Koleksi Buku Yang Dipinjamkan

Di perpustakaan lazim dinamakan dengan koleksi sirkulasi, yaitu koleksi yang boleh dipinjam selama beberapa waktu oleh anggota perpustakaan sampai batas yang telah ditentukan. Biasanya koleksi ini berbentuk buku cetak. Umumnya, perpustakaan memiliki koleksi sirkulasi sampai beberapa eksemplar perjudulnya. Ini dimaksudkan agar ketersediaan koleksi selalu ada, jangan sampai perpustakaan kehabaisan stok.

Dalam menyediakan koleksi sirkulasi, perpustakaan menganut sistem perbandingan tertentu yang disesuaikan dengan seluruh total anggotanya. Satu judul buku disediakan untuk beberapa anggota, bisa 10, 15, 20, 25 eksemplar dan seterusnya. Karena tidak mungkin sebuah perpustakaan menyediakan koleksi sebanyak jumlah anggota per judul bukunya. Perpustakaan bukanlah toko buku yang bisa menyediakan buku bagi semua anggota.

Koleksi sirkulasi merupakan koleksi dengan tingkat peminjaman yang sangat tinggi. Ini berarti jumlah yang harus disediakan juga tidaklah sedikit. Disebut dengan koleksi sirkulasi karena koleksi ini tersirkulasi atau mengalami siklus perputaran setiap waktu melalui peminjaman dan pengembalian. Hari ini dipinjam besok dikembalikan atau hari ini dikembalikan besoknya sudah dipinjam lagi. Demikian seterusnya sehingga sebuah buku bisa mengalami sirkulasi peminjaman dan pengembalian dalam kurun waktu tertentu.

Sebuah perpustakaan sudah seharusnya mempunyai koleksi yang bisa dimanfaatkan oleh para pemustaka. Hal ini tentu saja sangat erat kaitannya dengan penyebaran informasi yang terkandung di dalam setiap bahan pustaka. Anggota perpustakaan diperkenankan meminjam koleksi untuk dibawa pulang sedangkan yang belum menjadi anggota hanya diperkenankan membaca di tempat saja.

Dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna jasa perpustakaan khususnya koleksi buku yang disirkulasikan, sebuah perpustakaan tak hanya memiliki koleksi satu eksemplar saja per judulnya. Apalagi bila perpustakaan sudah memiliki anggota yang sangat banyak jumlahnya. Koleksi yang hanya beberapa buah saja pasti tak cukup terutama jika koleksi tergolong favorit dan banyak digemari sehingga tingkat perputarannya pun cukup tinggi.

Pernah suatu ketika saya berbincang dengan salah seorang pengurus sebuah perpustakaan sekolah di Jogjakarta, beliaunya mengatakan bahwa , “Kalau untuk koleksi perpustakaan, satu eksemplar buku per judul saja sudah cukup”.

Jika benar demikian, lalu bagaimana dengan anggota lain yang kebetulan punya minat sama terhadap suatu judul dan bermaksud meminjamnya? Kalau jumlah yang tersedia hanya satu eksemplar saja, bukankah ini namanya menghambat penyebaran suatu informasi dalam koleksi tertentu?

Akan tetapi perkiraan saya, mungkin jumlah anggota atau jumlah yang dilayani masih sangat sedikit sehingga satu eksemplar per judul saja sudah cukup, apalagi untuk kategori sebuah perpustakaan sekolah tingkat SLTP. Kalau sekolahnya sudah tergolong maju tentu koleksi perpustakaannya juga cukup lumayan. Saya yakin, pasti Anda semua juga pernah mengalami, mau pinjam buku ternyata stoknya habis dipinjam.

Dalam Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 132 tahun 2002 Pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa : Unit Perpustakaan, dokumentasi dan informasi adalah unit kerja yang memiliki sumber daya manusia, ruangan khusus dan koleksi bahan pustaka sekurang-kurangnya terdiri dari 1.000 judul dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan jenis perpustakaan yang bersangkutan dan dikelola menurut sistem tertentu.

Bila dalam hal ini perpustakaan tidak menganut sistem perbandingan antara koleksi dan jumlah anggota maka boleh dikatakan perpustakaan belum memenuhi kebutuhan informasi pemakainya secara maksimal. Terlebih lagi untuk sebuah perpustakaan yang bonafid. Saya pernah melihat ada satu perguruan tinggi yang menyediakan satu judul buku mencapai 100 eksemplar. Hal ini menjadi wajar karena jumlah anggotanya cukup banyak dan tingkat pemakaian buku tersebut juga sangat tinggi dikarenakan menjadi salah satu literatur wajib perkuliahan.

Buku-buku semisal novel Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Harry Potter, Laskar Pelangi, Bumi Manusia, buku teknologi informasi, pengetahuan praktis, keterampilan, kesehatan, psikologi, agama Islam merupakan sejumlah buku yang paling banyak diminati oleh pemustaka. Tingkat perputaran atau sirkulasinya di perpustakaan cukup tinggi.

