Tanggung Jawab Pemimpin

Abdurrahman bin Auf menolak ketika ditunjuk para sahabat untuk menggantikan Umar bin Khattab sebagai khalifah. Ia berkata : “Demi Allah, daripada aku menerima jabatan tersebut lebih baik kalian ambil pisau lalu letakkan di leherku kemudian kalian tusukkan sampai tembus ke sebelah…!”

Abdurrahman bin Auf dengan tegas menolak sebagai khalifah mengingat begitu berat kewajiban dan tanggung jawab yang harus dijalankannya sebagai seorang khalifah atau pemimpin negara. Karena pemimpin negara harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya di hadapan umat dan juga di hadapan Allah SWT. Belum lagi resiko yang harus dihadapi jika ia gagal dalam memimpin membawa bangsa dan negaranya menuju kesejahteraan.

Pemimpin negara merupakan jabatan tertinggi dengan jaminan kesejahteraan yang tinggi pula. Siapa pun orangnya dapat dipastikan ia akan betah mendudukinya. Apalagi jika ia sudah merasakan enaknya menduduki posisi tersebut. Tetapi ada juga orang yang ingin menjadi pemimpin semata-mata didasari oleh rasa pengabdian dan tanggung jawab untuk memimpin ke jalan yang benar serta membawa kemaslahatan dan kesejahteraan bagi rakyat yang dipimpinnya.

Pemimpin semacam itu tentu saja sangat diharapkan oleh rakyat. Ia melaksanakan kewajibannya tanpa pamrih, bukan atas dasar materi atau jaminan kesejahteraan dari negara. Apalagi semata-mata hanya untuk mewujudkan ambisi pribadi menduduki posisi utama dalam suatu negeri.

Pemimpin yang bertanggung jawab haruslah dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya secara merata. Bukan menyengsarakan rakyat dengan tidak adil atau memberikan teladan yang tidak baik. Seorang pemimpin pasti akan mendapat sorotan dari semua pihak baik gerak, perilaku, kebiasaan, ucapan serta sepak terjangnya. Semua akan mendapat sorotan dan perhatian rakyat. Tak hanya dirinya, tetapi juga seluruh anggota keluarganya.

Selain mewujudkan kemakmuran, pemimpin negara juga dituntut mampu berbuat adil dan merata di berbagai sektor kehidupan seperti keamanan, ekonomi, pembangunan, kesehatan, sumber daya manusia dan alam, dan juga pemerataan hasil-hasil pembangunan negara. Terlebih terhadap hukum dan perundang-undangan. Siapa pun yang terbukti bersalah sudah sepantasnya dihukum. Tak peduli ia dari golongan rakyat kecil, pejabat negara atau orang-orang yang memiliki kedudukan penting mendapat perlakuan yang sama.

Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran, karena Allah menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Maidah : 8).

Pemimpin yang adil merupakan orang yang paling dicintai Allah sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW : “Orang yang paling dicintai Allah pada hari Kiamat dan paling dekat tempat duduk daripadaNya adalah pemimpin yang adil, dan orang yang paling dibenci oleh Allah dan orang yang paling jauh daripadaNya adalah pemimpin yang menyeleweng.” (HR. Tirmidzi).

Dalam menjalankan roda pemerintahan seorang pemimpin sudah pasti dibantu oleh orang-orang kepercayaannya seperti menteri maupun pejabat terkait lainnya. Dalam memilih orang kepercayaan pun jangan sampai ia salah pilih. Sebab jika salah pilih mungkin saja dari sekian pembantu tersebut ada yang mempengaruhinya untuk bertindak tidak benar alias menyeleweng. Maka seorang pemimpin harus waspada terhadap hal ini. Jangan sampai ia terperangkap kepada perbuatan yang merugikan dirinya dan rakyatnya. Informasi yang diterima mesti berdasarkan bukti dan fakta yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Bukan berdasarkan kata siapa dan siapa, apalagi hanya sekedar bisikan yang dibuat-buat.

