Kapankah Hari Ayah?

Kita semua pasti ingat bahwa tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu. Sebuah hari yang istimewa bagi para ibu. Itu bersumber pada Kongres Perempuan I di Yogyakarta pada tanggal 22 Desember 1928. Kongres tersebut merupakan tonggak penyatuan perempuan Indonesia pertama dari 30 organisasi perempuan tingkat lokal maupun nasional.

Saking istimewanya peran ibu sampai-sampai Rasulullah SAW sendiri menyebut “ibumu” sebanyak tiga kali ketika ditanya oleh seorang sahabat mengenai siapa yang harus dihormati dan baru kemudian “ayahmu” jawaban setelah itu. Surga berada di bawah telapak kaki ibu, demikian satu pepatah mengatakan yang juga mengisyaratkan betapa istimewanya seorang ibu.

Anda yang berstatus sebagai ibu patut bangga dan bersyukur karena ada peringatan hari ibu setiap tahunnya. Tanggal tersebut resmi ditetapkan sebagai hari peringatan dengan lingkup nasional. Bagaimana Bu? Dan konon katanya pada tanggal 22 Desember tersebut sang ibu benar-benar dimanjakan. Ibu tidak memasak, tidak mencuci dll. Semua pekerjaan rutin digantikan oleh ayah dan anak-anak. Pokoknya hari itu khusus untuk memanjakan ibu agar bisa santai dan istirahat meski hanya satu hari saja.

Di samping hari ibu ada juga diperingati setiap tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional. Tak beda dengan hari ibu, hari tersebut khusus untuk memanjakan anak terutama yang masih berusia sekolah atau balita. Biasanya sekolah-sekolah TK, play group ramai menggelar peringatan hari anak dengan berbagai acara. Acara yang dikemas dengan berbagai unsur pendidikan dan hiburan memang ditujukan hanya untuk anak-anak. Intinya adalah memanjakan dan menyenangkan anak.

Peran anak pun dianggap sedemikian penting, mengingat anak adalah harapan orang tua. Anak adalah generasi penerus yang dianggap sebagai pemimpin masa depan. Di pundak anak yang akhirnya berkembang menjadi dewasa inilah masa depan bangsa dan negara diharapkan dapat mencapai masa kejayaannya. Tentunya yang dimaksud adalah anak yang dididik dan dibina secara benar. Bukan anak yang terjerumus ke dalam jurang kegelapan yang malah menjadi beban negara di masa mendatang.

Jika ada hari ibu dan hari anak, lalu kapankah hari ayah?

Selama ini belum pernah terdengar ada peringatan hari ayah di negara kita Di belahan dunia lain barangkali memang sudah ada. Tapi, tak satu pun literatur yang menyebut tentang hari ayah di negeri ini. Nah, apakah peran ayah tak begitu penting dalam keluarga Indonesia? Atau karena begitu pentingnya sehingga orang lupa menetapkan tanggal sebagai peringatan hari ayah. secara nasional. Sampai saat ini belum ada tanggapan yang pasti mengenai masalah itu.

Saya rasa bukan masalah penting atau tidak penting mengenai peran ibu, anak atau ayah dalam keluarga. Semua mempunyai peranan masing-masing dan peran itu tak mungkin digantikan. Sosok ibu tak bisa menggantikan sosok ayah bagi anaknya, demikian pula sebaliknya. Yang terpenting adalah bagaimana menghayati peran masing-masing itu agar dapat diwujudkan dalam keluarga yaitu dalam wujud kasih sayang dan cinta.

Jadi adakah hari ayah?

Sepanjang 365 hari dikurangi satu untuk hari ibu dan satu untuk hari anak itulah sebagai hari ayah. Sebab sepanjang itu pula ayah dilayani dan dimanjakan sesuai perannya dalam keluarga yang mengayomi dan melindungi anggota keluarganya, walau tidak satu pun tanggal tertentu yang dikhususkan sebagai hari ayah.

Iklan

36 thoughts on “Kapankah Hari Ayah?