Banyak juga perpustakaan yang memiliki koleksi satu eksemplar saja per judulnya. Tetapi koleksi ditempatkan pada ruang khusus yang sering disebut sebagai koleksi referensi dan koleksi cadangan. Tempatnya memang sengaja dipisahkan dengan ruang koleksi sirkulasi.

Ini menunjukkan bahwa selain koleksi sirkulasi, perpustakaan sebenarnya juga memiliki koleksi sebagai cadangan. Koleksi cadangan dimaksudkan untuk menjaga ketersediaan koleksi sirkulasi yang bisa saja habis dipinjam. Koleksi cadangan ini tidak dipinjamkan, namun hanya boleh dibaca di tempat.

Oleh karena itu akan lebih baik kiranya jika perpustakaan dapat menyediakan koleksi yang disirkulasikan dalam jumlah yang cukup per judulnya terutama untuk koleksi yang tergolong favorit dan sering dipinjam. Dengan demikian kebutuhan pemustaka pun akan dapat tercukupi sesuai dengan minat mereka.

36 thoughts on “Koleksi Buku Yang Dipinjamkan

  1. Salam Takzim
    Ternyata minat membaca generasi muda masih sedikit ya oom, semoga esok lebih banyak lagi sehingga target untuk satu pembaca 4-5 buku terpenuhi
    Salam Tazkim Batavusqu

    — — —
    *ya, mudah2an saja akan mengalami peningkatan di masa mendatang

  2. Hemm.. Sama kayak di perpustakaan di daerah ku,
    tapi syukur karena peminatnya sangat banyak. perhari ribuan pengunjung pasti datang,,😀

    — — —
    *kalau dah sampai seribu pengunjung berarti lumayan bagus juga

  3. tapi saya cukup prihatin dengan rendahnya minat baca masyarakat indonesia…

    — — —
    *perlu kerja keras dari berbagai pihak agar bisa meningkat

  4. salam sobat
    minat membaca kurang
    sekarag anak2 pada suka lihat di internet daripada membaca buku di perpustakaan.

    — — —
    *benar sekali, padahal bila tak terkontrol internet justru bisa membahayakan

  5. (Maaf) izin mengamankan KELIMAX dulu. Boleh, kan?!
    Di sini malah jarang ada perpustakaan. Kalaupun ada koleksinya tidak terawat dan jarang bertambah sheingga minat mengunjungi perpustakaanpun menjadi rendah.

    — — —
    *itu merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya minat baca

  6. saya terobsesi memiliki perpustakaan
    menyalurkan minat baca yang ada sejak kecil
    atau setidaknya punya koleksi buku sendiri
    hehehe… salam sukses..

    sedj

    — — —
    *sama bang, cuma untuk merealisasikannya ternyata sulit

  7. dirumah telah ada perpustakaan sob..tp klo perpustakaan batu termasuk ke perpustakaan ga..soalnya saya koleksinya batu sih..yg bisa dipelajari..jd memang mirip perpustakaan dia..

    — — —
    *kalau macam ini namanya koleksi dalam bentuk lain, seperti perangko itu kali ya…

  8. sejujurnya saya sekarang lebih suka nyari info di internet. Kadang gak perpustakaan, tapi nongkrong di toko buku di mall sambil ngadem, hehehe… Jadi malu nih… ketahuan gak pernah ke perpustakaan

    — — —
    *hot spot area pasti yang dimanfaatkan

  9. saya lebih setuju jika juga dibuat dalam bentuk elektronik didesain seperti buku aslinya, agar buku asli tersebut awet serta bisa dijadikan bukti otentik pengarang serta penerbitnya. Perpustakaan sekarang juga harus lebih kreatif dalam hal maintenance buku, meski tidak mudah namun kita yakin dengan dukungan semua pihak pasti bisa.

    — — —
    *Ada kok yang sudah melakukan itu, tujuannya memang untuk perawatan dan pemeliharan agar isi yang terkandung dalam buku dapat diselamatkan.

  10. Wah..dengan banyaknya buku yang beredar berarti masih kurang itu buku yang dipinjamkan

    — — —
    *jika koleksi yang disediakan cukup dan habis dipinjam maka hal itu menunjukkan bahwa peminatnya lumayan banyak

  11. Neng SMPku malah mung ana kuwa-kuwi waei mas, payahok, akhire bocahe males nyilih, soale wis ora ana sing perlu disilih, wis kawaca kabeh.😆 Any solution for it?

    — — —
    *Perlu menjalin kerjasama dengan perpustakaan daerah, biasanya ada bantuan buku setiap tahun dan dibagikan gratis. Atau kalau ada minta dilayani dengan mobil perpustakaan keliling.

  12. perpustakaanku skrg adanya di internet sob, coz, smua yg kita cari semua bs didpt lwt internet…

    — — —
    *sekarang ini, selain layanan buku internet juga merupakan salah satu layanan yang ada di perpustakaan

  13. Ping-balik: “Sapa Menyapa Sahabat” « BayuPutra

  14. salam mas,
    saya salah satu orang yang sering berkunjung ke perpustakaan umum pemkab, banyak hal yang saya keluhkan terhadap prosedur yang berlaku di perpustakaan, misalnya buku referensi yang tidak boleh dipinjam, padahal buku tersebut sangat dibutuhkan, ditambah lagi pada bagian sirkulasi tidak menyediakan buku yang sama.

