Nasehat Imam Al Ghozali

Dalam suatu majelis ilmu, terjadi dialog antara Al Ghozali dengan murid-muridnya. Imam Al Ghozali memberikan beberapa pertanyaan kepada murid-muridnya. Setiap jawaban oleh Al Ghozali kemudian langsung dijelaskan dengan referensi Al Qur’an.

Tanya : Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Jawab : Orang tua, guru, kawan, kekasih, saudara…

Penjelasan : Semua mungkin benar, tetapi hakekatnya yang paling dekat dengan kita adalah “kematian”. Kenapa? Sebab, itu merupakan janji Allah. Setiap yang hidup pasti akan mati. (QS. Ali Imran : 185).

Tanya : Apa yang paling jauh di dunia ini?
Jawab : Negeri Cina, bulan, matahari, bintang…

Penjelasan : Semua jawaban mungkin benar, tetapi yang paling benar adalah “masa lalu”. Karena dengan cara apapun kita tidak pernah bisa mencapainya kembali. Oleh karena itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang. “Wal tandhur nafsun maa qaddamat lighodin…” (QS. Al Hasyr : 15)

Tanya : Apakah yang paling besar di dunia ini?
Jawab : Gunung, bumi, matahari, gurun pasir, lautan…

Penjelasan : Semua jawaban benar, tapi yang paling benar adalah “nafsu”. Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, karena nafsu bisa membawa kita terjungkal ke neraka (QS. Al A’raf : 179)

Tanya : Apa yang paling berat di dunia ini?
Jawab : Besi, gajah, batu besar, Ka’bah…

Penjelasan : Semua jawaban bisa benar, tetapi yang paling berat adalah “memegang amanah”. Setiap pemegang amanah nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah (QS. Al Ahzab : 72)

Tanya : Apa yang paling ringan di dunia ini?
Jawab : air, kapas, bulu, angin, debu, daun…

Penjelasan : Jawaban itu dapat dibenarkan, tetapi yang paling ringan adalah “meninggalkan sholat”. Hanya gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat. Hanya gara-gara musyawarah, rapat, diskusi kita tinggalkan sholat. Padahal sholat dikerjakan tidak memakan waktu lama.

Tanya : Apa yang paling tajam di dunia ini?
Jawab : Pedang, belati, tombak, batu runcing, anak panah…

Penjelasan : Jawaban itu benar, tetapi semua itu masih kalah tajam dengan “lidah manusia”. Dengan lidahnya, manusia dapat melukai dan menyakiti hati saudaranya sendiri. Luka dan sakitnya tak bisa sembuh sampai mati. Bahkan dengan lidahnya yang kecil itu, manusia bisa menyombongkan sesuatu menjadi besar.

Demikian nasihat-nasihat Imam Al Ghozali untuk dapat kita jadikan sebagai pelajaran dan bahan renungan.

28 thoughts on “Nasehat Imam Al Ghozali

  1. Sumbere endi mas? Btw, halput wis tak tempel neng widgetku wit Agustus 2012. Beklinge lho tak enteni. Nekjika nggak percaya, mangga dipun cek riceke mawon😆

    — — —
    *Artikel ini saya dapatkan dari lembaran lepas, karena bagus saya posting di sini pak. Ndak selak ilang / ketlingsut. Untuk sumbernya, saya belum temukan sumber yang autentik mengenai hal ini.
    Backlink wis terpasang…

  2. Duwa jawaban terbawah dari IGo kok tanpa dalil Qur-an, jarenya selalu diberi penjelasan saka Qur-an?🙄

    — — —
    *khusus 2 yang terakhir memang tidak menyebutkan dalil dari Al Qur’an🙂

  3. Apek-apek tenan iki istilahe Imam Ghozali, paling dekat=kematian, paling ringan=meninggalkan sholat,paling berat=memegang amanah, paling tajam=lidah manusia. Pas kabeh euy. Tak eling-eling wis. Apike dikeki kitape mas, soale aku ora tau maca kitape IGo. Apa coba.

    — — —
    *Saya juga belum temukan kitabnya yang autentik pak, karena artikel ini saya dapatkan dari lembar lepas. Mari nanti kita cari sama2.

  4. Maaf.., kalau boleh tau. ini disebutkan dalam buku atau kitab apa yah..???
    #maksudnya biar bisa baca lebih kumplit lagi..:mrgreen:

    — — —
    *Saya juga masih telusuri tentang hal ini. Karena isinya bagus, sayang kalau dilewatkan begitu saja maka saya posting saja dulu

  5. alo abis baca beginian,kalo saya biasanya langsung deh, jadi takut mati,jadi langsung solat khusyu , jadi nyoba nahan nafsu dan nahan omongan…tapiiii…ga lama lagi juga kembali ke asal..musti diingetin terus neh kayanya hehehe

  6. Sumbernya darimana bro? biar g salah paham
    gombongmotorcommunity.com

    — — —
    *kebetulan ini saya dapat dari lembar lepas yang saya temukan di rumah dan saya posting begitu aja, jadi memang tidak ada sumber yang autentik. Justru saya sedang cari ini dari kitab atau kumpulan kisah2 mas.

  7. lidah memang tajam mas..dan saya pernah baca penggalan syair dari buku Telaga Air Mata..

    “jagalah lidahmu hai manusia…
    jangan biarkan ia membunuhmu karena ia ular berbisa..”

    salam sukses mas 🙂

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s