Yang Unik Dari Capres-Cawapres 2009

Kita sudah mengetahui bersama siapa pasangan capres-cawapres yang akan berlaga di pemilu pemilihan presiden pada bulan Juli mendatang. Media televisi pun sudah menayangkan berita soal pendaftaran semua pasangan. Berbagai tanggapan dilontarkan kepada semua pasangan oleh masyarakat dari golongan rakyat jelata hingga kaum elit politik. Ada tanggapan positif, tanggapan miring hingga kritik tajam pun terlontar pula.

Tetapi semua itu sudah tidak berarti lagi, karena pasangan yang akan maju dalam pemilihan nanti tetaplah itu juga orangnya. Ketiga pasangan capres-cawapres akhirnya dikenal dengan inisial sebutannya masing-masing dengan tujuan memudahkan masyarakat mengenalnya.

Kalau diperhatikan dengan seksama, ketiga pasangan yang ada ternyata mempunyai keunikan yang bisa kita temukan. Entah di sengaja atau tidak, keunikan itu justru menjadi sebuah ciri khas seluruh pasangan capres-cawapres. Ada yang menunjukkan sisi positif, ada pula yang memperlihat sisi berlawanan antara pasangan yang satu dengan pasangan lainnya. Ada persamaan, ada pula perbedaannya. Mari kita lihat satu persatu.

1. Ketiga pasangan SBY-Boediono atau SBY Berbudi, JK-Win, Mega-Pro merupakan inisial yang sudah dikenal oleh masyarakat. Dari inisial ini saja kita sudah melihat satu keunikan karena dua pasangan inisialnya mirip dengan merk sepeda motor terkenal. Tapi jika inisial tersebut diteruskan tentu akan menjadi sebuah pertanyaan SBY-Berbudi, berbudi apa? Berbudi baik atau buruk. Kemudian Mega-Pro, pro siapa? Pro rakyat, pro asing, pro kalangan elit atau bagaimana? Demikian sejumlah komentar dilontarkan.

2. Memang satu diantara ketiga pasangan merupakan pasangan paling cantik. Dua pasangan tidak secantik pasangan Mega-Pro. Untuk membuktikan kecantikan itu, perlu pula dilihat bagaimana program, visi dan misinya. Apakah berpihak kepada rakyat atau sebaliknya. Dan yang lebih penting lagi ia bisa diterima oleh rakyat sehingga benar-benar dapat mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat. Itu baru benar-benar cantik.

3. Pasangan Mega-Pro merupakan pasangan yang agak nyleneh. Prabowo sering dikaitkan dengan pelanggaran HAM saat ia menjadi pejabat militer di era orde baru. Jika pasangan ini kemudian yang akan menduduki posisi pemimpin RI tentu akan menyulitkan PDIP untuk mengusut berbagai hal tentang pelanggaran HAM di masa lalu.

4. JK-Win merupakan orang yang pernah tergabung dalam Golkar. Kalau di era orde baru, militer dipaksa untuk mendukung Golkar – meski akhirnya posisi militer netral – maka kedua tokoh ini sekarang bergabung dengan bendera yang berbeda. Dulu sama-sama anak buah Pak Harto yang masih berada di posisi Dewan Penasihat Golkar.

5. Jika nanti pasangan Mega-Pro yang menang maka tidak akan ada ibu negara karena presidennya perempuan. Sedangkan Prabowo juga tak memiliki pasangan alias sendirian. Jadi nanti tak akan ada sebutan Bapak Presiden dan Ibu Wakil Presiden. Kira-kira akan menangkah kedua pasangan ini?

6. Keunikan lainnya, komposisi semua pasangan capres-cawapres terdiri dari militer – sipil atau sipil – militer. Yang eks pejabat militer dulunya sama-sama pernah menjadi orang dekat Pak Harto.

7. Seluruh capres dari ketiga pasangan usianya sudah berkepala enam. SBY 60 tahun, Mega 62 tahun, JK 67 tahun. Kalau ditambah dengan cawapresnya hanya Prabowo yang usianya masih di bawah 60 yaitu 58 tahun. Boediono sudah 66 tahun dan Wiranto 62 tahun. Jadi siapa yang bakal memimpin Indonesia semuanya sudah berusia 60 tahun atau lebih.

8. Kalau melihat dari bulan kelahiran masing-masing tokoh maka akan didapatkan bulan yang berurutan. Mega lahir bulan Januari, Boediono bulan Februari. Wiranto bulan April sedangkan JK lahir bulan Mei. Kemudian SBY lahir September, Prabowo bulan Oktober. Yang benar-benar berpasangan hanya JK-Win.

