Makna Sebuah Titipan (Puisi Rendra)

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan… Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,

Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…

“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

[WS Rendra]

Apa kesan Anda terhadap isi puisi tersebut terkait kondisi negeri kita saat ini?

44 thoughts on “Makna Sebuah Titipan (Puisi Rendra)

  1. apa yang ada, sebenarnya adalah anugerah sekaligus amanah yang harus kita syukuri dan kita jaga dan jalankan sebaik mungkin karena entah kapan waktunya yang pasti akan diminta pertanggungjawabannya.

  2. Menjaga titipan itu tak mudah,sebuah titipan kadang bisa membuat kita merasa memilikinya penuh padahal itu bukan sepenuhnya milik kita.

  3. andai siapa saja (terutama para penguasa) menyadari bahwa apa yg mereka miliki di dunia ini bukanlah milik mereka… maka korupsi tidak menyebar di semua urat nadi perekonomian bangsa ini.

  4. Mmmmm.. Apa ya? Mungkin rumus tukang parkir bsa dipakai..
    Menjaga kendaraan dg baik, tdk mengklaim kendaraan menjadi milik mereka, dan tdk sedih jika kendaraan diambil oleh pemiliknya..🙂

  5. Kenapa Dia menitipkan kepada saya?
    Karena saya ciptaan-Nya. Saya milik-Nya.
    Dia berhak segalanya untuk saya.

    Indonesia???
    Ah…Males mas mau komentar, takut dianggap melecehkan nama baik.

  6. puisi yang menyentuh
    harta benda dan kemewahan
    adalah milikNya menyeluruh
    dititipkan untuk beri kita kenyamanan
    setelah nyaman adakah kita ingat yg Tuhan suruh
    untuk menjalankan ibadah dan amalan…..

  7. Allah menitipkan pada kita, berarti Allah mempercayai kita, kepercayaan adalah Anugerah yang besar buat kita..bagaimana kita bisa hidup dengan nyaman tanpa sebuah kepercayaan..subhanallah..mudahan kita bisa menjaga “kepercayaan” itu..amien..

  8. semua yang kita perolah adalah titipan dari TUHAN, TUHAN mengijinkan kita untuk memakai segalanya yang ada dibumi ini. Pergunakan baik-baik.. setelah itu TUHAN ambil lagih deh apa yang telah dititipkan.. hehehe..

    Hiduplah dengan berbuat baik kepada sesama….

    jika negara kita tidak bisa menggunakan dengan bijak apa yang ada di bumi ini, ya sama saja dengan kehancuran….😀

    CMIIW

  9. menjaga titipan dengan melakukan hal yang terbaik yang dipunya. Meskipun berat namun Dia yang punya akan memberikan balasan terhadap apa-apa yang kita lakukan meski kita tidak tahu pasti apa itu.

  10. saya lumayan suka dgn puisi rendra, khususnya yg era2 2000an. lebih mudah dimengerti, dan menurut saya lebih mirip ke arah prosa berirama. isinya juga tidak terlalu njelimet dan mudah dipahami, mungkin kitanya aja yg suka mengkait2kan dgn hal2 lain yg -bisa jadi,maunya- berhubungan dgn karyanya rendra tsb.

  11. Kita harus amanah dan melakukan yang terbaik untuk titipan luar biasa itu…🙂

    Puisi yang membuat saya merenung. Bahwa titipan bukan hanya untuk didiamkan, tapi dioptimalkan untuk kebaikan banyak orang…

  12. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Muhammad yang dihormati..

    Hadir untuk menyapa bagi terakhir kalinya sebelum mengundur diri dari keindahan persahabatan di maya. Saya sangat menghargai segala sapaan dan silaturahmi selama kita bersama.

    Kita hanya bertemu lewat catatan di poskad kenangan. Hanya memandang kaburan wajah di potret khayalan. Hanya mengetik huruf-huruf di tinta minda. Maafkan saya lahir dan batin jika…. pada tutur kata yang sesekali mencalar hati dalam penulisan dan pendapat diberi.

    Semoga Allah selalu memberkati persahabatan yang terjalin baik ini. Sebuah KENANGAN TERINDAH akan menyusul dalam diari kehidupan kita sebagai satu ikatan yang tidak bisa terlerai, andainya pertemuan itu bukan lagi milik kita. Doakan saya dalam kehidupan ini di dunia dan akhirat. Aamiin.

    Salam mesra penuh ukhuwwah berpanjangan hingga ke akhirat dari saya Siti Fatimah Ahmad, Sarikei, Sarawak.

  13. Innalillahiwainnailaihi rojiun….sesungguhnya kita milik Allah dan akan kembali kepadaNya. segala yang kita miliki ini adalah titipan. maka tugas kitalah tuk menjagaq titipan sebaik mungkin demi kemaslahatan…salam kenal dari ahsin

  14. smua yg ada di dunia baik harta benda maupun jiwa ini adalah milik-NYA
    dan smua itu adalah titipan dan amanah yg kelak akan diminta pertanggungjawaban…karna itu gunakan sebaik2nya sesuai dengan ketentuan2 yg telah Allah tetapkan… *

  15. bahwa jika kita dititipkan sesuatu Tuhan tahu bahwa kita mampu menjaganya, dan Tuhan juga tahu bahwa kita mampu untuk kehilangannya..

    Seperti negeri yang indah ini, Tuhan tahubahwa masyarakatnya mampu untuk memeliharanya, baik dalam keadaan jaya, maupun dalam keadaan kelam🙂

  16. memang realitane gt mas.. terkadang kita terlena dengan apa yg telah dititipkan oleh Nya.. malah jadi sombong dll.. padahal klo dah mati jg gak ada guna nya bagi dirinya sndiri

  17. baca puisi diatas saya jadi ingat tentang kisah salah satu sahabat Nabi yang kehilangan putraNya, saya lupa siapa namanya. haduuhh kok malah ngebahas ini, soalnya saya gk paham dengan kondisi negeri ini yang sudah terlalu bercampur dengan berbagai macam politik.

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s