Silaturrahim

Saling mengunjungi kepada sanak kerabat adalah pemandangan yang sering kita jumpai pada saat lebaran. Di sana-sini banyak digelar acara syawalan atau halal bihalal dengan maksud untuk mempertemukan seluruh anggota keluarga, masyarakat ataupun instansi dan lembaga tertentu. Tentunya syawalan dimaksudkan sebagai ajang untuk saling memaafkan satu sama lain.

Namun dibalik maksud syawalan yang sering digelar masyarakat ada satu makna yang dalam yang bisa kita ambil hikmahnya yaitu silaturrahim. Karena alasan silaturrahim pula maka muncul fenomena mudik lebaran di Indonesia. Para pemudik rela berdesak-desakan dalam transportasi yang membawa mereka tanpa memperdulikan bahayanya. Begitu pula mereka yang mudik dengan kendaraan pribadi, baik mobil ataukah sepeda motor.

Di samping kemacetan yang kerap dialami, pemudik bersepeda motor pun beresiko dengan kelelahan fisik dan kecelakaan. Apalagi yang membawa serta bayi dalam sepeda motornya. Semua itu dilakukan hanya untuk menjalin silaturrahim kepada orangtua, sanak keluarga maupun sekedar menengok kampung halamannya.

Kalau diamati lebih dalam lagi, syawalan memang bukan sekedar acara saling memaafkan dan silaturrahim saja. Walaupun dalam acara tersebut tujuan utamanya adalah untuk saling memaafkan. Dari sisi batiniah, acara syawalan merupakan wujud kebersamaan dalam satu hati. Padahal kita tahu bahwa status sosial masyarakat berbeda-beda, tapi semua itu tidak nampak. Yang nampak sesungguhnya adalah hati yang lapang dan luas, memberi maaf dalam kebersamaan.

Perbedaan yang selama ini mewarnai kehidupan dalam suatu masyarakat lebur menjadi satu. Tak ada iri, tak ada dengki, tak ada sikap angkuh dan sombong. Yang ada hanyalah sikap terbuka, penuh senyuman dan kegembiraan yang tercermin dalam setiap pribadi. Walaupun ada juga yang masih menjadi ganjalan, tetapi hal itu hanya sebagian kecil. Toh, mereka juga tetap memaksakan diri dengan senyum yang mengembang.

Idul fitri tahun ini, mengalami perbedaan lagi seperti beberapa tahun sebelumnya. Sebagian berlebaran pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 dan sebagian lagi hari Rabu, 31 Agustus 2011. Perbedaannya jelas sekali, namun bukan merupakan satu hal yang prinsip yang dapat menjadikan suatu perselisihan apalagi perpecahan. Nyatanya semua berjalan dengan lancar dan terkendali sesuai dengan dasar keyakinan masing-masing. Kita tetap sama-sama merayakan idul fitri pada tanggal 1 syawal.

Ada hikmah penting yang bisa kita petik dari silaturrahim, antara lain bahwa silaturrahim memperpanjang umur, memperbanyak rejeki dan mempererat hubungan persaudaraan sesama muslim. Memutuskan silaturrahim berakibat tidak diterima shalatnya seseorang selama 40 hari. Jadi merupakan sebuah manfaat yang sangat besar menjalin silaturrahim saat lebaran Idul Fitri. Meski hanya melalui telepon, SMS atau sebuah kartu ucapan, semua itu menunjukkan sebuah niatan hati yang baik dan positif.

Meski silaturrahim sendiri tak harus dilakukan ketika lebaran tiba, tetapi hari raya Idul Fitri merupakan momen yang tepat untuk mempererat dan menyambung tali silaturrahim. Tak ada yang menyangkal kalau rejeki memang bertambah pada saat itu. Dalam kunjungan ke sanak saudara atau tetangga bahkan siapa pun kenalan kita, minimal akan memperoleh sajian minuman atau kue, bahkan makan besar pun tak jarang disuguhkan untuk tamu yang datang. Pihak tuan rumah tak pernah mengeluh kalau kedatangan tamu dan dengan senang hati menjamu setiap yang datang.

Khususnya bagi anak-anak kecil, biasanya mendapat amplop atau angpao, atau yang sering disebut orang dengan zakat. Ini merupakan perwujudan kasih sayang dari yang tua kepada anak-anak. Nilainya memang berbeda, tergantung yang memberi sehingga semakin banyak yang dikunjungi maka semakin banyak pula zakat yang diterima. Semua senang, yang memberi senang dan yang diberi juga senang. Orang tua si anak pun turut senang karena anaknya mendapat uang dalam jumlah yang cukup lumayan.

