Mabuk Di Kelas

Ini kenangan jaman SMA dulu. Aku punya teman – sebut saja ia Adek – yang sering tidak masuk sekolah, bolos pelajaran, minum minuman keras bahkan pernah mabuk di dalam kelas saat pelajaran sedang berlangsung. Kenakalan semacam itu sepertinya sudah menjadi kebiasaan baginya. Walau demikian Adek tak pernah melakukan perbuatan yang sifatnya merugikan orang lain seperti mencuri, memeras, gangguin teman, berkelahi, merusak fasilitas sekolah dll.

Adek ini adalah teman sekelasku. Jadi sesuatu yang berkaitan dengan dirinya baik yang terjadi di dalam kelas atau di luar lingkungan sekolah sudah tak membuatku kaget lagi. Semua teman satu kelas sudah maklum akan keadaan dirinya. Hari ini masuk sekolah, besok tidak berangkat. Besok masuk kelas siangnya sudah bolos.

Satu keistimewaan Adek yang kami ketahui bersama adalah dia pintar maen gitar. Tak aneh kalau dia memilih ekstra kurikuler musik atau band yang latihannya setiap Selasa sehabis pulang sekolah. Lagu apa saja bisa ia mainkan. Ia juga yang menjadi motor bagi grup band sekolah yang kebetulan semua personilnya berasal dari kelasku.

Lucunya meski ia sering bolos sekolah namun untuk yang satu ini Adek tak pernah bolos. Ia masuk sejak pagi, full mengikuti pelajaran sampai usai sebab sorenya ada acara latihan band. Malah kupikir ia justru lebih mengutamakan ekstra kurikuler musik ini daripada pelajaran sekolah.

Kebiasaan Adek yang suka minum minuman keras sampai mabuk itu tak terendus pihak sekolah, hanya teman-teman dekatnya saja yang tahu. Sebab Adek melakukan kebiasaan itu bukan di dalam lingkungan sekolah. Yang menjadi sorotan ya kebiasaannya bolos dan sering tak masuk sekolah sehingga ruang BP sering menjadi langganan. Upacara bendera tiap hari Senin jarang ia ikuti, senam massal tiap Jumat pagi pun tak diikutinya. Kalau kedua kegiatan itu berlangsung maka ia bersembunyi di WC, kebun belakang sekolah atau di tempatnya pak bon dan tak jarang ia sembunyi di luar lingkungan sekolah.

Satu cerita kenangan yang sampai saat ini tak dapat kulupakan ialah ketika Adek mabuk di dalam kelas namun tidak sampai muntah-muntah. Waktu itu jam pelajaran pertama Bahasa Indonesia. Mungkin sebelum berangkat ke sekolah Adek minum dan pengaruh minuman kerasnya masih belum hilang ketika ia mengikuti pelajaran. Kebetulan saat itu aku duduk satu meja dengannya karena teman sebelahku tak masuk sekolah. Aroma yang tercium memang menunjukkan bahwa Adek habis minum. Demikian pula dengan matanya yang masih merah dan pandangannya yang tak berisi. Guru kelas tak mengetahui hal itu, namun siswa sekelas tahu saking hapalnya dengan kebiasaan Adek. Selanjutnya kekonyolan dan cerita lucu pun bermula di sini.

Materi yang diajarkan guru pada pelajaran Bahasa Indonesia kali ini adalah sastra, khususnya tentang syair atau puisi. Kami sekelas disuruh membuat syair dan setelah ikami harus membacakannya urut sesuai daftar presensi guru. Kulihat Adek tak mengerjakan apa pun. Ia malah santai melamun, entah apa yang ada di dalam benaknya. Mungkin pengaruh minuman keras masih belum memulihkan kesadarannya.

Giliran namanya dipanggil membuatku merasa tak enak karena dudukku bersebelahan dengan Adek. Kuberitahu Adek bahwa ia disuruh membacakan syair yang dibuat. Lalu dengan entengnya ia bilang padaku, “beres, tenang aja itu perkara mudah”.

Sejenak kemudian mulailah ia secara sembarangan ngoceh tak karuan tapi kok ya pantas gitu loh. Aku masih ingat betul apa yang diocehkannya itu.

Anganku….

Anganku melayang jauh menembus awan

Sebebas burung terbang tinggi di angkasa

Dalam kenikmatanku terbang melayang

Lupa hari ini, Lupa hari esok, Lupa tentang masa depan

Ah, sudahlah aku tak peduli apa yang terjadi

Karena jiwaku pun melayang tak berada di sini

Selesai Adek membacakan syairnya, kami sekelas serentak tertawa terbahak-bahak. Guru pelajaran Bahasa Indonesia malah menyanjung sambil tertawa, “bagus…bagus… ternyata pintar juga ya kamu bikin syair”.

Syairnya pas banget dengan kondisi Adek yang lagi mabuk. Aku hanya bergumam, “dasar orang mabuk, ngocehnya pun dibilang bagus”. Tapi kok pas juga ya. Mendengar satu kelas gayeng dan ramai seperti itu karena kekonyolannya, Adek pun tertawa terkekeh-kekeh bangga.

