Sunshine Award

sunshine-awardAdalah suatu hal yang wajar jika kita merasa senang mendapat anugerah dari siapa pun. Apalagi jika anugerah itu diberikan oleh orang yang dekat dengan kita, meskipun kita tidak mengenalnya secara langsung. Di dunia blog, hal yang seperti ini sudah seringkali terjadi dan akan terus berulang dari satu blog ke blog lainnya. Padahal belum tentu para blogger itu kenal secara langsung atau pernah bertatap muka.

Kali ini saya dapat anugrah berupa “Sunshine Award” dari rekan kita yang beralamat di sini. Terima kasih banyak untuk award yang dipersembahkan kepada saya.

Ya, untuk lebih singkatnya saya jawab saja dulu beberapa pertanyaan yang diajukan, dalam versi Bahasa Indonesia tentunya sesuai dari pengirim yang terakhir,  antara lain :

Pasang logo award di post atau di blog: Jelas dah terpampang kan..??

Ucapkan terima kasih pada yang ngasih: Dah tertulis dalam alenia di atas.

Jawab pertanyaan di bawah: Ya, pasti nanti dijawab.

Kasih lagi awardnya ke 10 blogger yang keren: Wow,  nanti saya jelaskan deh.

Kasih tau mereka kalau mereka dapet award: Pemberitahuannya ada di bawah.

 

Nah, sekarang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan :

Warna Kesukaan: Biru dan ungu.

Hewan kesukaan: apa ya? Sepertinya gak ada yang istimewa.

Nomer kesukaan: Nomor 17

Minuman kesukaan: es buah, es teller

Facebook atau Twitter: punya akun tapi gak aktif semua jadi gak keduanya

Passion: Musik deh, dengerin atau main musik sama saja.

Dikasih atau ngasih hadiah : Ngasih dong, tangan yang di atas kan lebih baik daripada tangan yang di bawah.

Aktivitas tubuh kesukaan: Kalo maksudnya olahraga, badminton dan berenang

Hari kesukaan dalam seminggu: Sabtu dan Minggu (kan hari  libur he… he…)

Bunga kesukaan: Anggrek dan Wijayakusuma

Dalam kesempatan ini pula, saya akan meneruskan amanah dan membagikan award ini kepada sahabat-sahabat blogger yang lainnya. Meski ada sedikit aturan main bagi yang ketiban award ini, tapi tak apalah. Saya yakin, pasti ada maksud baik dari mereka yang mengirimkannya.

Namun untuk membagikan Sunshine Award ini, kepada 10 orang blogger agaknya saya ada sedikit kesulitan. Rata-rata para blogger sudah mendapat kesempatan yang sama dalam menerima award. Bukan bermaksud mengesampingkan atau tak ingin membaginya. Semua blog bagus, punya ciri khasnya masing-masing dan layak mendapat award.

Karena itulah saya memutuskan untuk membagikan award ini kepada semua pengunjung yang masuk terutama di posting ini, khususnya yang telah meninggalkan komentar.

Sedikit atau banyak pengunjungnya, siapapun Anda, maka silahkan dijemput dan diterima dengan senang hati. Award ini saya persembahkan untuk Anda semua. Dipajang di blog sebagai postingan terima kasih, dibagikan lagi kepada rekan-rekan blogger ya Alhamdulillah. Apalagi sesuai dengan ketentuan yang telah disebutkan tadi tentu akan sangat membantu kita semuanya.

Kalaupun ada yang sudah pernah menerima award semacam ini, tak apa-apa. Saya tetap akan bagikan ini award kepada rekan-rekan semua. Terima kasih banyak telah meluangkan waktu untuk membaca, menerima dan membagikan Awardnya. Mohon maaf karena belum sempat berkunjung ke rekan-rekan di awal tahun ini.

Sukses selalu untuk kita semua.

Iklan

Pergantian Tahun

Tanpa terasa waktu terus berlalu. Kita menutup tahun 2012 dan kemudian membuka tahun 2013. Tentu dengan harapan yang membentang bahwa hari depan akan lebih baik dari hari yang telah lalu. Hidup memang harus berubah dan akan terus berubah. Sangat rugi rasanya kalau perubahan itu bukan menjadi lebih baik dari yang kemarin. Terlebih kalau perubahan itu justru menjadi semakin buruk. Hal itu yang seharusnya kita hindari, karena setiap orang pasti menginginkan kebaikan dan perbaikan dalam hidupnya.

