Kembang Api Nan Menawan

Foto nebeng di sini

Siapa pun pasti tahu kembang api. Wujudnya yang cantik penuh warna itu mampu menghiasi langit malam menjadi terang benderang. Kita sering memainkannya, anak-anak menyukainya. Di pesta ulang tahun, pesta perayaan, konser musik, hingga perayaan malam tahun baru kemarin, kembang api kerap dinyalakan sehingga membuat suasana menjadi makin meriah.

Namun, usut punya usut, banyak diantara kita yang belum mengetahui dari mana asal kembang api. Dari manakah sebenarnya kembang api berasal? Ternyata ia berasal dari Cina. Ceritanya begini, konon, para prajurit Cina zaman dahulu merasa bosan. Mereka bingung apa yang harus dilakukan ketika sedang istirahat panjang. Iseng-iseng, di waktu malam ada salah satu prajurit yang menembakkan senjatanya ke udara. Senjata yang mirip meriam itu pun mengeluarkan isinya dan membahana di langit mengeluarkan cahaya api. Bummm… Bummm… menyala terang.

Walau ledakan senjata itu tidak memiliki warna sebagaimana kembang api jaman sekarang yang membentuk motif bunga berwarna-warni, para prajurit menyukainya. Hal itu akhirnya menjadi hiburan tersendiri. Mereka sering melakukannya hanya untuk sekedar menghibur diri dari kejenuhan dan rutinitas. Wah, mahal biayanya ya…

Lambat laun, kebiasaan itu ditiru oleh orang-orang di negeri lain. Sejak saat itulah, orang mulai mengenal yang namanya kembang api. Kini kembang api dikenal sebagai simbol kegembiraan dan keceriaan. Pertunjukkan kembang api pun tak bisa lepas dari perayaan atau pesta-pesta besar yang melibatkan banyak orang. Di pelosok dunia hingga negeri kita tak luput pula mempertontonkannya terutama pada malam pergantian tahun, tahun baru.

Lalu, apakah yang ada di dalam kembang api? Terbuat dari apakah kembang api itu? Kalau dilihat dari bahan dasar pembuatnya, kembang api adalah benda yang sederhana. Sebuah kembang api hanya terdiri dari empat bagian saja, yaitu bahan bakar, alat oksidasi, bubuk besi atau baja, dan bahan pengikat yang terbuat dari gula atau kanji yang dibungkus kertas.

Walaupun sederhana, ternyata praktek pembuatannya cukup rumit dilakukan. Sebab hampir setiap bagiannya harus diolah secara kimiawi. Selain itu, bahan bakar dan alat oksidasi juga harus diseimbangkan sedemikian rupa agar menghasilkan kembang api yang terbakar secara perlahan-lahan. Salah sedikit saja ketika meramunya, kembang api tidak bisa terbakar atau malah dapat meledak dengan cepat seperti petasan. Nah, mau bikin kembang api apa petasan?

Kalau kita amati pada malam tahun baru yang lalu, pasti banyak perayaan sambil pesta kembang api yang berwarna-warni. Untuk membuat bunga langit yang beraneka warna itu, so pasti bukan perkara yang mudah. Sekalipun sudah dikenal beratus-ratus tahun silam, kembang api hanya berwarna oranye atau kuning saja. Bentuknya pun sangat sederhana bahkan tidak menarik sama sekali.

Awal tahun 1900-an, melalui beragam percobaan dengan mengkombinasikan isi, barulah para peneliti berhasil membuat warna hijau dan merah. Untuk mendapatkan warna biru dan ungu kita harus menunggu hingga puluhan tahun lamanya. Dan beberapa warna seperti seperti biru terang dan hijau laut masih sulit didapatkan. Walau demikian, Seiring dengan perkembangan jaman, tentu kita tidak akan sulit lagi melihat aneka macam warna dari kembang api menyala di angkasa.

Sebenarnya, kembang api bukanlah mainan anak-anak. Jika tidak tepat menggunakannya, kembang api bisa membahayakan baik bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan di sekitar kita. Namanya saja kembang api, tentu mengandung unsur api yang dapat membakar apa saja. Sebuah pabrik kembang api pun dapat terbakar musnah jika ada yang salah dalam pembuatannya, atau karena keteledoran satu orang saja mampu menghanguskan penghasilan seluruh karyawan pabrik kembang api.

Sekarang ini, kembang api dapat diperoleh dengan mudahnya. Apalagi menjelang tahun baru masehi, banyak orang menjual kembang api dengan berbagai macam bentuk dan warna. Harganya pun bervariasi, dari yang murah sampai ke yang mahal. Siapa saja pasti suka kalau kembang api menyala dan memperlihatkan keindahannya.

Tapi, biar bagaimanapun senang dan sukanya kita, tetap saja main kembang api dapat menghabiskan uang. Terlebih kalau kembang api yang akan dinyalakan itu harganya mahal. Coba kita perhatikan, berapa biaya untuk satu perayaan yang memerlukan ratusan kembang api. Namun begitu, banyak orang rela mengeluarkan ongkos untuk membakar habis kembang api karena ia memang indah dan asyik.