Saat istirahat pertama tiba, seperti biasa Adek bolos kembali. Tak tahulah, pergi entah kemana. Belakangan kuketahui bahwa syair Adek itu merupakan adaptasi dari sebuah lagu beraliran rock.

Iklan

34 thoughts on “Mabuk Di Kelas

  1. Masa SMA memang masa paling banyak kenangannya. Saya juga punya teman yang karakternya mirip si Adek, namanya mahendra. Alhamdulillah sekarang dia nggak keterusan mabuk2an, hehe..

    — — —
    *kenangan yang tak terlupakan bagi kita semua

  2. Kalo aku punya kenangan unik waktu di SMA. Hari itu adalah hari pertama masuk SMA dan mabuk diangkot, Tp bukan mabuk minuman keras. Tp mabuk karena angkot ha ha ha

    — — —
    *mabuk angkot? saya sering mengalaminya

  3. saya juga punya teman yang doyan mabok
    tapi maboknya selalu dirumah sendiri
    jarang dibawa sampai ke kelas
    dia juga hobi ngeband, tapi pegang drum
    ah… banyak orang bernasib sama ya Kang

    sedj

    — — —
    *ya, begitulah ternyata di dunia ini ada yang seperti itu

  4. Wah.. kasihan banget, masih SMA kok udah mabuk-mabukan!
    kok pihak sekolah gak bertindak?? 😀

    — — —
    *saat itu memang tak ada yang tahu kalau mabuk, soalnya ia kalau minum tak di lingkungan sekolah

  5. masih ingat sama syairnya yah… untung gurunya gak nyadar dia mabuk. ada tipe orang kalo mabuk jadi lucu. tapi gak pernah sih ngeliat langsung, cuman dicritain aja…

    — — —
    *ya, saya masih ingat mbak, waktu itu sempat saya catat…

  6. hahahahahaahh………. improvisasi yang membuahkan hasil yang membanggakan. walaupun dalam keadaan mabuk tapi masih dapat membacakan syair tanpa ada yang menyangka kalau syair yang dibacakan itu merupakan syair dari salah satu lagu beraliran rock. salut untuk adek, kepercayaan dirinya yang membuat dia dapat melakukan itu semua. dalam hidup ini yang dibutuhkan hanyalah kepercayaan diri…….

    — — —
    *sebenarnya dia itu hanya ngawur aja kok, terinspirasi dari lagu2 yang dia mainkan waktu ngeband

  7. Bagaimana sekarang kabar temannya itu ya Mas..salam hangat dari Kendari 8)

    — — —
    *entahlah mas, dah lama sekali saya gak dengar kabarnya di mana dan bagaimana…

  8. mabuk saja jangan kok ini ma;lah mabuk di kelas
    generasi muda yang tidak pantas ditiru dan dilakukan
    Anka turunnya nanti pasti akan juga begitu gan, mengikuti sang orang tua kebanyakan

    — — —
    *ini contoh yang tidak baik bagi generasi muda

  9. apa sekarang temannya masih suka mabuk? katanya banyak inspirasi seniman musik datang saat mabuk, sayang juga sih …

    — — —
    *Entahlah, soalnya dah lama sekali saya gak ketemu adek. Teman2 seniman yang inspirasinya datang dengan sadar pun banyak, patut disayangkan kalau harus pake mabuk2an segala.

  10. Si Adek sekarang masih ingat nggak ya? Saya yakin, syairnya itu terbuat dengan sendirinya untuk mengenang mabuknya.

    — — —
    *yang jelas, itu hasil improvisasi belaka tentunya sekarang dia dah gak ingat lagi

  11. wah2, mpe dalam kelas juga mabuk? gak kebayang deh gimana nanganinya. hehe.

    — — —
    *kalau si adek ini gak perlu ditangani, ia akan langsung ngacir pas istirahat pertama tiba

  12. Kalau berbicara dengan orang mabuk memang kadang terlihat konyol dan sekenanya, itu yang membuat lucu..

    — — —
    *ya begitulah ternyata yang terjadi

  13. Koq kayak arya dipangga, jago membuat syair berdarah 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    — — —
    *kalau ini syairnya gak pake berdarah pak

  14. salam sobat
    kalau mabuk buat puisi atau syair, harus didukung
    asal jangan mabuk yang merugikan diri sendiri.

    — — —
    *terlebih merugikan orang lain harus dicegah

  15. Ahaha, hebat nian..benar-benar perkara mudah,Baca puisi bisa sambil mabuk. Hmm, mudah-mudahan si adek sekarang insaf, dengan otak seni lebih mengkilap. 🙂

    — — —
    *ha, mudah2an ia sadar juga sekarang

  16. wkekekekekekekekek…… emg mabuk bisa membawa inspirasi lho hahahahahahaha

    salam persahabatan selalu dr MENONE

    — — —
    *kalau sadar dari mabuk malah gak bisa apa2 tuh

  17. Jangan-jangan waktu baca puisi nggak sadar, karena sedang mabuk…

    — — —
    *jelas gak sadar pak, lha pandangan mata saja terlihat kosong

  18. Aku juga punya temen seperti adek itu,suka mabuk juga kadang sampai efeknya terbawa kesekolah,dan klo udah mabuk bisa tidurr seharian di kelas

    — — —
    *kalau adek ini tidurnya di tempat pak bon

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s