Lepas dari itu, ternyata di bulan Desember ini  terdapat beberapa peristiwa atau momen yang mungkin dapat dijadikan sebagai sebuah kenangan yang jarang didapatkan.

Yang pertama adalah adalah adanya tanggal cantik 12-12-12 dimana hampir setiap orang memaknainya sebagai sesuatu yang luar biasa. Dapat kita lihat, pada saat itu banyak yang melangsungkan pernikahan, melahirkan dan berbagai perhelatan lainnya termasuk perceraian barangkali. Tak sedikit bayi yang lahir karena memang dipaksa untuk lahir dengan cara bedah cesar agar memperoleh hari kelahiran di tanggal cantik itu.

Yang kedua, juga tanggal yang sama cantiknya yaitu 20-12-2012. Kalau dilihat semua memiliki angka yang sama dan tak ada yang dihilangkan sama sekali. Sayangnya, tanggal ini ternyata kalah populer dengan yang 12-12-12 di atas. Meski demikian, hal ini juga dapat dijadikan sebagai sebuah kenangan yang juga dipilih oleh banyak orang.

Yang ketiga, isu kiamat bakal terjadi di bulan Desember 2012. Semula tanggal 12 Desember 2012, namun entah kenapa kemudian berubah menjadi tanggal 21 Desember 2012. Celakanya, ada sebagian orang yang percaya bahwa kiamat benar-benar akan terjadi sehingga  mereka mempersiapkan diri dengan cara bersembunyi di dalam bunker atau dengan ritual-ritual tertentu. Kenyataannya sampai detik ini kiamat tak juga muncul alias biasa-biasa aja tuh…

Bukan peristiwa, isu ataupun tanggal cantiknya tetapi setiap tahun pasti akan mengalami pergantian. Itu sudah menjadi suatu hal yang rutin terjadi. Meski tak ada tanggal cantik, tahun akan terus berganti dan waktu pun akan terus berubah. Kini tinggal diri kita saja yang perlu mengoreksi diri, bahkan setiap waktu tak hanya ketika terjadi pergantian tahun.

Nah, apakah kita sudah merenungkan kembali segala yang pernah kita lakukan dalam kurun waktu setahun terakhir ini? Kalau kita mau mengevaluasi diri kita maka muncul sebuah pertanyaan “Sudahkah kita menjadi lebih baik?” Mungkin kita tak mampu menjawabnya karena kita tak bisa menilai diri sendiri secara obyektif. Dan bila kita ingin melihat maka orang lainlah yang bisa menilai. Silahkan kita bertanya pada tetangga, teman atau siapa pun yang mengenal kita dengan baik. Kira-kira apa hal-hal buruk yang masih melekat pada diri kita. Beranikah kita melakukannya? Siapkah kita mengetahui sisi buruk atau kelemahan kita dari orang lain?

Tahun baru yang diperingati dan dirayakan oleh seluruh belahan dunia itu hendaklah kita jadikan sebagai suatu renungan bahwa di dunia ini tak ada yang abadi. Tahun terus berganti dan waktu terus berlalu, usia kita pun semakin bertambah. Seharusnya kita menjadi semakin matang dan dewasa dalam berpikir maupun bersikap.

Merayakan tahun baru sah-sah saja dilakukan dan tak seorang pun melarangnya. Namun jika hal itu dilakukan dengan hura-hura, foya-foya apalagi sampai mengadakan pesta sex dan narkoba rasanya tidaklah bijaksana. Di tempat lain masih banyak saudara kita yang dirundung kegalauan akibat diterjang bencana. Mereka tanpa bisa melewatkan pergantian tahun dengan tenang. Banjir, tanah longsor, gempa bumi dan sebagainya masih menghantui kehidupan mereka.

Oleh karena itu tak ada salahnya bila beberapa momen-momen cantik di bulan Desember ini kita jadikan sebagai suatu rangkaian yang mengiringi Tahun Baru. Mari kita merenung sejenak sekaligus berharap kepada sesuatu yang lebih baik dari hari kemarin.