9. Kecuali Boediono yang bukan orang partai. Semua tokoh mempunyai jabatan dalam partainya masing-masing sebagai Ketua Dewan Penasihat dan Ketua Umum. JK, Wiranto dan Megawati adalah ketua umum partainya. SBY dan Prabowo merupakan ketua dewan penasihat partainya.

10. Kandidat cawapres merupakan pejabat pemerintah pada masanya. Wiranto pernah menjadi panglima TNI, Prabowo pernah menjadi Pangkostrad, lalu Boediono pernah menjabat sebagai menteri keuangan terakhir sebagai Gubernur Bank Indonesia.

11. Nama-nama seluruh kandidat cawapres adalah berakhiran “O”, Boediono – Wiranto – Prabowo Subiyanto. Kalau SBY – Boediono, keduanya berakhiran “no” sehingga ada guyonan politik pasangan ini NO-NO.

12. Kandidat capres berpengalaman menjadi calon presiden di pemilu 2004 kecuali JK, ia hanya berpengalaman sebagai cawapresnya SBY waktu itu. Justru pasangan JK ini yang dulu punya pengalaman sebagai capres bersama-sama dengan SBY dan Megawati.

13. Untuk kandidat capres hanya JK satu-satunya yang belum pernah menjadi presiden. Tapi kalau pengalaman menjadi wakil presiden RI hanya Megawati dan JK, SBY belum pernah. Bingung gak tuh…

14. SBY adalah satu-satunya kandidat capres yang berkoalisi dengan Blogger karena slogan yang diusungnya sama yakni “LANJUTKAN”. Kalau tidak percaya klik saja link yang ini kemudian lihat di pojok kanan paling bawah. Nah, sama kan…

Iklan

9 thoughts on “Yang Unik Dari Capres-Cawapres 2009

  1. Hmm soal politik, saya sedang membandingkan program masing-masing sambil menunggu dua bulan kedepan….
    Siapa yang akan dipilih, tentu yang menurut pandanganku paling layak, dan setiap orang berhak berbeda pendapat

    — — —
    *Betul, setiap orang berhak untuk menilai dan menjatuhkan pilihan pada calon yang mana saja.

  2. Katanya SBY-Boediono tidak akan menyerahkan perekonomian kepada pasar bebas. Akan ada campur-tangan negara. Namun, masih hangat dalam ingatan kita, pada tahun 1996-1998, ketika Boediono menjabat sebagai Direktur I BI urusan analisa kredit, terkucurlah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp 400 triliun. Kemudian ketika Boediono menjadi Kepala Bappenas, dalam masa itu terkucurlah dana rekap perbankan Rp 600 tirliun. Ironisnya, para obligor BLBI justru diberikan Release and Discharge alias dibebaskan dari masalah hukum. Akhirnya, rakyatlah yang harus membayarnya hingga tahun 2032. Kita juga tidak lupa, tahun 2001-2004 ketika Boediono menjadi Menkeu, keluarlah kebijakan privatisasi dan divestasi yang ugal-ugalan. Banyak aset strategis yang dilego: Indosat, BCA, dll.

    — — —
    *semoga saja itu tidak terjadi lagi, kelak kalau pasangan ini yang menang

  3. mas Mufti pilih siapa? hehehhe
    apa kabar mas?

    — — —
    *Alhamdulillah, bagaimana nanti di TPS aja mbak. He… he… lama nggak bertemu nih…

  4. Butir ketiga “……… Jika pasangan ini kemudian yang akan menduduki posisi pemimpin RI tentu akan menyulitkan PDIP untuk mengusut berbagai hal tentang pelanggaran HAM di masa lalu.”

    Seingat saya ketika PDI-P berkuasa Ibu Mega sebagai RI Satoe belum pernah terdengar tentang pengusutan Peristiwa Kudatuli.

    Yang masih kuingat adalah terlepasnya Pulau Ligidan dan Sipadan dari NKRI
    ya … gak….

    — — —
    *Yap, itu yang paling kita sesalkan

  5. Ping-balik: Pemilih.com

  6. Yah m0ga2 jha ntar pemilu nya aman deh xm siapapun presiden xm wapres ny dpt jalanin kyk janji2 mreka h0h0.

    — — —
    *gak cuman omong doang…

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s