Tambah Penyakit

Setelah beberapa waktu reda sehingga hawa udara menjadi panas, hujan mengguyur lagi wilayah Yogyakarta sejak hari Minggu yang lalu. Jamaah sholat Idul Adha yang berada di lapangan terbuka pun basah oleh guyuran gerimis. Meskipun gerimisnya kecil-kecil, hampir mirip embun yang turun tapi agak lebih besar, tetap saja membuat yang hadir basah dan terpaksa mencari tempat berteduh.

Sampai sekarang ini pun, Yogyakarta masih dalam guyuran hujan sejak pagi hingga sore hari. Hal yang sering dikeluhkan orang terkait dengan hujan yang tak kunjung reda adalah jemuran yang tidak kering. Cucian dua atau tiga hari yang lalu saja belum kering sudah disusul dengan pakaian kotor yang juga harus dicuci.

Wajarlah kiranya jika hal itu dikeluhkan oleh sebagian besar masyarakat, mengingat yang mereka andalkan dalam mengeringkan cuciannya adalah sinar matahari. Keluarga yang memiliki bayi pun tak luput dengan persoalan semacam ini. Karena di musim hujan dengan hawa dinginnya, bayi menjadi lebih sering pipis.

Selain hal di atas, keluhan lainnya adalah penyakit yang berjangkit pada musim hujan. Umumnya penyakit jenis demam, batuk, flu, diare, sakit perut, demam berdarah menyerang masyarakat.di segala lapisan usia. Tak peduli apakah itu bayi, anak kecil, orang dewasa hingga orang yang sudah tua jatuh sakit akibat terserang penyakit.

Hawa dingin dan lembab yang dirasakan semakin memperberat sakit yang diderita. Kondisi tubuh yang tidak fit membuat orang mudah terserang. Biasanya jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit akan merembet kepada anggota keluarga yang lain. Untuk itu kita memang harus meningkatkan kondisi tubuh dan stamina sehingga kesehatan akan tetap terjaga.

Satu lagi yang kini sedang menjadi keluhan bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha yaitu gangguan yang berhubungan dengan metabolisme tubuh karena kelebihan mengkonsumsi daging. Ini banyak dikeluhkan oleh orang-orang yang sudah tua, katakanlah usia diatas 40 tahun dan hampir tidak pernah melakukan pergerakan tubuh secara rutin.

Segala sesuatu yang berlebihan terutama yang behubungan dengan makanan menjadi tidak bagus bagi tubuh. Idul Adha yang baru saja lewat jelas meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap daging. Masyarakat yang sehari-harinya menikmati santapan tak pernah pakai daging punya kesempatan yang sama. Tak jarang ada yang sampai lupa dirinya tidak boleh mengkonsumsi daging terlalu banyak.

Kalau jatah pembagian daging kurban yang diterima sedikit, mungkin bisa langsung habis dalam satu hari. Tetapi jika jatah yang diterima banyak dan cukup untuk persediaan tiga sampai empat hari dapat menimbulkan masalah tersendiri. Terlebih lagi daging kambing yang diyakini sangat cepat menaikkan tensi darah.

Masakan yang dibuat pun bisa memicu penyakit-penyakit tersebut. Coba saja kita perhatikan rata-rata banyak yang mengolah daging menjadi sate, rendang, tongseng, gulai, bakso, bistik dan berbagai masakan yang bersantan ria. Itu pun masih ditambah dengan jerohan, usus dan lemak-lemak yang masih menempel kemudian dimasak menjadi satu.

Bagi yang punya persediaan banyak mungkin akan dijadikan abon atau dendeng yang barangkali akan lebih mengurangi resikonya. Olahan daging kering akan lebih awet dan dapat simpan dalam waktu lama.

Tak sedikit yang akhirnya menderita berbagai penyakit seperti asam urat, tekanan darah tinggi, kolesterol, penyakit jantung dan lain sebagainya. Bukan dagingnya yang salah, namun karena terlenanya sikap, pola makan dan kehatian-hatian orang bersangkutan sehingga ia lupa pada kesehatannya sendiri. Mentang-mentang lagi punya daging banyak, memakannya pun lantas semaunya (“nggutukke” kata orang Jawa).

Tentunya tak seorang pun mau menderita sakit baik yang disebabkan oleh cuaca atau karena kelalaian diri sendiri. Percayalah, bahwa kesehatan ternyata mahal harga. Kondisi sakit akan merepotkan diri kita sendiri dan orang lain. Siapa pun tak ingin dirinya sakit. Penyakit ringan apapun yang menyerang kita tetaplah tidak nyaman dirasakan.

19 thoughts on “Tambah Penyakit

  1. Kalau saya sih nggak ada pantangan yang harus dimakan. Yang penting selalu jaga kondisi dan mengimbangi dengan kegiatan olahraga.

    — —
    *paling nikmat makan selagi gak ada pantangannya

  2. aku kena FLu neeh,ju9a batUk tapi bukan karna makan sate ato da9in9 karna idUL adHa..
    bukan..tapi ketularan ponakanQ yan9 saKit,pas tubuhQ ju9a la9i nDa fit jad!lah tertuLar..

    minta 0bat dunks..heheheh

    — —
    *minta!, beli dong he.. he..

