Di Luar Kuasa Manusia

Setiap orang pasti pernah sakit, baik sakit parah maupun ringan. Setiap orang yang sakit sudah pasti mengharapkan kesembuhan. Berbagai cara ditempuh agar sakit yang diderita segera lenyap dan kesehatan kembali seperti sediakala. Obat-obatan yang diberikan dokter atau tumbuhan obat dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Walau demikian semua itu ada yang tak memberikan hasil sama sekali. Para dokter dan tabib telah mengakui bahwa ilmu pengetahuan medis yang dimiliki manusia masih sangat terbatas.

Meskipun banyak penemuan-penemuan modern, namun tak pernah ada obat yang betul-betul dapat menyembuhkan. Segala macam obat itu hanyalah sarana yang dapat menolong manusia memperbaiki dan meningkatkan pertahanan tubuh dari berbagai macam penyakit. Kesembuhan yang terjadi sesungguhnya bukanlah karena obat, melainkan semata-mata karena adanya kodrat di luar indera manusia. Itulah kekuasaan Tuhan, kekuasaan yang tiada dimiliki oleh siapapun juga.

Dapat kita lihat ketika seseorang terluka oleh pisau atau benda tajam lainnya. Apakah yang terjadi? Seketika itu juga darah mengucur untuk membersihkan bagian yang terluka itu dari kuman-kuman penyakit yang mungkin masuk ke dalam luka. Lalu darah ini membeku untuk menghentikan perdarahan yang terjadi. Setelah itu semua sel-sel penghubung di sekitar luka akan bertambah dan memperbaiki kerusakannya. Urat-urat darah kecil yang terluka segera muncul memberikan bahan-bahan untuk membangun kembali kepada sel-sel yang sibuk memperbaiki luka. Jika itu semua beres maka sembuhlah luka karena pisau tadi.

Nah, siapa yang mengatur semua ini?

Bukti lainnya juga sering kita lihat. Pada saat suatu luka yang kebetulan steril (bersih dari kuman) maka tak ada reaksi apa pun dari tubuh dan organ-organnya. Luka steril itu dianggap sebagai luka yang tak berbahaya. Namun jika dalam luka terdapat bakteri berbahaya yang masuk ke dalam tubuh, maka unsur pertahanan tubuh mulai bereaksi.

Misalnya ketika ada bakteri Streptococcus masuk, seketika itu pula unsur pertahanan tubuh cepat bertindak. Sel jaringan penghubung dari setiap sisi luka akan saling bertautan satu sama lain. Fibre halus muncul dan langsung menjadi jembatan. Mereka akan menjahit tepi-tepi luka secara alamiah dalam beberapa hari. Kalau perbaikan sudah selesai, sel-sel itu pun berhenti dengan sendirinya dan kuman atau bakteri yang masuk berhasil dibinasakan.

Sebaliknya jika terjadi infeksi akibat bakteri yang menyerang, maka sel-sel darah putih pun bangkit membentuk garis pertahanan tubuh dan bergerak sangat cepat. Sesaat sebelumnya racun akibat infeksi bakteri segera masuk ke dalam aliran darah sampai mengenai sumsum tulang. Di sini sejumlah sel darah putih yang kecil-kecil keluar dari sumsum tulang dan bergerak melalui darah menuju tempat yang terluka dan langsung mengepung bibit penyakit itu. Kalau sudah tertangkap langsung dimusnahkan dengan zat penghancur (anti toxin) yang diproduksi oleh sel-sel putih tadi.

Prinsip yang sama juga terjadi pada saat tubuh seseorang divaksinasi. Tubuh sengaja dimasuki hama yang sudah dilemahkan namun masih hidup dan menyerang organ tubuh. Sel-sel darah putih segera bergerak dan berusaha membunuhnya. Terjadilah pertempuran di dalam tubuh. Tubuh yang menjadi medan pertempuran akan menjadi sakit atau tewas kalau “tentara hama” amat kuat dan menang. Tubuh bisa menjadi demam, panas bahkan mengigil. Sebaliknya tubuh akan sembuh bahkan tak menunjukkan reaksi apa-apa kalau berakhir dengan kemenangan sel tubuh.

Dalam pertempuran tersebut ternyata telah menyebabkan banyaknya sel darah putih menjadi semakin berlipat.Tubuh yang sakit dan telah sembuh itu akhirnya menjadi kebal karena telah memiliki “senjata” berupa anti toxin yang dihasilkan sel darah putih. Contohnya vaksinasi cacar, pada orang yang belum pernah divaksinasi. Orang disuntik dengan hama penyakit cacar yang sudah dibikin lemah supaya sel darah putihnya terprogram untuk memiliki kekebalan terhadap penyakit cacar.

Nah, siapakah yang telah mengatur itu semua sehingga terjalin begitu rapi dan sistematis? Apakah itu terjadi secara kebetulan saja tanpa ada yang mengendalikannya? Apa yang dilakukan oleh seorang dokter terhadap luka tak lebih dari bersifat membasmi hama dan mungkin juga menjahitnya. Di bidang pencangkokan jantung yang dilakukan secara modern dan canggih pun tak akan berguna bila tak ada bantuan dari berjuta-juta sel hidup yang sangat kecil yang dikendalikan oleh kekuasaan di luar indera manusia yaitu kekuasaan Tuhan.

Oleh sebab itulah apabila kita sedang menderita sakit, di samping berusaha mengobati sendiri atau berobat ke dokter hendaknya kita juga tak lupa untuk selalu berdoa mohon agar dikuatkan dan diberi kesembuhan oleh-Nya. Setidaknya hati dan perasaan akan menjadi tenang dan tentram, kecemasan yang membayangi diri akan reda. Manusia atau sarana lain hanyalah sebagai perantara, karena Tuhan adalah sebenar-benarnya penyembuh dan yang menyembuhkan.

