampai mengganggu kesibukan lainnya ya…

  5. Saya merasakan hal yang sama seperti Mbak Edratna (meskipun blog saya jauuuh di bawah level blog beliau, baik dalam hal mutu tulisan, jumlah kunjungan maupun jumlah komentar). Menjawab komentar itu wajib, berkunjung ke blog teman juga wajib, posting tulisan wajib pula. Jadi kapan waktunya? Yah, kadang-kadang sampai larut malam. Akibatnya, esok harinya ngantuk. Wah, payah ya …

    ——
    *Blog memang dunia yang mengasyikkan sehingga kita akan merasa sayang jika tidak menyempatkannya. Lebih-lebih jika interaksi dengan sesama blogger itu sudah berjalan dengan cukup baik. Ada semacam kewajiban bagi kita untuk mengunjungi mereka karena mereka juga telah mau berkunjung ke tempat kita. Pada intinya, hal semacam ini dilakukan untuk tetap mempertahankan hubungan yang sudah ada.

  6. kalau aku sih nggak terlalu sibuk-sibuk amat, cuma terkadang kalau pas lagi loyo begini nafsu utk BW dan berkomentar lenyap, jadi blom semua blog yg sdh memberi komentar balik aku kunjungi

    ——
    *kondisi badan terkadang juga menjadi kendala di samping waktu yang sempit

  7. Komen-ku selalu paling belakang munculnya , karena memang nge-blog biasanya baru sempat seminggu sekali.

    Kalau sudah ada waktu , pertama nyiapin tema , nulis artikel di word , baru klo sdh pas dipaste ke posting..( soale nggak pinter nulis )

    Kemudian BW…paling menyenangkan , bisa mengenal ribuan karakter..


    *dan mengenal sahabat baru juga dong…

  8. kalo sempat ya BW, tergantung sikon dan mood.
    lagi syibuk, ya lupakan BW apalagi posting.
    sampe di rumah istirahat, siap2 besok gawe lagi.


    *gawe draft untuk posting2 selanjutnya

  9. Saya siy suka bingung kalo terlalu bnyk bw dan nagsih komentar trus komentarnya jadi ga nyambung, hehe… Paling enak pas waktu kangen bw, baru deh bw, biasanya komentar juga lebih ekspresif, krn bener2 pengen baca apa yg disajikan oleh blogger2 yg dikangenin, gitu..


    *ada beberapa blogger yang sengaja bikin jadwal tersendiri untuk memudahkan ngeblog mereka

  10. Duh bener banged itu mas. Saya juga udah 2mgg lebih baru updated lagi. Ini selain sibuk jg krn kebanyakan blog jd repot meng-apdet semuanyaa kekekekek


    *sibuk mengapdet jadinya

  11. dulu saya ‘memaksa’ diri buat nulis satu hari satu. tp belakangan ketika kerjaan numpuk ya ngalah postingnya. blogwalking juga nunggu kerjaan sepi. anehnya di saat sibuk penginnya malah nulis. kalo santai malah gak.😀


    *wah, serba berkebalikan ya pak…

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s