Rumah Bukan Sekedar Tempat Berteduh

 

Tempat tinggal atau yang sering kita sebut dengan rumah merupakan sebuah harta yang tinggi nilainya. Meskipun kecil, sederhana dan tidak terbuat dari beton pun sebuah rumah akan menjadi istana bagi yang  memilikinya. “Rumahku adalah istanaku, rumahku adalah surgaku”, demikian sebuah ungkapan mengatakan.

Orang ingin memiliki rumah dengan berbagai macam alasan yang berbeda. Ada yang ingin hidup mandiri tak menumpang pada orang tua atau mertua, ada yang ingin tinggal di rumah milik sendiri bukan mengontrak, ada yang ingin dianggap kaya dengan memiliki rumah mewah dan ada pula yang ingin menjadikan rumah sebagai tempat bisnis dengan cara dikontrakkan atau dijadikan kos-kosan.

Desain, bentuk rumah dan bahannya tentu juga berbeda tergantung selera masing-masing orang. Namun demikian faktor kemampuan keuangan juga turut mempengaruhinya. Orang yang keuangannya minim tentu akan membangun rumah yang sederhana namun lumayan, tidak kepanasan dan tidak pula kehujanan. Orang kaya bisa dipastikan membangun rumah yang mencerminkan kemampuan keuangan yang dimilikinya. Besar, mewah, desainnya bagus dan hebat, berlantai dua atau tiga dengan fasilitas yang lengkap pula.

Namun ada satu hal yang dilupakan orang. Rumah ternyata bukan hanya sekedar tempat berteduh atau cukup sebagai tempat tinggal yang dapat melindungi dari panas dan hujan saja. Lebih dari itu, fungsi sebuah rumah yang paling mendasar adalah privasi, kenyamanan dan ketenangan hati bagi yang menempatinya. Walau demikian faktor keamanan tetap diperhitungkan. Inilah sebenarnya yang sering terlupa dari pikiran orang.

Bayangkan saja seandainya ada rumah yang pintu, jendela atau atapnya masih terbuka, pasti orang merasa enggan untuk menempatinya. Meski sudah ditutup dengan sesuatu namun bila masih bersifat sementara tetap juga ada rasa tidak tenang dan tidak nyaman. Kemungkinan besar rumah tersebut masih dibiarkan kosong sembari menunggu selesainya penyempurnaan rumah. Kalau gelandangan atau mereka yang hidup di jalan tentu hal ini bukan merupakan suatu masalah.

Ada banyak pengalaman yang membuat privasi menjadi suatu fungsi mendasar dari sebuah rumah. Pengalaman saat bencana terjadi di sejumlah kota di Indonesia yang telah lalu semakin membuka mata bahwa hidup bertahan di tenda bersama orang banyak menyebabkan privasi menjadi terganggu. Biarpun merasa lebih aman dan tenang tetap saja banyak yang merasakan privasi pribadinya tak lagi utuh. Terutama bagi kaum wanita atau mereka yang sudah berkeluarga. Hidup satu tenda bersama orang banyak menjadi tidak senyaman dan setenang di rumah sendiri.

Privasi pribadi yang sering dilakukan di rumah tak bisa lagi dilakukan di tempat seperti itu dengan bebas. Orang pasti butuh ganti pakaian, berhias atau berdandan, wanita menyusui juga butuh privasi, begitu juga halnya yang suami istri sudah tak lagi bebas bermesraan, nah lho.

Hal yang paling ringan saja seperti tidur termasuk privasi pribadi juga, lebih-lebih bagi kaum wanita. Saat tidur kita sama sekali tak tahu apa yang terjadi dengan diri kita, perilaku kita dan juga pakaian kita. Barangkali ada orang yang menyaksikan kita tidur dengan kondisi yang tak sempurna misalnya mengigau, ngiler, pakaian tersingkap dll, memalukan to jadinya.

Kondisi-kondisi demikian membuat kita merasa bahwa rumah memang tidak hanya sekedar tempat berteduh dari teriknya panas matahari, guyuran air hujan dan terpaan angin. Privasi menjadi suatu pertimbangan yang utama. Rumah mewah, gedongan, lux atau terletak di kawasan elit sekalipun kalau seluruh ruangan atau kamarnya bisa terlihat dari luar maka orang yang menempatinya pasti akan terganggu privasinya. Ketika suatu saat terjadi bencana yang mengharuskan orang untuk bertahan di tenda, maka saat itu yang dibutuhkan tak hanya makanan atau pakaian tetapi privasi pribadi juga sangat dibutuhkan.

Ya, rumah memang bukan hanya sekedar tempat berteduh.

Iklan

27 thoughts on “Rumah Bukan Sekedar Tempat Berteduh

  1. rumah adalah tempat berlindung
    namun di rumah jugalah kita mendapatkan cinta dan kasih sayang
    rumah adalah tempat pendidikan yang pertama
    salam sukses..

    sedj

    — — —
    *betul banget, rumah tempat untuk mendidik putra-putri kita untuk pertama kalinya

  2. setuju !! kalo ada orang yg nggak betah di rumah, itu artinya nggak mau mengikutin sunah rosul “BAITI JANNATI”

    — — —
    *bisa jadi yang gak betah di rumah itu punya masalah dengan rumah dan seisinya

  3. salam sobat
    benar rumah bukan saja buat berteduh saja, tapi tempat berkomunikasi antar keluarga dan membuat penghuni rumah tersebut bahagia,nyaman dan tentram.

