Bau Mulut Orang Berpuasa

Pada bulan Ramadhan ini banyak orang mengeluhkan aroma yang keluar dari mulutnya. Sepanjang yang kita ketahui cara untuk menghilangkan bau mulut tersebut adalah dengan cara bersiwak atau menggosok gigi. Memang kebiasaan tersebut sering kita lakukan sehabis makan untuk menyikat gigi dengan tujuan menghilangkan sisa makanan yang masih ada di mulut maupun sela-sela gigi. Di samping itu juga untuk menghilangkan bau yang tak sedap dari mulut kita.

Menyikat gigi ketika berpuasa tidak ada larangan bahkan tidak membatalkan puasa. Ini diperkuat dengan hadits yang disampaikan oleh Amir bin Rabi’ah yang disebutkan dalam kitab-kitab sunan, ia mengatakan, “Aku melihat Rasulullah berkali-kali menggunakan siwak ketika beliau sedang berpuasa”

Ia tidak membedakan apa yang dilihatnya, apakah sebelum tergelincirnya matahari atau setelahnya, ia menyebutkannya secara global. Biasanya yang dilihatnya itu adalah setelah tergelincirnya matahari, karena shalat siang hari semuanya setelah matahari tergelincir. Sedangkan siwak sangat dianjurkan dilakukan sebelum shalat.

Pada hari-hari biasa, menyikat gigi juga sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW terlebih ketika akan melaksanakan shalat. Namun itu bukan merupakan sebuah kewajiban karena Rasulullah SAW tidak ingin membebani umatnya dalam hal ini. Sekiranya kita tidak merasa keberatan untuk melakukannya maka bersiwak sebelum shalat berarti sesuai dengan yang telah dikerjakan Nabi Muhammad, tidak pun juga tak apa-apa.

Sebenarnya menyikat gigi tidak menghilangkan bau mulut orang berpuasa, karena bau mulut orang yang berpuasa bukanlah berasal dari gigi atau mulutnya tetapi dari perutnya. Kosongnya lambung dari makanan menimbulkan bau yang tidak sedap. Bau ini tidak disukai oleh penciuman manusia. Meski beraroma tidak sedap atau busuk – katakanlah seperti itu – tetapi malah dicintai di sisi Allah. Jadi siwak atau menyikat gigi hanyalah untuk membersihkan mulut dan menghilangkan bau untuk sementara saja.

Masalah bau mulut atau halitosis disebabkan oleh kurangnya air liur. Ketika berpuasa, kadar air liur menurun karena tidak ada makanan yang masuk dan gerakan mengunyah. Demikian pula makanan yang kita konsumsi pada waktu sahur berpengaruh terhadap bau mulut di sepanjang hari puasa. Kemungkinan lain ialah adanya gigi berlubang, karang gigi menumpuk, bisa juga karena penyakit tertentu seperti maag, THT dll.

Dr. Samuel Oentoro, MS. dari Klinik Nutrifit mengatakan meski badan dalam keadaan sehat dan bugar, gangguan sosial kerap dialami oleh orang yang sedang berpuasa, yaitu bau mulut. Hal ini dimungkinkan karena sejak batas imsak saat menjelang subuh hingga berbuka ketika maghrib, lambung dalam keadaan kosong.

Dr. Rosa dari Klinik Prorevital, Jakarta pun menyampaikan bahwa keadaan lambung kosong serta hawanya yang keluar lewat mulut menimbulkan bau tak sedap. Terlebih bila orang itu mengalami sakit maag. Bau yang keluar akan lebih menyengat. “Sebenarnya dalam keadaan normal saja mulut kita penuh dengan bakteri. Bakteri-bakteri itulah yang menyebabkan bau mulut. Mulut menjadi tidak bau karena terbilas oleh air dan makanan ketika kita tidak berpuasa. Mengonsumsi terlalu banyak makan yang beraroma seperti bawang putih pun mengakibatkan bau mulut,” tutur Dr. Rosa.

Salah satu cara untuk menghilangkan bau mulut adalah berkumur dengan cairan pencuci mulut (obat kumur). Cairan ini biasanya mengandung alkohol untuk mensterilkan bakteri, pewarna, rasa dan bahan lain sebagai anti bakteri. Bahan anti bakteri yang sering digunakan adalah clorhexidine 0,2%. Di apotik dan toko obat, obat untuk berkumur ini banyak dijual secara bebas dengan berbagai merek.

Selain cara di atas, ada beberapa jenis tanaman yang cocok untuk mengatasi bau mulut dan bau badan. Tanaman itu mengandung bahan aktif berbau segar dan bermanfaat mematikan atau mengendalikan pertumbuhan bakteri serta memberikan bau harum bagi tubuh.

Menurut Hj. Sarah Kriswanti S., herbalis asal Bandung, Jawa Barat, tanaman-tanaman yang sering digunakan adalah adas, kapulaga, pegagan, melati, sirih, jeruk nipis, dan kunyit. Resepnya ada yang dibuat untuk diminum, ada juga yang cukup digunakan sebagai obat kumur saja.

