Konsep Andragogi Dalam Belajar

23 Januari 2012 pukul 17:54 | Ditulis dalam Akademika, Informasi & Peng. Umum | 16 Komentar
Kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Andaragogi sebagai konsep dalam belajar mahasiswa sebenarnya sudah lama dikenal oleh masyarakat, terutama di kalangan perguruan tinggi. Andragogi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “aner” yang berarti orang dewasa, dan “agogos” yang berarti memimpin.

Publikasi Malcolm Knowles, lewat bukunya The Adult Leaner adalah model andragogi sebagai teori belajar yang tepat untuk orang dewasa.

Empat konsepsi pokok andragogi yang tertuang dalam buku tersebut antara lain :

  1. Perubahan dalam konsep diri (self concept), yaitu seseorang tumbuh dan matang konsep dirinya bergerak dari ketergantungan total menuju ke pengarahan diri alias mandiri.
  2. Peranan pengalaman, individu tumbuh matang dan mengumpulkan banyak pengalaman, dalam hal ini menyebabkan dirinya menjadi sumber belajar yang kaya dan pada waktu yang sama memberikan dasar yang luas untuk belajar sesuatu yang baru.
  3. Kesiapan belajar, tiap individu menjadi matang maka belajar kurang ditentukan oleh paksaan akademik dan perkembangan biologiknya, tetapi lebih ditentukan oleh tuntutan tugas perkembangan untuk peranan sosialnya.
  4. Orientasi belajar, orang dewasa berkecenderungan memiliki orientasi belajar yang berpusat pada pemecahan problem-problem kehidupan (problem centered orientation).

Langkah-langkah agar menjadi mahasiswa yang berkualitas dapat dilakukan dengan mengetahui informasi lebih awal, adanya kesadaran waktu, pergaulan dan kegiatan (sosialisasi) dan pendewasaan berpikir. Oleh karena itulah setiap kampus perguruan tinggi punya peran masing-masing dalam membentuk mahasiswanya baik melalui kegiatan, pergaulan maupun pembelajaran-pembelajaran yang tidak diperoleh di dalam kelas. Lebih bersifat ke arah pengembangan diri daripada pengembangan akademis.

Sebagai mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus pemimpin bangsa, maka dalam setiap aktivitas akademik maupun non akademik tetap mengutamakan rasa tanggung jawab baik belajar dan kreativitasnya.

Ciri-ciri belajar :

- mudah menangkap dan mamahami pelajaran
– mudah mengingat dan mengingatkan
– memiliki perbendaharaan kata yang bervariasi
– penalaran dan pola pikir yang tajam
– daya konsentrasi yang baik
– berpengalaman luas
– senang membaca
– mampu mengungkapkan pikiran secara lisan atau tertulis
– mampu mengamati dengan jelas terhadap setiap perubahan
– rasa ingin tahu yang tinggi
– mampu mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis, menguji gagasan, mencapai kesimpulan

Ciri-ciri bertanggung jawab :

- tekun menghadapi tugas dengan tuntas
– ulet, pantang menyerah dan putus asa
– mampu berprestasi mandiri
– selalu ingin mendalami pengetahuan
– berusaha berprestasi lebih baik
– senang dan rajin belajar
– menghadapi masalah dengan kedewasaan
– cepat bosan dengan tugas rutin
– mampu mempertahankan pendapat
– menunda kepuasan sesaat untuk mencapai tujuan lebih baik di kemudian hari

Ciri-ciri kreatif :

- memiliki rasa ingin tahu yang dalam
– sering mengajukan pertanyaan yang berbobot
– banyak memberi gagasan positif
– mampu berpendapat secara spontan
– menonjol dalam satu bidang studi
– sulit dipengaruhi oleh pendapat orang lain
– mempunyai rasa humor
– mempunyai daya imajinasi
– mempunyai ide-ide cemerlang dan bermanfaat bagi orang banyak
– mampu mengajukan pikiran, gagasan, dan pendapat yang berbeda dengan orang lain

