Istiqomah Dengan Niat Yang Baik

Pada jaman Rasulullah ada seorang yang sangat alim sekali. Setiap hari dihabiskan waktunya demi untuk beribadah kepada Allah. Dialah seorang yang taat dengan apa yang diperintahkan oleh Allah lewat rasul-Nya. Tsa’labah bin Khatib Al-Anshari nama lengkapnya.

Hanya saja ketaatannya tak didukung dengan kondisi ekonomi yang memadai sehingga setelah menjalankan shalat berjamaah di masjid ia langsung buru-buru pergi seperti orang munafik. Maklum saja karena Tsa’labah benar-benar orang yang sangat fakir. Karena kefakirannya itu sampai-sampai sarung yang ia gunakan untuk shalat digunakan bergantian dengan istrinya setelah ia pulang dari masjid.

Suatu ketika karena tak mampu lagi menahan kefakirannya dan ia tahu bahwa Rasulullah kalau berdoa pasti dikabulkan maka ia pun merengek-rengek kepada Rasulullah agar didoakan menjadi orang kaya, kalau bisa menjadi konglomerat sekalian. Pikiran Tsa’labah, bila mempunyai harta banyak tentu lebih nikmat dalam beribadah karena tak begitu repot memikirkan ekonomi yang rumit. Suatu niat yang benar-benar mulia.

Tapi apa dikata, ketika Tsa’labah ada tanda-tanda menjadi orang yang sukses dalam mengatur ekonomi, ibadahnya justru menjadi kacau, niatnya tak berkenyataan. Sementara gaya hidupnya semakin tak masuk akal. Ia telah mengkufuri nikmat yang sangat banyak. Ia lupa kepada pemberi harta sehingga dapat melejit ke dalam deretan orang-orang terhormat karena hartanya itu.

Tsa’labah, barangkali merupakan potret dari segelintir manusia yang tak tahu diri setelah diuntung. Kebutaan mata hati yang tak mampu lagi menatap suatu realita mungkin tak hanya terjadi pada Tsa’labah. Orang-orang jaman sekarang pun banyak yang mengalaminya. Bergelimang kemewahan hingga melupakan jalan yang benar dan halal dalam mencari kekayaan. Banyak Tsa’labah-Tsa’labah lahir di abad modern ini dengan berbagai macam ragamnya namun punya kesamaan dalam tindakannya.

Kalau kita tarik kisah Tsa’labah dengan sederet dosa dengan peristiwa-peristiwa kekinian yang paling mutakhir, misalnya dengan krisis ekonomi, krisis kepemimpinan, krisis moral dan budi pekerti yang entah sampai kapan akan tuntas membuat kita harus berpikir ulang apakah ada sesuatu kesalahan yang telah terjadi di negeri ini?

Kita tentunya tak hanya pandai menghibur diri saja. Toh, krisis semacam itu tidak hanya kita sendiri yang mengalami. Negara tetangga pun turut merasakan bahkan mengalaminya. Imbas dari berbagai krisis yang terjadi itu tidak hanya menimpa pada orang-orang besar saja, akan tetapi rakyat kecil yang lebih banyak merasakan sengsaranya.

Harga kebutuhan yang semakin melambung tinggi diiringi dengan melemahnya daya beli maka semakin terpuruklah nasib orang-orang yang memang sudah terlanda kemiskinan itu. Belum lagi biaya berobat, biaya pendidikan, masalah pengangguran dll atau pun kasus hukum yang menjerat masyarakat kecil karena perkara sepele menjadi problem tersendiri. Keadilan belum berpihak pada rakyat jelata, uang mampu membolak-balikkan kenyataan.

Jika keadaan ini merupakan ulah dari segelintir tangan-tangan kotor yang rakus akan kemewahan dunia dan membutakan dirinya akan kehidupan akhirat, maka tak perlulah terlalu sibuk mencari kambing hitam.

Bukankah Allah telah memperingatkan kita, jika kita sebagai manusia pandai dalam mensyukuri akan nikmat Allah maka kenikmatan itu pun akan ditambah. Namun sebaliknya jika kita kufur maka jangan kaget karena siksa Allah sungguh sangat pedih.

Setiap manusia akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Dan tak seorang pun yang akan terlepas dari pengadilanNya kelak.

Iklan

30 thoughts on “Istiqomah Dengan Niat Yang Baik

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Semoga kita terhindar dari sikap seperti yang dilakukan oleh Tsa’labah. Amien

    — — —
    *Yang buruk jangan ditiru…

  2. Ini sudah kodratnya alam. Apapun sarana dan upaya untuk mencegah kejahatan. Justru akan kebalikannya. Mentari belum begitu pandai menyilaukan mata. Harta dan kemewahanlah yang sanggup membuat mata itu benar2 silau.

