Bulan Kesabaran, Penuh Berkah Dan Ampunan

Ramadhan merupakan bulan yang sangat dinantikan oleh umat Islam dimana pun ia berada, karena di bulan Ramadhan inilah kaum muslimin diperintahkan Allah SWT untuk melaksanakan puasa atau shaum. Shaum yang merupakan ibadah sekaligus kewajiban penting setingkat di bawah shalat ini juga telah diperintahkan kepada umat terdahulu jauh sebelum Nabi Muhammad SAW diutus untuk memperbaiki akhlak manusia.

Shaum mendapat kedudukan istimewa di sisi Allah. Hanya shaum satu-satunya ibadah yang tidak bisa dipamerkan oleh manusia. Hanya diketahui oleh manusia itu sendiri dan sudah pasti Allah juga mengetahuinya. Ibadah dan amal saleh lainnya masih bisa ditunjukkan dan dilihat oleh manusia secara nyata seperti shalat, zakat, sedekah, haji, dzikir, taddarus Al Qur’an, menolong orang, memberi makan untuk berbuka puasa, pengajian dan sebagainya.

Banyak peristiwa yang terjadi di bulan Ramadhan pada masa Rasulullah. Salah satu diantaranya ialah peristiwa turunnya Al Qur’an yang menjadi kitab suci bagi umat Islam. Selain itu peperangan yang dilakukan Rasulullah juga banyak terjadi pada bulan Ramadhan. Dalam bulan Ramadhan ada satu malam (lailatul qadar) yang sangat istimewa sehingga segala ibadah dan amal kebaikan apabila dilakukan pada malam itu nilainya akan lebih baik dari seribu bulan.

Ramadhan sering diidentikkan sebagai bulan kesabaran. Secara fisik, manusia diajak untuk berlaku sabar untuk menahan makan, minum dan melakukan hubungan seksual dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Di samping itu sabar secara mental dan spiritual dari hal-hal yang dapat mengurangi atau membatalkan pahala puasa. Misalnya marah, bergunjing, bertengkar, berdusta, mencuri, mengumpat dan perilaku negatif lainnya.

Kesabaran juga dalam melaksanakan ibadah, misalnya sabar ketika melaksanakan shalat berjamaah termasuk shalat tarawih. Terkadang orang tergoda untuk cepat-cepat selesai ketika berjamaah, apalagi kalau imam bacaan suratnya panjang sehingga terasa lama. Begitupun dengan infaq dan sedekah, orang juga mesti sabar untuk memberikannya secara ikhlas dengan jumlah yang lebih banyak pula. Toh, setiap amal perbuatan yang baik di bulan Ramadhan akan mendapat balasan yang berlipat sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat, demikian seperti dikatakan dalam sebuah hadits.

Sebagai bulan kesabaran, sudah selayaknya kalau manusia diberikan balasan yang besar oleh Allah sekaligus ampunanNya. Apalagi jika ibadah dilakukan sungguh-sungguh dan hanya berhadap ridha Allah semata. Insya Allah, bukan hanya balasan dalam jumlah besar yang akan diberikan Allah, tetapi juga ampunanNya. Siapapun yang meminta ampun kepada Allah niscaya diampuninya.

Sebagaimana yang selalu disampaikan dalam ceramah-ceramah maupun pengajian bahwa sepuluh hari pertama Ramadhan adalah penuh berkah dan rahmat dari Allah. Sepuluh hari kedua merupakan masa yang penuh ampunan dan sepuluh hari terakhir Allah membebaskan setiap hambaNya dari api neraka. Sebagai manusia yang tak pernah lepas dari dosa dan kesalahan semsetinya kita dapat memanfaatkan kesempatan istimewa ini untuk memohon dan berdoa kepada Allah sehingga diperkenankanNya.

Firman Allah : “Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (Q.S Al Mu’min : 60)

“…dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang yang bertaqwa” (Q.S Ali Imran : 133)

Dalam hadits disebutkan : “Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni” (HR. Bukhari – Muslim dan Abu Dawud)

Tujuan puasa hakekatnya adalah membentuk manusia agar menjadi orang yang bertaqwa. Derajat taqwa merupakan derajat yang paling tinggi dan paling mulia di sisi Allah.. Sebagai orang yang bertaqwa, maka ketentuan untuk menjalankan segala perintahNya dan menjauhi setiap laranganNya adalah mutlak. Kalau sendi dasar Islam yang lima itu (rukun Islam) sudah dijalankan dengan baik, maka ditambah dengan amalan-amalan sunnah dan amal saleh lainnya, insya Allah akan semakin mempertebal keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Di bulan Ramadhan bukan berarti aktivitas dan kegiatan harus dikurangi. Puasa bukanlah sebuah alasan untuk bermalas-malasan. Selama ini hampir setiap lembaga mengurangi jam kantor maupun jam sekolah di bulan Ramadhan, tetapi rasanya itu bukan karena alasan letih, capek atau malas tetapi untuk menjaga kekhusyukan puasa dan menghormati mereka yang menjalankannya.