Untuk menjadi mahasiswa yang sukses secara akademis ada beberapa jurus yang dapat dipergunakan dalam kaitannya dengan konsep andragogi seperti yang telah dipaparkan di atas. Jurus-jurus tersebut diantaranya adalah :

  1. Keteraturan, kiatnya adalah dengan membuat catatan ringkas, rapi dan jelas agar belajar menjadi mudah. Berpikir dan bekerja teratur sehingga dapat mengerti dan meguasai ilmu yang didapat.
  2. Disiplin belajar, dalam ini perlu ditanamkan niat yang kuat, serta keteguhan hati dan tekad untuk membiasakan diri dalam belajar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Membiasakan disiplin bisa menjadi proses pembentukan watak dan pribadi yag baik.
  3. Konsentrasi dan manajeman waktu yang baik, yaitu memusatkan pikiran tentang pokok suatu masalah yang dihadapi, termasuk ketika menghadapi ujian maupun dalam menyelesaikan tugas-tugas. Selain itu konsen pula dalam mengembangkan minat, memperluas cakrawala serta sosialisasi dalam berbagai macam aktivitas dengan mengelola waktu yang tersedia.
  4. Memanfaatkan perpustakaan sebagai pendukung dalam belajar, seperti kita ketahui bersama bahwa perpustakaan adalah pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan yang tidak dapat dikesampingkan keberadaannya terutama dalam dunia pendidikan. Ada sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa perpustakaan adalah jantungnya pendidikan, dan perpustakaan dapat dijadikan sebagai tolak ukur kemajuan peradaban suatu bangsa.

Tak hanya mahasiswa di lingkup perguruan tinggi saja yang dapat menerapkan konsep andragogi dalam belajar, namun para pelajar dan masyarakat pada umumnya pun dapat menerapkan konsep tersebut sebagai bentuk kemandirian.

Blog Presiden Republik Indonesia

13 Januari 2012 pukul 20:54 | Ditulis dalam Ada-ada Saja | 41 Komentar
Kaitkata: , , , , , , , , , , , , , ,

Barangkali Anda sudah tahu, ternyata Pak SBY punya blog juga. Blog Presiden Republik Indonesia, demikianlah namanya. Blog ini dirilis sekitar bulan Februari 2007. Foto Pak SBY pun terpampang di sana, sehingga memberi kesan kalau blog tersebut bukan sekedar hasil kerjaan iseng orang. Namun bila ini blog resmi mengapa tak ada simbol kenegaraan di sana?

Sisi menarik dari blog Presiden Republik Indonesia ini adalah siapapun bisa berpartisipasi di dalamnya. Sengaja disediakan username dan password agar para penjelajah dunia maya yang ingin ikutan mengisi blog bisa login dengan mudah.

Terserah, Anda mau menulis tentang apa saja diperbolehkan. Mau pasang foto juga bisa atau hanya sekedar ingin menumpahkan perasaan yang bergejolak dalam hati oke juga. Tidak puas dengan apa yang terjadi di negeri ini semua bisa dituliskan di blog tersebut. Bagi yang ingin menyalurkan aspirasi atau cuma nampang nama doang pun boleh. Semua tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Bisa dengan nama asli, nama samaran, bahkan tanpa nama.

Kita mungkin terkecoh, kalau melihat Blog Presiden RI. Mungkin pula akan muncul pertanyaan dalam benak masing-masing “Apa iya ini blognya Pak SBY, Presiden RI?” Hal ini semakin diperkuat oleh terpampangnya nama KRMT. Roy Suryo, Amd (ahli metadata) sebagai kontributor. Nama tersebut bisa saja mengaburkan pandangan orang akan resmi atau tidaknya Blog Presiden RI.

Mungkinkah Roy Suryo turut berperan dalam pembuatan blog tersebut?