  3. iyaaaaa..jemuranku nggak kering keriiiiing….

    n anak juga pada fileeekkk..

    n alhamdulillah kita nggak terlalu banyak mengkonsumsi daging…
    cuma buat rendang dikit untuk makan ketupat hehehehe…

    — —
    *pasti enak nih…

  4. tempatku skr malah gak hujan cuma angin nya kuat banget, tiap hari cepet2 an ama angin rebutan jemuran, biar gak panen dibawah.

    — —
    *hujan angin to mbak??

  5. betul… aku kemarin senin dari solo ke bojonegoro diguyur ujan terus.. trus kemarin (selasa) sore dari bojonegoro ke magelang masih saja hujan mengguyur…

    — —
    *hujannya merata hingga ke berbagai daerah

  6. iyo Mas, disini bentar panas bentar mendung kemarin seharian mendung dan grimis riwis2 sampe malam, marakne males. Tapi mau ga mau harus keluar rumah karena susu anak habis.

    — —
    *kita semua memang anti air hujan ya hi.. hi.. hi…

  7. Wah.. hujan itu merupakan berkah nikmat yang harusnya kita syukuri.
    Nikmat yang kita syukuri akan menjadi berkah yg lebih besar lagi.
    Soal bla-bala, seperti jemuran, penyakit– itumah tidak seberapa. Ambil saja hikmahnya. Pasti semuanya beres….
    Hehehehehehe

  8. Di kampung sebelah tempat saya tinggal malah hujan disertai angin.. yah angin puting beliung gitu..
    Akibatnya puluhan rumah hancur dan pohon2 tumbang.
    Nah kalo ini baru, jadi berbahaya…
    Tapi tetap aja kita ambil hikmahnya

    — —
    *selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian

  9. mending sehat banyak uang apa sakit tapi kere?
    weh salah ya?

    — —
    *mending banyak uang tapi tetap sehat dan bersyukur pada Tuhan dengan membantu mereka yang sedang sakit

  10. betul banget, lha wong cuma luka sedikit seluruh badan dah ngga enak
    pokoknya sakit itu mang ngga enak dan mahal harganya

    — —
    *lebih baik mencegah daripada mengobati…

  11. Biasanya kalo masak daging2an lemaknya saya buang, kalo ayam kulitnya dibuang krna disana terdapat lbih byk lemaknya. Biasanya kalo harus makan daging “berhari-hari” setidaknya untuk menetralisir lemak yang masuk aku nyiapin air rebusan daun salam, diminum setelah makan. Rasa sepat daun salam dapt mengikat lemak dan masih banyak lagi khasiatnya untuk menhidari heprtensi, asam urat dll. untuk menormalkan tekanan darah lebih cpat minum juice timun dicampur seledri. (resep dapat di inet)
    Untuk flu, demam sebelum ke rumah sakit bisa nyoba minum vco, biasanya langsung dapat teratasi….

    — —
    *Antisipasi untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan memang sangat perlu. Wow… ibu punya banyak koleksi resep tradisional ya Bu??

  12. Hujan itu emang gimana yaaa😀 tapi katanya hujan itu berkah siy😀 yang pertama hujan jelas = penyakit apalagi buat kota2 yang drainase-nya nggak bagus kayak Ende *halah* hehehe tapi emang yah, jujur aja di Ende sini kalo ujan tuh kasian masyarakat di daerah dataran rendah (Ende ini topografinya naik-turun)… sampah kebawa ampe depan rumah!
    Terus, musim hujan jelas… pakean susah kering. Ya kalo punya mesin cuci masih bisa diakali meski nggak seenak kalo ntar keringnya asli dari sinar matahari… huhuhu kecian yang masih punya baby yang ngompol sehari entah berapa banyak kali dan nggak pake warning :p mo beli pempers…mending beli beras.
    Suseeee :p
    Tapi nikmati aja kali yah?
    Well, met wiken!

    — —
    *Betul mbak, dinikmati aja. Toh, hujan tetap turun apapun yang kita lakukan.

  13. Yoi mas Mufti…aku pas balik jogja kae yo terus rodo rapenak awakku…lha di Solo hawane panasss banget, eh pas nang Jogja dadi adeemm banget karena hujan terus…

    MAsalah daging kambing, cen marai rodo cengeng nang sirah mas nek kakean…hahahaha

    — —
    *Nek sithik iseh kurang jare ha… ha…

  14. * Saya teringat th 75an punya baby pas musim hujan, njemur popok pakai petromak dimasukkan kedalam kurungan ayam, popoknya digarang diatas kurungan ayam, lumayan cepet kering….
    * Alhamdulillah tensi saya nggak pernah tinggi, walau sudah sepuh masih berani menyantap sate kambing…… ha3x (simbah yg sombong)

    — —
    *Wah, simbah masih joss ya? Rosa… Rosa…

  15. mang sekarang lagi musim sakit yakss…

    hatchiiiiiiiiiii….*sambil bersin🙂

    — —
    *begitulah, paling tidak bersin2 karena pengaruh cuaca

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s