Mood Menulis

Banyak orang mengeluh karena tak dapat menulis lantaran hilangnya mood. Karena mood itu pula lah mereka merasa gagal untuk menuliskan ide yang sebenarnya sudah ada di dalam pikirannya. Ya, mood terkadang menjadi satu kendala tersendiri yang dialami oleh para blogger. Tentu berbagai faktor menjadi alasan mengapa tiba-tiba saja mood menghilang. Barangkali karena memang sedang banyak urusan di sana-sini, atau karena faktor kelelahan setelah seharian bekerja menyebabkan mood untuk menulis pun tak dapat dipertahankan lagi.

Jika sudah demikian, kebanyakan orang akan menyerah begitu saja dan melupakan ide yang sudah terbersit tadi. Ia tidak berusaha untuk menuangkan idenya itu ke dalam sebuah catatan kecil, apa pun bentuknya. Padahal kalau itu sempat dilakukan ide akan tetap ada dan bisa dikembangkan lagi lain waktu.

Memang, mood akan berpengaruh besar terhadap minat dan keinginan kita untuk menulis. Sayangnya, tidak semua orang mampu mempertahankannya. Semua seakan tak berarti, bahkan untuk menulis satu atau dua kata saja tidak berhasil dilakukan. Ada yang mencoba mencari ide lain dengan membuka-buka blog tetangga misalnya, ternyata tak ada sesuatu yang bisa dijadikan bahan tulisan. Buntu semua jalan pikiran dan tak ada hasil sama sekali. Itulah mood yang terkadang mengganggu diri kita sehingga kita tak mampu berbuat apa-apa.

Betul banget saudara, kalau mood sedang drop maka semua jadi berantakan, amburadul tak keruan. Ya, saya setuju dengan pendapat tersebut, namun bukan berarti ide yang sudah ada harus lenyap begitu saja. Perlu dicari alternatif agar tulisan tetap bisa dihasilkan, paling tidak konsep secara garis besarnya saja.

Pengalaman saya, ketika kehilangan mood adalah segara mencari suasana yang mendukung. Saya harus sendirian tatkala membuat suatu tulisan. Kalau ternyata di sebelah saya ada satu atau dua orang saja, itu sangat mempengaruhi. Kata-kata yang seharusnya bisa keluar dengan lancar dari dalam benak dan segera tertulis menjadi tersendat. Bagi saya hal tersebut sudah cukup mengganggu. Belum lagi jika mereka mengajak ngobrol, wah…wah…wah kacau deh jadinya. Segala sesuatunya menjadi semakin buruk.

Ketika suasana sunyi dan sepi tak juga mampu mendukung, maka faktor lainnya pasti suasana hati yang memang sedang tidak nyaman. Coba Anda perhatikan apakah dengan kondisi yang demikian itu kita bisa menulis? Padahal sungguh disayangkan kalau kita berhenti begitu saja sementara ada beberapa kata kunci yang bisa dijadikan bahan tulisan.

Menuliskan kata kunci dari semua ide yang terlintas ternyata cukup banyak membantu di kemudian hari. Meski cuma beberapa kata kunci saja yang bisa tercatat, hal itu ternyata mampu berkembang menjadi satu tulisan. Semua yang sudah terlintas tidak terlepas begitu saja. Kalau sampai terlepas dan tak menghasilkan apa-apa sayang kan…?

Apa yang Anda lakukan ketika sedang tidak mood menulis?

Iklan

46 thoughts on “Mood Menulis

  1. saya nulis kebanyakan ba’da subuh Kang, karena pikiran masih segar. Jika ada ide langsung tulis saja nggak mikir ini itu, yang penting di otak tertuang beres, perkara nanti cuman jadi draft nggak masalah yang penting tertulis, sapa tahu kelak ada manfaatnya. Dan ketika nggak ada ide, sayapun nggak nyentuh lapi dan dasbor, mending saya buat jalan pagi ato dengar berita

  2. tips yang bagus. kadang saya mencatat kata kunci ide tulisan di hape. tapi seringnya karena gak mood jadi terlalu malas untuk sekedar mencatatnya.

