Mari Satukan Kepedulian

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karuniaNya kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan menjalankan aktivitas hingga sekarang ini.

Saudara-saudaraku sekalian,

Di era globalisasi seperti sekarang ini, kita menghadapi berbagai persoalan serius yang datang dari luar maupun dari dalam negeri kita sendiri. Keterbukaan informasi, perdagangan bebas, pemanasan global, perkembangan teknologi bahkan ancaman yang dapat menggoyahkan keutuhan wilayah negara kita. Itu semua merupakan beberapa persoalan dari sekian banyak persoalan lain yang mesti kita hadapi.

Sebagai  bangsa yang berdaulat dan bersatu, kita perlu aktif, bersama-sama, menyatukan diri, saling komunikasi untuk menciptakan strategi sehingga apapun persoalan yang datang mampu kita atasi dengan baik dan terarah dengan persatuan dan kesatuan.

Sebagai bangsa yang mempunyai harkat dan martabat yang tinggi, sudah selayaknya kalau kita berdiri sejajar dengan bangsa lain, baik dalam mengisi pembangunan maupun dalam meningkatkan kualiotas diri kita. Kita jangan mau ketinggalan dan tidak boleh ketinggalan jika tidak ingin dipandang sebelah mata oleh negara tetangga ataupun negara-negara lainnya.

Saudara-saudara sebangsa setanah air,

Di samping hal tersebut di atas, kita juga tidak boleh lupa bahwa negeri kita saat ini sedang dilanda musibah yang datang silih berganti. Banjir bandang di Wasior, Tsunami di Mentawai dan juga bencana Merapi di wilayah DIY juga membutuhkan perhatian dan penanganan yang sampai saat ini masih belum tuntas.

Sementara itu, di beberapa daerah lainnya, gunung api yang masih aktif pun sedang menunjukkan gejolaknya. Kita semua perlu waspada dan jangan sampai lengah, karena resiko yang dapat terjadi adalah sama sehingga ini pun membutuhkan perhatian yang serius dan seksama.

Kita sebagai warga masyarakat, sebagai sesama umat manusia jangan hanya berdiam diri saja. Apalagi asyik menikmati dari siaran-siaran di televisi bagaimana penderitaan dan sampai sejauhmana bencana telah menimbulkan korban. Tengoklah kejadian yang menimpa saudara-saudara kita di tempat terjadinya bencana itu dengan empati dan rasa peduli.

Seharusnya kita tahu bahwa mereka membutuhkan kepedulian dari kita untuk membantu. Sungguh sangat disayangkan jika masih ada orang yang tidak mau tahu dengan musibah beruntun yang terjadi. Mari kita tunjukkan kepedulian kita sebagai sesama umat manusia dengan tindakan nyata. Misalnya dengan merelakan sebagian harta yang kita miliki berapapun jumlahnya dan apapun bentuknya, bahkan dengan do’a sekalipun.

Kita bisa melihat berbagai wujud kepedulian dari masyarakat. Dari yang membantu secara langsung atau dengan membantu dengan cara mencarikan sumbangan dari orang lain untuk kemudian disalurkan melalui pihak-pihak yang dapat menyalurkannya. Tidak sedikit dari mereka turun ke jalan, bukan sebagai pengemis, pengamen atau gelandangan yang meminta-minta hanya untuk kepentingan pribadi. Tetapi mereka ingin mengetuk hati semua orang agar mau peduli dan berbagi. Belum terlambat untuk melakukan itu semua.

Kita sebagai anggota masyarakat merupakan salah satu komponen bangsa yang seharusnya dapat turut andil baik secara langsung maupun tidak langsung membantu sesama maupun berpartisipasi di dalam pembangunan negeri kita tercinta. Oleh sebab itu kita harus aktif dan reaktif sehingga mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain daripada itu, kita juga perlu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan diri kita secara maksimal serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian kita sebagai salah satu komponen bangsa ini akan selalu siap membantu menyelesaikan persoalan yang timbul dalam berbagai bentuknya baik yang datang dari dalam maupun dari luar.