Semoga Allah SWT senantiasa melindingi kita semua.Aminer, Yaa Robbal ‘Alamiin

Sayangilah Ibumu Setiap Waktu

Beberapa waktu yang lalu saya menerima email dari seorang teman. Intinya ia ingin mengingatkan bahwa tanggal 22 Desember adalah hari ibu. Isi email tersebut mungkin sudah pernah diposting dan diantara pembaca semua pun barangkali sudah pernah membacanya. Tapi tak mengapa, posting ini pun hanya sekedar mengingatkan saja akan kasih ibu kepada kita yang tak terhingga sepanjang masa.

Ini adalah sebuah cerita mengenai nilai kasih ibu kepada seorang anak sekaligus kisah nilai cinta seorang anak kepada ibunya. Suatu kebetulan seorang anak mendapati ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Di pandanginya sang ibu dan sebentar kemudian dia mengulurkan tangan yang memegang sehelai kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu segera membersihkan tangan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak. Sejurus kemudian si ibu asyik membacanya kertas yang diberikan si anak.

Apakah yang ditulis si anak di dalam sehelai kertas itu?

Dalam sehelai kertas itu si ibu mendapati daftar yang dibuat anaknya yang antara lain isinya begini :

Upahku membantu ibu :

  • membantu pergi ke warung/belanja Rp. 20.000
  • menjaga adik Rp. 20.000
  • membuang sampah Rp. 5.000
  • membereskan tempat tidur Rp10.000
  • menyiram bunga Rp. 15.000
  • menyapu halaman Rp. 15.000

Total upah yang harus dibayar Rp. 85.000

Selesai membaca daftar yang dibuat si anak, si ibu pun tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Lalu si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama tersebut dan disodorkan kepada si anak. Ternyata si ibu juga memberikan daftar seperti yang dibuat si anak yang isinya adalah :

  • ongkos mengandungmu selama 9 bulan GRATIS
  • ongkos melahirkanmu GRATIS
  • ongkos menyusuimu waktu masih bayi GRATIS
  • ongkos bangun malam karena menjagamu GRATIS
  • ongkos air mata yang menetes karenamu GRATIS
  • ongkos khawatir selalu memikirkan keadaanmu GRATIS
  • ongkos makan minum, pakaian dan keperluanmu GRATIS

Jumlah keseluruhan nilai kasihku GRATIS

Begitu kertas disodorkan langsung dibaca si anak. Sejenak si anak termenung dan air mata si anak berlinang setelah membaca tulisan yang dibuat ibunya. Si anak menatap wajah ibunya memeluknya dan berkata : “Saya Sayang Ibu”. Terakhir si anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan daftar yang ditulisnya pada kertas tadi dengan huruf balok “TELAH DIBAYAR”.

Untuk kita renungkan :

Dari kisah tadi kita memperoleh makna yang dalam bahwa kasih ibu kepada anaknya tak bisa dinilai dengan apapun juga.

Diantara kita, mungkin banyak yang tidak sabar saat menghadapi orang tua yang sudah lanjut dan renta dimakan usia. Padahal pengorbanan mereka untuk mengasuh dan merawat kita sejak masih bayi hingga dewasa, bahkan bisa menjadi orang sukses tiada terkira. Tak dapat dinilai dengan apapun jua. Kesabaran mereka dalam menghadapi perilaku anak yang terkadang nakal dan bengal pun tak perlu diragukan lagi.

Kasih sayang orang tua tulus untuk anak-anaknya. Apa pun mereka lakukan demi kebaikan kita di masa mendatang. Khususnya ibu, ia rela membawa beban berat di perutnya saat masih mengandung kemudian mempertaruhkan nyawa saat melahirkan. Ia rela terbangun dari tidur lelapnya hanya karena mengganti popok yang basah karena kita ngompol. Ia pun mau tidak tidur karena tangisan kita yang lapar lalu memberikan ASI-nya. Dan ketika kita sakit, ibu juga yang begadang hingga semalaman karena harus menunggui anaknya tanpa menghiraukan letih dan lelah.

Lalu, saat ibunda berada di usia senja dengan tubuh renta dan lemah, mengapa kita menjadi tidak sabar melayaninya sebagaimana yang pernah mereka lakukan dulu kepada kita? Bahkan terkadang kata-kata tak sedap dan bentakan pun muncul dari mulut kita karena kerewelan orang tua.