  1. setiap hari adalah hari ayah. hari2nya untuk untuk menegakkan rumah tangganya, yg di dalamnya ada seorang ibu yg hebat serta anak2 yg sholeh

    — — —
    *benar, karena ayah adalah pemimpin dalam keluarga

  2. Saya dengar kalo di solo hari Bapak akan diperingati setiap tgl 12 November. apa benar begitu ?

    Thanks atas kunjungannya, salam sejahtera selalu

    — — —
    *lha, saya malah baru dengar dari sampeyan pak?

  3. jangan salahkan Ibu mengandung, salahkan bapak yg punya burung *waa kok aku gak nyambung yach.

    — — —
    *Tak perlu salahkan siapa2, karena setiap bapak pasti punya ha… ha…

  4. Salam silaturahim dari Lereng Muria 😆
    Sambil mengucapkan Selamat Hari Ibu, tapi ndak mudeng yang keberapa ini yah? 🙄

    Semoga Ibu-ibu di Indonesia masih semangat buat ngeBlog 😎 dan Bapak-bapak semoga selalu mendukungnya. Amiinnn 😉

    — — —
    *yang jelas peringatan hari ibu sudah berkali-kali mas

  5. kira-kira enaknya tanggal berapa ya kalau mau diperingati ?
    err..tapi benar itu, peran ayah memang besar dan penting. sebagai kepala dan imam keluarga…

    — — —
    *perlu kongres dong kalau begitu

  6. mm,,, mungkin perlu ada juga, untuk memanusiakan semua pihak, ayah, ibu, anak, sehingga benar-benar memanusiakan.
    mampir2 balik yh, thx…

    — — —
    *kalaupun ada, kayaknya gak sepopuler hari ibu deh…

  7. Wah ntar malah mpremen gara2 ada hari ibu eh mau minta ada hari ayah. Ntar nyusul pula tuh hari nenek ama kakek buyut sekalian hehe

    — — —
    *jadi pada iri sama ibu tuh…

  8. Saya sependapat dengan Guskar, hari-hari adalah hari ayah.
    Tetapi jika bekerja terpisah seperti saya, mungkin rumusnya guskar tidak bisa dipakai. Selamanya selalu hari ibu, bukan hanya 22 des saja.

    — — —
    *berkebalikan dong kalau begitu…

  9. Selamat malam Pak
    numpang rondaaaa hehehe
    DUKUNG PENUH HARI AYAH
    saya pengen pas hari ayah nanti animonya seperti sekarang ini hehehe

    — — —
    *lalu apa yang diharapkan para ayah dalam momen tersebut mas???

  10. Walau tak ada hari ayah, di masyarakat kita, ayah punya peran yang penting bahkan peran sentral. Berapa kali kita mendengar, setiap kali anak menginginkan sesuatu, ibu akan menjawab..”Coba tanya ayah dulu…”

    Jadi, sebetulnya hari ibu hanya sekali dalam setahun (itupun jika ibu bisa dimanja tak memikirkan urusan keluarga sehari itu), namun setiap hari adalah hari ayah.

    Btw, saya merasa, bahwa antara ayah dan ibu merupakan pasangan untuk membuat manajemen keluarga mencapai tujuan, karir sukses dan anak-anak berpendidikan sampai bisa mandiri secara utuh.

    — — —
    *Benar bu, keduanya adalah saling melengkapi dalam keluarga.

  11. Ibu menghormati ayah, ayah menyayangi ibu. Maka terciptalah keluarga yang penuh rahmah

    — — —
    *intinya adalah saling meyayangi, tanpa memandang ada ataukah tidak hari ayah, ibu ataupun anak

  12. selamat pagi

    setiap hari adalah hari ayah
    setiap hari adalah hari ibu
    setiap hari adalah hari anak
    setiap hari adalah hari kakek
    setiap hari adalah hari nenek
    setiap hari adalah hari paman
    dst.. dst..

    terima kasih dan mohon maaf 😮

    — — —
    *kesimpulannya setiap hari adalah hari bagi kita semua

  13. Menurut saya, lebih bijaksana jika kita tidak terjebak pada pengkotak-kotakan hari. Gak usah terlalu ekstrim menyebutkan hitung-hitungan 1 hari untuk ibu, 1 hari untuk anak dan lainnya untuk bapak. Lagian kalau dituruti itung2 itu, Trus mau dikemanakan tanggal 17 agustus, 28 oktober, 1 juni, 2 mei, 14 agustus.
    Bisa-bisa ngitungnya lebih puyeng ketimbang ngerjain soal matematika UN.
    Hehehehe

    Disetiap hari kita seharusnya tetap menghormati ibu dan ayah. Tidak usah menunggu tanggal 22 Desember.

