Pergantian Tahun

Tanpa terasa waktu terus berlalu. Kita menutup tahun 2012 dan kemudian membuka tahun 2013. Tentu dengan harapan yang membentang bahwa hari depan akan lebih baik dari hari yang telah lalu. Hidup memang harus berubah dan akan terus berubah. Sangat rugi rasanya kalau perubahan itu bukan menjadi lebih baik dari yang kemarin. Terlebih kalau perubahan itu justru menjadi semakin buruk. Hal itu yang seharusnya kita hindari, karena setiap orang pasti menginginkan kebaikan dan perbaikan dalam hidupnya.

Lepas dari itu, ternyata di bulan Desember ini  terdapat beberapa peristiwa atau momen yang mungkin dapat dijadikan sebagai sebuah kenangan yang jarang didapatkan.

Yang pertama adalah adalah adanya tanggal cantik 12-12-12 dimana hampir setiap orang memaknainya sebagai sesuatu yang luar biasa. Dapat kita lihat, pada saat itu banyak yang melangsungkan pernikahan, melahirkan dan berbagai perhelatan lainnya termasuk perceraian barangkali. Tak sedikit bayi yang lahir karena memang dipaksa untuk lahir dengan cara bedah cesar agar memperoleh hari kelahiran di tanggal cantik itu.

Yang kedua, juga tanggal yang sama cantiknya yaitu 20-12-2012. Kalau dilihat semua memiliki angka yang sama dan tak ada yang dihilangkan sama sekali. Sayangnya, tanggal ini ternyata kalah populer dengan yang 12-12-12 di atas. Meski demikian, hal ini juga dapat dijadikan sebagai sebuah kenangan yang juga dipilih oleh banyak orang.

Yang ketiga, isu kiamat bakal terjadi di bulan Desember 2012. Semula tanggal 12 Desember 2012, namun entah kenapa kemudian berubah menjadi tanggal 21 Desember 2012. Celakanya, ada sebagian orang yang percaya bahwa kiamat benar-benar akan terjadi sehingga  mereka mempersiapkan diri dengan cara bersembunyi di dalam bunker atau dengan ritual-ritual tertentu. Kenyataannya sampai detik ini kiamat tak juga muncul alias biasa-biasa aja tuh…

Bukan peristiwa, isu ataupun tanggal cantiknya tetapi setiap tahun pasti akan mengalami pergantian. Itu sudah menjadi suatu hal yang rutin terjadi. Meski tak ada tanggal cantik, tahun akan terus berganti dan waktu pun akan terus berubah. Kini tinggal diri kita saja yang perlu mengoreksi diri, bahkan setiap waktu tak hanya ketika terjadi pergantian tahun.

Nah, apakah kita sudah merenungkan kembali segala yang pernah kita lakukan dalam kurun waktu setahun terakhir ini? Kalau kita mau mengevaluasi diri kita maka muncul sebuah pertanyaan “Sudahkah kita menjadi lebih baik?” Mungkin kita tak mampu menjawabnya karena kita tak bisa menilai diri sendiri secara obyektif. Dan bila kita ingin melihat maka orang lainlah yang bisa menilai. Silahkan kita bertanya pada tetangga, teman atau siapa pun yang mengenal kita dengan baik. Kira-kira apa hal-hal buruk yang masih melekat pada diri kita. Beranikah kita melakukannya? Siapkah kita mengetahui sisi buruk atau kelemahan kita dari orang lain?

Tahun baru yang diperingati dan dirayakan oleh seluruh belahan dunia itu hendaklah kita jadikan sebagai suatu renungan bahwa di dunia ini tak ada yang abadi. Tahun terus berganti dan waktu terus berlalu, usia kita pun semakin bertambah. Seharusnya kita menjadi semakin matang dan dewasa dalam berpikir maupun bersikap.

Merayakan tahun baru sah-sah saja dilakukan dan tak seorang pun melarangnya. Namun jika hal itu dilakukan dengan hura-hura, foya-foya apalagi sampai mengadakan pesta sex dan narkoba rasanya tidaklah bijaksana. Di tempat lain masih banyak saudara kita yang dirundung kegalauan akibat diterjang bencana. Mereka tanpa bisa melewatkan pergantian tahun dengan tenang. Banjir, tanah longsor, gempa bumi dan sebagainya masih menghantui kehidupan mereka.

