Dunia Sudah Terbalik

Tulisan ini merupakan hasil catatan yang bisa saya rangkum dalam satu pengajian Sabtu malam dengan mengangkat tema kemajuan zaman dan pengaruh negatifnya terhadap perilaku manusia. Saya tulis berdasarkan apa yang telah disampaikan dan kenyataan yang sering kita temui di dalam kehidupan ini dari waktu ke waktu.

Bumi atau dunia tempat kita hidup diciptakan sudah milyaran tahun yang lalu. Dalam kurun waktu yang sangat panjang itu banyak yang sudah terjadi. Berbagai peristiwa mewarnai kehidupan makhluk hidup yang bertempat tinggal di bumi. Tak terkecuali manusia, makhluk berakal yang seringkali berbuat ulah ini mampu membuat dunia terbalik sehingga membawa dampak yang tidak baik bagi kehidupan.

Ya, dunia sudah terbalik ketika seorang manusia tega membunuh anaknya sendiri. Ini sudah terjadi pada zaman jahiliyah, jauh sebelum Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Ketika itu memiliki anak perempuan dianggap sebagai aib. Hal itu menyebabkan setiap bayi perempuan yang dilahirkan langsung dibunuh demi menyelamatkan aib keluarga. Dan jaman sekarang terjadi lagi, bahkan lebih sadis. Anak sudah dibunuh sebelum dilahirkan demi menutupi aib karena hamil diluar nikah atau tidak diketahui bapaknya.

Dunia sudah terbalik karena kemajuan jaman, dimana seorang anak diserahkan kepada pembantu atau pengasuhnya atau ke tempat penitipan anak. Kedua orang tua sibuk sendiri-sendiri cari uang, pergi pagi pulang malam ketika anaknya masih tidur. Orang tua tak punya cukup waktu untuk anak-anaknya. Padahal kewajiban orang tua adalah mencukupi kebutuhan anak dan mengasuhnya tak cukup hanya berupa materi semata. Tapi kasih sayang, perhatian dan komunikasi juga perlu dicurahkan. Maka jangan heran kalau anak jadi lebih dekat dengan pembantu. Ditinggal orang tua berhari-hari anak merasa biasa-biasa saja, tapi ketika ditinggalkan pembantu sehari saja, anak langsung sakit, panas, demam, rewel hanya karena rindu belaian pembantu.

Yang lebih menyakitkan adalah ketika anak menitipkan atau menyerahkan orang tuanya sendiri ke panti jompo dengan alasan sibuk kerja, tak punya waktu buat mengurus mereka. Atau cari pengasuh untuk mengurus orang tua di rumah sedangkan anak hampir tak pernah berada di rumah. Orang tualah yang mengasuh mereka hingga dewasa dan mampu mencapai sukses dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Mungkinkah ini suatu hukum karma dimana dulu orang tua juga berlaku demikian kepada anaknya sendiri semenjak bayi? Seperti pada alenia di atas. Dunia sudah terbalik.

Lebih aneh lagi, sekarang ini perbuatan negatif dan merusak sendi-sendi kehidupan malah dianggap sebagai hal biasa. Ketika seseorang hobi minuman keras, maling, mabuk, judi, membunuh, main perempuan serta sering keluar masuk penjara dianggap hebat dan jagoan. Jaman sekarang orang yang tidak berani korupsi dianggap sebagai pengecut, kerdil dan tak sempurna sebagai pejabat. Sedang mereka yang tekun beribadah, berlaku positif dan menjauhi segala hal yang negatif malah dianggap sok alim, sok kyai dan tidak gaul. Wow… dunia sudah terbalik.

Ada lagi, para wanita yang ramai-ramai bugil di depan kamera, tidak risih mempertontonkan auratnya sudah menjadi hal yang umum. Asal bisa ngetop dan banyak uang apapun akan dilakukan, tak peduli sampai melayani syahwat para bos atau cukong-cukong bukanlah hal yang buruk. Yang penting uang, uang dan uang mengalir lancar ke kantongnya, termasuk “kantong”nya yang paling pribadi rela diobok-obok dimasukin uang.

Perilaku selingkuh pun kian merebak. Asal belum ketahuan dianggap sah-sah saja dilakukan. Hubungan semakin lama menjadi semakin dekat hingga berujung ke tempat tidur, sampai-sampai ada istilah PIL dan WIL atau TTM (teman tapi mesra). Lebih jauh lagi ada tante girang dengan rela membayar pria yang digaulinya sedangkan si pria sudah pasti gembira mendapat kesenangan materi dan kenikmatan. Dan para pria juga tak susah-susah mencari teman tidur, cukup datang ke tempat-tempat hiburan malam atau langsung ke sarang PSK dijamin harga murah bisa didapat. Kalau perlu ngutang dulu juga boleh atau cari yang gratisan. Pasang iklan khusus untuk melayani tante-tante kesepian pasti banyak yang menghubungi.