Sebaliknya, datangnya bulan suci Ramadhan mestinya dapat menambah semangat dan produktivitas belajar maupun bekerja. Ibadah wajib seharusnya ditingkatkan kualitasnya, sedangkan ibadah sunnah dan amalan lainnya diperbanyak Di sinilah letak kesabarannya bagi muslimin yang beriman dan bertaqwa. Bukankah setiap amalan yang bernilai ibadah pahalanya ditingkatkan hingga 700 kali? Belajar dan bekerja mencari nafkah termasuk salah satu amalan yang bernilai ibadah.

Untuk menjalankan semua itu hingga mantap memang tidak mudah. Perlu proses belajar yang kontinyu. Diawali dengan niat, kesungguhan, ketekunan serta kesabaran yang benar-benar berasal dari dalam kalbu. Tanpa hal itu tak seseorang tak akan dapat mencapai kemudahan dan keihklasan. Akan sangat merugi jika seorang muslim tidak memanfaatkan momentum Ramadhan yang penuh dengan berkah dan pahala ini.

“Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan”

12 thoughts on “Bulan Kesabaran, Penuh Berkah Dan Ampunan

  1. iya mas..semoga ramadhan dapat meningkatkan teqwa n iman kita….

    itu ttg berdoalah kamu n nanti akan Aku perkenankan..emang terbuktimas..
    doaku slaluuuu aja dikabulkan Allah..aq ngerasa disayaang bgt ma Allah mas..

    — — —
    *Mbak benar2 beruntung, doa2nya terkabul

  2. Benar pak, Alhamdulillah kita sampai dibulan yang suci ini,sepatutnya kita bersyukur dan menjalankan amalan yang sebanyak – banyaknya

    — — —
    *insya Allah, semoga niat kita semua tulus dan ikhlas menjalankan ibadah

  3. Selamat malam Mufti, selamat menunaikan Ibadah Puasa. Orang yang berpuasa adalah seorang yang taqwa, taqwa secara makro diartikan sebagai menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Seseorang yang selalu mendekatkan diri kepadaNya, Ia pasti akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Dengan berpuasa, ia akan berusaha hidup layak dihadapan Tuhan. Jika ia pelayan masyarakat ia akan melayanisemaksimal mungkin karena ia ingin menjadi orang yang paling diridhoi Allah. Taqwa mengandung implikasi positif terhadap pola-pola pelayanannya, sehingga ia merasa belum puas sebelum memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

    — — —
    *Semoga saja kita termasuk ke dalam golongan orang2 yang bertaqwa. Insya Allah…

  4. Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang di seluruh penjuru dunia maya…

    Alhamdulillah, setelah sempat stagnant sampai sebulan lebih,
    akhirnya ada yang menginspirasi saya untuk menulis ucapan…
    & mengirim komentar spam-nya kepada Saudara2, He he he…
    Tapi kali ini, insyaAllah… saya akan mencoba lebih sopan.

    Hmm, mau tahu isi komen saya kali ini? Heee… rahasia…
    Ya udah deh, nih saya kasih tau.
    Tapi, beneran… mau tahu? Apa? Beneran… yakiin?
    Ow… jangan ngambek donk, iya maaf-maaf…

    Semoga Allah senantiasa menyelamatkan kita sekeluarga…
    dari kejamnya adzab & dahsyatnya fitnah…
    yang ia turunkan di dunia, di dalam kubur, & di akhirat.

    Alhamdulillah, Saudaraku tersayang dimanapun kalian berada.
    Jadikanlah Romadhon kali ini lebih istimewa bagi dirimu…
    dengan mengamalkan Qur’an & Sunnah.
    Selamat menunaikan ibadah puasa, secara Lahir Bathin…
    serta raihlah kemenangan sejati untukmu.

    Buat Saudaraku yang punya blog ini, ma kasih, ya…

    Wassalamu alaikum wr. wb.

  5. Selamat beribadah puasa pak. mudah2an memang kita diberi kesabaran dan berkah serta ampunan di bulan ini……

    — — —
    *Amin, Ya Rabbal ‘alamiin. Hanya Allah yang akan membalas semua amal ibadah kita semua

  6. Selamat Puasa ya, Mas. Buat saya puasa biasanya diakhiri dengan mudik ke Klaten, tapi sepertinya tahun ini nggak bisa karena saya sakit-sakitan.

    — — —
    *Trims mbak Isnuansa, semoga Allah memberikan kesehatan dan kekuatan kepada kita sehingga bisa berlebaran dengan seluruh keluarga.

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s