Tikus Nyasar

Kemarin malam, setelah beberapa saat sampai rumah, aku disambut oleh tikus yang jatuh dari atap. Sebenarnya rumahku jarang ada tikus yang nyasar sampai ke dalam. Kalau di atap atau di bawah genteng sering lewat dengan suara mencicit. Entah kejar-kejaran dengan rekan sesama tikus atau hanya sekedar lewat saja.

Namun malam itu, tikus tiba-tiba saja jatuh sampai ke lantai. Mungkin melalui jalan atau lubang kecil yang tidak kuketahui. Jatuhnya itu tikus langsung mengenai gulungan karpet yang kuletakkan berdiri tegak. Brak… begitulah, suaranya mengagetkan orang serumah. Kami kira ada gempa, ternyata bukan.

Dari sumber suaranya, kurasa berasal dari dekat dapur. Langsung kulihat ke sana untuk memastikannya. Benar saja, ternyata seekor tikus telah lari kesana-kemari mencari jalan keluar yang tidak ia temukan. Akupun segera menguber-uber tikus yang lumayan besar kalau dijadikan lauk he… he… Tentunya sambil bawa pentungan di tangan.

Beberapa waktu sebelumnya, memang ada tikus kecil yang sempat nyasar juga sampai ke dalam. Tapi berhasil lolos dengan lincahnya dari sergapanku. Saking kecilnya, itu tikus bisa keluar lewat sela-sela di bawah pintu. Padahal pengejaran dan penyergapan memakan waktu cukup lama, tanpa hasil sama sekali.

Lepas tikus kecil, ada tikus besar yang juga berani-beraninya masuk rumah. Dengan pentungan di tangan, dan kaki yang siap menginjak, kuuber-uber itu tikus. Tak ada jalan keluar, bisanya ya cuma sembunyi di kaki meja atau terus berlari. Gulungan karpet yang jatuh belum kubereskan. Tikus itu kemudian masuk ke lubang gulungannya dan ngumpet di situ. Nah, kena kau…

Gulungan karpet langsung kututup bagian ujung yang satu dan kemudian ujung yang satunya lagi. Kemudian kaki bermain, menginjak-injak gulungan tersebut sampe tikus di dalamnya kena. Kejam juga nih ya. Akhirnya tikus keinjak juga dan koleps di dalam gulungan karpet yang jatuh tadi. Wah lumayan, di sate nih kalo ada yang mau…

Dari kejadian itu aku cuma membayangkan bahwa tikus yang ketahuan nyasar aja harus menderita sampai koleps. Begitu pula kalau pas ada acara bersih desa atau “gropyokan”. Nguber-nguber tikus menjadi acara yang mengasyikkan. Tikus dipentungin rame-rame, ada yang dibakar, ada yang ditimpuk batu dan berbagai cara lainnya.

Bagaimana ya, kalau itu tikus kantor atau tikus negara yang ketahuan dan terbukti nyolong uang negara atau mereka yang “mretheli” asset negara? Itu jelas-jelas sangat merugikan bangsa dan negara kita. Apa iya, mesti diadakan acara bersih negeri dengan cara menthungin, nimpukin atau memanggang itu tikus?

Coba kalau itu benar terjadi, seperti tikus-tikus rumah atau tikus sawah yang diuber-uber rakyat, pasti mampus deh. Selama ini, para tikus yang ketahuan banyak yang masih belum diapa-apakan, bahkan ada yang masih bebas berkeliaran di dalam negeri. Mentok-mentoknya kalau divonis ya dengan hukuman kurungan beberapa tahun.

Tikus kok dikurung, tentu nyaman dong. Lha dikasih makan tidur gratis dengan kurungan bak kamar hotel tentu tambah lemu alias semakin gemuk? Kalau di masyarakat, tikus yang tertangkap pasti akan dipukulin rame-rame, dibakar atau dibenamkan ke air.

Iklan

49 thoughts on “Tikus Nyasar

  1. jadi ingat Gus Dur dalam Kick Andy, ditanya kenapa Gus Dur membubarkan DepSos.
    Gus Dur : “Karena DepSos yang seharusnya mengayomi rakyat, ternyata korupsinya gedhe-gedhean. Sampai hari ini.”
    Kick Andy : “Kalau membunuh tikus kan tidak harus membakar lumbungnya?”
    Gus Dur : “memang.”
    Kick Andy : “kenapa anda lakukan?”
    Gus Dur : “Karena tikusnya sudah menguasai lumbung.”

  2. aku paling kesel kalo liat tikus sob, apalagi bandelnya ituloh, udh diusir balik lagi, diusir lg eh balik lagi. tp paling kesel lg kalo udh ketemu ama tikus yg berdasi sob, enaknya pengen ngeplak aja gitu… 😀

  3. Negara kita kan punya hukum sob, begitu yg sering aku dengar dr para pembesar negeri ini. Tapi kalau menurutku kalau koruptor dibakar dan dibunuh rame2 apa kagak kembali ke hukum jaman jahiliyah tuh…

    — — —
    *Betul sob, negara kita punya hukum. Hal seperti itu terungkap karena saking gemesnya melihat kejahatan korupsi yang semakin merajalela dan tak terkendali di negeri ini. Kita bisa bandingkan dengan yang di Cina.

  4. Koruptor sekarang nggak ada takutnya kok Kang, makin hari bukannya makin sedikit pelakunya bahkan seperti berkembang biak di banyak hal.
    Lha ya, lha wong mati nggak bawa apa-apa kecuali amal baik dan amal buruk, kok mau-maunya mereka menumpuk harta apalagi dengan jalan yang nggak bener.

  5. Udag banyak sekali tikus yang saya tangkap di rumah. Tapi saya gak tega membunuhnya secara langsung. Biasanya sih cuma saya lemparin (banting) keras-keras ke tembok parit. hehehe

  6. biasanya kalau di rumah ada kucing…takut deh itu tikus bertamu. Sayang di negara kita belum ada “kucing” yang berani mencakar2 dan memakan tikus2 negara, jadi mereka masih hidup dengan nyaman penuh kehormatan, masuk buipun masih dihormati, jadi rasanya sulit membasmi mereka, yang ada jumlahnya makin banyak.

  7. ahahaha tikus tuh susah bener mas di tangkep.. huuu gelii.. :3
    boleh juga tuh tikus2 pemerintahan di eksekusi macam tikus sawah, biar lekas jera.. hihihi
    salam kenal ya mas, jika berkenan jalan2 ke blog butut saya 🙂

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s