Oleh karena itu tak ada salahnya bila beberapa momen-momen cantik di bulan Desember ini kita jadikan sebagai suatu rangkaian yang mengiringi Tahun Baru. Mari kita merenung sejenak sekaligus berharap kepada sesuatu yang lebih baik dari hari kemarin.

Semoga Allah SWT senantiasa melindingi kita semua.Aminer, Yaa Robbal ‘Alamiin

Hallo…..

Hallo, Assalamu’alaikum…..

Apa kabar sobat semua? Mudah-mudahan dalam keadaan sehat wal afiat dan tetap selalu berada dalam lindunganNya.

Senang sekali bisa on kembali di HALAMAN PUTIH, Media Informasi dan Berbagi Cerita bagi kita semua. Tak terasa cuti ngeblog saya sudah enam bulan berlalu, hingga saat sekarang telah sampai pada bulan Ramadhan 1433 H.

Tidak banyak yang dapat saya ceritakan mengapa saya cuti hingga sekian lama. Tetapi satu alasan utama ialah fokus pada pekerjaan di dunia nyata, di samping alasan lain terkait dengan kondisi mata yang kurang merasa nyaman ketika online. Meskipun demikian, saya tetap mencoba sesekali menengok HALAMAN PUTIH untuk sekedar memantau dan melihat perkembangan apa yang terjadi dalam masa cuti tersebut.

Masa non aktif yang cukup lumayan itu, ternyata di dasbor banyak sekali spam yang terjaring oleh si Aki dan langsung masuk ke tong spam. Namun beberapa diantaranya sempat ngetem alias minta konformasi. Kebanyakan isinya adalah tawaran bisnis online dan iklan-iklan yang bukan berasal dari negeri kita. Kalau dirata-rata dalam satu hari ada sekitar lima sampai tujuh yang perlu konfirmasi. Spontan saja itu langsung saya del secara permanen karena menuh-menuhin tempat.

Selain itu saya juga sempat memantau perkembangan statistik kunjungan harian dan bulanan. Hasil yang dapat saya lihat adalah pengunjung blog mencapai 600 hingga 800 orang per harinya. Sementara untuk statistik bulanannya mencapai 18.000 hingga 21.000 orang per bulan. Bisa sobat lihat pada iluistrasi yang ada di bawah ini.

Statistik Harian

Statistik Bulanan

Untuk kategori blog seperti punya saya ini, barangkali belum menunjukkan statistik yang menggembirakan sebagaimana milik para narablog yang sudah popular dan tinggi aktivitasnya di jagad blog ini. Akan tetapi yang demikian itu cukup memberikan gambaran bahwa pengunjung yang bertandang ke sini, di HALAMAN PUTIH tak sedikit juga jumlahnya.  Mereka adalah para pengunjung yang barangkali tidak saya kenal, dengan berbagai tujuan dan keperluannya masing-masing.

Saya hanya bisa berterima kasih atas kunjungan dan partisipasi dari rekan-rekan narablog semua baik yang sudah terhubung atau pun tidak saya kenal sama sekali, yang telah meluangkan waktunya untuk berkunjung kemari. Dari sini, mudah-mudahan saya bisa kembali online secara rutin dengan artikel-artikel yang lebih informatif dan bermanfaat bagi kita semua.

Salam,

HALAMAN PUTIH

Hati-hati, Cermin Dua Arah…!!!

Pernahkan Anda menginap di hotel, masuk ke toilet umum atau ruang ganti pakaian? Tempat-tempat seperti hotel, bandara, mall, supermarket, tempat wisata dan tempat umum lainnya biasanya tersedia toilet atau ruang ganti pakaian. Di tempat tersebut tentu Anda temukan kaca untuk bercermin. Sekedar untuk merias diri, membersihkan muka, atau sekedar membenahi pakaian Anda yang amburadul. Kalau cermin di ruang ganti pakaian toko-toko besar memang dipasang untuk melihat apakah pakaian yang dicoba cocok dengan potongan diri Anda sebelum memutuskan membelinya.

Kebanyakan orang masuk ke ruangan tersebut langsung masuk begitu saja tanpa menaruh perasaan apa-apa. Dan ketika mulai bercermin, ada saja sesuatu yang dilakukannya. Maklum, di dalam ruang yang tidak terlalu besar itu tak ada yang mengetahui apa yang sedang diperbuat. Bahkan ketika Anda melepas pakaian di ruang ganti pun jarang ada yang memperhatikan cermin dihadapannya. Apalagi di kamar hotel, mungkin Anda akan berbuat lebih banyak lagi dari sekedar melepaskan pakaian.