“Tidaklah Allah mengutus nabi dan tidak pula mengangkat khalifah (pemimpin) melainkan ada baginya dua kepercayaan, yaitu seorang kepercayaan yang menyuruhnya dan menekankan kepada berbuat ma’ruf dan seorang kepercayaan yang menyuruh dan menekankan kepadanya berbuat tidak benar. Sedang orang yang terjaga adalah yang Allah telah menjaganya.” (HR. Bukhari).

Menjadi pemimpin negara hendaklah disetujui dan dicintai oleh rakyat. Bila seorang pemimpin sudah tidak mendapat simpati dari orang-orang yang dipimpinnya tentu ia akan banyak menuai kecaman dengan kemungkinan terburuk dituntut mengundurkan diri sampai dilengserkan secara paksa dari jabatannya.

Setiap pemimpin negara pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Tak hanya oleh rakyat saja, tetapi juga dihadapan Tuhannya kelak. Konsekuensi demikian timbul saat ia mengucapkan janji atau sumpah pada acara pelantikan jabatan. Itu semua disaksikan oleh rakyat dan atas nama Tuhan dengan kitab suci, sesuai agama dan keyakinan yang bersangkutan. Bukan janji atau sumpah yang hanya manis di bibir saja.

Iklan

23 thoughts on “Tanggung Jawab Pemimpin

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Makanya mari kita mendoakan para pemimpin kita agar diberi hidayah dan kekuatan oleh Allah dalam mengemban amanat ini dan agar tidak berlaku khianat.

    — — —
    *Insya Allah, semoga negara kita tetap jaya, adil dan makmur, siapapun pemimpinnya!

  2. saya sempat kaget ketika ada salah satu calon menteri, rumahnya sejak sore sdh ditongkrongi wartawan. begitu namanya disebut presiden sbg menteri, ia bersorak-sorai bersama keluarganya… lalu, ia sujud syukur.
    knp ia begitu bergembira mendapatkan “bara api” itu? bukankah semestinya ia menyambut dng semadyanya saja, beristigfar dan memohon kekuatan dari Allah spy bisa istiqomah dalam menjalankan amanah yg diberikan kepadanya.

    — — —
    *mmm… gembira memang boleh ya Gus, tapi betul kok, yang sewajarnya saja.

  3. Kalau gak salah jabatan menteri selain prestigious juga “menjanjikan” mas… 🙂

    — — —
    *iya dong, nampak jelas dari mereka yang senang ketika namanya lolos audisi menteri

  4. Kita semua adalah pemimpin, memimpin dalam pengertian menjaga bumi secara umum. Dan jika dia telah menjadi pemimpin negera, tentu yg diembannya lebih berat. Bukan hanya dirinya dan Dunia tetpi juga manusia dalam pimpinannya. Tp jika dia bisa amanah, sorga yg luas baginya seperti luasnya kebaikan yg dilakukan oleh rakyatnya. Kita berdoa saja agar para pemimpin kita 2009-2014 ini mampu menjalankan amanah Allah dengan benar.

    — — —
    *semoga saja para pemimpin kita amanah

  5. Wah..gak gampang rupanya jadi pemimpin,
    Maksudnya tanggung jawabnya

    — — —
    *kampanyenya juga gak gampang bang, maksudnya dana kampanyenya…

  6. Assalaamu’alaikum

    Pemimpin – di hadapan memberi contoh sehingga dapat diteladani, di tengah memberi dorongan semangat dan mengikuti dari belakang dengan memberi kekuatan dalam usaha melaksanakan tugas. Salam mesra.

    — — —
    *pemimpin yang amanah pasti didukung oleh rakyat

  7. semoga yang amanat yang diembang oleh petinggi – petinggi negara yang sudah terpilih dapat dijalankan dengan baik. Dan saya rasa itu harapan kita semua

    — — —
    *kita doakan saja mas mereka bisa memegang amanah ini

  8. Iya tuh, banyak calon menteri yang berdoa alhamdulillah berhasil audisinya..sujud syukur dll. rupanya mereka juga sangat menanti jabatan yang empuk itu. mobil menteri saja 1, 8 m. busyet…kayak apa ya rasanya.

    — — —
    *namanya juga jabatan empuk mas…

  9. salam sobat
    setuju sobat,,,kalau pemimpin harus dapat bertanggung jawab
    untuk kemakmuran rakyatnya dan bertindak adil.