Jangan lupakan peran ibu terhadap kita. Karena ibu menyayangi dan mengasihi kita jauh dari pamrih apapun jua. Biarpun sudah tua renta dan pikun, tidak sepantasnya kita memisahkan beliau dari sisi kehidupan kita. Apalagi sekedar dititipkan di panti jompo karena kita tidak ingin repot dan hanya untuk menghindari kerewelannya.

Kasih ibu tulus tak terhingga yang tiada berharap balasan dari anak-anaknya. Maka sayangilah ibumu khususnya dan orang tuamu pada umumnya.

Selagi mereka masih ada, kesempatan berbakti dan membalas kebaikan orang tua masih sangat terbuka. Kita akan merasa menyesal dan pasti sangat kehilangan tatkala mereka sudah pergi selamanya dan tidak lagi berada di tengah-tengah kehidupan kita.

Jangan Salah Memilih Plastik

Coba perhatikan benda yang ada di sekeliling kita, hampir semua terbuat dari plastik bukan? Ya, plastik merupakan benda yang sering dijumpai di sekitar kita. Bahkan setiap hari kita menggunakan plastik untuk mengolah, menyimpan atau mengemas makanan, karena plastik lebih praktis digunakan dibanding bahan lainnya. Selain itu plastik lebih awet dan tahan lama daripada kemasan alami seperti daun yang mungkin sudah susah dicari.

Memang, plastik mempunyai berbagai kelebihan. Diantaranya fleksibel (sesuai bentuk produk), transparan (tembus pandang), tidak mudah pecah (lentur), bentuk laminasi (dengan kombinasi bahan kemasan lain, aneka warna, tidak mudah rusak dan harganya yang relatigf murah dan mudah didapatkan. Bandingkan dengan bahan lain seperti daun pisang misalnya, yang mudah rusak dan hanya bisa digunakan dalam waktu tidak lama.

Umumnya, plastik digunakan sebagai bahan kemasan makanan dalam bentuk kemasan permanen dalam industri makanan, botol plastik, atau berbentuk kantong plastik kresek. Namun, plastik juga digunakan sebagai bahan baku untuk mainan anak-anak, perabotan rumah tangga, alat listrik, komponen elektronik, sepeda motor, keperluan interior bangunan dll.

Pembuatan plastik sebagai kemasan makanan harus memenuhi persyaratan tertentu di semua negara di dunia. Jika di Indonesia, haruslah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan alasan kesehatan dan tidak membahayakan konsumen. Prinsipnya menjamin keamanan produk plastik yang dihasilkan.

Plastik dibuat dari berbagai bahan kimia seperti polypropilene, polyetilene, polyvinyl chloride dan polycarbonate. Agar plastik menjadi licin dan lentur maka ditambahkan bahan yang disebut plastikizers yang terdiri dari kumpulan phthlate. Begitu juga untuk membuat plastik menjadi kaku ditambahkan bahan filler, juga ada compound untuk proses pewarnaan.

Oleh karena itu standar tertentu harus diterapkan dalam proses pembuatannya agar tidak membahayakan konsumen. Misalnya penggunaan kandungan sisa Vinyl Chloride Monomer (VCM) dalam pembuatan plastik jenis Polyvinyl Chloride Compound (PVC). Untuk kemasan makanan atau minuman tidak lebih dari 0,5 ppm (part per million) dan untuk botol sebesar 1,0 ppm. Sedang untuk bahan baku tidak lebih dari 10 ppm.

Dalam keseharian tanpa kita sadari, sebenarnya kita sudah banyak bergantung pada plastik. Dan ini dalam jangka waktu lama justru menjadi masalah pada lingkungan. Plastik merupakan bahan yang tidak dapat dihancurkan dengan cepat dan alami. Bahkan bakteri pembusuk dalam tanah pun mengalami kesulitan dalam menghancurkannya. Sehingga lama-kelamaan sampah plastik malah bisa mencemari lingkungan karena kandungan kimia dalam proses pembuatannya.