Jika berbagai cara sudah kita tempuh namun bau mulut tetap saja tak bisa hilang maka tak perlu kita berkecil hati. Sebab hal itu justru menjadi sebuah keutamaan dan keistimewaan bagi orang yang berpuasa yang belum pernah diberikan kepada umat terdahulu, sesuai sabda Rasulullah : “……Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut (khuluf) orang-orang yang berpuasa bagi Allah adalah lebih baik dari aroma minyak misk (kesturi).- HR. Bukhori

Kita tahu bahwa bau minyak misk atau kesturi sangat wangi dan sering dipakai kaum muslim ketika akan melaksanakan shalat atau pergi ke masjid, pengajian dsb. Sedangkan bau busuk yang keluar dari mulut orang berpuasa adalah bau yang dibenci manusia, namun ia lebih wangi dari misk di sisi Allah. Ia terlahir dari sebuah ketaatan kepada Allah. Apa saja yang timbul dari ibadah dan ketaatan kepadaNya tentu akan dicintai pula olehNya dan pasti diberikan pahala sebagai gantinya.

Bau mulut ini pun menjadi salah satu dari lima keistimewaan yang belum pernah diberikan kepada umat terdahulu. Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah  bersabda :
“Umatku talah dikaruniakan dengan lima perkara yang istimewa yang belum pernah diberikan kepada siapapun sebelum mereka. Bau mulut orang yang sedang berpuasa adalah lebih harum di sisi Allah daripada bau harumnya kasturi. Ikan-ikan di lautan memohon istighfar(ampunan) kepada mereka sampai mereka berbuka puasa. Allah mempersiapkan dan menghiasi surga yang khas setiap hari dan kemudian berfirman kepadanya : “Masanya telah hampir tiba bilamana hamba-hambaKu yang taat akan meninggalkan segala halangan-halangan yang besar (di dunia) dan akan mendatangimu. Pada bulan ini syaitan-syaitan yang terkutuk dibelenggu supaya tidak menjerumuskan mereka kepada perbuatan maksiat yang biasa mereka lakukan pada bulan-bulan selain Ramadhan. Pada malam terakhir bulan Ramadhan (orang-orang yang berpuasa ) akan diampuni. Maka sahabat-sahabat Rasulullah SAW pun bertanya : “Wahai Pesuruh Allah adakah itu malam Lailatul Qadr?” Dijawab oleh Rasulullah SAW “Tidak tetapi selayaknyalah seorang yang beramal itu diberi balasan setelah menyempurnakan tugasnya”. (Dari berbagai sumber)

29 thoughts on “Bau Mulut Orang Berpuasa

  1. Pengetahuan saya tentang hal ini bertambah lagi nih. Terima kasih pak atas informasinya. Yang pasti, meskipun mungkin mulut terasa bau selama berpuasa, tetapi keinginan untuk tetap meningkatkan ibadah di bulan ini tidak boleh kendur.

    — — —
    *tetaplah bersemangat

  2. Beberapa tahun yang lalu, jika puasa bau mulut menyengat, ternyata berasal dari sakit mag yang cukup akut. Sekarang masih tetap bau, tetapi ya kadang cuek saja.

    — — —
    *itu salah satu penyebab diantara sekian penyebab bau mulut pak, sakit maag

  3. selamat pagi

    lumayan panjang juga nih.
    tapi saya baca semua lho😉

    emang bau mulut waktu puasa itu katanya wangi di sisi Allah.

    tapi kalo gak nyaman dengan mulut sendiri,
    gosok gigi juga bukan masalah berarti bukan..

    terima kasih dan mohon maaf😮

    — — —
    *gosok gigi memang diperbolehkan tapi mesti berhati-hati

  4. met pagi….
    semoga kita bisa menjalankan ibadah puasa tidak hanya mendapat lapar dan haus saja.
    amiin….
    salam

    — — —
    *rugi kalau hanya lapar dan haus saja yang didapat

  5. Assalaamu’alaikum

    Alhamdulillah… itulah barakah yang Allah kurniakan kepada kita.
    Mudahan kita dalam kalangan hamba yang selalu redha dengan ujian Allah.

    Selamat berpuasa sahabat Halaman Putih.
    Salam mesra selalu.

    *terima kasih banyak

  6. Kalau saya kadang suka jaga jarak kalau berbicara dengan teman waktu puasa. Takut mereka merasakan sesuatu yang tidak nyaman yang berasal dari mulut saya🙂

    — — —
    *ya kita menerapkan tengang rasa dari situ

  7. Meski aromanya lebih baik dari minyak misk aku berharap jangan terlalu di sebar-sebarkan aromanya karena aku sendiri juga masih punya stock banyak😆
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    — — —
    *naaa, stock jangan dihambur-hamburkan, untuk sangu lebaran nanti

  8. This is the perfect post and may be one that needs to be followed up to see what goes on

    A pal mailed this link the other day and I am desperately waiting your next piece of writing. Continue on the excellent work.

  9. emang kadang-kadang ada yang seperti itu..
    apalagi kalau orang itu gak tahu kenyataan yang sebenarnya (kalo mulutnya bau hehe)..
    saya sering mengalami itu ketika berbicara dengan orang yang berpuasa..
    kalo temen ya saya kasih tw, kalo gak kenal paling cuma jaga jarak aja..
    salam kenal aja mas bro..

  10. Gigi putih sehat terawat adalah dambaan semua manusia tentunya……saya ingin selalu gigi saya terlihat putih bersih.

    Tetapi bagaimana menghilangkan karang gigi pada bagian dalam gigi….dan itu sangat mengganggu sekali buat saya. padahal saya rajin sekali sikat gigi dan setelah makan selalu sikat gigi. karena saya tidak mau gigi saya berlubang. thankz sudah berbagi informasi salam kenal.

    Bali Villa Bali Villas Bali Property

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s