Resmi atau tidak resmi Blog Presiden RI yang ini, saya rasa kita sebagai rakyat Indonesia umumnya dan sebagai penjelajah dunia maya khususnya cukup mengambil sisi positifnya saja. Meskipun blog itu hanya sekedar kerjaan iseng orang, minimal kita mengetahui sejauh mana orang mau berpartisipasi dalam blog tersebut.

Apapun isi hati Anda, apapun wujud ketidakpuasan Anda, kritik, saran, pujian, kesan dan pesan, apa saja… semua bisa disalurkan di blog Presiden RI. Dan apa yang Anda sampaikan di sana sudah pasti akan dibaca oleh banyak orang di dunia maya. Anggap saja ini sebagai media bagi rakyat yang ingin menumpahkan uneg-unegnya.

“Sekarang saatnya aspirasi rakyat di dengarkan!!!!” Tegas Pak Presiden dalam Suara Rakyat Indonesia

Saya yakin di dunia maya ini masih banyak bertebaran blog-blog semacam itu. Kalau dilihat dari tanggal terakhir update-nya kita sudah dapat menyimpulkan bahwa blog ini memang hasil kerjaan orang iseng saja. Apalagi sekarang sudah tak ada lagi yang berpartisipasi dalam blog tersebut.

Sejarah Singkat Kalender Masehi

6 Januari 2012 pukul 19:37 | Ditulis dalam Informasi & Peng. Umum | 39 Komentar
Kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , ,

Perhitungan kalender Masehi berdasarkan pada rotasi bumi (perputaran bumi pada porosnya) dan revolusi bumi (peredaran bumi mengelilingi matahari). Menurut sistem Yustisian 1 tahun = 365,25 hari dan hitungan kesatu (tahun pertama masehi) dimulai pada kelahiran Yesus menurut keyakinan kaum Nasrani. Dasar perhitungan menurut sistem Yustisian tersebut adalah : pertama, rotasi bumi disebut satu hari = 24 jam dan kedua revolusi bumi disebut satu tahun = 365,25 hari.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Kaisar Romawi pada tahun 47 SM menetapkan kalender dengan ketentuan :

  1. Satu tahun berumur 365 hari dengan kelebihan 6 jam setiap tahun
  2. Setiap tahun yang keempat atau angkanya habis dibagi 4 maka umurnya menjadi 366 hari disebut tahun kabisat (tahun panjang), sedangkan tahun biasa (non kabisat atau tahun pendek) berumur 365 hari. Cara menetapkannya ialah apabila tahun tersebut habis dibagi 4 berarti tahun kabisat. Misalnya tahun 1995 : 4 = 498,7 bukan tahun kabisat sedangkan tahun 1996 : 4 = 499 adalah tahun kabisat.

Perkembangan selanjutnya pada abad ke-16 terjadi pergeseran dari biasanya yaitu musim semi yang biasanya jatuh pada tanggal 21 Maret telah maju jauh, maka dilakukan suatu koreksi. Apabila sebelum perhitungan satu tahun adalah 365,25 hari maka sejak saat itu satu tahun menjadi 365,2425 hari. Itu berdasar pada perhitungan bahwa revolusi bumi bukan 365 hari lebih 6 jam tetapi tepatnya 365 hari 5 jam 56 menit atau 365 hari lebih 6 jam kurang 4 menit.

Oleh sebab itu pada tanggal 21 Maret 1582 terjadi pergeseran sehingga awal musim semi jatuhnya lebih maju di Eropa. Untuk koreksi akibat adanya pembulatan 4 menit selama 15 abad tersebut maka Paus Gregorius XIII menetapkan sebagai berikut :

