Perang

Perang merupakan bencana besar yang terjadi di muka bumi ini. Dampaknya sudah pasti, kehancuran terjadi dan umat manusia mengalami penderitaan berkepanjangan. Dimanapun dan kapanpun terjadi perang, untuk memulihkan kondisi seperti sebelumnya sangat sulit dilakukan. Perlu waktu yang panjang dan biaya yang besar.

Perang sudah dilakukan manusia sudah sejak beberapa abad yang lalu. Dan nama tokoh-tokohnya pun banyak yang menghiasi cerita-cerita sejarah. Di buku sejarah, ensiklopedia, surat kabar dan buku-buku lain banyak nama tokoh disebutkan di situ terkait dengan peperangan yang pernah dilakukannya.

Jaman Nabi Muhammad SAW, perang melawan kaum kafir Quraisy sering dilakukan. Bahkan sepeninggal Rasulullah pun masih terjadi perang diantara pengikut-pengikutnya. Baik perang melawan kaum kafir yang dekat dengan wilayah kekhalifahan maupun perang dengan wilayah yang jauh letaknya. Perang antara kaum muslimin dengan Romawi pun pernah dilakukan. Padahal letak Romawi sangat jauh dari negeri Arab. Waktu itu kendaraan yang digunakan hanya kuda, onta atau gajah.

Perang juga banyak berkecamuk di daratan Eropa. Napoleon Bonaparte merupakan tokoh perang dari Perancis yang termasyhur saat itu. Kemenangan demi kemenangan selalu diraihnya saat menaklukkan musuh-musuh. Selain dari Perancis, tokoh sekaliber Adolf Hittler juga merupakan sosok yang ditakuti oleh lawan. Pengaruhnya pada tentara yang dipimpinnya sangat kuat. Tujuan utama tokoh Nazi ini membasmi kaum Yahudi dari muka bumi. Tentara Nazinya memang sangat kuat dan dahsyat membuat lawan takluk. Meski akhirnya Nazi kalah, namun nama Hittler tetap tercatat sebagai tokoh yang menggemparkan.

Perang Dunia ke-2 tercatat sebagai perang yang paling menimbulkan penderitaan bagi umat manusia setelah dijatuhkannya bom atom oleh Amerika di kota Hiroshima dan Nagasaki. Akibatnya banyak yang mengalami cacat seumur hidup akibat radiasi. Di samping ribuan orang tewas seketika. Hal ini menyebabkan Jepang langsung menyerah tanpa syarat kepada sekutu.

Di Indonesia, sudah sejak ribuan tahun silam perang selalu terjadi. Pada masa kerajaan-kerajaan Hindu berkuasa ataupun kerajaan Budha seperti Sriwijaya kita sudah mendengar betapa kuat angkatan perang yang dimiliki oleh kerajaan. Tujuan utama untuk memperluas wilayah kerajaan. Bahkan perang saudara yang terjadi di Majapahit justru menghancurkan kerajaan itu sendiri dari kebesaran yang telah melekat sejak masa pemerintahan Raden Wijaya.

Pada masa kerajaan Islam, perang dilakukan untuk mengusir penjajah kolonial dari bumi Indonesia. Negeri kita dijajah selama 350 tahun dan selama itu pula perjuangan melawan penjajah dilakukan tiada henti. Berbagai wilayah di Indonesia memiliki tokoh-tokoh perjuangan tersendiri. Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, Pattimura, Teuku Umar, Teuku Cik Ditiro dan pahlawan perjuangan yang lain adalah tokoh-tokoh daerah. Mereka pemimpin perjuangan dalam mengusir penjajah.

Perang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia juga berkecamuk setelah proklamasi 17 Agustus 1945. Demikian pula perang melawan pemberontak di berbagai daerah di Indonesia yang merongrong pemerintahan. Semua pemberontak yang melawan pemerintah berhasil digagalkan.

Memasuki bulan Ramadhan, kaum muslimin pun melakukan perang, perang yang sudah ada di depan mata. Perang melawan hawa nafsu dengan datangnya bulan suci Ramadhan. Perang yang disebut-sebut Nabi Muhammad SAW sebagai perang yang lebih besar daripada Perang Badar. Di bulan Ramadhan kaum muslimin berpuasa menunaikan perintah Allah sebagai jalan untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan. Insya Allah dengan melakukan puasa Ramadhan, kita akan kembali kepada fitrah.

Di bulan Ramadhan ini pula segala amal kebaikan dan ibadah akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat  sampai 700 kali lipat serta dosa-dosa  diampuni oleh Allah SWT. Tegakkan diri, kuatkan hati dengan niat suci untuk berperang melawan hawa nafsu.

Mari kita persiapkan diri lahir dan batin. Mensucikan seluruh jiwa dan raga  menyambut datangnya Bulan Ramadhan dan mengisi bulan Ramadhan, bulan yang sangat mulia di sisi Allah SWT.

