Kampanye, Tak Ramah Lingkungan

Kampanye partai politik dan calon legislatif sudah akan berakhir. Berbagai acara digelar oleh mereka yang melakukan kampanye setiap harinya. Mulai dari saresehan, bakti sosial, pengobatan gratis hingga kampanye yang melibatkan massa dengan jumlah yang cukup besar di lapangan terbuka.

Kampanye yang dilaksanakan di tempat terbuka biasanya menampilkan juru kampanye yang sudah dikenal oleh masyarakat seperti tokoh nasional, ketua umum partai bahkan para artis. Panggung hiburan pun digelar agar acara menjadi semakin meriah. Semuanya dilakukan untuk meraih simpati dan dukungan dari masyarakat.

Tak jarang, kampanye dengan pengerahan massa pendukung partai yang dilakukan di tempat terbuka ada yang berbuntut dengan kericuhan. Kericuhan kecil mungkin akan segera dapat diatasi. Yang dikhawatirkan adalah jika terjadi keributan antar sesama pendukung partai, terutama partai besar. Karena jumlah massa yang ikut kampanye cukup banyak, tentu hal ini akan membuat repot aparat keamanan dan masyarakat yang berada di sekitar kejadian.

Keributan dalam kampanye pemilu merupakan hal yang biasa terjadi. Begitu juga dengan pemasangan atribut kampanye seperti bendera partai, spanduk, poster maupun baliho para wakil rakyat dan partai politik pasti akan mewarnai lingkungan sekitar kita. Dari yang berukuran yang biasa-biasa saja hingga ukuran yang super besar dapat kita jumpai di setiap sudut jalan. Pemasangan atribut kampanye yang tidak mematuhi ketentuan akhirnya banyak yang ditertibkan oleh petugas.

Pelanggaran yang kerap terjadi ini sungguh sangat disayangkan. Barangkali mereka memang tidak tahu dengan aturan yang ada. Tetapi bukankah itu sesuatu yang tidak pada tempatnya. Belum apa-apa kok sudah melanggar, bagaimana nanti jika terpilih dan duduk di kursi dewan sana. Apa menjadi semakin sering melakukan pelangaran hingga KPK mesti turun tangan.

Banyak partai dan calon legislatif yang hanya sekedar nampang wajah saja tanpa memperdulikan lingkungan. Kita bisa lihat dimana tempat atribut yang mereka pasang. Di tiang listrik, tiang telepon, tiang lampu traffic light dan yang menyedihkan di pasang di pohon dengan cara dipaku. Jelas ini mencerminkan bahwa yang bersangkutan tidak cinta dengan lingkungan bahkan merusak pemandangan.

Pemasangan atribut dengan seenaknya saja sudah terasa sangat merusak pemandangan dan membuat kota menjadi semrawut. Apalagi jika atribut itu dipasang di pohon yang ada di sepanjang jalan dengan cara dipaku. Jelas, hal itu termasuk kategori merusak atau melukai lingkungan hidup.  Memang, yang melakukan pemasangan bukan yang bersangkutan secara langsung. Tapi setidaknya para kontestan itu tahu di tempat mana atributnya dipasang berdasarkan laporan sehingga bisa melakukan pengecekan.

Meski tidak semua kontestan melakukan hal-hal yang negatif, namun tak sedikit dari mereka yang secara tak langsung melakukan tindakan tidak ramah lingkungan. Misalnya saja sampah-sampah seperti kemasan air mineral, bungkus makanan, poster dll yang dibuang sembarangan oleh massa pendukung kontestan di lokasi kampanye atau di sepanjang jalan. Raungan knalpot “blombongan” dan emisi gas buang kendaraan bermotor yang digunakan pun membuat bising sekaligus memperparah polusi udara.

Dalam orasinya, para juru kampanye terkadang menyelipkan imbauan agar para pendukungnya berlaku tertib, mentaati aturan yang ada, tidak membuang sampah sembarangan dan menghindari tindakan-tindakan anarkis. Akan tetapi semua itu hanya sekedar imbauan belaka yang tak berarti sama sekali. Kenyataannya lebih banyak yang berlaku tidak tertib dan tidak memperdulikan lingkungan.

Kampanye sudah memasuki masa akhir dan ada bekas-bekas yang dapat kita lihat. Entah, apakah para pecinta alam dan lingkungan memperhatikan hal ini.

Iklan

5 thoughts on “Kampanye, Tak Ramah Lingkungan

  1. setuju!!!!!!! kjampanye emang mrusak lingkungan, mrusakpemandangan.moga buru2 kelar deh tuh

    — — —
    *jangan ada lagi atribut yang lupa diambil

  2. wah, kampanye massa? mending nggak deh, sudah berisik, macet pula… Wah sebenarnya mereka pada mencari apa ya?

    — — —
    *paling sekedar bersenang2 waktu konvoi di jalan

  3. Iya tuh,sekarang setiap pohon jadi berubah fungsi jadi tempat papan kampanye. Apa iya yg seperti ini yg harus kita pilih? 🙂 Salam…

    — — —
    *pohon berbuah paku hanya ada di Indonesia ya…

  4. kasihan tuh yg pohonnya ditempeli gambar caleg, pasti merintih krn tubuhnya dipaku 😦

    — — —
    *coba kalau pohon mampu bicara pasti akan minta tolong deh

  5. salam kenal… Yup makin ruet aja… mudah2an besok sdh rapi kembali.. hari ini kan hari terakhir kampanye…

    — — —
    *menurut pengalaman sih, yang melakukan pembersihan akhir pasti satpol PP

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s