Jika tidak hati-hati, penggunaan plastik yang salah akan membawa dampak buruk pula bagi kesehatan. Banyak yang tidak mengerti bahwa berbagai macam plastik diproduksi untuk keperluan tertentu saja. Tidak bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan yang lain, terutama yang berkaitan dengan makanan. Dalam hal ini, kalau dipaksakan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Misalnya, plastik atau kantong kresek hitam yang sebenarnya tidak boleh untuk makanan malah digunakan sebagai bungkus gorengan, sayuran atau daging. Wadah minuman plastik seperti botol air kemasan tidak boleh dipakai untuk air panas justru sering dipakai untuk menuangnya. Plastik kiloan yang sebetulnya tidak boleh digunakan untuk mengemas makanan justru digunakan untuk mengolah makanan semacam ketupat plastik. Plastik yang didesain untuk kemasan makanan ya seharusnya hanya untuk mengemas makanan saja, bukan untuk mengolahnya.

Di akhir tahun 1997, saat krisis moneter melanda Indonesia pernah ditemukan plastik kresek hitam berbau. Hal itu dikarenakan pada saat itu bahan baku plastik sulit didapat sehingga yang digunakan adalah plastik daur ulang yang sudah lama dan rusak. Itu pula yang menjadikan plastik kresek berbau akibat reaksi bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Belum lagi bau yang keluar dari produk plastiknya sendiri.

Ini pula alasan mengapa penggunaan kantong plastik kresek hitam tidak dibenarkan sebagai pembungkus bahan makanan. Sentuhan antara bahan makanan dan plastik akan mengeluarkan reaksi kimia pelarut yang berbahaya bagi kesehatan. Begitu pula ketika hari raya Idul Adha, kantong kresek hitam sebaiknya tidak digunakan untuk membungkus daging kurban. Kalau ada diusahakan untuk memakai kantong kresek yang berwarna putih, yang bahan pembuatnya bukan dari plastik daur ulang.

Perlu diingat sebagai patokan bahwa sebetulnya plastik itu tidak berbau dan berwarna. Jadi bila ada plastik yang demikian sebaiknya tidak digunakan sebagai pembungkus makanan. Kecuali kemasan makanan dari pabrik, memang didesain untuk mengemas produknya dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Apa bahayanya jika salah pakai atau salah pilih plastik?

Dalam jangka panjang, ancaman dari komponen kimianya sangat membahayakan kesehatan. Penggunaan VCM untuk memproduksi kemasan plastik jenis PVC di atas ambang batas akan menimbulkan kanker hati, merusak kelenjar endokrin, paru-paru dan limpa. Bahan pelembut jenis DEHA yang bercampur dengan makanan berupaya mengganggu sistem reproduksi dan menghasilkan janin yang cacat. Selain kanker, bahan pelembut plastik diduga memiliki karakter yang sama dengan hormon estrogen. Ibarat menanam bom waktu yang suatu saat akan meledak dan membinasakan diri sendiri.

Lalu apa yang mesti dilakukan untuk menghindari ancaman dan bahaya dari penggunaan plastik yang salah?

Beberapa kiat di bawah ini perlu diperhatikan antara lain :

1. Hati-hati dalam memilih wadah dan kemasan plastik. Ada beberapa produk yang mendesain plastik khusus untuk mengemas atau membungkus makanan baik panas maupun dingin. Maka gunakan saja produk khusus ini sesuai dengan fungsinya. Walaupun harganya mungkin lebih mahal, namun dari segi keamanan lebih bisa dipertanggungjawabkan.

2. Jangan menggunakan plastik kemasan untuk mengolah makanan. Plastik kemasan hanya digunakan untuk membungkus, bukan untuk mengolah. Sebab dikhawatirkan perubahan komponen kimia yang masuk ke dalam makanan akibat proses pengolahannya dapat mencemari makanan itu sendiri. Menghemat biaya bukan suatu alasan kalau akhirnya dampak buruk terjadi pada diri kita.

3. Jangan menggunakan plastik yang tidak didesain untuk makanan guna membungkus atau mewadahi seperti kantong kresek hitam. Hal ini sering dilakukan dan tanpa disadari, terutama untuk membungkus gorengan, daging atau sayuran dan buah-buahan. Gunakan kantong plastik kresek putih atau yang transparan. Jenis ini tergolong aman karena dibuat bukan dari bahan plastik daur ulang.

4. Jika memang terpaksa membungkus makanan dengan kantong plastik kresek hitam, usahakan jangan terlalu lama. Ini hanya dalam kondisi darurat, dimana kantong khusus tak bisa diperoleh. Segera keluarkan isinya begitu pembungkus sudah tidak digunakan lagi. Atau segera ganti plastik begitu kemasan khusus sudah diperoleh.

5. Menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh merupakan hal yang utama. Biasakan untuk mengkonsumsi makanan bergizi dan berserat tinggi. Demikian pula dengan buah-buahan dan sayuran yang diyakini mengandung anti oksidan dapat menangkal radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh.

Setidaknya kita sudah mengurangi resiko munculnya ancaman kesehatan bagi tubuh. Selain itu kesadaran masing-masing individu dan masyarakat pada umumnya perlu ditingkatkan agar penggunaan plastik yang salah bisa dihindari. 

Keajaiban Sistem Pernapasan

Pernapasan, seperti yang telah kita ketahui adalah menghirup udara ke dalam paru-paru kemudian dikeluarkan lagi melalui hidung. Organ tubuh yang berperan dalam proses pernapasan bukan hanya hidung, namun termasuk juga tekak, pangkal tenggorokan, batang tenggorokan dengan berbagai rongganya dan paru-paru. Kesemuanya itu menjadi satu dalam saluran napas yang dilapisi oleh selaput lendir guna membersihkan jalur pernapasan dari kotoran yang terdapat pada udara yang dihirup.

Bernapas adalah hidup. Setiap yang bernapas berarti menunjukkan adanya kehidupan. Berhentinya pernapasan beberapa menit saja sudah dapat mengantarkan orang pada kematian. Gerakan menghirup dan mengeluarkan napas ini sangat penting bagi manusia. Ini akan terus berlangsung sepanjang hidup manusia itu sendiri. Aktivitas pernapasan akan terus bertambah frekuensinya ketika orang melakukan pekerjaan berat. Kalau sampai terhenti akibatnya sudah dapat ditebak.

Pada saat kita bernapas, sesungguhnya telah terjadi proses oksidasi serta perpindahan dua zat yang terdapat di udara. Oksigen masuk ke dalam paru-paru dan karbondioksida sebagai sisa dari proses oksidasi ini dikeluarkan. Dari proses oksidasi tersebut sepertiga dihasilkan energi setelah bercampur dengan zat yang terkandung dalam makanan untuk diedarkan ke seluruh sel tubuh. Kemudian sepertiga lagi disimpan sebagai cadangan energi dan sepertiga lagi dibuang.

Masih banyak yang belum mengetahui bahwa sebenarnya sistem pernapasan manusia memiliki keajaiban-keajaiban. Dalam hal ini para ahli dari dunia timur telah menunjukan kebolehannya menemukan berbagai macam sistem pernapasan untuk menunjang kesehatan manusia.

Selama ini orang bernapas hanya sekedar bernapas saja, menghirup dan menghembuskan udara tanpa mengenal apa yang dinamakan “kesegaran udara”. Kapasitas paru-paru tidak digunakan secara maksimal, sehingga mereka tidak dapat menjiwai atau merasakan dengan akrab udara yang memberikan kesegaran.

Para pembaca sekalian apa itu kesegaran udara?

Cobalah, ambil udara segar dengan pernapasan yang panjang dan dalam, kemudian keluarkan sampai habis. Ulangi beberapa kali…

Apa yang Anda rasakan? Terasa segar dan nikmat bukan? Udara yang dihirup ini akan beredar ke seluruh tubuh. Ini merupakan langkah awal bagi Anda dalam mengenal kesegaran udara. Hal ini akan dapat dirasakan manfaatnya jika secara rutin dilakukan setiap pagi hari dan malam menjelang tidur atau saat Anda merasa gerah dan memerlukan kesegaran. Inilah salah satu keajaiban sistem pernapasan yang kita lakukan.

Secara ilmiah, pernapasan yang panjang dan dalam akan membuat siapapun memperoleh udara yang cukup dibutuhkan oleh tubuh. Pernapasan yang dangkal dan pendek bisa menyebabkan datangnya penyakit, karena seseorang tidak memperoleh udara segar yang cukup.

Sisa pembakaran mungkin tidak dapat terangkut dengan baik, demikian pula proses oksidasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dapat membuat tubuh menjadi lesu atau lemah. Oksigen diperlukan untuk proses berpikir, proses pencernaan, mengangkut zat-zat makanan dalam darah, membangun jaringan tubuh dll.