    — — —

  3. kisah Tsa ’labah mirip kisahnya karun.

    — — —
    *Tak hanya menyilaukan bahkan mampu membutakan mata hati.
    Betul mirip kisah karun di jaman nabi Musa. Makanya harta terpendam yang ditemukan orang disebut harta karun…

  4. Setiap manusia akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Dan tak seorang pun yang akan terlepas dari pengadilanNya kelak.
    iya bener banget, setuju 😉

    — — —
    *terima kasih…

  5. Assalaamu’alaikum

    Ternyata kalau kita lalai dengan kehidupan dunia ini, rugi akan mengikuti kita sepanjang perjalanan yang diselusuri. Kisah Tsa’labah semestinya menjadi teladan untuk menginsafi diri bahawa nikmat Allah seharusnya disyukuri dan menjadikan kita hamba yang redha dengan pemberianNya. Maaf sahabat, lama juga tidak berkunjung. Salam mesra dari SarawaK, MALAYSIA.

    — — —
    *memang, sudah sepantasnya kita sebagai manusia senantiasa selalu bersyukur kepadaNya.

  6. saya suka kalimat yang terakhir

    Setiap manusia akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Dan tak seorang pun yang akan terlepas dari pengadilanNya kelak.

    — — —
    *Alhamdulillah…

  7. Terimakasih atas artikelnya yang bermanfaat

    — — —
    *mari kita jadikan itu semua sebagai sebuah pelajaran agar kita lebih berhati-hati
    Terima kasih bang…

  8. Lho bukannya niat itu selalu baik ya pak? minimal baik menurut diri sendiri. bahkan maling aja tetep niatnya baik untuk diri sendiri. tetapi yang menilai baik ndak baik kan juga ada orang lain dan tentu saja Tuhan juga….

    — — —
    *Baik atau tidak menurut pandangan manusia, maka dari itu tulisan ini saya tutup dengan kalimat seperti yang ada dalam posting…

  9. Tsa’labah minta didoakan Rasulullah agar kaya, tapi tsa’labah tidak akan tahu setelah kaya dia akan menjadi lebih baik atau tidak. Saya seringkali dimintai teman-teman do’a ketika ada tes pns, agar mereka diterima jadi pns, padahal mereka tidak tahu bila jadi pns bisa lebih baik atau tidak. Mintalah do’a yang bernilai kebaikan akhirat. Ma’af komentnya melenceng dari postingan, tapi kelihatannya masih berhubungan koq.

    — — —
    *Tapi betul juga sih, kita seharusnya berdoa untuk kebaikan di dunia dan akhirat. Tentunya kebaikan menurut yang ditentukan oleh Allah.

  10. btw: bisakah kita tukeran link? link blog ini sudah sy pasang lho 🙂

    — — —
    *Insya Allah, kita berharap yang terbaik akan semua karunia Allah.
    Btw, link sudah dipasang…

  11. semoga tsalabah-tsalabah indonesia membaca tulisan ini… semoga ambisi dan keserakahan membinasakan mereka… salam sukses…

    sedj

    — — —
    *Amiin…

  12. salam sobat
    trims pencerahan ini mas,,
    memang kita akan mempertanggungjawabkannya di hadapan ALLAH SWT,
    makanya kita beristiqomah dengan niat yang baik.

    — — —
    *Terima kasih mbak….
    salam hangat selalu.

  13. Tsa’labah sebenarnya lebih tepat disebut seorang ‘abid, seorang yang tekun beribadah, bukan alim, saat ia belum dianugerahi kekayaan berlimpah. Orang ‘alim lebih tinggi daripada orang ‘abid. Karena itulah, Tsa’labah pun mudah berubah saat diberi anugerah dari Allah.

    — — —
    *sepertinya memang begitu, makasih koreksinya bang…

  14. Ada sesuatu di balik kejadian yang dialami sekarang. Maka doa yang paling bagus adalah meminta kepada Allah agar senantiasa diselamatkan Dunia dan Akhirat

    — — —
    *benar bang Mandor. Sebelum ditutup biasanya orang berdoa untuk keselamatan dunia dan akhirat

  15. memang hidup itu bagaikan roda yg berputar kadang berrada diatas kadang berada dibawah . . .
    begitulah hidup
    untuk menjaga kita selalu berada diatas qta harus sllu berdoa kepada allah dan meminta keridoannya…

    — — —
    *ya, jangan sampai lupa dan terlena ketika lagi berada di atas

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s