    — — —
    *Pengkotak-kotakan itu sebetulnya tak perlu terjadi kalau kita tahu latar belakang sejarahnya. Yaitu untuk menyatukan perempuan indonesia dalam pergerakan nasional, sebagaimana halnya sumpah pemuda 28 Oktober 1928. Entah mengapa sampai terjadi pergeseran makna menjadi hari ibu dalam keluarga.

  14. #HALAMAN PUTIH says:
    Selasa, Desember 15, 2009

    Sebuah kewajiban yang dibiasakan akan lebih mudah dilaksanakan. Tak hanya yang wajib, yang sunnah pun akan terasa mudah kalau itu sudah menjadi kebiasaan. Sholat Tahajud misalnya, atau puasa senin – kamis, bersedekah dan sebagainya.salam kenal
    #
    fyrdhazakaria says:
    Rabu, Desember 16, 2009

    @halaman putih :
    betul sekali memang akan lebih mudah jika dibiasakan. Tapi di dalam realitas muslim sekarang banyak yang seperti saya gambarkan diatas. kebiasaan mereka yang didapat dari hanya doktrin saja itu menyebabkan mereka lebih mudah meninggalkan suatu kewajiban.
    terimakasih untuk komentarnya,

    — — —

  15. Pada awal posting, sudah dijelaskan bahwa Hari Ibu adalah untuk memperingati Konggres Perempuan Indonesia I yang diikuti oleh seluruh organisasi wanita di Indonesia. Tapi pada tulisan selanjutnya, (maaf) kok jadi ‘melenceng’, bukan membahas perjuangan pada Konggres Perempuan Indonesia, tapi membahas Hari Ibu ala Mother’s Day yang salah kaprah itu …

    Hari Bapak Internasional sudah ada kok, tapi saya lupa tanggalnya (kalau nggak salah pada bulan Juni).

    — — —
    *Benar sekali Bu Tuti. Awal tulisan hanyalah sebagai pembuka alias sejarah diperingatinya hari ibu di Indonesia. Tulisan ini merupakan ulasan mengenai hari ibu yang salah kaprah itu, yang dianggap sebagian besar masyarakat kita sebagai Mother’s Day (bukan ibu sebagai perempuan dalam perjuangannya ketika itu). Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan “kalau ada hari ibu, adakah hari ayah?”

    Belakangan saya dengar memang ada hari ayah, baik yang di dunia maupun di Indonesia. Hanya saja kelihatannya tak begitu populer sebagaimana peringatan hari ibu.

  16. hadddiirrrrrrrr….

    hhmmm…, hari ayah..??? rasanaya setiap hari itu hari ayah deh…. karena tugas ayah adalah nahkoda sebuah kapal, imam dalam keluarga… so everyday is father day i think… hahahhaha… HIDUP AYAH…!!!

    cu…

    — — —
    *Banyak sekali yang menyatakan bahwa setiap hari adalah hari ayah, karena di negeri kita memang tak pernah terdengar hari ayah diperingati secara khusus

  17. Hari Ayah ada tiap hari 😀
    Btw

    Happy early NEW YEAR 2010!
    Welcome the new day full of smiles and hope,
    Wish the world of blogger still victorious,
    More friendship and brotherhood,
    Wish all the best for us,
    Happy, happy, happy new year 2010!
    SELAMAT TAHUN BARU 2010!

    Maaf jarang blogwalking 😀 hehehe…

    — — —
    *semoga tahun 2010 membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua

  18. Hari Ayah telah dideklarasikan tanggal 12 Nopember 2006 oleh Putra Ibu Pertiwi di kota budaya Surakarta dan di kota Maumere Flores.
    Ini bunyi deklarasi tersebut:

    Bagaikan bumi yang gersang
    menantikan tetesan hujan di angkasa
    agar dari rahim Ibu Pertiwi terlahir semua yang hidup dan menghidupkan,
    demikianlah IBUNDA, merindukan curahan kasih SANG BAPAK,
    agar terciptalah kehidupan baru yakni Kita, SANG ANAK.
    BAPAK adalah pencipta KITA
    dari daging dan darah serta nafasnya
    yang tertumpah di taman IBUNDA.

