Siapa Pemimpin Kita Mendatang?

Proses penghitungan suara di KPU masih terus berlangsung. Perolehan suara terbanyak sudah dapat diketahui hasilnya meski belum seluruh suara selesai dihitung. Dari hasil sementara ini, pemegang suara terbanyak hingga posisi sepuluh besar dapat dipastikan tidak akan bergeser lagi urutannya. Dengan demikian Partai Demokrat boleh berbangga hati menjadi pemenang pemilu kali ini.

Itu semua belum usai, karena masih ada pemilihan presiden pada bulan Juli mendatang. Partai-partai besar pemegang suara terbanyak sudah pasti menyiapkan jagoannya sebagai calon presiden untuk berlaga pada pemilu tersebut. Dukungan dan simpati dari rakyat masih diharapkan mendongkrak perolehan suara agar jagoannya mendapat kemenangan. Namun itu saja tidak cukup, perlu ada koalisi antar partai untuk mengusung satu pasangan yang kuat. Calon presiden mesti memiliki pendamping calon wakil presiden sebagai satu pasangan yang akan dipilih rakyat.

Partai Demokrat telah menentukan lima kriteria calon wakil presiden sebagai pendamping SBY. Siapa yang masuk dalam kriteria tersebut belum bisa dipastikan. Sejumlah partai dengan perolehan suara menengah pun telah melakukan rapat internal untuk membahas langkah apa yang akan diambil. Apakah akan tetap mengusung kadernya menjadi capres atau bergabung dengan partai yang jumlah perolehan suaranya lebih banyak.

Hingga saat ini kita dihadapkan pada tokoh-tokoh yang bakal berlaga menjadi capres-cawapres. Sejumlah nama sudah kita kenal dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bahkan diantara mereka hamper semua pernah menduduki posisi penting di pemerintahan. Sebut saja SBY, JK, Megawati, Prabowo, Wiranto, Suryo Paloh, Aburizal Bakrie, Akbar Tanjung, Sri Sultan, Amien Rais, Hidayat Nur Wahid dan sejumlah nama baru lainnya. Mereka semua berpeluang menjadi capres-cawapres mendatang.

Tentunya mereka tidak akan bermain sendiri, tapi akan ada kerja sama dan saling tawar menawar posisi siapa yang akan menjadi capres dan siapa yang akan menjadi cawapresnya. Perolehan suara pemilu legislatif menjadi pertimbangan dalam rangka  meraih kemenangan. Kemungkinan lainnya ada nama di luar partai yang akan diajak bergabung.

Jika memang nama-nama tersebut yang akan menghiasi bursa pertarungan pilihan presiden mendatang, itu akan mengingatkan kita pada pilihan presiden di pemilu lima tahun yang lalu. Mungkin hanya komposisi dan jumlah calonnya saja yang berbeda. Muka-muka lama masih akan dapat kita lihat kembali besok.

Sebagai orang awam, saya masih berharap akan muncul banyak pasangan seperti pilihan presiden pemilu lalu. Karena dengan demikian rakyat akan mendapat sajian menarik dari pertarungan mereka, terutama yang diliput oleh televisi. Entah dengan model debat, orasi atau bagaimana, dari sini kita bisa menilai mana yang pantas untuk kita pilih. Tentu lebih menarik lagi jika ada muka baru yang lebih segar dan lebih muda dalam bursa pemilihan itu nanti. Kalau perlu debat terbuka antar pasangan capres-cawapres dapat dilakukan seperti yang di Amerika itu.

Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Apa yang direncanakan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Yang tadinya mau gabung ke satu arah, bisa jadi berbelok ke arah lain. Yang tadinya ngotot mau mencalonkan nama capres bisa saja mau menerima jatah yang hanya menjadi cawapres. Masih banyak lagi kemungkinannya, kita lihat saja nanti.

Memang, pilihan presiden hingga dua putaran akan memakan biaya besar. Tetapi paling tidak perhatian rakyat akan terfokus ke sana. Rakyat akan menikmati sajian menarik, pertarungan antar pasangan capres-cawapres sebagai pendidikan politik bagi mereka yang ingin terjun ke kancah perpolitikan. Ini juga akan menunjukkan kepada mereka bahwa beginilah sistem politik yang berlaku di Indonesia. Yang pasti kita siap-siap aja lagi nyontreng.

Lalu, kira-kira siapa ya presiden dan wakil presiden kita mendatang?

Iklan

10 thoughts on “Siapa Pemimpin Kita Mendatang?

  1. kalo cawapresnya nggak tahu aku mas, tapi capresnya kali SBY lagi ya ? atau ?

    — — —
    *mmm, kita lihat aja nanti mbak…

  2. Ya, yg terbaik dan emg jujur & cinta sama bangsa dan negara.
    Yg udah pernah ikutan, dah kalah mbok ya ga usah ikutan lagi lah. Gak malu apa..

    — — —
    *gantian, cari kader lain yang diajukan

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s