Dunia sudah terbalik ketika banyak pasangan yang menikah dengan sesama jenis. Apalagi kalau hal ini dilegalkan layaknya pernikahan laki-laki dan perempuan. Memang, kalau dipandang dari sudut kewajaran mereka tidak normal. Namun kalau dilihat dari sudut pandang mereka adalah hal yang biasa karena fantasi seseorang dengan yang lainnya berbeda. Meskipun masih menjadi pro dan kontra, namun tak sedikit pasangan sejenis yang telah melangsungkan pernikahan dan hidup bersama. Ada yang pernah tampil di televisi sebagai bintang tamu dengan kehidupannya yang demikian itu.

Kemajuan teknologi memungkinkan apapun bisa tercapai, termasuk wanita yang pengen punya anak tanpa bersuami. Bukan karena hamil diluar nikah, bukan pula karena ditinggalkan kekasihnya. Namun karena teknologi kloning berhasil dikembangkan oleh para ilmuwan. Dengan cara ini keturunan bisa dihasilkan tanpa melalui pembuahan sel sperma dan sel telur secara umum. Tentu kita sudah banyak mendengar dari berbagai informasi sains yang beredar. Namun hal ini juga menimbulkan perdebatan yang belum usai di berbagai kalangan masyarakat.

Dunia sudah terbalik ketika seorang bapak tega memakan kegadisan anaknya sendiri. Paman memperkosa keponakan, kakak mencabuli adik, kakek menggagahi cucu sendiri mertua dengan menantu bahkan anak memperkosa ibu atau neneknya. Kebanyakan dilakukan dengan paksaaan. Akan lebih tragis lagi kalau semua itu dilakukan atas dasar mau sama mau. Tak jarang anak masih di bawah umur yang menjadi korban. Kalau mau, Unit Syahwat Darurat banyak tersedia di berbagai tempat, tinggal cari yang bayarnya murah atau yang gratisan sekalian khan beres. Hanya demi kenikmatan secuil daging rela menyantap keluarga sendiri. Dunia benar-benar sudah terbalik.

Kemajuan jaman menyebabkan segalanya berubah. Tuntunan menjadi tontonan dan tontonan menjadi tuntunan. Tapi bukan kemajuan jamannya yang salah, moral dan mental manusianya yang tidak mampu memproteksi diri dari gemerlapnya dunia yang perubahannya demikian cepat. Masih banyak sekali hal-hal di dunia ini yang membuat dunia menjadi terbalik.

Dunia benar-benar terbalik dan musnah tanpa seorangpun mampu mencegahnya atau menikmati semua yang ada di dalamnya kalau bumi ini benar-benar dihancurkan alias kiamat. Wallahu Alam…

19 thoughts on “Dunia Sudah Terbalik

  1. Itulah manusia, mahkluk yang dinamis.
    Karena dinamis itu pula manusia masih ada sampai sekarang, tidak punah sperti dinosaurus😀

    — —
    *kalau manusia punah, siapa yang mengelola bumi nih…

  2. Setahu saya dunia MEMANG terbolak-balik sejak jaman dahulu kala, sebab praktek2 homoseksual bukan terjadi sejak jaman modern tapi sudah ada sejak jaman Yunani kuno, gendak2 anak2 lelaki kecil untuk menjadi konsumsi seksual tuan2nya sudah biasa ada dari jaman dahulu di Asia ini (bahkan di Jawa). Demikian pula anak2 yg diurus pembantu2 juga biasa dalam keluarga2 ningrat raja2 jaman dahulu, baca saja cerita2 sejarah.

    Luarbiasanya adalah, manusia tidak pernah berubah, hehehe, tapi kok ya ga musnah kayak dinausurus… Justru itu yg saya herankan..

    — —
    *Benar bu, termasuk gempa bumi, gunung meletus, tsunami dan berbagai macam musibah lainnya bisa membuat dunia terbolak-balik dan korban berjatuhan tak hanya manusia saja.

  3. Serem bacanya. Memang bener pak, dunia memang sudah terbalik…….

    — —
    *kita hanya bisa berdoa semoga keluarga kita tidak terbalik karenanya

  4. Kualat, jika kita sebagai anak diasuh dan dibesarkan orangtua sekian lama hingga dewasa, suatu ketika tidak mau gantian merawat orangtuanya yang sudah jompo…

    — —
    *Orang tua pasti lebih suka kalau dirawat anaknya sendiri.

  5. kadang bingung juga sih ngelihat masa kini…bagaimana nanti yah ketika kita jadi lebih tua…apa jaman malah udah smackdown habis2an

    — —
    *Entahlah mas, kita tak dapat memperkirakannya

  6. Mungkin karena sudah tua-nya umur bumi dan semakin beratnya beban karena ulah penghuninya , ya Mas…

    — —
    *barangkali begitu, mungkin juga karena landasan agama sudah dikesampingkan

  7. ngeri ya..beginilah dunia…memabokan..melenakan…siapa yang bisa tahan dialah manusia sejati..

    — —
    *ada yang beranggapan sing ora edan ora keduman…

  8. Hmmm, garuk-garuk kepala.
    Emang sih dunia udah terbalik… Mungkin mau kiamat yah.. Kita kudu harus siap lohhh…

    Yang anehnya lagi,,, yg legal alias halal malah dipersoalkan.
    Contoh, poligami— poligami itu jelas-jelas halal dan syah. Sementara perselingkuhan atau TTM dianggap jadi trend dan tempat2 dugem atau prostitusi malah dibiarkan..

