Cobalah Berkali-kali…!!!

Kadang ketika kita ingin menuangkan buah pikiran melalui sebuah tulisan selalu gagal. Entah itu ide yang seringkali lenyap, atau mod yang tiba-tiba menghilang. Hampir dapat dipastikan, situasi semacam ini membuat orang membatalkan niatnya untuk menulis. Saya yakin, diantara Anda mungkin ada yang termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang mengalami hal seperti ini.

Memang, niat kita untuk menuangkan sesuatu menjadi buyar gara-gara hal itu. Namun rasanya bukan mod atau ide yang menjadi masalah. Menurut pengalaman saya, ide atau mod tidak kunjung datang disebabkan oleh tidak adanya paksaan dari dalam diri kita sendiri. Ide di sekeliling kita sebenarnya ada banyak sekali. Mungkin tidak akan pernah habis-habisnya.

Terdapat ratusan hal yang bisa kita tulis. Dari lingkup sempit sampai ke lingkup sangat luas yang mencakup berbagai bidang ada banyak sekali dan banyak lagi. Semua itu bisa menjadi sumber inspirasi bagi kita.

Namun mengapa kita seakan kehilangan itu semua?

Seorang penulis professional, mungkin tak akan semudah itu menyerah oleh keadaan tanpa mampu menghasilkan apa-apa. Biasanya penulis-penulis yang sudah berpengalaman mampu memaksa dirinya untuk menulis, meski hanya satu halaman saja yang ia dapatkan. Apalagi penulis yang sudah menghasilkan karya, baik berupa buku, cerpen, opini maupun karya lainnya dan karya tersebut sudah diterbitkan atau dimuat di media cetak.

Tak jarang, seorang professional ada yang sengaja meluangkan waktu khusus hanya untuk menulis. Ia tidak boleh terganggu oleh siapapun ketika sedang bekerja. Sampai larut malam  mungkin akan tetap dijalani sampai ia berhasil menuangkan buah pikirannya. Ada semacam target yang harus dipenuhi, misalnya dalam sehari harus mampu menghasilkan minimal 2 halaman, bahkan lebih dari itu. Yang semacam ini biasanya adalah tipe penulis buku atau novel.

Menulis dengan target seperti di atas memang tidak mudah dilakukan. n Bisa saja ribuan kata telah ditulis namun hasilnya tetap belum memuaskan. Namun demikian, toh akhirnya sebuah karya bisa juga dihasilkan, meskipun waktu yang diperlukan lebih panjang dari biasanya. Bagi para wartawan, keterampilan menulis ini mutlak diperlukan. Terutama untuk menyampaikan berita atau laporan kejadian yang harus segera naik cetak.

Kita yang masih sekedar menulis satu halaman atau dua halaman saja kadang merasa telah kehilangan segalanya hanya karena tak satupun ide yang berhasil dituangkan. Demikian juga dengan mod, kadang menjadi sebuah alasan klasik mengapa kita tak mampu menulis. Padahal kalau hanya untuk sekedar posting di blog, sebenarnya kita bisa sembarang menulis tentang segala sesuatu yang ada di sekitar kita atau apa yang sedang kita rasakan saat ini.

Sebagaimana yang lainnya, saya pun pernah mengalami apa yang dikatakan orang dengan mod yang jelek atau tak punya ide sama sekali. Pernah suatu ketika saya mencoba menulis konsep di atas kertas – waktu itu memang tak sedang di depan komputer – dan hasilnya beberapa lembar kertas terbuang secara percuma. Begitu juga saat menghadap komputer, setiap kalimat yang sudah jadi alinea terpaksa harus “select all – delete” karena masih terasa kurang memuaskan.

Berulangkali kejadiannya selalu demikian, sampai ide-ide yang muncul pun silih berganti. Tadinya mau menuliskan ini, eh jadinya malah itu. Tak sesuai dengan apa yang tercetus pertama kalinya, tahu-tahu jadi, itu saja. Waktu itu mod juga kurang mendukung sebetulnya.

Belakangan baru saya sadari, bahwa tulisan yang muncul hasil dari mencoba berkali-kali. Tulis-hapus, tulis-hapus selalu saja demikian. Entah hingga berapa kali tulis-hapus dengan ide yang juga selalu berganti-ganti, saya tak tahu. Hal ini ternyata justru memicu jalan pikiran lain untuk terus meluncurkan kata demi kata, kalimat demi kalimat. Yah, semacam pemanasan begitu.

Jalan pikiran yang tadinya macet dan buntu itu kemudian sedikit-sedikit menjadi terbuka (terbuka kok sedikit-sedikit ya!). Nah, ketika ide terakhir muncul, ia langsung bisa dituangkan dengan lancar karena sebelumnya ada pemanasan yang tidak disadari tadi. Jadi, ide-ide yang tadi tidak berhasil dituangkan malah menjadi sebuah latihan yang bagus hingga jalan pikiran pun terpancing olehnya.

Proses tertuangnya ide menjadi sebuah karya, tak terjadi secara spontan begitu saja. Bisa memakan waktu lama dengan berbagai macam kondisi yang menyertainya. Segala sesuatunya baru bisa nampak setelah berkali-kali dicoba, tidak hanya satu kali.

Sebagai orang yang baru saja berkecimpung dalam hal tulis menulis, wajarlah kalau setiap kali saya menulis mesti melalui proses bertele-tele. Terlebih jika sedang punya keinginan bahwa hari ini saya harus bisa menghasilkan satu topik tulisan, maka saya akan mencoba menuangkannya berkali-kali.

Nah, apa yang Anda lakukan jika mengalami problem yang demikian?

Iklan

22 thoughts on “Cobalah Berkali-kali…!!!