Kebiasaan orang terhadap sistem pernapasannya adalah seringnya menarik napas dengan cepat, begitu pula saat mengeluarkannya. Bukankah demikian? Padahal yang seharusnya adalah menghirup dengan perlahan, panjang dan dalam. Saat mengeluarkannya pun seharusnya begitu pula.

Dengan pernapasan yang biasa sering kita lakukan, kita hanya menggunakan sebagian kecil atau seperempat bahkan kurang dari kemampuan dan kapasitas paru-paru yang kita miliki. Kemampuan paru-paru sebenarnya bisa ditingkatkan menjadi setengahnya jika kita rutin melakukan latihan untuk memperoleh kesegaran udara. Secara bertahap bukan tidak mungkin kita bisa memaksimalkan hampir seluruh kapasitas paru-paru.

Dalam perkembangan selanjutnya, manusia kemudian menemukan dan mengembangkan berbagai macam ilmu pernapasan beberapa abad yang lalu dengan tujuan untuk kesehatan, beladiri, olahraga dan sebagainya. Misalnya pernapasan dua sisi, sering disebut juga sebagai pernapasan positif negatif atau pernapasan bulan dan matahari. Lalu ada pernapasan segitiga, pernapasan segi empat, pernapasan perut, pernapasan diafragma, pernapasan abdomen normal, pernapasan abdomen terbalik, pernapasan kulit, pernapasan suci, pernapasan Yim Yang, pernapasan Tai Chi, Falun Gong dll.

Berbagai macam pernapasan tersebut bisa dilatih secara teratur dengan teknik tertentu yang kemudian menjadi seni tersendiri bagi perkumpulan olahraga beladiri maupun senam  sehat yang ada di Indonesia dan di seluruh dunia. Bahkan dengan latihan secara khusus teknik pernapasan bisa digunakan untuk relaksasi dan menghancurkan benda-benda keras ala Kuil Shaolin.

Sungguh semua itu adalah karunia Allah yang diberikan kepada manusia melalui sistem pernapasan. Keajaiban, misteri dan rahasia yang terdapat dari cara kita bernapas merupakan salah satu tanda-tanda adanya kekuasaan Allah. Kita wajib mensyukuri bahwa udara yang diciptakan untuk dinikmati manusia melalui pernapasan masih bisa kita peroleh secara gratis.

Pak Tani Butuh Pacul

Siapa pun tahu bahwa beras yang kita konsumsi sehari-hari itu berasal dari padi. Nah, siapa yang menanam padi? Demikian juga beraneka ragam hasil bumi lainnya, tak lain adalah Pak Tani. Kerjaan sehari-hari Pak Tani memang di sawah. Ia juga yang memelihara tanaman padinya agar tetap tumbuh subur sehingga berasnya enak. Hama atau gulma yang mengganggu tanamannya dibersihkannya tanpa mengeluh sedikitpun. Semua itu dia kerjakan untuk mencukupi kebutuhan pangan.

Sebelum padi ditanam, biasanya tanahnya diolah terlebih dahulu. Kalau pengairannya lancar dan terjamin tidak perlu menunggu musim hujan tiba. Tanah dibajak, kotoran yang tersisa diangkat. Kotoran tanah dalam hal ini bisa berupa ranting kayu dan segala sesuatu yang sulit membusuk sehingga mengotori sawah. Setelah itu, baru kemudian ditanam benih padi.

Dalam masa penantian panen, Pak Tani dengan rajin memberi pupuk dan mengairi sawahnya dengan tertib. Kadangkala nyemplung juga ke tengah sawah untuk membersihkan gulma yang tumbuh tak terkendali. Selain itu, pematang sawah pun tak luput dari tangan dinginnya. Rumput yang tumbuh dicabuti agar pematang tetap bersih dan mudah dilalui.

Ketika padi mulai menguning, Pak Tani pula yang bertugas mengusir burung-burung pemakan padi yang banyak bertengger di atas tanaman padinya. Tak jarang ia berteriak-teriak hanya sekedar membuat kaget makhluk pemakan padi itu. Biasanya pada tahap ini, Pak Tani juga tidak lupa membuat orang-orangan atau “memedi sawah” kata orang Jawa bilang. Orang-orangan tadi dikalungi kaleng berisi kerikil atau batu agar burung terkejut dan hengkang dari sawah saat memedi sawah tersebut digoncang-goncangkan.