    — — —
    *itu yang utama, kalau komunikasi terjalin dengan baik pasti semua betah ada di rumah

  4. Rumah tempat bernaung dan pelindung, kmana saja pergi ya inget rumah hehehe,,,,,
    Jadi kalau ga punya rumah ya bingung ,,,,,

    — — —
    *home sick alias kangen pulang

  5. Tanpa rumah n tanpa alamat terus gmana ya pasti bingung , rumah sangat penting sekali,,,,

    — — —
    *Kalau dulu yang kasihan pak pos, karena bingung mau cari alamatnya. Sekarang pengantar paket dan biro perjalanan…

  6. Rumah adalah salah satu kebutuhan primer. Ia merupakan tempat berteduh dimana manusia didalamnya melakukan aktualisasi diri; berkomunikasi, beribadah dll…

    — — —
    *tentunya juga bersenda gurau bersama keluarga

  7. selamat pagi…!
    pagi yang cerah untuk berkunjung ketempat sahabat.
    Semoga hari ini lebih menyenangkan dari hari kemarin…

    — — —
    *insya Allah, makasih sekali…

  8. Rumah, jelas merupakan tempat dimana kita merasa nyaman dalam segala hal. Mau tidur sampai siang, mau berantakin rumah, mau guling-guling, gak perlu sungkan karena itu rumah kita.
    Tapi memang kalau namanya tidur di pengungsian beramai-ramai, tentu banyak kejadian2 yg kurang nyaman ya. Yg wanita bisa coba diatasi dengan menggunakan kain sarung u. mengikat pinggang ke bawah agar setidaknya bisa sedikit menutupi aurat..

    — — —
    *nah, hal ini memerlukan terik dan kiat tersendiri agar aman dari hal-hal yang tidak kita sadari

  9. kalo kata bapak saya, imah (rumah) = iman
    rumah memang tidak hanya untuk berteduh
    tapi dari sinilah semua bermula
    pendidikan anak2
    keharmonisan keluarga dan yang lainnya

    — — —
    *setuju, pendidikan dasar anak kita adalah ada dalam keluarga di rumah kita juga

  10. iyah bener..
    bahkan ibuku selalu berkata,seenak enaknya di rumah anak,enakan dirumah sendiri
    meski cuma gubug,bgitu bliau memperupamakan 🙂

    — — —
    *pantesan aja mbah saya juga gak mau tinggal di rumah anaknya karena merasa lebih enak di rumahnya sendiri

  11. Jadi sedih saya kalau ingat masalah rumah, soalnya saya baru pindah tugas ketempat yang baru, masih belum tau tempat tugas dimana dan akan tinggal dimana, kalau tidak ada rumah dinas yah tinggal di barak aja.

    — — —
    *konsekuensi mas… jadi bersabar aja dulu.

  12. Saya aja gak bisa tidur kalo nginep dirumah orang, kecuali bener-bener deket kenalnya. Masih lebih enak dirumah sendiri…

    — — —
    *sama pak, ternyata lebih enak tidur di rumah sendiri

  13. rumah memang bukan sembarang bangunan du dalam rumah tersimpan banyak cerita mulai dari kesedihan, kesenangan, sampai kemarahan semua sudah terekam dengan sangat baik di dalam rumah meski rumah itu biasa saja tapi memori yang ada tidak akan pernah di lupakan

    — — —
    *benar sekali, dan itu kemudian menjadi bagian dari hidup kita yang terlewati

  14. Rumah emang bukan hanya sekedar tempat berteduh semata, melainkan sebagai tempat kita mencurahkan segala gundah dan penat dalam jiwa kita. dan sebagai tempat berbagai segala hal yang kita rasakan …, 🙂

    — — —
    *bersama dengan orang2 yang kita cintai

  15. Rumah adalah pertahanan yang paling kuat dalam membendung arus negatif yang berada di sekitarnya…
    Tentunya bila didalam rumah itu tercipta hal yang kondusif seperti suasana keluarga yang kondusif dengan disertai dengan arus informasi yang berimbang…

    makanya, tidaklah heran bila kondisi itu terpenuhi banyak terlahir anak yang berpredikat ‘anak rumah’ bisa berperan disegala lingkungan..bersyukurlah bagi kita yang mempunyai orang tua yang menjadikan kita sebagai ‘anak rumah’ dengan disertai suguhan teater keluarga yang kondusif dan masuknya informasi yang berimbang…alias menjadikan rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi tempat kita untuk mempersiapkan hal yang besar dimasa depan ketika kita harus menghadapinya…

    Dari metadatanya, artikel ini 68% lebih, bisa mengubah paradigma orang yang tidak mensyukuri mempunyai rumah yang sederhana hanya karena tetangganya mempunyai rumah yang super mewah…Thank’s…

    salam kenal…

    — — —
    *makasih banget atas kunjungan dan komennya mas…
    salam kenal.

  16. setuju, tempat tinggal dapat disebut rumah jika di situ kita bisa merasa nyaman, aman, dan bebas menjadi diri sendiri 😉

    — — —
    *aman, nyaman dan menyenangkan di rumah sendiri

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s