  1. wah, problemnya sama kaya aq,
    biasanya sih kalo aq dah dpat beberapa baris trus mod atau ide tiba2 hilang, aq langsung nyetel mp3 sembil mengembakikan ide2 yang hilang. atw kl gagal, shutdown, trus di lanjutin besok!^-^

    — — —
    *Berhenti atau dilanjutkan besok memang langkah terakhir kalau semua sudah tak bisa lagi dituangkan.

  2. bener sekali mas … harus coba berkali-kali … nanti lama kelamaan juga jadi terbiasa menulis sendiri, sampai sekarang aku masih sering tulis, hapus, tulis hapus tapi ndak apa-apa namanya juga baru tahap belajar nulis, yg penting nggak berhenti untuk berulang kali latihan nulis apapun temanya , pendek atau panjang tulisannya :).

    — — —
    *Kalau sekali langsung bisa dan bagus, pasti dah jadi wartawan atau penulis buku ya mbak…

  3. Kalian punya cara? Aku juga punya cara buat ngarsip ide:
    1. Begitu muncul ide, segera cari kertas dan tuangkan dg corat-coret di kertas dulu.
    2. Jika masih ada lagi tulis lagi.
    3. Begitu saatnya tiba sudah mantap ingin buat posting (mood), baru deh
    JADI JANGAN BIARKAN IDE KITA TIMBOL TENGGELAN TANPA ARSIP SEMENTARA IDE KITA.

    — — —
    *Masing2 dari kita pasti punya cara tersendiri bagaimana menyikapinya. Makasih Pak…

  4. Kalau kaitan dengan pekerjaan, saya mencoba berkali-kali…pokoknya pantang menyerah.
    Tapi kalau untuk blog…ya nggak ngotot, kalau ada ide ditulis, kalau lagi nggak ada, ya mengerjakan lainnya…atau membaca buku

    — — —
    *Memang Bu, hal menyangkut pekerjaan tentu lebih tinggi tuntutannya dan kita pasti berusaha memperoleh hasil terbaik.

  5. Sekeras apapun batu bila kena air terus-menerus/berulang-ulang pasti akan ada bekasnya…ato bahkan bisa berlubang…..

    — — —
    *banyak latihan secara terus menerus tentu ada hasilnya

  6. Sebelum menulis, matangkan dulu konsepnya dalam kepala. Kalau perlu, tulis beberapa pointers atau konsep tulisan di kertas. Baru buka komputer dan mulai mengetik di kibod, sehingga nggak bengong di depan komputer, yang pastinya memboroskan listrik 😀

    Sekarang enak, sudah ada komputer yang bisa main ‘delete’ tanpa batas. Dulu, konsep yang saya tulis di kertas bisa penuh coretan, kalau langsung ngetik di kertas pakai mesin ketik manual, bisa berkali-kali ganti kertas. Kalau sekarang mah langsung aja ngetik di komputer.

    Dengan banyak membaca (koran setiap hari penuh hal-hal yang bisa dijadikan topik tulisan), atau nonton teve (tapi jangan sinetron melulu), ide tidak akan pernah habis …

    — — —
    *Saya biasanya menulis kata kunci atau garis besarnya dulu Bu. Dengan menuliskan konsep secara singkat maka ide yang ada tinggal dikembangkan seperti apa yang saya inginkan. Kadang ide lain sebagai pendukung muncul di sela proses penulisan sehingga tulisan jadi lebih berkembang. Kalau sedang di depan komputer sih lebih enak, tak perlu banyak buang2 kertas segala.

  7. wahh aku si kalo gitu, biasanya istirahat nulis dolo..berarti lagi bosen soalnya hehehhee

    — — —
    *nulis untuk menghilangkan kejenuhan ya, bagus itu mbak.

  8. kalo aku, PD aja lagi, yg mentah juga biarin. soalnya beneran, begitu lewat buat ngerjain yg lain, ide awal ilang, sambil males mulai lagi. hehe

    — — —
    *Tulisan saya pun kadang terlepas dari ide awal tapi justru ide lain yang akhirnya tercipta bahkan tak ada hubungannya sama sekali dengan ide awal.

  9. nah sering nie yang kayak gini.. udah di depan pikiran pas di tuangin… beeeel ilang

    — — —
    *he… he… problem sama yang sering kita alami

  10. Hi Friend.. Interesting post.. Nice cool blog.. Keep up the good work.. I have added you to my blog roll.. Hope you too will add mine.. Do visit my blog and post your comments.. Take care mate.. Cheers!!!

  11. Kalo saya. misalnya ingin menulis pasti saya mencoba meluangkan waktu. Krn klo tidak begitu, gak akan konsen. Krn membangun mood itu tdk mudah. Nah sebaliknya bila sedang mood, ada gak ada waktu harus dibuat ada waktunya…

    — — —
    *mood dan waktu menjadi suatu kesatuan yang sangat berarti ya mbak…

  12. saya termasuk yg susah dapat ‘mood’ nulis ..maklum bukan penulis, ide kadang banyak tapi buka laptop saja kadang sudah hilang lagi…

    — — —
    *Hal semacam ini memang menjadi problem bagi kalangan yang baru belajar seperti kita mas.

  13. Setiap keluar rumah saya selalu bawa kamera, dari hasil jepretan kamera bisa membantu untuk mendapatkan ide dan judul untuk menulis. Selamat mencoba…

    — — —
    *Betul sekali mbah, seperti yang dilakukan mbak Ely dengan gambarnya yang bagus2 itu.

  14. Terima kasih tipsnya, setuju dgn berkali2 mencoba akan tertuang ide tulisan baru walau kadang tidak sesuai dgn rencana tulisan diawal.

    — — —
    *Ini sering saya lakukan. Benar, kadang hasilnya tak seperti ide semula

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s