Semua itu di luar kuasa manusia. Sebenarnya manusia tak mampu berbuat apa-apa.

Iklan

31 thoughts on “Di Luar Kuasa Manusia

  1. dokter atau obat hanyalah perantara saja selebihnya adalah kuasa Allah semata yang maha berkehendak ….

    — — —
    *manusia boleh berikhtiar, selebihnya Allah yang menentukan

  2. wah ini dia hal yang paling lupa untuk di ucapkan syukur oleh manusia yaitu adalah kesehatan …. setelah sakit baru meminta kesehatan setelah sehat lupa lagi …

    — — —
    *maka dari itu mestinya kita harus selalu bersyukur, jangan sampai lupa kepadaNya

  3. Dokter yang paling mengerti soal penyakit aja bisa sakit, konon lagi kita sebagai orang biasa??
    Pokoknya ada sehat ada sakit, so terima aja lah .. 😀

    — — —
    *manusia memang tak bisa berbuat apa2 kecuali hanya sekedar berusaha

  4. Penyembuh sakit hakikatnya tetep Allah dan syariatnya manusia baik dokter atau bisa juga obat, dan semua organ tubuh juga Allah yg telah mengatur, tugas kita sebagai manusia atau khalifah menjaga kesehatan karena sudah diberikan semuanya oleh Allah.

    Salam

    — — —
    *ya, memang begitulah seharusnya

  5. salam sobat
    penyakit yg bisa sembuh karena Allah swt diluar kuasa manusia, walau separah apapun.

    — — —
    *Allah berkuasa atas segala sesuatu

  6. setiap sakit ada obatnya
    dan semua kesembuhan adalah dari Allah
    thanks pencerahannya, Kang
    salam sukses..

    sedj

    — — —
    *sehat atau sakit hakekatnya adalah Allah juga yang berkehendak

  7. Salam Takzim
    Subhannallah
    Sajian penuh hikmah yang akan saya jadikan referensi kang.
    Terima kasih sudah berkunjung, maap baru bisa hadir lagi mengisi halaman putih ini
    Salam Takzim Batavusqu

    — — —
    *makasih bang atas kunjungannya…

  8. Salam Gowes
    Habis keliling komplek dengan sepeda hadir menyapa salam kenal kang. sajiannya penuh nasehat kang, semoga humberqu mampu bersyukur kala kesehatan masih dinikmati. hehehe izin pamit lagi kang mau istirahat nih ting tong
    Salam Gowes Humberqu

    — — —
    *bersepeda merupakan salah satu kegiatan yang bisa membuat diri kita sehat, perlu konsisten dalam hal ini

  9. Kebanyakan dari kita baru sadar kalau sehat itu penting ketika sedang sakit ya mas. Btw, link blogku mohon dipun gantos ingkang punika mawon mas, soalipun ingkang wandisukoharjo.wp.com sak punika dipun banned. Matur nyuwun.

  10. kita manusia hanya bisa berencana dan berusaha… tapi Tuhan lah yang mengatur segalanya.
    terima kasih untuk postingan yang luar biasa ini, sederhana namun mampu membuat saya kembali merenung tentang diri saya sendiri.

    — — —
    *ya pak, dah saya ganti

  11. Apa setelah sekian lama nggak keliatan itu sampean sakit mas?

    — — —
    *gak juga kok pak, karena kesibukan aja bikin saya gak sempat nge-net dan mampir berkunjung ke tetangga

  12. kenapa manusia yang merupakan sosok yang tak apa2 dan melainkan sesautu yang tak punya kuasa harus selalu angkuh dan sombong terhadap sesama.

    — — —
    *mmmh… manusia tidak sepatutnya berlaku sombong di muka bumi ini

  13. Begitulah mas…saya juga dulu merasa takjub saat belajar biologi sel di SMA…
    sungguh canggih ciptaan tuhan… 🙂

    — — —
    *ya, saya masih ingat juga biologi

  14. Assalaamu’alaikum sahabat Halaman Putih…

    Tulisan mas di atas telah menimbulkan rasa keinsafan akan kekerdilan diri ini berbanding dengan kekuasaan dan keperkasaan Allah yang memiliki segalanya. Tidak ada apa yang perlu dibanggakan oleh manusia walau sekuat mana sekalipun dia bekerja untuk hidup dan menyaingi santara satu sama lain. Namun masih tetap tidak mampu menyaingi kuasa Tuhan.

    Masya Allah, sungguh hebat ciptaan Allah di alam biologi. pada anatomi manusia sendiri sudah ada tentera terpilih yang bekerja dengan penuh ketaatan membantu manusia menyembuhkan sakitnya. Subhanallah, manusia sesama manusia hanya sekadar membantu mengobat, mencari obat sebagai satu tanggungjawab yang diwajibkan sebagai memelihara nyawa dan jiwa. Semua kesembuhan ada di tangan Yang Maha Esa.

    Semoga Allah selalu merahamti kehidupan mas sekeluarga di sana.
    Salam mesra selalu dari Sarikei, Sarawak. 😀

    — — —
    *kuasa Tuhan mengalahkan segalanya

  15. Saya pernah mengobati diri sendiri dengan banyak minum madu dan olah napas. Memang perlu perenungan bahwa perlunya berdoa agar semuanya dimudahkan Allah. Saya taruh blog anda di daftar blog saya ya…

    — — —
    *ikhtiar menjadi bagian dari kewajiban kita namun semuanya kembali kepadaNya
    Boleh… link blog Anda juga sudah ada dalam daftar blog saya

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s