Cinta Tanah Air Dan Bangsa

Bagaimana perasaan Anda ketika membaca informasi yang ada di sini??

Meski berita ini sudah lama berlalu namun saya yakin Anda akan merasa geram, kesal dan marah. Sudah pasti, siapa pun yang menawarkan pulau tersebut kepada pihak lain akan dianggap sudah kehilangan rasa cinta tanah air.

Coba saja bayangkan, ketika ada pihak asing yang mau membelinya dan kemudian dipergunakan untuk aktivitas yang justru merugikan bangsa sendiri. Siapa yang bertanggung jawab? Pasti pihak yang telah menjualnya pun tak tahu menahu lagi dengan akibat yang mungkin terjadi di kemudian hari. Mereka lepas tangan setelah memperoleh keuntungan yang cukup banyak.

Dalam hal ini, pulau yang ditawarkan melalui berbagai situs internet termasuk pulau yang sudah punya nama. Lalu bagaimana pemerintah bisa kecolongan seperti itu. Aneh juga, sebuah pulau yang termasuk dalam wilayah suatu negara kepemilikannya ada di tangan perseorangan. Di daratan mancanegara sana, hal semacam ini mungkin bukan barang aneh.

Sangat disayangkan, respon pemerintah yang baru bertindak setelah ada gelagat kurang menguntungkan ini. Padahal setelah lepasnya sejumlah wilayah Indonesia beberapa waktu lalu, pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi masalah serupa agar tidak terulang lagi. Misalnya dengan memberi nama pulau-pulau yang masih anonymous. Rasanya usaha yang dilakukan pemerintah masih belum maksimal, mengingat jumlah pulau di negara kita sangat banyak jumlahnya. Lebih disayangkan lagi, kalau di Indonesia kepemilikan sebuah pulau ada ditangan orang asing.

Tindakan yang diambil pemerintah lebih sering dilakukan setelah ada kejadian. Bukannya melakukan langkah-langkah preventif. Lho, bukankah pemerintah sudah melakukannya? Menamai pulau-pulau yang masih belum ada namanya, inventarisasi pulau yang ada di wilayah Indonesia, menyelesaikan beberapa wilayah yang masih menjadi sengketa dengan negara tetangga dll. Kenyataan menunjukkan bahwa pemerintah masih kecolongan. Nyatanya, ada pulau yang mau dijual. Kalaupun dijual, seharusnya pemerintah RI yang lebih berhak menjualnya.

Sudah sejauh manakah inventarisasi yang dilakukan pemerintah terhadap status pulau-pulau yang ada di wilayah negara kita ini. Kita sebagai rakyat jelata tak pernah tahu secara pasti. Bahkan kita tahu tak pernah mengetahui pulau-pulau mana saja yang sudah ada namanya. Secara umum, kita hanya tahu pulau yang besar-besar. Lebih kecil, lebih kecil lagi entahlah, apalagi pulau-pulau yang belum berpenghuni.

Kita tidak berharap ini diajarkan di sekolah, akan terlalu berat bagi siswa kalau disuruh menghapal ribuan nama-nama pulau. Akan tetapi, minimal ada informasi yang bisa diakses publik dalam hal ini, baik mengenai nama pulau, letaknya dimana, statusnya bagaimana dan sebagainya.

Selama ini, rakyat baru mengetahuinya jika ada masalah-masalah seperti Sipadan dan Ligitan misalnya. Demikian pula dengan blok Ambalat, kita baru mengetahui ada wilayah yang bernama Ambalat setelah ada konfrontasi di tempat tersebut beberapa waktu yang lalu. Sebelumnya nama-nama itu tak pernah terdengar sama sekali.

Rasa memiliki wilayah tanah air seharusnya ada di dalam diri setiap anak bangsa. Kasihan para pejuang yang telah rela mengorbankan dirinya demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah. Apa jadinya ketika mereka melihat hasil jerih payahnya, ternyata hanya diperjualbelikan sebagai dagangan.

Keseriusan pemerintah untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan potensi setiap jengkal wilayahnya sangat diharapkan. Kalau pemerintah lamban dalam bertindak, bukan tidak mungkin akan ada lagi puluhan pulau yang siap dijual oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Tak hanya wilayah yang mesti dipertahankan. Budaya dan seluruh karya anak bangsa ini harus tetap dipertahankan sebagai milik bangsa. Satu kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Itu semua merupakan pencerminan dari sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Kecuali Pancasila sudah dilupakan, dikesampingkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka masalah yang semacam itu wajar saja bisa terjadi. Kesaktian Pancasila dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya lambat laun akan luntur dan lenyap justru tergerus oleh perilaku bangsa sendiri.

Jika sudah demikan, masih saktikah Pancasila?

Semoga saja ini menjadi pelajaran yang mampu menumbuhkan kesadaran pada diri setiap anak bangsa akan rasa memiliki dan cinta tanah air.