  3. Kalau saya Mas.Searching info terbaru tentang Komputer dan Internet.Kira-kira ada yang pas dipikiran langsung saya tuangkan ke Blog.Nah…mood itu pasti hilang. 🙂

  4. Wah, ini kayaknya sudah jadi problem utama semangat menulis mas.
    Tapi saya punya trik yang lumayan enjoyable buat saya. Mood kan ada dua jenis (baik dan buruk), lalu kenapa gak kita tuangkan saja keduanya dalam blog? Mau marah, marahlah lewat tulisan. Mau menceritakan dapat honor berlebih? Ceritalah lewat tulisan. Ya seperti itu. Terkadang itu bisa jadi jalan yang bagus untuk membuang masalah. Hehe 😀

  5. temanya simpel, tapi mengena dan membumi banget, setiap blogger pasti mneglami fase itu.

    kalo saya, saat nggak mood nulis, biasanya main gitar atau drum tergantung mood juga, biasanya jadi segar kembali.

  6. Mood kadang selalu menjadi alasan ketika hendak menulis dan kadang juga muncul ditengah perjalanan.

    Untuk mengatasi ini saya (pribadi) masih belajar dari perjanjian antara Resi Wiyasa dan Ganapati yang disebutkan pada awal Buku ‘Mahabharata-Rajagopalachari”.
    Ketika Wiyasa mendiktekan naskah maka Ganapati menuliskan tanpa jeda, dimana saya gambarkan wiyasa sebagai buah pemikiran (otak kita) sedangkan ganapati sebagai tangan kita yang mengetik. Dan mudah-mudahan itu akan bertahan sampai ada cara lain yang mungkin akan menggantikanya.

  7. kalau aku gak pake mood seh, tapi terkendala soal ide. soalnya menurut aku pribadi, kalau asal nulis dan aku sendiri gak suka, jadi hasil tulisannya gak asyik aja gitu. jadi bener bener nunggu momen yang pas buat nulis lagi.. 😀

  8. sebagai ibu rumah, khususnya aku, tidak bisa tergantung moodnya,, tapi tergantung waktu,, walaupun aku punya ide, tapi ga bisa duduk di lapp, ya gimana lagi,, jadi bila ada waktu duduk dan buka lappy, tulis saja apa yang terpending didalam memory,,

  9. BW pun harus dengan mood tinggi Kang, sebab bisa saja kita gak sepenuh hati baca artikel orang kalau mood kita sedang down.

  10. Kayak saya tuh.. Hampir sebulan hiatus karena nggak mood buat nulis. Padahal di otak udah berceceran ide-ide, tapi tak bisa menuangkan dalam bentuk tulisan. Biasanya saya alihkan dengan membaca novel atau nonton drama korea yang aktornya guanteng-guanteng 😀

    *maaf, Pak. Saya komen pake akun FB lagi, pake akun google kok nggak iso yah di WP?*

  11. Saya bisa berminggu-minggu hilang moodnya. Dan saya pastinya menjauh dari menulis blog, takut salah ucap dan berakhir dengan masalah. Biasanya mood menulis hilang karena jaringan yang olala olili.

  12. klo mood nulis ilang biasanya perlu dibangkitkan lg dgn jalan2.. hihihi. Itu yg biasa aku lakukan, Karena dgn jln2/traveling kita akan menemukan sesuatu yg baru ‘n ide2 baru. Jln2 ga perlu jauh2 kok.. Skedar lepas dr rutinitas sehari2 aja 😀

  13. Saya juga sering kehilangan mood dalam menulis sehingga kadang tidak ada satu tulisan pun yang berhasil saya buat. Kadang berbulan-bulan. Akibatnya bog saya jadi kosong melompong 🙂

  14. saya biasa menyiasati semangat belajar menulis yang sering naik turun dengan membuat catatan singkat ketika sedang banyak ide, dan mengatur waktu publikasi agar tidak bertumpuk atau justru kosong sama sekali.

  15. sama, menuliskan kata kunci, atau mendaftar rencana judul tulisan yang terlintas pada saat itu.
    membaca apa2 yang menarik, ngobrol sebentar, juga sangat membantu saya mengatasi mood menulis yang turun.

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s