Itulah, si bunga api yang berwarna-warni di atas angkasa.

Iklan

30 thoughts on “Kembang Api Nan Menawan

  1. Terkadang kita beli kembang api begitu mahal…
    Tapi kepuasan saj yg dicari.. 😛
    Terimakasih inpo kembang apinya
    Wassalam

    — — —
    *selain puas pasti juga senang melihatnya…

  2. Kembang api? Dulu waktu masih kecil suka banget maen’nya. Tapi sekarang sudah tidak lagi dah bosen. Malah jika masih suka maen paling2 maen mercon, 😀 Dar! dor! dar! dor! hehe

    — — —
    *Mercon dan kembang api, sama-sama mainan yang mengandung api

  3. Selamat siang,, selamat hari selasa,,
    Semoga tetap semangat dan sukses..

    Salam Hangat Selalu,
    AbulaMedia.com

    — — —
    *makasih dan salam selalu dari HALAMAN PUTIH

  4. Orang-orang Betawi juga menyambut jamaah haji yang pulang dari Tanah Suci dengan kembang api. Kembang api memang simbol suka cita.

    — — —
    *bukan sekedar mainan tapi berlaku sebagai juga sebagai simbol ya pak

  5. Yang penting jangan sampai didekat penjual bengsin aja mas. Sudah banyak kejadian itu. 😆

    — — —
    *Nah, dekat tempat saya ada bengkel motor yang sempat terbakar gara2 montirnya merokok waktu bekerja

  6. kembang api oh kembang api……
    membuat langit begitu berwarna-warni
    bekelap kelip
    bersahut sahutan
    berkejar kejaran

    sampai akhirnya ramai menghiasi kebosanan

    — — —
    *iya juga bang, bisa mengusir kebosanan

  7. mohon izin pasang taut ya bos… sukses buat halamanputih…

    sedj

    — — —
    *MOnggo aja, silahkan. Saya juga nge-link ya…

  8. Mampir lagi mas. Berkunjung ke sini Sekedar silaturahmi. Sekalian blogwalking. Siapa tahu kunjungan saya ini dapat membuat hati senang. Oke deh salam dingin2 hangat panas

    — — —
    *silahkan saja mas…

  9. saya juga masih seneng maen kembang api mas. tapi bukan yang mahal2 itu, kayak batangan dupa atau hio itu. kalo yg mahal sih tinggal nonton aja di tipi atawa tetangga yang bakar.

    — — —
    *saya rasa, kita semua memang suka kembang api bang. Meskipun hanya sekedar menonton gemerlapnya melalui TV

  10. Saya suka sekali melihat kembang api ketika dinyalakan. Namun kalau harus membeli, wah , saya masih mikir-mikir dulu dhuwit saya cukup nggak ya buat mbelinya 😦

    — — —
    *kalau belinya cuma satu biji yang mainan anak2 itu cukup lah…

  11. Assalaamu’alaikum

    Terima kasih atas info berhubung kembang api (bunga api – di Malaysia). saya sangat suka melihat cahaya yang berwarna warni yang di selang seli dengan percikan bunga api yang pelbagai bentuk dan ragam.

    Saya juga berfikir untuk membelinya kerana harganya sangat mahal dan di Malaysia pula terdapat larangan bermain bunga api kerana bahayanya lebih banyak dari manfaat kecuali bungan api yang besar bagi menyambut sesuatu perayaan atau karnival peringkat negara dan negeri.

    Salam mesra dari Sarawak, Malaysia.

    — — —
    *yang indah berwarna-warni memang mahal Umi

  12. selamat pagi

    ulasan yang menarik bang.
    emang kalo bahagia butuh pengorbanan,
    dalam kasus kembang api, kita mengorbankan uang,
    bisa dianggap, menyalakan kembang api itu sama aja dengan bakar bakar duit (seperti katanya bang asepsaiba di atas),
    tapi dari pengorbanan itu, kita bisa bahagia dan senang melihat kerlap kerlip cahayanya 😎

    terima kasih dan mohon maaf 😮

    — — —
    *kita bisa melihat hal itu dari berbagai sisi

  13. Kembang api memang indah, tapi kalo malam hari, siang hari? tidaaax 😀

    maaf ga nyambung ya? 😦

    Salam sukses & peace

    — — —
    *siang hari kalah sama cahaya matahari

  14. Selamat malam Halaman Putih, saya salut melihat bentuk kembang api dengan aneka bentuk dan cahaya, luar biasa yang buatnya, koq bisa mendapatkan bentuk yang beragam, tentu ada tehnik yang dipakai, terima kasih postingannya, Sukses untuk Halaman putih

    — — —
    *Itu saja yang buatan manusia Bu Agnes. Bagaimana buatan yang punya alam semesta ini? tentu lebih indah dan agung…

  15. maaf mampir lagi mas, seperti biasa silaturahmi, ohya barusan saya menulis artikel tentang pelecean islam. jika tidak keberatan tolong beri responya. dan terimakasih sebelumnya.

  16. Ping-balik: sejarah kembang api - Ceriwis - Indonesian Community

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s