    — — —
    *Setahu saya, untuk koleksi jenis referensi memang tidak dipinjamkan karena jumlahnya yang memang terbatas. Kecuali kalau jumlahnya cukup banyak biasanya boleh dipinjam.

  15. sejak kecil saya suka sekali membaca, bahkan apapun yang dapat kutemui kalaupun itu berupa tulisan akan kubaca, bahkan koran bekas yang bisa dipakai tuk pembungkus lombok yang abis dibeli simbok dari pasar za pasti langsung kubuka dan kubaca apapun isinya, karena menurutku dari membacalah kita bisa melihat isi dunia 🙂

    — — —
    *pendapatmu memang benar mas, dengan membaca akan bertambah pengetahuan kita

  16. Melalui distribusi buku yang baik dan terarah, semoga terpacu minat baca yang baik, untuk meningkatkan kecerdasan siswa dll.
    SALAM hangat dari Kendari. 🙂

    — — —
    *benar sekali, berbagai pihak semestinya memperhatikan hal ini

  17. hmm…ternyata rumit juga ya untuk menentukan mana yang akan menjadi favorit dan yang tidak. akan tetapi untuk para penikmat atau hobi membaca hal itu bukan sebagai halangan juga kan untuk mencari buku yang di favoritkan..

    salam hangat

    — — —
    *kalau diperpustakaan ada semacam kuisioner bagi pemustaka untuk mengetahui minat mereka terhadap koleksi

  18. Sudah lama banget nggak ke perpustakaan, apalagi baca buku, semenjak semuanya bisa dibaca secara online.

    Buku dengan sirkulasi tinggi, jaman saya masih suka ke perpustakaan dulu, ya novel-novel terbaru, seperti Ayat-ayat Cinta sekarang kali ya. Dulu apa ya? Agatha kali yang sering saya cari…

    — — —
    *betul mbak, novel termasuk yang laris dipinjam

  19. Assalaamu’alaikum mas Muhammad Mufti…

    Perpustakaan adalah dunia ilmu yang hebat dan dipenuhi segala disiplin ilmu yang tidak mungkin kita miliki semuanya di perpustakaan peribadi kita lantaran terdapat sebahagian bukunya berharga mahal.

    Tidak semua perpustakaan dapat menyediakan banyak buku yang sama judul. Mungkin keluasan tempat dan jumlah pengunjungnya bisa menjadi faktor demikian. berbeza dengan perpustakaan besar dan penggunanya sampai ribuan orang, maka sebaiknya judul sama yang banyak paling kurang 3-5 sudah memadai terutama buku pilihan yang popular. Ini bisa meningkatkan keinginan membaca dalam kalangan peminjam buku.

    Buku adalah taman bunga yang boleh di bawa di dalam poket baju. Buku adalah guru yang tidak marah kepda kita. Membaca dan membaca selalu.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.😀

    — — —
    *mari kita pupuk minat membaca sejak usia dini, karena manfaat membaca besar bagi kehidupan kita dan generasi di masa mendatang

  20. Minat baca buku untuk generasi muda memang perlu ditingkatkan. semakin mudahnya mengakses internet untuk mencari referensi, sepertinya salah satu penyebab rendahnya minat baca buku perpustakaan.
    🙂 Salam sukses

    — — —
    *ya begitulah, internet lebih populer dalam hal ini

  21. klo ditempat kerja menone perpus-nya pki sistem online jd ga repot nyari satu persatu bukunya gt sob hehehehehehehehe……………..

    — — —
    *sistem online sebenarnya merupakan sarana untuk mengetahui ketersediaan buku dan letak buku dalam rak

  22. Saya baru tahu ternyata koleksi perpustakaan tuh minimal 1000 judul. Saya sendiri lagi mengumpulkan buku koleksi pribadi.. meskipun masih jauh dari 1000 judul..🙂

    — — —
    *harus sedikit demi sedikit mas perlu proses

  23. Di kota saya, jember, minat bacanya lumayan tinggi lho. Yang jaga pusda (perpus daerah) juga ramah2 (ngiklan, hehe)

    — — —
    *wah, kalau serem petugasnya bisa gak ada yang datang ke perpus mas…

  24. Ping-balik: Award Dariku Untuku Untukmu | vulkanisir.com

  25. Selamat dan sukses, semoga selalu dimudahkan jalannya. dan yang pasti beranjangsana serta silaturahmi merupakan pembuka pintu rejeki.

    terima kasih banyak, support dan simpati buat blog ini, Jaya dan Maju … Sukses …

    dari albahaca production, 0815 7020 271
    http://pesankaosonline.wordpress.com

    — — —
    *terima kasih mas, silaturrahmi merupakan pembuka pintu rejeki – setuju banget

  26. Meminjam buku di perpustakaan sering saya lakukan, terutama untuk buku yang tak ada di toko, namun saya perlukan.

    — — —
    *ya, tidak semua toko buku punya apa yang kita inginkan untuk keperluan literatur atau bacaan namun itu dimiliki oleh perpustakaan

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s