  1. Setiap tahun tang habis dibagi 100 meskipun habis dibagi 4 yang menurut ketentuan sebelumnya adalah tahun kabisat tidak lagi menjadi tahun kabisat. Hal itu karena pembulatan satu hari untuk tahun kabisat setiap 4 tahun tersebut mendahului beberapa menit dari sebenarnya, maka diadakan pembulatan lagi pada setiap 100 tahun.
  2. Setiap 400 tahun sekali diadakan pembulatan satu hari, jadi meski habis dibagi 100 maka tetap menjadi tahun kabisat. Dasar perhitungannya adalah dengan kelebihan 4 menit setahun maka 400 tahun menjadi 1600 menit = 26 jam 40 menit.
  3. Untuk menghilangkan kelebihan dari pembulatan yang telah terjadi sebelumnya maka dilakukan pemotongan hari, yaitu sesudah tanggal 4 Oktober 1582, hari berikutnya langsung menjadi tanggal 15 Oktober 1582. jadi tanggal 5 – 14 Oktober 1582 (selama 10 hari) tidak pernah ada dalam penanggalan Masehi.

Dengan dasar perhitungan koreksi tersebut maka sejak tahun 1600 sampai 2000 terjadi koreksi 3 kali yaitu tahun 1700, 1800 dan 1900. Hal ini adalah karena sesuai ketentuan sebelum tahun 1582 setiap tahun habis dibagi 4 adalah tahun kabisat. Namun sejak tahun 1582 berlaku ketentuan baru bahwa setiap tahun yang habis dibagi 100 tidak menjadi tahun kabisat kecuali untuk tahun yang habis dibagi 400. Dengan demikian tahun 1600 dan 2000 tetap tahun kabisat karena habis dibagi 400. tahun yang habis dibagi 4 yang tidak menjadi tahun kabisat untuk masa setelah tahun 2000 adalah tahun 2010, 2200, 2300 sedangkan tahun 2400 tetap tahun kabisat karena habis dibagi 400.

Kesimpulan yang bisa didapat pada perjalanan tahun Masehi dari tahun 1 – 2000 adalah :

  • tahun 1 – 1582 semua tahun yang habis dibagi 4 adalah tahun kabisat
  • tanggal 5 – 15 Oktober 1582 tidak pernah ada dalam kalender penanggalan
  • tahun 1700, 1800, 1900 bukan merupakan tahun kabisat (3 tahun terjadi koreksi 3 hari)

Siklus tahun Masehi adalah 4 tahunan untuk siklus kecil (4 X 365) + 1 = 1461 hari sedangkan siklus besarnya setiap 400 tahun (100 X 1461) – 3 = 146097. Bulan Februari pada tahun biasa (bukan kabisat) berumur 28 hari sedang pada bulan tahun kabisat berumur 29 hari. Bulan yang berumur 31 hari adalah bulan Januari, Maret, Mei, Juli, Agustus, Oktober dan Desember. Bulan yang berumur 30 hari ialah bulan April, Juni, September dan Nopember.

Cuti Dulu Deh…

24 Desember 2011 pukul 17:14 | Ditulis dalam Tanpa Kategori | 20 Komentar

Setelah sekian lama ngeblog dan banyak terjalin hubungan persaudaraan dengan rekan sesama blogger ternyata ada hal lain yang menuntut lebih. Pekerjaan di dunia nyata menuntut fokus dan konsentrasi yang tinggi, sehingga praktis aktivitas blogging perlu saya istirahatkan dulu untuk sementara waktu.  Saya khawatir, tak dapat membagi waktu secara proporsional yang akibatnya bisa salah satu atau keduanya terbengkelai.

Selain itu, sama seperti yang Pak Ies alami di blog Djangan Pakies, yaitu kelelahan mata, mungkin ini juga yang saya rasakan sekarang ini. Aktivitas di depan komputer tetap saja membuat mata tak tahan dengan pancaran monitor yang langsung menyorot ke wajah. Hal ini menyebabkan terjadinya ketegangan pada otot yang langsung berhadapan dengan monitot, meski monitor sudah pakai filter tetapi dampaknya tetap terasa.

Ngeblog merupakan salah satu aktivitas seperti di atas. Namun demikian, tak dapat disalahkan sepenuhnya, prosentase ngeblog belum lah seberapa dibanding dengan aktivitas pekerjaan dengan komputer di dunia nyata. Kenyataannya tetap saja aktivitas ngeblog jadi terganggu.