Kita juga harus mampu menjawab tantangan dari berbagai penjuru. Termasuk tantangan yang disebabkan oleh bencana alam yang tak dapat diprediksikan sebelumnya. Pancasila sebagai dasar dan pedoman bagi kita semua dalam menyatukan tekad dan kehendak dapat kita bangunkan lagi sehingga rasa persatuan dan kesatuan akan terjalin menjadi semakin erat sejalan dengan wawasan kebangsaan sebagaimana yang pernah tercetus dalam Sumpah Pemuda 1928.

Sekian

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabakaatuh.

Iklan

23 thoughts on “Mari Satukan Kepedulian

  1. (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Sudah saatnya kita menanggalkan baju kepentingan masing-masing, menyatukan langkah. Menjalin kepedulian kepada bangsa ini.

    — — —
    *benar sekali mas, karena kepentingan individu maupun golongan bisa saja memecah persatuan bangsa.

  2. salam sobat
    setuju, dengan menyatukan tekad dan kehendak kita,dapat membangun bangsa ini.
    semoga maju terus Indonesia.

    — — —
    *ya, semoga Indonesia tetap jaya

  3. Jika sudah seperti ini aku hanya mampu menarik nafas panjang. Bukannya pesimis, tetapi keadaannya ‘dibuat’ tidak mungkin oleh para pengambil keputusan.

    — — —
    *mestinya para pengambil keputusan itu bisa bertindak lebih bijaksana lagi, tak hanya memikirkan kepentingan sesaat…

  4. Itu kutipan pidato ya mas? Sukses buat pidatonya,,

    Salam Kenal

    — — —
    *betul mas…
    lagi latihan bikin pidato nih ceritanya…
    makasih atas kunjungannya, salam kenal…

  5. Bangsa ini lahir dan dibangun dengan semangat persatuan, tinggal bagaimana kita mengambil alih tongkat estafet dari para pendahulu kita, yang telah berjuang dengan segenap jiwa raga …
    Salam hangat dari Solo

    — — —
    *makasih, siap atau tidak siap kita memang harus selalu siap menerima tongkat estafet dari para pendahulu…

  6. Kepedulian kita untuk membantu sesama merupakan awal yang baik untuk semakin memperkokoh persatuan yang akhir2 ini rasanya semakin rapuh saja. Yakinlah, bahwa kepedulian ini akan membawa sejuta kebaikan yang tak disangka-sangka manfaatnya utk keutuhan bangsa ini

    — — —
    *saya rasa memang demikian, karena hal yang kelihatannya remeh seperti ini bisa membawa arti yang sangat besar bagi rakyat

  7. salam sobat
    saya juga turut peduli, untuk membantu sesama.
    semoga dengan menyatukan kepedulian kita semua,dapat meringankan beban dan dapat membantu semua yang membutuhkan.

    — — —
    *Rasanya kita semua memang harus peduli. Yang tidak peduli berarti mau hidup seenaknya sendiri untuk kepentingan sendiri meskipun merugikan orang banyak. Makasih banyak mbak…

  8. hehehe… maaf seperti penyiar radio atau presenter pake “saudara sebangsa dan setanah air” hehehe but bagus banget infonya memberikan semangat buat kita atau generasi muda agar lebih empati dan peduli terhadap nasib bangsa.

    Salam Kenal

    — — —
    *pak presiden kalau pidato juga pake “saudara sebangsa dan setanah air” kan…

  9. …memang rasa kepedulian sudah menjadi barang mahal sekarang, mahal karena harus bisa mengalahkan harga rasa egoisnya manusia.
    Tetap semangat untuk Indonesia yang lebih baik !!

    — — —
    *Untuk Indonesia yang lebih baik, rasa peduli bisa kita wujudkan dengan sikap dan dari dalam hati, peduli bukan berarti harus dengan uang

  10. semoga saja dana bantuan yang telah di niatkan untuk korban bencana tidak disalah gunakan oleh pihak2 tertentu…

    — — —
    *kalau sampai disalahgunakan juga, benar2 tak tahu diri tuh orang…

  11. perlu memandu sorak ga bang.hehe biar semangat… aku turut berdoa yah. amien…

    — — —
    *perlu pemandu penggalangan dana untuk yang tertimpa bencana mas…

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s