    — —
    *bahkan dianggap sebagai selingan dalam menikmati hidup

  9. Salam

    Sebenarnya dari dulu hingga sekarang dunia itu tetap saja di dalam peredarannya

    sesungguhnya bukan Dunianya yang terbalik tetapi orang-orang yang di dalamnya yang terbalik karena tidak mengerti/mengenal akan dirinya sendiri apalagi dengan Tuhannya

    — —
    *kecuali mereka yang punya pondasi agama kuat akan tetap taat dan patuh pada ajaran agamanya

  10. Yang lebih tragis lagi, sekarang banyak anak-anak sekolah yang berani sama gurunya.

    — —
    *yang tega mencelakai pun banyak hanya kerana persoalan sepele

  11. Qoute……Dunia sudah terbalik karena kemajuan jaman, dimana seorang anak diserahkan kepada pembantu atau pengasuhnya atau ke tempat penitipan anak. Kedua orang tua sibuk sendiri-sendiri cari uang, pergi pagi pulang malam ketika anaknya masih tidur

    Yang lebih menyakitkan adalah ketika anak menitipkan atau menyerahkan orang tuanya sendiri ke panti jompo dengan alasan sibuk kerja, tak punya waktu buat mengurus mereka. Atau cari pengasuh untuk mengurus orang tua di rumah sedangkan anak hampir tak pernah berada di rumah.

    —————

    Pernyataan di atas tidak selalu tepat…kondisi sekarang kadang memaksa orang harus bekerja, dan pemantauan bisa dilakukan melalui sarana apa saja, apalagi komunikasi makin canggih. Saya termasuk yang ini, pergi pagi pulang malam (saat anak remaja)…saat anak kecil dan gaji pas2an masih bisa pulang sore. Tapi saya berusaha mengurus anak jika dirumah, bekerjasama dengan suami (syukurlah suami adalah orang yang mendorongku mengambil karir menantang)….dan kedua anak saya Alhamdulillah baik-baik saja…karena saya selalu berdoa dan yakin Allah swt akan menjaga kedua anakku karena saya bekerja untuk keluarga (kedua anak saya udah lulus kuliah, dengan nilai di atas 3, dari UI dan ITB).

    Tentang menitipkan ortu ke panti..justru saya malah berpikir jika saya tua, saya ingin seperti ini, saya tak tega jika melihat anak-anak saya yang sibuk bekerja dan mengurus rumah tangga masih harus mengurus langsung ortunya. Atau seperti teman saya, dia memberikan perawat untuk merawat orangtuanya….dan saya melihat orangtuanya happy…karena nenek tetap bisa mengunjungi anak dan cucunya kapan saja, walau si anak kadang pulang malam atau bertugas ke luar kota atau luar negeri.

    Catt: Mohon maaf jika komentarku sangat berbeda, tapi kita harus bisa menduduki proporsi sewajarnya, bahwa kalau suami isteri bekerja keduanya tidak selalu buruk, sepanjang bisa mengatur dan mengelola keluarganya

    — —
    *Ibu memang cermat, gak apa2 kok. Yang ini memang masih sering menimbulkan pro dan kontra di sejumlah kalangan. Tentunya mereka punya dasar dan prinsip masing-masing dalam hal ini. Apalagi dalam Islam ada yang beraliran keras dan tidak kompromi seperti yang banyak kita kenal.

    Seandainya waktu itu ada kesempatan untuk diskusi dan tanya jawab, dengan audiens yang heterogen saya yakin akan banyak yang berbeda pandangan soal ini Bu. Kenyataannya, hal seperti itu sering kita temui dalam kehidupan masyarakat dan keadaan mereka juga baik-baik saja.

    Rasanya tak ada masalah jika terjadi perbedaan pandangan para pembaca dalam menyikapinya. Apapun yang kita lakukan pasti sebelumnya sudah melalui pertimbangan dan pemikirannya masing-masing sehingga pihak yang bersangkutan (maksudnya anak & ortunya) sama2 mau dan rela menerimanya.

  12. nice post..

    sulit sekali bagi kita untuk tidak melakukan hal-hal negativ..saya rasa stiap hari kita pasti melakukanya ntah itu di sengja atu tk di sngaja…slain karena kcanggihan tknologi dan kebebasan yang luas…
    karena diri kita sendiri yg jauh akan agama….

    yaah mungkin bener kata TSnya kalau jaman ini sudah terbalik kembali ke jaman jahiliyah,,,di mna jaman sebelum dtangnya ajaran agama yang benar…..

    — — —
    *makanya kita harus sangat berhati-hati dalam hal ini karena batas antara yang dosa dan tidak sangat tipis

  13. Kalau mau, Unit Syahwat Darurat banyak tersedia di berbagai tempat, tinggal cari yang bayarnya murah atau yang gratisan sekalian khan beres

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s