    Maka Atas Berkat Rahmat Sang Pencipta
    HARI INI 12 November 2006
    kita Deklarasikan sebagai
    HARI BAPAK NASIONAL INDONESIA.
    Hari yang dipakai anak-anak untuk
    mengenangkan keberadaan dan peran ayahnya
    termasuk para Bapak Bangsa Indonesia
    dari masa ke masa.

    Solo, 12 Nopember 2006
    Atas nama
    Keluarga Besar Bangsa Indonesia
    Putra Ibu Pertiwi

    — — —
    *Ya, saya juga sudah dengar tentang hal ini namun masyarakat kurang mengetahuinya karena sosialisasi yang tidak segencar hari ibu. Makasih atas informasinya.

  19. SEJARAH HARI AYAH INDONESIA.
    Tahun 2004 paguyuban SATU HATI lintas agama & budaya di Solo namanya Putra Ibu Pertiwi mengadakan peringatan Hari Ibu. mereka mengadakan Sayembara Menulis Surat untuk IBU, dan 70 an surat terbaik mereka bukukan. Acara Itu sangat mengharukan, ada pembacaan surat-surat terbaik dari anak SD,SMP,SMA dan Mahasiswa serta Umum. Ada sungkeman anak-anak yatim piatu pada Ibu-Ibu dari Panti Jompo. Setelah acara selesai, para peserta sayembara serempak bertanya kepada panitia, “Kapan diadakan Sayembara Menulis Surat Untuk Ayah, Kapan Peringatan Hari Ayah? Kami pasti ikut lagi.” Pertanyaan yang polos dan penuh kerinduan dan harapan itu sangat menggugah hati panitia untuk mencaritau kapan Hari Ayah. Putra Ibu Pertiwi akhirnya mencari kesegala sumber, hingga audiensi ke DPRD kota Surakarta, menanyakan kapan hari ayah, dan kalau belum ada penetapan hari ayah, siapa / lembaga apakah yang berhak menetapkan sebuah hari yang akan dijadikan Hari Ayah? DPR pun tidak tahu dan tidak bisa memberikan jawaban. Akhirnya, tahun 2006 Putra Ibu Pertiwi merasa tidak berlebihan jika mereka membuat acara Deklarasi Hari Ayah untuk Indonesia. Setelah melalui diskusi dan kajian panjang, akhirnya mereka menetapkan Hari Ayah dideklarasikan tanggal 12 November, digabungkan dengan hari kesehatan dengan semboyan “SEMOGA BAPAK BIJAK, AYAH SEHAT, PAPAH JAYA” Deklarasi dilakukan di dua tempat pada jam dan hari yang sama yakni di Solo dan Maumere Flores NTT. Dalam deklarasi itu juga diluncurkan buku “Kenangan Untuk Ayah” yang berisi 100 surat anak Nusantara, yang diseleksi dari Sayembara Menulis Surat untuk Ayah. Berita Acara Deklarasi, Teks Deklarasi, dan Buku tersebut dikirim ke Bapak Presiden SBY dan ke 4 penjuru Indonesia. Jadi Hari Ayah tanggal 12 November, bukan dideklarasikan oleh para Ayah/Bapak, melainkan oleh anak-anak dan ibu-ibu (Putra-Putri Ibu Pertiwi) sebagai sebuah hari yang dipakain anak-anak untuk mengenangkan peran dan jasa ayahnya, termasuk para bapak bangsa Indonesia dari masa ke masa.
    Mari kita rayakan HARI AYAH KITA tiap tanggal 12 November sebagai Doa kita “Semaga Ayah Sehat, bijak, dan jaya….

  20. Saya suka dengan tulisan anda yang bagian akhir : Sepanjang 365 hari dikurangi satu untuk hari ibu dan satu untuk hari anak itulah sebagai hari ayah. Sebab sepanjang itu pula ayah dilayani dan dimanjakan sesuai perannya dalam keluarga yang mengayomi dan melindungi anggota keluarganya, walau tidak satu pun tanggal tertentu yang dikhususkan sebagai hari ayah.

    Ah, benar banget!

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s