Jangan Asal Pakai Oli

Anda yang punya kendaraan bermotor atau mesin pasti akan selalu membutuhkan oli sebagai pelumas mesin. Oli yang tersedia di pasaran ada bermacam-macam merk. Warnanya pun berbeda, tak hanya didominasi oleh warna gelap semata. Tapi layaknya permen, warna-warna cerah pun sudah dipergunakan. Semuanya  menawarkan kualitas bagus bagi mesin kendaraan kita. Pertamina sebagai perusahaan besar lokal pun memproduksi beberapa jenis oli pelumas. Belum lagi oli impor yang beredar di Indonesia ada banyak merknya.

Fungsi utama oli bagi kendaraan memang sebagai pelumas. Tapi sebenarnya bukan hanya pelumas saja. Oli juga berfungsi ganda sebagai pendingin dan membersihkan mesin. Ada beberapa merk oli yang mengklaim dirinya mampu membuat usia mesin lebih panjang dan awet. Ada pula yang mengklaim mampu mencari ke dalam sela-sela mesin yang paling membutuhkan. Semua menawarkan kualitas terbaik bagi mesin kendaraan dan dibuat dengan teknologi tinggi.

Pada dasarnya semua oli bagus, kecuali oli palsu yang memang dibuat hanya demi mencari keuntungan pihak tertentu. Hampir semua oli bermerk telah lulus uji sehingga standar mutunya bagus. Oli yang tak memenuhi standar mutu tentu tak bisa beredar di pasaran. Kalaupun ada yang beredar pastilah oli palsu yang jelas sangat merugikan. Maka dari itu, kita perlu berhati-hati dalam memilih.

Lalu, oli apakah yang bagus untuk dipilih?

Saya memang bukan mekanik yang pandai menentukan oli mana yang bagus dan baik dipergunakan. Namun rasanya pilihan oli apapun tak menjadi masalah kalau kita mengikuti petunjuk standar pabrik kendaraan atau mekanik yang menangani mesin kita. Yang menjadi masalah adalah justru keteledoran pemilik kendaraan itu sendiri. Oli yang tidak pernah dikontrol pemakaiannya, apalagi sampai kehabisan oli tentu parah akibatnya bagi mesin.

Dari pengalaman pribadi masing-masing tentu kita bisa merasakan bagaimana mesin kendaraan ketika menggunakan merk oli yang berbeda. Tarikannya enteng, suaranya halus, jalannya kencang atau bagaimana menjadi alasan mengapa orang memilih oli dengan merk tertentu. Yang paling penting adalah penggantian oli secara teratur dan perawatan yang baik.

Jangan asal pakai, asal jalan tanpa memperhatikan bagaimana kondisi mesin. Ada lho, orang yang pakai kendaraan asal mesinnya distarter nyala, bisa jalan tapi tak memperhatikan bagaimana kondisi secara umum. Baru ketahuan saat mesinnya ngadat karena busi kotor atau mati, bensin habis, karburator mampat hingga kehabisan oli karena tak pernah di cek sebelumnya.

Pada kendaraan roda dua, ada dua jenis oli yang dipergunakan, sering dipakai dengan istilah oli mesin (4T) untuk jenis mesin 4 tak dan oli samping (2T) untuk jenis mesin 2 tak. Mengapa oli samping, apakah mesinnya ada di samping? Barangkali karena letak tempat olinya yang berada di samping sehingga disebut sebagai oli samping. Sedangkan oli mesin tempatnya tetap di dalam mesin.

Masing-masing jenis memiliki fungsi yang berbeda. Jenis oli 4T memiliki kekentalan yang khas, fungsinya untuk melumasi mesin, kopling dan transmisi. Sedangkan pada motor 2 tak, oli 2T digunakan sebagai campuran bensin untuk melumasi gerakan pistonnya. Oli mesin hanya sebagai pelumas saja untuk mengurangi gesekan saat mesin berputar. Oli mesin pada motor 2 tak, bisa lebih awet karena tidak ikut terbakar bersama bensin sehingga pemakaiannya bisa mencapai 6 bulan atau lebih.

Di kemasan oli, biasanya sering kita jumpai kode-kode yang berupa deretan huruf atau angka misalnya SAE : 20W-50, API : SL/CF. Deretan kode tersebut memiliki arti yang dapat kita baca dan menunjukkan tingkat kekentalan dan mutu oli yang bersangkutan. Kode-kode itu dapat kita jadikan pedoman jika suatu saat kita akan memilih sendiri oli untuk mesin.

SAE merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineer atau lembaga standardisasi untuk oli. 20W-50 menunjukkan kekentalan oli yang tidak tetap (multigrade). Huruf W berarti winter, jadi untuk spesifikasi 20W-50 dapat dikatakan bahwa kekentalan oli 20 pada suhu dingin dan 50 pada suhu panas. Jika hanya terdapat satu angka saja misalnya SAE 50, menunjukkan kekentalan tunggal alias tetap (monograde) pada suhu panas maupun dingin.

API kependekan dari American Petroleum Institute yang menilai mutu oli. S pada kode SL berarti spark, oli dapat digunakan untuk mesin berbahan bakar bensin, sedangkan C pada kode CF berarti oli bisa digunakan pada mesin diesel. Huruf pendamping di belakangnya menunjukkan tingkatan mutu oli. Semakin mendekati Z maka mutu oli akan semakin bagus.

Jadi jika di kemasan oli tertulis kode SAE : 20W-50, API : SL/CF misalnya, dapat dibaca sebagai oli yang memiliki tingkat kekentalan 20 pada suhu dingin dan 50 pada suhu panas. Dapat digunakan untuk mesin bensin atau mesin diesel dengan tingkatan mutu L untuk mesin bensin dan F untuk mesin diesel. Oli yang bersangkutan sudah lulus uji pada lembaga terkait.

Kalau kode yang ini 5710 – 3170 dibaca tetap berarti oli, tapi cara membacanya dibalik atau dijungkirkan.

6 thoughts on “Jangan Asal Pakai Oli

  1. “Jangan asal pakai, asal jalan tanpa memperhatikan bagaimana kondisi mesin. Ada lho, orang yang pakai kendaraan asal mesinnya distarter nyala, bisa jalan tapi tak memperhatikan bagaimana kondisi secara umum”

    HIHIHIIHIHI….. AKu banget tuh kek gitu…. asal pake, asal jalan, asal wessssssssss…. kalo dah macet, mogok ,baru kelabakan..

    salam kenal🙂

    — — —
    *pernah macet juga ya??? salam kenal dari HALAMAN PUTIH

  2. Betul banget tuh Mas, ikut nambahin dikit yaa, selain kode2 diatas dalam memilih kita juga perlu perhatikan zat additive yang di tambahkan dalam oli. Biasanya semakin banyak additive semakin tinggi tingkat grade oil tsb ( huruf A – Z ).

    Nah, yang perlu kita perhatikan adalah apakah oli dengan grade tertentu cocok dengan kendaraan kita. Misalnya kendaraan kita keluaran tahun dulu , tapi kita isi dengan oli mutakhir dengan high grade yang aplikasinya untuk mesin dengan presisi tinggi ( mesin keluaran jaman sekarang ). tentu hasilnya tidak seperti yang diiklan…

    Jadi kudu sesuailah gitu…. ( wis ndak malah kepanjangan )

    salam

    — — —
    *makasih atas tambahannya, lebih lengkap nih jadinya…

  3. hik…aku tms yg asal bisa di starter aja….masalah mesin dan prokonco suami ama mekanik yg ngurus ;(

    — — —
    *pokoknya kalau ada masalah dah yang menangani, gitu kan mbak???

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s