Lunasi Utangmu

Utang adalah suatu kewajiban yang harus dibayar. Seseorang yang punya hutang diwajibkan untuk melunasinya sebagaimana jumlah yang telah ditentukan dan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan pula.

Terkadang banyak orang berutang, terutama uang tanpa berpikir panjang apakah akan mampu untuk melunasinya atau tidak. Lha, namanya juga butuh dan keadaan sangat memaksa tentu itu tak sempat terpikirkan. Tetapi jika di tengah jalan tak mampu melunasinya, pasti akan repot juga akibatnya. Bahkan ada yang sampai didatangi oleh petugas khusus penagih utang bertampang seram dan sangar karena berhutang pada sebuah lembaga keuangan tertentu,

Berhutang memang mudah pada awalnya, tapi kenyataannya tidaklah demikian. Situasi dan kondisi kadang berubah pada saat  yang tak terduga. Hal itu mungkin menyebabkan proses pembayaran utang jadi tersendat. Para pengusaha besar sekelas konglomerat pun tak sedikit yang terjerat utang sehingga berdampak buruk pada diri dan usahanya.

Akan sangat beruntung kalau utang dapat ditangguhkan pembayarannya bahkan mungkin dianggap lunas oleh si pemberi utang. Jika sudah demikian maka hal itu sungguh merupakan sesuatu yang luar biasa. Ada sementara orang yang berpendapat agar sebaiknya menghindari utang jika tidak sangat terpaksa. Jangan menganggap enteng utang sekecil apapun.

Utang yang tak segera dilunasi pada waktu yang telah ditentukan pasti akan menyebabkan orang lain tak percaya lagi. Apalagi bila sampai terjadi berulang kali, sementara utang yang terdahulu masih belum beres. Kecuali rentenir, justru sangat senang bila utang seseorang padanya semakin banyak dan semakin besar, karena akan membuatnya meraup untung besar pula.

Kalau kita perhatikan, utang itu banyak macamnya. Tak hanya berujud materi atau uang belaka. Misalnya utang budi atau utang kebaikan, utang makanan, utang barang dan utang lainnya. Pembayaran bisa dengan sesuatu yang sama saat menerima utang atau dibayar dengan uang, tergantung kesepakatan kedua pihak.

Lalu bagaimana halnya dengan utang puasa?

Apalagi utang puasa yang terhitung utang kepada Allah. Utang puasa tanggung jawabnya hanya kepada Allah dan itu lebih berat. Wajib bagi kita untuk membayarnya karena puasa merupakan perintah bagi setiap orang yang beriman. Sebagaimana yang telah difirmankanNya di dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183.

Sebelum Ramadhan tiba alangkah baiknya jika utang puasa tahun lalu segera diberesi sehingga saat memasuki bulan Ramadhan tak ada lagi ganjalan yang berarti. Tak perlu menunggu utang puasa terakumulasi hingga beberapa tahun. Bukankah membayar utang puasa sedikit demi sedikit jauh lebih ringan daripada borongan menjelang Bulan Ramadhan ini?. Mengapa tak dimanfaatkan dengan baik untuk menyempatkan diri membayar utang puasa. Rentang waktu sedemikian panjang dari Bulan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya.

Marhaban Yaa Ramadhan.

Mari kita bersihkan diri dan sucikan hati memasuki bulan yang mulia, penuh barokah dan ampunan dari Allah SWT

Mohon maaf lahir dan batin.

Iklan

19 thoughts on “Lunasi Utangmu

  1. Bagusnya tahun lalu tidak ada utang puasa, pun demikian dengan utang lainnya, semoga saja kita tidak menjadi orang yang takabur karena tidak punya utang 😦

    — — —
    *tak punya hutang bersyukur

  2. Saya paling nggak tenang kalo punya utang, apalagi yang diutangin itu sedang membutuhkannya dan belum dibayar..:)

    — — —
    *ya, kasihan mestinya dia bisa tunaikan keperluannya kalau utang kita lunasi

  3. setuju… perlu dibuat kajian tentang utang..
    soalnya sekarang tradisi berhutang makin merajalela
    pola hidup telah menjadi sangat konsumtip
    beli sesuatu semua pake jalan utang… memalukan…
    spesial buat Halaman Putih dan Keluarga..
    kami menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan
    semoga kita semua menjadi hambaNya yang bertaqwa, amin..
    sukses untukmu selalu, Sahabat..
    tetap semangat..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

    — — —
    *semoga Allah meridhoi kita semua

  4. Marhaban Yaa Ramadahn,
    Selamat menjalankan Ibadah Puasa
    Semoga Amal Ibadah Kita diterima oleh Alloh SWT,

    dan .. memang alangkah lebih baik jika tidak berhutang,
    kalaupun harus berhutang, harus diniatkan dengan kuat untuk melunasinya.

    — — —
    *saya kira memang begitu pak…

  5. Kecubung indah di kalimantan,Cantik di sanding dengan berlian ,,berhubung hari menjelang ramadhan ,salah dan khilaf
    mohon di ma’afkan ,,
    Marhaban Ya Ramadhan ,,,

    — — —
    *maaf memaafkan, semoga Allah mengampuni dosa2 kita

  6. selamat pagi

    syukurlah saya gak punya utang2 puasa kemarin.

    btw, ada 2 utang yg susah bayarnya,
    utang ke Allah dan orang tua. 😦
    terima kasih dan mohon maaf 😮

    — — —
    *utang adalah kewajiban bagi kita untuk melunasinya
    syukur kalau tak punya utang

  7. maaf lahir batin…
    bicara hutang, jadi terbayang tumpukan hutang saya, semoga sempat terlunasi semua janji sebelum dipanggil nanti 🙂

    — — —
    *diusahakan mas, semoga terlunasi

  8. Saya punya utang komen di blog ini, makanya segera saya lunasi.. 🙂
    Selamat menunaikan ibadah puasa kawan…

    — — —
    *sekarang dah lunas…

  9. Mampir untuk mengucap, “Selamat berpuasa, semoga ibadah shaum dapat kita jalankan dengan khusuk”

    — — —
    *terima kasih, semoga Allah menerima amal ibadah kita

  10. Alhamdulillah tahun lalu gak utang. Tapi kalau dulu2 ya banyak buanget. Setidaknya kita selalu berusaha memperbaiki diri.
    Selamat berpuasa.

    — — —
    *ya, senantiasa kita perbaiki diri agar lebih meningkat, lebih baik dari waktu ke waktu

  11. Buat Halaman Putih dan Keluarga
    selamat menunaikan ibadah puasa,
    semoga ibadah kita diterima Allah…
    mohon maaf bila ada salah dan khilaf

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

    — — —
    *Terima kasih mas, semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan kita

  12. selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa.. 🙂

    sebelum ramadhan datangs seharusnya semua hutang puasa suda lunasi.

    — — —
    *lebih baik memang begitu

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s