Lidah Tidak Bertulang

Sebuah hadits mengatakan : “Barang siapa banyak bicaranya maka banyaklah kesalahannya, dan orang yang banyak salahnya berarti banyak dosanya sehingga nerakalah sebaik-baik tempat bagi mereka.”

Hadits di atas menunjukkan bahwa banyak bicara itu akan menyebabkan kesalahan-kesalahan yang sebenarnya tidak kita sadari. Memang tidak ada salahnya kalau kita berbicara. Akan tetapi kalau berlebihan, itu termasuk yang tercela. Bisa jadi di dalam pembicaraan atau ucapan yang keluar dari mulut kita akan turut segala sesuatu yang tidak membawa manfaat sedangkan kita terus saja asyik dengan pembicaraan.


Ucapan kotor dan tidak baik, fitnah, dusta, mengumpat, penghinaan, gunjingan, cemooh dan lain-lain bisa saja membahayakan diri kita maupun orang lain. Seperti dalam sebuah lagu Wali Band yang mengatakan “emang dasar, kamu b*j****n”. Contoh tersebut hanyalah satu  dari bentuk ucapan yang berlebihan atau tak senonoh. Padahal jika kita mengetahui, masih banyak ucapan lain yang sia-sia dan tak terhitung jumlahnya.

Ucapan-ucapan yang keluar dari mulut kita ini tidak lebih adalah karena  lidah kita yang tidak mau diajak diam. Pantaslah kiranya jika ada ungkapan bahwa lidah tak bertulang, sebab ia bisa mengatakan hal yang baik sekaligus hal yang buruk bahkan mampu memutarbalikkan kenyataan alias luwes. Membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar.

Walaupun bentuknya kecil namun ia bisa menyombongkan hal-hal yang besar dan dapat menimbulkan bahaya yang tak kalah besar pula. Karena itulah agama Islam memuji dan mengajak untuk bertindak diam sebagaimana Nabi Muhammad Saw bersabda :

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat maka hendaklah ia berkata yang baik atau ia diam”. (HR. Bukhari-Muslim ).

Dari hadits tersebut terlihat betapa utamanya berbuat diam. Kalau pun harus berkata-kata, tentu akan lebih bermakna bicara dengan sesuatu yang mengandung arti atau manfaat. Dengan bertindak diam, insya Allah akan terhindarlah kita dari kesalahan yang bisa diperbuat oleh lidah dan akan terhindar pula kita dari catatan buruk malaikat.

Allah Swt berfirman : “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat yang selalu hadir”. (QS. Qaf : 18).

Beruntunglah mereka yang lebih suka diam ketika bersama sekumpulan orang. Sebab semakin banyak orang berkumpul semakin banyak pula pembicaraan. Lebih-lebih jika pembicaraan itu sudah melebar kepada hal-hal yang jelas-jelas tidak membawa manfaat.

Rasulullah pun bersabda : “Sesungguhnya seseorang yang sekedar bicara satu kalimat saja ia menganggapnya tidak mengundang resiko macam-macam. Tetapi sebenarnya itu dapat juga menggelincirkan ke dalam neraka selama tujuh puluh tahun”. (HR. Tirmidzi).

Bicara sekedar satu kalimat saja yang kita anggap tidak beresiko ternyata bisa menggelincirkan kita ke neraka selama tujuh puluh tahun. Apalagi jika kita berbicara panjang lebar seakan tiada habisnya tentu saja akan lebih dikhawatirkan resikonya. Bayangkan, berapa puluh tahunkah kita akan mendekam di neraka?

Memang, tidaklah mudah bagi kita untuk bertindak diam begitu saja. Seseorang yang banyak bicara tentu akan sukar menahan lidahnya untuk tidak berkata. Namun sebisa mungkin kita usahakan menahan lidah kita supaya tidak berlebihan dalam ucapan. Jadi kita harus dapat mengendalikan setiap perkataan yang keluar dari mulut kita. Jika kita sanggup mengendalikannya maka sudah pasti kita tidak akan terjerumus ke dalam pembicaraan yang tidak bermanfaat, insya Allah.

“Berbahagialah orang-orang yang menahan kelebihan lidahnya dan membelanjakan hartanya”. (HR. Baihaqi).

Bahkan nabi Isa a.s juga pernah bersabda : “Ibadah itu ada sepuluh bagian, sembilan bagian daripadanya ada pada diam sebagian lagi ada pada hati manusia”.