Karena itulah, untuk mengurangi kesan bahwa ngeblog merupakan penyebab utamanya, maka saya akan fokus terlebih dahulu di dunia nyata sambil memulihkan kondisi sehingga semua akan dapat kembali seperti semula. Apalagi di akhir tahun dan awal tahun, sering terjadi pekerjaan menumpuk, perlu perhatian serta konsentrasi lebih.

Blogging, blogwalking, komen dan aktivitas lainnya belum akan saya lakukan dalam waktu dekat ini. Namun tetap saya usahakan untuk menengok sesekali disela-sela kesibukan dan kelelahan yang menerpa. Jadi mohon maaf dan dapat dimaklumi kalau Anda semua akan “kecelik” saat berkunjung ke HALAMAN PUTIH.

Saran-sarannya untuk mengatasi ketegangan otot dan mata yang lelah sangat saya harapkan dari rekan-rekan semua.

Selamat bertahun baru…

Sinar Matahari

16 Desember 2011 pukul 20:22 | Ditulis dalam Alam & Lingkungan, Informasi & Peng. Umum, Kedokteran, kesehatan | 31 Komentar
Kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Matahari setiap hari memberikan sinarnya. Di pagi yang cerah, sinar matahari terasa hangat. Bayangkan jika saja bumi ini tidak terkena sinar matahari, tentu akan lain rasanya. Sinar matahari memberikan tenaga dan pertumbuhan bagi kehidupan. Matahari akan selalu bersinar terang sepanjang waktu. Terus terang terang terus. Kalau pun tertutup awan atau mendung, itu hanyalah sinarnya saja yang terhalang tak sampai ke bumi.

Lalu apakah sinar matahari memberikan manfaat bagi manusia? Betul, tentu saja ia banyak memberikan manfaat dalam kehidupan kita. Manfaat yang bisa kita dapatkan dari sinar matahari itu antara lain :

Sinar matahari menghasilkan vitamin D

Sejumlah besar kolesterol disimpan di bawah kulit. Sinar matahari mengubah kolesterol menjadi vitamin D. Menghadapkan tubuh ke matahari selama 5 menit saja sudah memperoleh 400 unit vitamin D bagi tubuh. Jumlah yang cukup sesuai yang dibutuhkan menurut RDA USA.

Sinar matahari mengurangi kolesterol darah

Dengan mengubah kolesterol yang ada di bawah kulit, saat sinar ultra violet disaring oleh kulit. Kolesterol yang ada dalam darah bisa keluar dari darah menuju kulit sehingga dapat dikurangi.

Sinar matahari mengurangi gula darah

Cahaya matahari memberikan insulin yang menyebabkan kemudahan glukosa masuk ke sel-sel tubuh. Ini merangsang tubuh untuk mengubah glukosa menjadi glikogen yang tersimpan di hati dan otot, sehingga menurunkan kadar gula darah. Tak heran banyak siswa yang pingsan ketika upacara bendera disebabkan belum sarapan pagi. Bisa jadi ini disebabkan karena kurangnya pasokan gula darah yang didapatkan dari sarapan itu sendiri.

Sinar matahari penawar infeksi dan pembunuh bakteri

Matahari sanggup membunuh bakteri penyakit, virus dan jamur. Ini sangat berguna bagi mereka yang sedang dalam perawatan karena penyakit TBC, erysipelas, keracunan darah, pneumonia, asma dan saluran pernapasan. Bahkan beberapa penyebab kanker bisa binasa oleh sinar ultra violet. Infeksi jamur juga bereaksi terhadap sinar matahari. Bakteri di udara binasa oleh sinar ultra violet hanya dalam waktu 10 menit saja.