Silaturrahim di hari lebaran memang bukan sekedar saling mengunjungi dan memaafkan semata. Ada banyak makna yang bisa kita temukan jika digali lebih dalam lagi. Dan tentunya kita tidak ingin di hari lebaran yang suci ini dikotori oleh setitik noda hanya karena sebuah perbedaan Idul Fitri yang sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan. Di luar itu masih banyak saudara-saudara kita yang katanya beragama Islam tetapi tidak menjalankan shalat maupun puasa Ramadhan, toh tidak pernah dipermasalahkan. Padahal mereka inilah yang seharusnya menjadi sasaran dakwah para ustadz, kyai dan para ulama dan kita semua untuk membenahi sisi keimanan mereka.

Bukankah demikian?

52 thoughts on “Silaturrahim

  1. Haha, iya, setelah penetapan sidang isbat yang lalu, banyak sekali keluhan dan ejekan dari masyarakat di media jejaring sosial.😆
    Itu hanya yang terekspos di jejaring sosial, belum gunjingan pada pemerintah yang dilakukan secara “offline” alias dari mulut ke mulut.:mrgreen:

  2. Dulu saya pernah salah sebut silaturahim jadi silaturahmi… xixixix…

    Wah iya yah silaturahim itu bisa mendatangkan rejeki… Kalo sering main ke rumah sodara pasti pulangnya dibawain jajan, minimal dikasih salam tempel. hehehe😀
    Ayo deh… kita mempererat silaturahim….

  3. Demi bersilaturahmi ke sanak saudara di hari lebaran terkadang membutuhkan pengorbanan, kesabaran dan perjuangan terutama untuk yang merasakan mudik, penuh sesak, macet, antrian, capek dll tapi semuanya terbayarkan saat kita berkumpul, bercengkrama bersama keluarga, karena kerinduan yang terobati setelah sekian waktu tidak berjumpa….🙂

    termasuk saya…..!

  4. Lewat blog ini juga saya berusaha menjalani silaturahim. Selamat Idul Fitri ya…. Sungguh, saya juga mohon maaf atas segala salah dan khilaf saya selama ini, batin maupun lahir; taqabalallahu minna wa minkum….

  5. Tujuwan lainnya ada mas, tergantung usia juga:
    Bagi anyak-anyak, pastinya nyari angpao.
    Bagi kita-kita orang tuwa, nyari sharing kabar.
    Bagi anyak muda, nyari new pemandangan.😆 Betul?🙄

  6. Tapi ternyata silatukarhim dengan cara berkunjung atau bertamu ke rumah yang mau disilaturakhimi tidak selamanya menyenangkan akan tetapi kadang justru membuat luka di hati seperti beberapa hari yang lalu aku alami. (uraian lengkapnya aku tulis di blogku juga kok).

  7. betul mas.. jangan dibesar-besarkan apalagi sampai mengeluarkan pendapat jika lebaran 2 versi tanda jika Islam pecah..

    met lebaran mas.. minal aidzin wal faidzin.. maaf nyuma bisa nyambangi via blog ya, semoga saja makin mempererat ukhuwah kita semua

  8. Begitulah, setelah pulang silaturahmi saya juga mendapatkan banyak oleh-oleh🙂

    Saya heran kenapa ya…di sini sering terjadi perdebatan tentang 1 Syawal, walaupun mereka punya dalil sendiri2 tapi bukannya kita asalnya satu yaitu Islam?

  9. selamat lebaran pak mufty..
    maaf lahir bathin..
    dimalaysia sini “duit raya”adalah wajib bagi anak2…
    ha..ha..ha… aq ada 4 anak…
    mayan juga…
    tapi ya tetep ngamplopin anak2 yg lain…
    ingpas dah..

  10. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Muhammad…

    Alhamdulillah, bisa bersilaturahmi ke mari untuk membalas kunjungan yang lalu. semoga silaturahmi di maya bisa berpanjangan untuk perkongsian ilmu dan perpaduan ummah yang tentunya juga mengalami kemacetan karena koneski yang kurang mantap disebabkan ramenya pengguna internet ini setiap masa.

    hadir ini untuk mengucapkan,

    Satukan tangan, satukan hati
    Itulah indahnya silaturahmi
    Di hari kemenangan kita padukan
    Keikhlasan untuk saling memaafkan

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H
    Maaf zahir dan bathin
    Minal Aidin Wal Faidzin
    Taqabalallahu minnaa wa minkum

    Salam ukhuwwah dari Sarikei, Sarawak.

  11. Semoga kunjungan ini juga bisa membangun kembali tali silaturahmi…🙂

    Saya setuju kalau silaturahmi itu harus dari hati dan bukan sekedar basa basi. Dan bukan dibuat untuk sekedar menyenangkan hati.
    Salam silaturahmi.

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s