29 thoughts on “Perang

  1. Perang itu cuma bikin keadaan bertambah parah,, Napoleon Bonaparte, yashh..
    tokoh ini memang rajanya perang..🙂

    bulan puasa sebentar lagi yah..🙂
    selamat menunaikan ibadah puasa..

    — — —
    *betul, perang tetap saja membuat penderitaan bagi banyak orang

  2. Ketauhilah bahwa musuh manusia yang paling garang itu adalah jiwamu sendiri (nafsu) yang ada diantara dua sisimu, yang pada umumnya selalu memerintahkan kpd amal perbuatan buruk dan cenderung untuk selalu melakukan perbuatan maksiat.

    Selamat menyambut datangnya bulan Ramadhan 1432 H

    — — —
    *untuk itulah kita berpuasa, memerangi hawa nafsu sendiri

  3. Bismillah….
    kita siap-siap berperang di bulan Ramadhan ini
    melawan hawa nafsu agar jiwa ini
    kembali fitri
    makasih banyak ya… tulisan ini bagus sekali

    — — —
    *mari kita berperang melawan nafsu yang ada di dalam diri kita
    makasih pak

  4. dan jihad yang paling berat ternyata adalah memerangi hawa nafsu kita.
    Semoga dengan Ramadhan yang akan segera datang ini, kita semua mampu mengatasi gejolak hawa nafsu yang berkecamuk, sehingga keberkahan Ramadhan akan kita dapatkan dengan mudah.

    Sambut Ramadhan dengan cerita, mohon maaf lahir batin atas segala hilaf pak..

    — — —
    *mudah2an keberkahan itu menyertai kita semua

  5. ASS
    perang melawan hawa nafsu yang terberat.
    semoga kita semua kuat dan selalu sehat dalam menunaikan ibadah puasa nanti.

    — — —
    *semoga…

  6. Setuju banget. Di bulan ramadhan ini kita harus berperang melawan hawa nafsu. Memang tidak mudah karena banyak godaan dari sana-sini. Tapi kita tak boleh pantang menyerah dan terus semangat dalam beribadah

    — — —
    *semangat harus tetap ada sehingga ibadah dapat terlaksana

  7. Perang melawan hawa nafsu perang yang sebenarnya,
    bukan hanya di bulan Ramadhan aja, juga 11 bulan yang lainnya,
    kalau berhasil, perang2 lain tak kan muncul lagi ya.

    — — —
    *benar, bulan Ramdhan sebagai momentum untuk lebih meningkatkan amal ibadah kita

  8. Assalamu’alaikum Kang,
    semoga di bulan yang penuh berkah ini kita diberikan kekuatan iman dan kemudahan dalam mengendalikan hawa nafsu dan menebar kebaikan.
    mohon maaf jika ada komtentar dan tulisan yang khilaf

    — — —
    *sama2 bang ustadz, kita semua saling memaafkan

  9. perang melawan hawa nafsu itulah sebenar-benarnya perang. tokoh sekaliber hitler atau napoleun pun tak kan mampu memenangkannya

    met Ramadhan mas.. salam hangat dari Jember

    — — —
    *memang, tak mungkin kita melenyapkannya, setidaknya kita bisa mengendalikan hawa nafsu itu

  10. “Di bulan Ramadhan ini pula segala amal kebaikan dan ibadah akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat”, apa nggak 700 kali mas?

    — — —
    *Betul pak, redaksinya masih kurang. Seharusnya sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat.
    Thanks atas koreksinya

  11. Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan yang maha suci ini, bulan Ramadhan. Mohon ma’af atas segala kesalahan baik yg pernah disengaja ataupun tidak.
    Perang melawan hawa nafsu itu tidak gampang! Semoga banyak yg berhasil melakukannya.

    — — —
    *mudah2an kita berhasil memerangi hawa nafsu kita
    maaf lahir dan bathin mbak

  12. iyaaa… aku maafin kok salah-salah kamu… hihihi…
    mohin maaf lahir batinnn ya…
    met menjalankan ibadah puasa….

    — — —
    *he eh mbak, selamat menunaikan ibadah puasa

  13. selamat menjalankan ibdha puasa mas mufti. mohon maaf kalo ada kesalahan yahhh

    — — —
    *makasih mbak, maafin juga kalau ada salah komen saya

  14. selamat puasa… ini perang yg paling berat, karena melawan nafsu hati kita

    klo perang2 yg saling bunuh2 an itu merusak alam, padahal dimana kita berpijak, bumi ini milik Allah…koq dirusak

    — — —
    *itulah manusia, hawa nafsu dan keserakahan menguasainya

  15. Perang melawan teroris pengebom boleh ga Mas?
    Met puasa ya.

    — — —
    *perlu tahu dulu terorisnya di mana dan kejelasannya

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s