Sinar matahari meningkatkan kebugaran pernapasan

Kapasitas darah bisa meningkat untuk membawa oksigen dan menyalurkannya ke seluruh jaringan tubuh. Ini berarti banyak oksigen yang diangkut oleh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh sewaktu terjadi pergerakan badan. Olah raga di bawah sinar matahari pagi sangat baik.

Sinar matahari berguna bagi tulang

Dengan meningkatnya vitamin D dalam tubuh karena terkena sinar matahari, penyerapan kalsium oleh tulang juga akan meningkat. Pembentukan tulang dan perbaikan tulang dapat dibantu oleh sinar matahari. Hal ini akan mencegah terjadinya penyakit osteoporosis (keropos tulang) dan osteomalacia (pelunakan tulang).

Sinar matahari meningkatkan beberapa kekebalan tubuh

Sinar matahari menambah sel darah putih terutama limfosit, yang digunakan untuk menyerang penyakit. Antibodi bertambah, nitrofil membunuh kuman lebih cepat setelah pernapasan di bawah sinar matahari. Satu atau dua kali seminggu selama 10 menit berjemur di bawah matahari mampu mengurangi flu sampai 40%.

Meskipun demikian kita perlu berhati-hati…!

Sinar matahari membuat kulit terbakar

Terlalu banyak mendapat sinar matahari, walau pada hari berawan bisa menyebabkan kulit terbakar. UV-B adalah bagian dari spectrum ultra violet yang membakar kulit hanya 0,2% saja dari tenaga radiasi yang sampai ke permukaan bumi.

Sinar matahari bisa meningkatkan resiko kanker kulit

Kebanyakan bersentuhan dengan sinar matahari dengan tingginya trigliserida (lemak) dalam darah adalah faktor paling besar terjadinya kanker kulit.

Sinar matahari mempercepat proses penuaan

Bertambahnya penggunaan minyak sayur olahan dalam masakan menyebabkan bertambahnya kehadiran radikal bebas pada kulit (Z.R Kime dalam “Sunlight Could Save your Live). Radikal bebas ini adalah bagian dari molekul dengan kecenderungan menyebabkan kerusakan jaringan lapisan kulit paling luar. Inilah penyebab utama penuaan atau keriput pada kulit.

Demikian beberapa manfaat dari sinar matahari dalam kehidupan kita. Masih banyak manfaat lain yang tak bisa disebutkan satu persatu. Meski demikian kita tentu percaya bahwa secara umum matahari membawa pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan dan keseimbangan di bumi dan juga alam semesta.

Betapapun sinar matahari sangat bermanfaat bagi kehidupan, ada juga hal-hal yang bisa merugikan kita jika tidak berhati-hati. Seorang ilmuwan dalam percobaan menutup setengah piring batu dengan bakteri yang tumbuh di situ. Setengah lainnya disinari matahari secara langsung. Bagian yang tertutup penuh dengan bakteri, tetapi tidak ada bakteri yang tumbuh di bagian yang terkena sinar matahari. Bakteri binasa di bagian yang terkena sinar matahari secara langsung.

Jika ingin rumah Anda sehat, maka bukalah seluruh pintu dan jendela di pagi hari, terutama yang menghadap sinar matahari. Hal ini dimaksudkan agar matahari bisa masuk menerobos ke dalam rumah. Sinar matahari dalam waktu tertentu akan membunuh bakteri yang ada di jendela, lantai, dinding dan sebagian isi rumah, sehingga rumah menjadi lebih sehat dibanding apabila keadaan rumah tertutup.

Kebutuhan akan sinar matahari dalam kehidupan kita menjadi kian terasa manakala musim hujan tiba. Apalagi bagi mereka yang punya anak bayi, praktis sinar matahari sangat diperlukan bukan sekedar untuk pengeringan saja, tetapi sekaligus membunuh bakteri-bakteri yang dapat tumbuh ketika matahari sedang tertutup sinarnya. Tak heran jika penduduk di belahan dunia lain sana selalu mencari kehangatan sinar matahari bahkan sampai ke negeri yang beriklim tropis cuma untuk berjemur.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.