Ketika Anda masuk ke toilet, kamar mandi, kamar hotel, ruang ganti pakaian dan lain-lain, tentu Anda yakin bahwa cermin yang menggantung di dinding dan kelihatannya seperti cermin biasa itu memang benar-benar cermin biasa. Tetapi Anda jangan yakin dulu. Hati-hati, sebab bisa jadi cermin yang dipasang itu adalah cermin dua arah. Orang yang berada di belakang cermin bisa melihat Anda, sementara Anda tidak dapat melihat mereka. Berabe sekali khan?

Banyak terjadi kasus, orang memasang cermin dua arah di dalam ruang ganti pakaian wanita, namun tidak menutup kemungkinan juga di ruang ganti pria. Memang, sangat sulit untuk mengidentifikasi permukaan cermin hanya dengan melihatnya secara sepintas saja saja. Celakanya, hal itu tidak banyak diketahui, sehingga yang terjadi adalah orang dibalik cermin leluasa memperhatikan dan mengamati segala sesuatu yang Anda kerjakan.

Di kantor polisi, terutama di ruang interogasinya sudah bisa dipastikan bahwa cerminnya dua arah. Tapi untuk di public area, sulit dipastikan.

Lalu bagaimana agar Anda dapat memastikan, apakah cermin yang dipasang itu adalah cermin biasa atau cermin dua arah?

Ada cara mudah dan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui sebuah cermin termasuk cermin biasa ataukah cermin dua arah. Coba lakukan tes sederhana berikut ini. Caranya, hanya melakukan tes dengan menggunakan kuku jari Anda.

– Letakkan ujung kuku Anda di permukaan cermin. Jika ada jarak (gap) antara kuku Anda dan bayangan kuku Anda di cermin, bisa dikatakan bahwa cermin itu adalah cermin biasa. Berarti kemungkinan orang bersembunyi dibalik cermin tidak ada.

– Tetapi, jika kuku Anda langsung menyentuh bayangan dicermin, atau antara kuku dan bayangan kuku Anda tidak terdapat jarak, maka hati-hati! karena itu adalah cermin dua arah.

Jangan lupa, bahwa setiap kali Anda berada di depan cermin di tempat-tempat umum seperti yang telah disebutkan di atas, lakukan tes kuku jari terlebih dahulu. Hal yang kelihatannya sepele ini mungkin bisa menyelamatkan diri Anda dari “perkosaan visual”.

Kalau tes yang Anda lakukan ternyata menunjukkan bahwa cermin yang dihadapan Anda itu adalah cermin dua arah, segeralah ngacir dari tempat tersebut. Cari tempat lain yang lebih aman, kecuali kalau Anda memang sengaja ingin diperhatikan dan diamati oleh orang iseng yang ada dibalik cermin.

Bagaimana kalau saat itu Anda sedang dalam keadaan tanpa busana? Wow, mmmm… pasti terlihat “semlehok…”ya?

Nah, ibu-ibu dan para gadis, beritahu teman-teman Anda. Demikian pula bapak-bapak dan kaum lelaki, beritahu istri, anak perempuan dan teman wanita Anda. Siapa tahu mereka belum dengar info ini.

Artikel ini saya tulis berdasarkan informasi via email seorang teman.

Semoga bermanfaat.

Susahnya Jadi Orang Miskin Baru

Istilah OKB atau orang kaya baru sudah sering kita dengar. Bisa jadi ia termasuk keluarga kita sendiri, teman, tetangga, kenalan atau malah diri kita yang beruntung menjadi OKB. Ada banyak jalan menjadi OKB sengaja atau pun tak sengaja. Kekayaan bisa diperoleh dari pemberian, warisan, menang undian, korupsi atau dari hasil merampok sampai pesugihan menjadikan orang mendapat julukan sebagai OKB. Tak banyak orang yang jadi kaya mendadak apalagi jadi OKB secara massal itu sangat jarang terjadi.

Lain halnya dengan OMB atau orang miskin baru. OMB dapat terjadi secara massal dan tak disangka sebelumnya. Dalam sebuah keluarga, dalam satu kampung atau desa sangat mungkin orang menjadi OMB secara mendadak. Hal ini kebanyakan disebabkan oleh adanya bencana alam atau suatu kelalaian, kecerobohan maupun keteledoran pihak tertentu.