Kita mengetahui bersama bahwa manusia hidup di dunia menebarkan benih-benih kebaikan dan keburukan yang dapat ditimbulkan oleh ucapannya (lisan). Oleh sebab itu barang siapa menanam kebaikan berupa ucapan (lisan) yang baik, ia akan memetik kebaikan daripadanya, demikian pula sebaliknya. Maka peliharalah lidah kita dengan perkataan dan ucapan yang baik dan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Semoga Allah Swt melindungi kita dari perkataan yang tidak baik.

Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menggurui, tak lebih dari sekedar mengingatkan saja bagi diri saya dan kita semua. Bukankah Allah telah memperingatkan kita untuk saling mengingatkan dengan kebenaran dan kesabaran (Q.S Al Ashr : 3).

Setiap manusia sudah pasti akan mempertanggung jawabkan perkataan (lisan), dan amal perbuatannya masing-masing di hadapanNya. Semoga menjadi bahan renungan dan pelajaran bagi kita semua untuk lebih introspeksi diri.

Iklan

20 thoughts on “Lidah Tidak Bertulang

  1. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Postingan dalam blog dan komentar juga manifestasi lidah. maka berhati-hatilah

    — — —
    *itulah, sebuah perkataan bisa menyakiti orang seumur hidupnya

  2. betul sekali , diam adalah emas,tapi berkata benar adalah berlian.

    “sampaikanlah walau hanya satu ayat”

    salam 😀

    — — —
    *ya, saling mengingatkan diantara kita

  3. Makanya dosa terbesar itu berasal dari lidah 🙂

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

    — — —
    *jika memang demikian perlu diimbangi dengan perbuatan baik

  4. saya percaya ini bukan menggurui… saling mengingatkan dalam kebaikan insya Allah dicatat sepuluh kali kebaikan untuk…….. Terima kasih sudah saling mengingatkan, itulah gunanya saudara seiman sob…

    Salam sahabat dari Balikpapan. Lama tidak mengunjungi rumah sahabat…

    — — —
    *Terima kasih banyak sahabat…
    salam sukses selalu

  5. Dalam blog saya juga ada postingan yang sejenis dengan judul “bicara kata”, lidah yang tiada bertulang bisa mengeluarkan kata yang bisa menyakiti orang lain, tapi kadang juga timbul kata-kata yang berhikmah.

    — — —
    *itulah pak, tergantung manusianya apakah akan berkata2 yang berhikmah ataukah sebaliknya

  6. Meskipun diam itu emas, tapi menurut saya masih lebih baik selalu belajar untuk berbicara. Karena bicara benar dan berbicara dengan benar itu susah dan perlu diolah.

    — — —
    *benar, diam lebih baik daripada berbicara jahat, namun bicara baik dan benar akan bernilai lebih daripada sekedar diam.

  7. betul sekali bro
    lidah memang tak bertulang
    karena itu mohon maaf atas segala salah dan dosa yg pernah ada
    terimakasih atas pertemanan dan inspirasinya selama ini
    dengan tidak mengurangi rasa hormat
    ijinkan saya untuk pamit dalam jangka waktu yg belum pasti
    semoga kita senantiasa diberikan rahmat dan karuniaNya
    dan semoga kelak kita berjumpa lagi, amin…

    — — —
    *sama2, semoga cepat kembali ngeblog seperti biasa

  8. selamat pagi.

    superrr sekali.

    tetap memegang prinsip talk less do more 😉

    terima kasih dan mohon maaf 😮

    — — —
    *ya, terima kasih banyak…

  9. bahwa teko sebagus apapun kalau isinya air sabun, ya pasti akan mengeluarkan air sabun. Kalau kendi sedekil apapun kalau isinya air yang meyegarkan ya pasti akan mengeluarkan air yang menyegarkan.

    — — —
    *benar, tinggal kita pilih yang mana, air yang bagus atau air yang tidak bagus

  10. Kalau bertulang yah repot mas :lol:,

    Jangan sepelekan lidah yang tidak bertulang, bahkan ia lebih tajam dari sebilah pedang dan lebih berbahaya dari bara api.

    — — —
    *banyak orang merasa terluka hanya karena satu kata yang terucap

  11. Ping-balik: Lidah Tidak Bertulang | halamanputih.wordpress.com | Ahmad Royyan

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s