48 thoughts on “Cinta Tanah Air Dan Bangsa

  1. Saya gemas dengan respon yang selalu terlambat dari sang penguasa..
    rasanya jiwa kebangsaan kita memang sudah tidak peka ..bahkan pedulinya hanya pada perut sendiri..orang lain yang terdekat pun terlupakan..apalagi pulau yang tak bernama?? hmmm…
    boro2 ya..?? semoga postingan kali ini bisa sedikit banyak mengingatkan kita akan rasa tanah air yang tidak hanya jatuh pada 17 agustus saja🙂

  2. meskipun bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun rakyat ini sudah terlanjur mempercayakan segala permasalahnya pada pemerintah, hendaknya pemerintah bisa cepat tanggap terhadap apa yang telah terjadi sebelum-sebelumnya..

  3. Wuiih,,, Masih ada aja siy yg Tega ama Bangsanya Sendiri yach!!!
    Orang Kurang ajar BGT,,,& harus diajaar tuh Boss!!!
    Sugguh Memprihatinkan.. bangsa ini ternyata dihancurkan oleh bangsanya sendiri!!!
    Ck…Ck…CK…

  4. Bila kita Cinta Tanah air,,
    Yukk kita senantias instropeksi mulai dari:
    -Diri Sendiri
    -Hal yang terkecil
    -Saat Ini

    Kita pasti bisa menjadikan bangsa ini lebih baik🙂

  5. banyak kok pulau2 yg dikelola orang asing dan tak diketahui pemerintah.. pulau-pulau kecil ini terbatas untuk bule aja.. keuntungannya ga masuk ke pemerintah.. saya rasa juga semasih pemerintah belum bisa bijak mengelola bangsa ini, kita akan terus seperti ini

  6. Ya itulah Indonesia…! keadaan yang terjadi di bangsa ini kan bukan karna orang2 bodohnya.. tpi malah orang2 pinter yang dah bependidikan tinggi yang bejat.. (gk semuanya ce, tpi sebagian besar)…

  7. apapun yg terjadi ku tetap cinta Indonesia dan jika ada yg menggaggu keutuhan Kesatuan RI pasti marah luar biasa nih apalagi ada yg membeli ko bisa ya hmmmmmm

  8. Yang paling penting juga adalah perhatian dari pemerintah untuk menjaga dan memelihara pulau2 terluar tsb. Karena pada kenyataannya penduduk yang ada di perbatasan hidupnya sangat menyedihkan lho. Beda banget dgn penduduk negara jiran yang hidupnya makmur. Contohnya saja di perbatasan nunukan indonesia dan tawau malaysia

  9. Hubbul Wathon minal Iman yang artinya Cinta tanah Air adalah sebagian dari Iman..
    semoga kita bisa membangun bangsa Indonesia yang kita cintai dan dapat memaknai arti ajaran Nabi Muhammad “Hubbul Wathin minal Iman” cinta Tanah Air adalah sebagian dari Iman…

  10. Rasa memiliki wilayah tanah air seharusnya ada di dalam diri setiap anak bangsa
    Saya setuju itu…
    Anggaplah negara kita ini sebagai sepeda motor kitasendiri.
    Jadi akan lebih mencintainya.

  11. semua kembali kepada yang namanya “pendidikan”, pendidikan agama, moralitas, cinta tanah air dan yang lainnya. Tapi bagaimana dengan pendidikan kita saat ini ?
    Masih jauh dari ideal…..karena pendidikan saat ini (untuk jenjang yang lebih atas./.level smu keatas) hanyalah untuk org berduit saja…..
    salam kenal ya…..!

  12. emang seh klo dipikir, orang2 jual tanah seenaknya sendiri..liat saja bali sebagai daerah wisata, hotel2 mengkapling pantai….jadi penduduk asli nya ga bisa lagi menikmati pantai2 seenak mereka…bukankah itu sudah “menjual?”…sekarang jelas2 pulau ditawarkan…jiannnn orang ngejar harta koq seenak perutnya gitu yah?

  13. pancasila sila ketiga : persatuan indonesia….? sepertinya bangsa indonesia blum bersatu dweh…sulit untuk mempercayai para pemimpin yg ada…!
    negara ku yg malang..
    semangat patriotisme mulai mengilang..
    yg ada hnya memikirkan kepentingan golongan..!!

  14. Workshop Bisnis Online. Malang, 29-30 Oktober 2011. Peserta terbatas 30 orang. Tempat LAB Statistik FE UIN Malang.

    Materi UTAMA : Membangun TOKO ONLINE, Riset PRODUK, Teknik JITU Promosi dan Marketing INTERNET. Materi TAMBAHAN : Optimasi Blackberry+Facebook+Twitter Untuk BISNIS Online.

    Garansi 1 BULAN Jualan.

    Info Lengkap: 0856 4960 8915.

  15. jual beli pulau mencerminkan tidak kuatnya struktur kebangsaan dan kenegaraan di jajaran bawah.
    kepala desa bisa saja menjual atau mengeluarkan surat keterangan tanah (SKT) kepada seseorang tanpa harus ke kecamatan.
    jika si pemilik SKT tersebut bekerjasama dengan org asing, maka kacaulah pertanahan di daerah tersebut. semua bermula dari kesadaran kita di bawah, terutama kepala desa.
    aku mengalami hal ini langsung.

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s