Contoh yang paling bisa dilihat bencana tsunami di Aceh, gempa bumi di DIY, lumpur panas Lapindo Brantas di Sidoarjo, banjir, tanah longsor, kebakaran dll di berbagai daerah sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar. Mendadak orang kehilangan rumah, harta benda, tanah bahkan keluarga. Saat itu juga para korban langsung menjadi OMB sama sekali tak mempunyai apa-apa lagi. Hidup mengandalkan bantuan dari orang lain.

Lalu siapa yang bertanggung jawab terhadap semua itu? Tak ada seorang pun yang bisa disalahkan dalam hal ini. Jika mengacu pada UUD 1945 pasal 34 ayat 1 : “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara” maka negara dalam hal ini pemerintah yang berperan dalam membantu penghidupan mereka.

Kebutuhan makanan, pakaian, tempat berteduh dan juga kebutuhan lainnya sangat diperlukan pada saat bencana terjadi. Bisa dipastikan para OMB ini bingung dan pusing memikirkannya. Pikiran pasti kacau dan tak jernih lagi.

Kita ambil contoh dari gempa bumi DIY 27 Mei 2006 lalu. Hampir seluruh wilayah Kab. Bantul dan Kota Jogja bagian selatan juga sebagian wilayah Klaten hancur berantakan. Banyak rumah roboh, bangunan ambruk dengan korban yang begitu banyak.

Kehidupan langsung berubah secara drastis. Orang-orang lantas menghuni tenda dan barak-barak penampungan untuk sekedar berteduh karena tak punya rumah lagi. Kebutuhan makan dan pakaian juga mendesak. Kalau pemerintah pada waktu itu tak segera memberikan bantuannya maka rakyat akan semakin sengsara. OMB tidak membutuhkan janji-janji, tetapi wujud nyata dari apa yang sudah dijanjikan.  Kalau cuma janji saja, semua orang bisa membuat pernyataan. Susahnya jadi orang miskin baru…!

Bencana Merapi beberapa waktu yang lalu pun membawa kerugian materiil dan inmateriil. Tetap saja rakyat kecil yang susah menjadi semakin susah saja. Bahkan dampak letusan Merapi itu pun kini masih terjadi dengan putusnya jalur utama Yogyakarta – Magelang. Di samping itu rumah, lahan pertanian milik masyarakat dan fasilitas umum lainnya juga rusak akibat lahar dingin yang mengalir terbawa arus saat hujan deras mengguyur.

Masyarakat OMB akhirnya hanya bisa pasrah dan tak lagi berharap sesuatu yang belum pasti. Mereka punya pendapat daripada menunggu sesuatu yang tak jelas, lebih baik bangun rumah sekenanya asal bisa untuk berteduh dan hidup normal. Tak lagi bertahan di tenda yang dingin itu. Nah, kearifan lokallah di sini yang kemudian berbicara. Semangat gotong royong masyarakat yang kemudian bertindak.

Bencana serupa pun kini melanda Jepang. Gempa berkekuatan lebih dari 8 SR itu mengguncang negeri yang perkembangannya sangat pesat paska bom atom Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945. Bahkan tsunami yang terjadi setelahnya juga dahsyat hantamannya dan sampai di perairan utara Indonesia bagian timur.

Namun apakah di Jepang akan ada OMB atau orang miskin baru setelah bencana tersebut?

Entahlah, yang jelas Jepang merupakan salah satu negeri maju yang kaya pengalaman dengan kejadian gempa. Tentu pemerintah dan rakyat Jepang jauh lebih tanggap terhadap hal yang demikian itu.

Orang miskin baru memang benar-benar susah. Hidup mengandalkan bantuan kemanusiaan, sandang, pangan dan papan untuk sementara nebeng. Yang sudah lama menjadi orang miskin saja merasakan susah, apalagi yang baru merasakan menjadi orang miskin baru.

Susahnya jadi orang miskin baru.

Jogja Sudah Aman!

Sisa-sisa amukan “wedhus gembel” Gunung Merapi sampai radius 10 kilometer

(Liputan langsung dari lereng Merapi paska erupsi, JOGJA SUDAH AMAN)

1 Januari 2011

HAPPY NEW YEAR — SELAMAT TAHUN BARU —  SUGENG WARSA ENGGAL


 

Dari Sidang Rakyat Yogyakarta

Berbagai elemen masyarakat menghadiri sidang terbuka Rakyat Yogyakarta mendukung penetapan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Sri Paduka Paku Alam IX di halaman Gedung DPRD DIY dan DPRD Kabupaten Bantul.