Setelah usia padi genap memasuki masa panen, padi diambil dari sawah untuk diproses menjadi beras. Dan kita semua tahu bahwa beras yang sehari-harinya masuk ke perut dalam wujud nasi itu adalah hasil kerja keras Pak Tani. Tanpa dia, mungkin kita tak akan bisa menikmati nasi. Sungguh kerja Pak Tani perlu dihargai dengan harga yang sangat tinggi. Teriknya panas tak dirasa, hujan lebat juga tetap bekerja tanpa kenal lelah.

Ironisnya, penghargaan yang seharusnya diterima Pak Tani ternyata tidak dinikmatinya. Mengapa? Walau harga beras di pasaran menjadi semakin tinggi, namun Pak Tani tidak justru serta merta menjadi kaya atau banyak duit. Ia pun sempat mengeluh, karena untuk membeli beras tetap saja harganya melambung bukannya murah. Tak ada sejarahnya harga beras turun secara drastis. Kalau pun ada yang murah, beras raskin dapatnya. Yang untung justru para distributor atau pedagang besar.

Lalu dimana jasa Pak Tani ini ditempatkan?

Meski harga beras tetap melambung tinggi, Pak Tani yang notabene sebagai produsen tetap tidak menangguk untung besar. Panen padinya tidak memberikan hasil yang memuaskan. Hasil yang didapatnya hanya kembali ke sawah lagi yang digunakan untuk mengolah tanah, membeli benih, membayar tambahan tenaga, membeli pupuk dll. Kalaupun sisa, itu tidak seberapa dibanding untung yang didapat oleh para pedagang besar.

Indonesia, yang katanya sempat menjadi negara swasembada beras tempo dulu ternyata tak berkelanjutan sampai saat ini. Buktinya, impor beras tetap dilakukan dengan alasan untuk mencukupi kebutuhan beras nasional yang katanya kurang. Informasi lain mengatakan ketersediaan beras cukup, jadi mana yang benar? Padahal lahan yang ada di Indonesia ini tidak kurang bahkan lebih dari cukup, sebab Indonesia kan negara agraris.

Celakanya, lahan pertanian makin lama makin menyempit karena sudah digunakan untuk mendirikan bangunan perumahan. Coba aja lihat di Jakarta, berapa lahan pertanian yang masih tersisa? Di Kota Jogja saja lahan pertanian hanya tinggal beberapa saja. Itu pun terhimpit oleh perumahan yang sudah berdiri. Bahkan di sekitar tempat tinggal saya, yang dulu punya sekitar 1,5  hektar kini tinggal 1500 meter persegi.

Meskipun demikian, Pak Tani tetap saja dengan aktivitasnya dari waktu ke waktu, yakni menyediakan beras untuk kepentingan pangan nasional. Ia tidak ngambek, atau lantas demo besar-besaran sampai mogok menanam padi. Kalau itu terjadi, wah… bisa kacau pangan nasional kita. Pemerintah pasti juga bakalan bingung.

Saat kita makan nasi, jarang yang ingat sama Pak Tani. Saat kita beli beras tak ada yang menyebut-nyebut jasa Pak Tani. Yang diingat hanya harga yang selalu melambung tinggi . Yang disebut-sebut hanya jenis berasnya, enak ataukah tidak. Mungkinkah para petinggi yang duduk di atas sana juga ingat akan nasib Pak Tani? Saya yakin tak ada yang ingat, yang diingat barangkali adalah bagaimana agar makan tetap bisa makan dengan beras yang enak.

Sebenarnya Pak Tani tidak membutuhkan penghargaan, tidak perlu disebut-sebut namanya. Ia hanya butuh pacul atau cangkul. Ya, Pak Tani butuh pacul itu saja, namun pacul dalam arti luas menyangkut segala aspek termasuk pupuk, fasilitas pertanian, bantuan modal, hibah dan sebagainya yang berkaitan agar produksi beras tetap bagus dan melimpah. Kecuali petani seperti Bob Sadino, nah itu lain ceritanya.

Ya, saya rasa cuma itu. Pak Tani butuh pacul.

Anda yang orang Banjarmasin janganlah tertawa membaca yang terakhir ini, karena Pak Tani benar-benar butuh pacul.