Cuti Berkepanjangan?

Ternyata banyak kejadian mengiringi pendidikan dan latihan (diklat) yang saya laksanakan dari tanggal 26 Oktober hingga 9 Nopember 2010. Meletusnya Gunung Merapi membuat suasana diklat menjadi sedikit terganggu. Meskipun tidak terkena dampak secara langsung dari erupsinya, namun abu vulkaniknya yang menyebar hingga radius puluhan kilometer, bahkan sampai Jawa Barat membuat ruangan menjadi kotor dan kondisi udara pun rawan. Bahkan erupsi yang berulang dari Gunung Merapi ini menimbulkan suasana diklat menjadi agak berbeda dari biasanya.

Dalam suasana diklat yang dikarantina itu, berita dan informasi hanya sesekali sempat saya ikuti. Itu pun disela-sela waktu istirahat yang sangat minim. Info hanya kami peroleh dari televisi karena media cetak tidak tersedia. Bagaimanapun juga, kami para peserta diklat harus tetap konsentrasi secara utuh untuk menerima materi pelajaran sampai tuntas dalam guyuran hujan abu vulkanik Merapi.

Menjelang penutupan diklat, tiba-tiba saja ada berita yang mengabarkan bahwa ibu mertuaku meninggal dunia. Sebelumnya beliau memang sudah sakit dan opname. Hari itu tinggal upacara penutupan saja yang harus saya ikuti. Tak sampai satu jam upacara penutupan diklat pun selesai dilaksanakan, aku pun langsung berkemas dan meluncur sehingga masih sempat mengikuti upacara pemakaman beliau.

Ya, berbagai kendala mengiringi aktivitas saat itu, namun konsentrasi tetap harus utuh sehingga semua dapat kulaksanakan dengan baik dan lancar. Meski semua sudah selesai, namun keadaan belumlah berjalan normal kembali. Pekerjaan yang menumpuk selama kurang lebih 2 minggu memerlukan waktu dan proses penyelesaian tersendiri.

Hal itu masih diselingi dengan datangnya hari Sabtu dan Minggu plus Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1431 H sehingga praktis kantor pun libur. Pekerjaan yang seharusnya bisa selesai menjadi tertunda. Namun saya yakin, bahwa ada satu saat dimana sesuatu yang tertunda itu akan beres dan dapat diselesaikan sehingga keadaan pun menjadi normal seperti semula.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini saya bisa menyajikan posting secara rutin dan kembali mengunjungi rekan-rekan yang ada di dunia maya, di jagad blog khususnya. Karena bagaimanapun juga, dunia blog tetap bikin kangen dan ngangenin.

Jadi, meski cuti sudah selesai dan tak ada perpanjangan waktu, tetap saja cuti jadi serasa berkepanjangan deh. Sesuai dengan situasi dan kondisi, kira-kira seperti itulah saudara-saudara.

Sebelumnya maaf, kalau saya benar-benar tidak sempat berkunjung ke blognya rekan-rekan, baik untuk kasih komen ataukah hanya sekedar menyambangi saja. Namun, kini saya siap kembali nge-blog, menjelajah dunianya para blogger, dunia kita semua.

13 thoughts on “Cuti Berkepanjangan?

  1. turut berduka cita pak…semoga arwah beliau mendapat tempat yg layak di sisiNya, dan diberi ketabahan bagi keluarga yg ditinggalkan…

    dan selamat kembali ke dunia maya lg….salam kenal pak..

  2. Turut berduka cita mas .. Semoga Segala amal ibadah dan kebaikan beliau bisa di terima oleh Allah SWT. Amin.

    dan yang di tinggalkan bisa bertabah …

    Salam hormat dari Kalimantan Tengah.

  3. Assalaamu’alaikum sahabat…

    Turut berdukacita atas ujian yang menimpa keluarga sahabat di sana. semoga roh almarhumah dimuliakan Allah pada sisi-Nya.

    diharap segala urusan yang belum beres dapat diselesaikan dan dimudah Allah. menanti kembalinya sahabat untuk mewarnai semula dunia maya bagi berkongsi ilmu.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.😀

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s