    — — —
    *pemimpin jangan hanya memikirkan kemakmurannya sendiri beserta kroninya kan…

  10. peMIMPIn jangan terlalu banyak menebar MIMPI…..
    selamat untuk para pemimpin, ciptakan realitas mimpi mimpi kami rakyat jelata

    salam kenal kang

    — — —
    *ya, kita semua butuh pemimpin yang amanah, bukan pemimpi…
    salam kenal juga

  11. pemimpin sekarang hrs bs brhati2 dgn masalh pribadi,,jgn di jadikan ajang politik..pribadi y pribadi,,

    biarkan jabatan d diami oleh org2 yg memang ahliny
    bkn krn friend

    — — —
    *jadi pemimpin bukan untuk ajang pamer kekuasaan, tapi untuk membuat rakyat sejahtera

  12. Menjadi pemimpin, berarti harus siap bersedih dengan amanat berat yang tak mudah untuk ditunaikan, bukan justru bergembira. Heran juga. Kebanyakan orang justru bergembira dengan jabatan, bukan justru bersedih.

    — — —
    *mungkin mereka memandang itu sebagai anugerah pak, padahal itu adalah amanah

  13. Dimulai dar memimpin diri sendiri dulu termasuk mengendalikan hawa nafsu untuk menduduki “kursi empuk”.

    Kalo mengendalikan diri saja sulit bagaimana akan mengendalikan orang lain? Itu salah satu beratnya jadi pemimpin.

    — — —
    *pengendalian diri sangat penting dalam memimpin siapa saja…

  14. Selamat malam Halaman Putih, Kebiasaan kita adalah senang kalau diajak bicara hak, tetapi merekrut mukanya ketika dijelaskan soal kewajiban. Padahal klu mau merenung sejenak akan kita pahami bahwa hak itu merupakan buah dari kewajiban. Mendahulukan hak dari pada kewajiban, menyalahi kodrat kemanusiaan itu sendiri. Apapun kalau berada ditempatnya pasti enak. Rezeki yang diperoleh dengan bekerja yang benar dan sesuai prosedur pasti nikmat rasanya. Rezeki yang diperoleh dengan memeras keringat lebih barokah nilainya dari pada rezeki yang didapat dengan prosedur yang kurang benar. Dan kami berharap para Mentri terpilih lebih mengutamakan kewajiban dari pada hak dan bekerja mencari yang paling diridhoi ALLAH. Terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

    — — —
    *itu harapan kita semua bu, semoga saja mereka benar2 bekerja dengan baik dan amanah

  15. saya juga heran, knapa klo dpt jabatan kok kaya dpt durian runtuh, syukuran gede2-an, sbnrnya apanya yg disyukuri ya? dampak materi dari jabatannya ato bersyukur krn dpt kepercayaan diberi amanah yg lebih? moga2 yg kedua deh.. 🙂

    — — —
    *tapi, bisa jadi dua-duanya ya…

  16. Pemimpin akan ada masa pertanggungjawabannya. Sebagai mandor saya diminta pertanggungjawabannya setiap minggu dan setiap bulan. Saya merasa tugas saya sebagai mandor yang harus saya pikul begitu berat. Lhah menteri, berurusan dengan orang seluruh Endonesah, jumlahnya ribuan kali dari orang-orang yang ada di bawah saya tentunya akan lebih berat lagi tanggungannya. Hanya orang-orang yang amanah yang mampu melaksanakan tugas itu dengan baik.

    — — —
    *pertanggungjawaban di hadapan Tuhan akan jauh lebih berat, karena saksinya adalah anggota badan kita sendiri

  17. semoga pemimpin2 kita bisa adil dan bisa jaga amanah rakyat ya de’.
    hmmm….btw….sebelum qta dapat pemimpin yg adil, baik hati, ramah tamah n tidaksombong, keknya rakyatnya dulu dech yg harus instropeksi, koreksi n perbaiki diri, so…dg demikian, Allah akan kasih pemimpin ideal idaman seluruh manusia indonesia…^^

    — — —
    *semoga benar begitu..

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s